Jump to ratings and reviews
Rate this book

Wander Woman

Rate this book
"Tolkien mengatakan,“Not all those who wander are lost.” Tidak semua orang yang berkelana kehilangan arah. Tanyakan saja pada Arumi, Cilla, Sabai, dan Sofia—empat sahabat yang terpencar di berbagai negara. Dalam cerita mereka yang terinspirasi dari kisah nyata ini, “tersesat” punya makna berbeda. For them, home is never a place, but people—and sometimes even suitcases.

Kisah mereka bergulir dengan menarik dan membuat saya sebagai pembaca tak sabar untuk membalik setiap lembarnya. Inspiratif dan membuka wawasan!
—Rina Suryakusuma, penulis novel Gravity dan Falling

The best mother is the mother who adapts. Melalui keseharian empat sahabat ini, kita diajak mengingat salah satu kunci utama menjalankan peran seorang ibu: adaptasi.
—Prameshwari Sugiri, Pemimpin Redaksi & Pemimpin Komunitas Ayahbunda & Parenting Indonesia

Kisah para istri yang “dipaksa” hidup nomaden ini membuka mata mengenai budaya dan gaya hidup di luar Indonesia, dilihat dari kacamata orang-orang Indonesia.
—Susan Poskitt @pergidulu, travel writer"

360 pages, Paperback

First published September 19, 2016

4 people are currently reading
62 people want to read

About the author

Nina Addison

10 books41 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (23%)
4 stars
34 (57%)
3 stars
9 (15%)
2 stars
1 (1%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
October 4, 2016
Ada 1 eks gratis novel Wander Woman disini, DL 9 Oktober 2016 info lengkap cek http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/...

Wander Woman mengisahkan 4 sahabat, yaitu Pricilla (Cilla), Sabai, Sofia dan Arumi. 4 sahabat yang harus menerima nasib mendampingi suami yang bekerja dan untuk sementara harus tinggal di luar negeri. Melalui Wander Woman, keempat sahabat ini akan mengisahkan kisah mereka menghadapi dunia baru mereka yang tentunya tidak mudah.

Cilla, gadis kota yang suka mengamati, suka semuanya serba terkontrol dan mudah stres. Cilla hidup bersama William dan 2 anaknya, Alex dan Emily. Cilla harus menyesuaikan diri tinggal di Houston (Amerika Serikat) kemudian pindah ke Skotlandia. Dalam kisah Cilla, kamu akan diajak Cilla memasuki tahap awal kehidupannya di Houston yang harus menghadapi badai Hurricane, tes menyetir di Aberdeen (Skotlandia) yang sulit sekali untuk bisa lulus, hal yang berbeda saat di Houston, kemudian rumah kemalingan dan terpaksa harus kehilangan mobil.

Sabai, si uni Padang. Sabai hidup bersama Mark dan ketiga anaknya Lexie, Emma dan Ariana. Cilla harus menyesuaikan diri tinggal di Inggris Raya kemudian pindah ke Korea. Dalam kisah Sabai, kamu akan diajak Sabai berkeliling London dengan bus bertingkat si double-decker sekaligus melihat insiden pria terlempar dari bis tingkat itu yang lumayan membuat bulu kuduk merinding saking seramnya membayangkannya. Ada juga pengalaman Sabai berburu Burberry original sampai rebutan dengan calon pembeli lainnya, bertemu dengan Oppa Korea yang pandai menghias alisnya dengan eye-liner hingga pengalaman mengemudi di korea.

Sofia, satu-satunya dari lingkaran persahabatan mereka yang memilih menjadi ibu pekerja. Awalnya Sofia memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan penulis tetap. Sayangnya, kerinduannya akan kehidupannya yang dulu, membuat dirinya memutuskan untuk bekerja, walau hanya sebagai volunteer. Sofia hidup bersama Ronald dan kedua anaknya, Celly dan Baby Juju. Sofia menghabiskan waktunya tinggal di Sidney (Australia). Dalam kisah Sofia, kamu akan diajak berkenalan dengan ibu-ibu pendatang seperti Sofia yang suka sekali membanding-bandingkan anak mereka dan segala kegiatan yang sering dilakukan bersama untuk mempererat silaturahmi, yang kadang-kadang malah banyak menimbulkan perbedaan. Selain itu, kita bisa menyimak perjuangan Sofia mendapatkan pekerjaan, dan sungguh berbedanya Rumah Sakit dan dokter di Australia menangani ibu hamil yang akan melahirkan. Tidak asal merekomendasikan operasi caesar yang sering banget dilakukan di Indonesia.

Dan yang terakhir, ada kisah Arumi. Mamah muda yang kocak dan mudah khawatir. Tinggal bersama suaminya, Yuza dan kedua anaknya Raya dan Thalia. Arumi bersama keluarga telah menghabiskan hidupnya berpindah-pindah dari Jepang ke Thailand dan sekarang balik ke Indonesia. Dalam kisah Arumi, kamu akan diajak memasuki kehidupan Arumi dan keluarganya yang jauh dari impian. Setiap harinya Arumi harus terbiasa melakukan semuanya sendiri, suami sibuk dengan pekerjaannya. Hal ini membuat kerinduan akan kampung halaman membuncah. Kehidupan sebagai istri ekspatriat ternyata tidak membuat Arumi bisa berfoya-foya, semua pengeluaran diperhitungkan sedemikian rupa. Ada banyak tips wisata kuliner murah di Tokyo yang lumayan bisa dicoba jika kamu akan berkunjung ke Tokyo. Hingga pengalaman seru menyaksikan Bangkok Shutdown.

Setiap kisah dalam novel ini diceritakan oleh masing-masing penulis dengan gaya menulis yang sungguh asyik untuk dinikmati. Setiap kisah, baik kisah Cilla, Sabai, Sofia maupun Arumi berdiri sendiri-sendiri, hanya satu benang merahnya mereka semua bersahabat dan punya nasib yang sama sebagai istri ekspatriat yang (terpaksa) tinggal di luar negeri dan sering berpindah-pindah negara mengikuti suami.

Melalui kisah Cilla, Sabai, Sofia dan Arumi, kamu akan bisa memahami bahwa proses adaptasi di lingkungan baru itu tidak bisa serta merta, butuh proses dan harus ada keikhlasan untuk menerima. Perbedaan budaya, bahasa, kebiasaan, makanan tentunya akan menjadi culture shock tersendiri, dan baik Cilla, Sabai, Sofia dan Arumi membuktikan bahwa mereka mamah-mamah muda yang luar biasa. Aku sulit membayangkan jika harus berada di posisi mereka. Tentunya orang di luar sana akan melihat betapa senangnya bisa hidup dan tinggal di luar negeri, tapi kita semua tidak tahu khan bagaimana orang-orang seperti Cilla, Sabai, Sofia dan Arumi bisa beradaptasi hingga bisa survive seperti ini.

Membaca novel ini sungguh tidak membosankan, novel ini penuh warna. Aku suka sekali di setiap kisah yang dibagikan ada ilustrasi yang mendukung kisah tersebut, yang sungguh menarik sekali. Juga ada fun fact di setiap kisah, yang akan menambah informasi mengenai kehidupan di negara-negara yang telah ditinggali oleh Cilla, Sabai, Sofia maupun Arumi.

Novel ini cocok dibaca siapa saja, apalagi buat kamu yang berencana akan tinggal di luar negeri, mungkin kami bisa mengintip sedikit kisah Cilla, Sabai, Sofia dan Arumi. Walau buku ini terdapat banyak kisah yang dibagikan, setiap tokoh ada kira-kira 4 momen yang dibagikan, kamu akan dibuat larut dengan kisahnya.

Selamat jatuh cinta dengan kisah Cilla, Sabai, Sofia dan Arumi :)

"Yah...memang begitu, Fi, namanya sih ekspat, tapi gaya hidup militer. Mesti siap dipindah kapan saja ke mana saja dalam waktu singkat."
Profile Image for Rina Suryakusuma.
Author 17 books111 followers
October 8, 2016
Cerita tentang empat sahabat yang tersebar di berbagai negara : Cilla, Sabai, Sofia dan Arumi, yang dikisahkan dengan gaya metro sekali
Seperti yang saya tuliskan di blurbnya, kisah ini memang bergulir rapi, page turning, dan nggak bosanin. Malah kita sebagai pembaca, diajak bertualang di tempat para mami-mami ekspat itu berada

Konflik yang ditawarkan memang tergolong ringan, tapi tetap menarik untuk diikuti, dan yang jelas, down to earth banget. Saya percaya para ibu-ibu ekspat di sana memang menggumulkan dan merindukan hal-hal yang buat kita, para penduduk di kota ini, take it for granted.

Seperti rindu tukang makanan keliling yang kadang-kadang, promo jualannya memang bikin kita misuh karena keras dan nggak tahu waktu banget. Tapi di Jepang sana, ada mami yang kelaparan dan kangen makan mie tektek.

Atau masalah lainnya, untuk kita yang bisa kemana-mana dengan bebas, di negara-negara asing itu, punya masalah sendiri dengan driving license
Dan baca buku ini kita memang dibukakan, ada banyak sekali tipe manusia, banyak adat dan budaya, kebiasaan yang mungkin buat kita aneh -- buat mereka nggak, atau sebaliknya -- yang seharusnya membuat kita bisa lebih tenggang rasa dan nggak gampang judge orang. Singkatnya, mind our own business. Semacam itulah

Pada akhirnya saya ingin berterima kasih buat para penulis, atas cerita-cerita slash pengalaman hidup yang terangkat dari kisah nyata mereka, yang bikin saya jadi lebih memahami culture di negara-negara yang bersangkutan :)
Profile Image for Elsita F..
120 reviews6 followers
October 24, 2016
Buku ini mengandung empat kisah dari semua tokoh yang ada dan setiap kali berpindah cerita dan negara selalu saja ada hal-hal menarik yang dibagi keempat tokoh tersebut. Selain itu, kita juga dapat merasakan gaya penulisan dan cara bercerita yang berbeda, benar-benar menggambarkan kalau buku ini juga ditulis oleh empat penulis berbeda pula. Tiap tokoh juga memiliki karakter masing-masing yang kuat.

Kesan menarik juga sudah terpancar dari sampulnya yang lucu dan eye catching. Landmark beberapa negara sejak awal sudah bikin saya penasaran untuk baca dan gambar-gambar kecil seperti tas, high heels, wajan, garpu, sendok dan lain-lainnya sangat menggambarkan bahwa buku ini akan bercerita tentang perempuan yang juga sebagai istri dan ibu bagi putra-putri dan keluarganya.

Dilengkapi dengan Fun Fact, buku ini sangat bermanfaat. Selain berfungsi sebagai bahan bacaan yang menghibur dan berisi pengalaman mengesankan, fun fact buat saya memang sangat dibutuhkan bagi novel-novel yang bersetting luar negeri. Beberapa buku yang pernah saya temui memang menggunakan catatan kaki, tapi penjelasan yang terdapat pada fun fact terasa lebih lengkap. Selain menambah wawasan dan pengetahuan juga dapat bermanfaat sebagai guide kita kalau suatu saat nanti berkunjung ke Skotlandia, Inggris, Korea, Thailand dan Australia.

Wander Woman mengajarkan banyak hal di antaranya adalah yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari: adaptasi. Adaptasi bukan berarti kita merubah diri kita menjadi orang lain, tapi bagaimana kita tetap menjadi kita dan tak kehilangan jati diri meski di tempat yang berbeda. Banyak sekali kita lihat di luar sana orang-orang yang berubah setelah tinggal di luar negeri mulai dari budaya bahkan gaya hidupnya, tapi keempat tokoh dalam buku ini membuktikan bahwa meski tanpa harus ikut-ikutan tren, mode, ikut-ikutan gaul ala Barat, mereka tetap bisa bertahan di negeri orang dan tidak dikucilkan dari lingkungan sosial dan pergaulan. Selain adaptasi, bersyukut juga adalah kunci kita dapat melewati hari-hari berat apalagi saat sedang berjauhan dengan keluarga.

Menurut saya "don't judge the book by it's cover" membuktikan kebenarannya lewat buku ini. Jangan menilai buku dari sampulnya. Jangan menilai sesuatu dari luarnya saja. Jangan menilai suatu negara dari image yang kadang digembar-gemborkan media. Buktinya, Korea Selatan yang terkenal sebagai salah satu negara tujuan wisata zaman sekarang, tidak hanya karena keberadaan industri musik dan eksistensi Drama Korea yang dielukan dimana saja, tapi juga karena kesan glamour yang terpancar ketika mendengar nama negara itu, juga memiliki kekurangannya di antaranya dalam hal parkir memarkir kendaraan. Begitu pula dengan Thailand. Demo besar-besaran yang dilakukan masyarakatnya, yang menurut media adalah hal paling menakutkan ternyata bisa menjadi momen tak terlupakan, momen jalan-jalan dan menikmati demo yang aman sambil jajan yang menyenangkan.

Meski ada beberapa hal yang saya harapkan dapat disajikan dalam buku ini namun tidak saya temukan (ini karena selera saja atau mungkin ekspektasi akan sesuatu jadi penilaiannya subjektif) buku ini sangat bermanfaat. Jadi saya kasih 4 bintang **** :)).
Profile Image for Rhifa Ulhaq.
5 reviews1 follower
October 23, 2016
Menarik! Perpindahan negara dan kewajiban dalam menjadi seorang ibu juga istri di negeri orang lain membuat saya benar-benar berpikir lebih jauh tentang negari lain dan juga tanah air.
Buku ini merubah pemikiran saya tentang tinggal di negeri lain dan (pastinya) tentang berkeluarga.
Buku ini bukan hanya menghibur pembacanya, tetapi juga mengajak pembacanya berpikir lebih jauh akan pandangannya terhadap negeri lain dan tanah airnya sendiri.
Profile Image for Alvina.
732 reviews118 followers
December 3, 2016


Hari ini kami doakan dia sedang bersantai menikmati me-time dengan tenang. Doa yang dipanjatkan semu ibu-ibu di dunia untuk teman sejawat mereka.


Setelah mengetahui sinopsis buku ini, saya langsung masukin ke dalam wishlist. Mungkin karena tema ceritanya seputar ibu-ibu yang merasakan hidup di luar negeri. Yah, sebagai sesama ibu-ibu, saya tentunya penasaran, kayak apa sih hidup di luar negeri sambil mboyong keluarga?

Dalam buku ini ada empat tokoh utama, Arumi, Cilla, Sabai dan Sofia. Masing-masing akan berbagi empat cerita pendek tentang kejadian-kejadian menarik yang pernah mereka alami selama menjadi emak-emak ekspatriat. Keempat tokoh ini bersahabat, sehingga sesekali akan kita temukan mereka muncul di cerita milik tokoh utama yang lain.

Adalah Cilla sebagai pembuka cerita, kisahnya berlatar di Amerika Serikat serta Skotlandia. Salah satu kisahnya yang membuat saya meringis membayangkannya adalah ketika rumahnya kemalingan di Aberdeen. Saat itu di pagi hari, ketika sang suami telah berangkat kerja dan kedua anak mereka masih terlelap di kamar. Pagi yang sepi, dingin, dan lokasi rumah mereka berada di paling pinggir berbatasan dengan padang luas. Terus, kemalingan. Mana Cilla sempat memergoki malingnya, pula. Udah gitu, pagi kemalingan, eh malamnya si suami masih harus pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Di cerita ini menurut saya Cilla benar-benar memberitahu saya sebagai pembaca, bahwa setiap ibu akan berusaha menjadi kuat seberapapun besar hantaman yang menerpa. Tapi toh pada akhirnya, kami hanya manusia biasa, rapuh dan tak jauh-jauh dari rasa trauma.

Sabai yang berputri tiga akan menjadi tokoh utama kedua dalam buku ini. Ia menceritakan pengalaman-pengalamannya selama tinggal di Inggris Raya dan Korea. Ceritanya yang paling seru buat saya adalah Berburu Burberry di Hackney. Yup, yang ada di pikiran saya tuh para ekspatriat gitu pasti koleksi bajunya bagus-bagus, mahal-mahal dan bermerek. Secara yaa, kan tinggal di luar negeri gitu, akses barang mahal gitu lebih gampang daripada kita-kita yang di Indonesia. Dan siapa tahu dengan beli di negara asalnya, bisa jadi dapat harga lebih murah. Iya, saya mah cetek gitu mikirnya. Makanya waktu baca cerita Sabai ini, saya jadi malu sendiri XD

Di cerita ini, Sabai bercerita saat ia mencoba datang ke galeri Burberry yang menjual dengan harga diskon. Ladies vs diskon jelaslah ya berbahaya XD apalagi meski Sabai tinggal di UK, ia ngga pernah beli barang mahal. Uang yang ia terima dari gaji suaminya harus diputar putar dengan cermat agar bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka berlima. Tentu saja pilihan pakaian mereka pun tak dapat bermewah mewah ria. Maka godaan diskon itu membuat Sabai berangan angan indah. Tapi toh, namanya toko diskon di mana mana tetap saja sama. Banyak orang, rebutan barang, duh pokoknya ngga nyaman. Apalagi terjadi sebuah insiden di toko tersebut antara Sabai dan pengunjung lain yang nggak kenal malu. Ugh, bener bener pengalaman yang menginspirasi saya deh. Ngga akan pergi ke toko diskonan kalau bawa bocah XD

Sydney - Langit Kaca di atas Kota, cerita milik Sofia bagi saya lebih terasa sebagai sebuah curahan hati ibu ibu yang menghabiskan waktunya mengurus rumah tangga dan pernak perniknya. Sofia yang dulunya seorang wanita karier, memiliki penghasilan sendiri, pribadi mandiri, seakan kehilangan jati diri ketika menjadi seorang ibu rumah tangga. I feel her, btw. Nah di cerita ini Sofia mencoba mencari kerjaan part time, yang ternyata susah banget dicari. Sebagian besar pekerjaan part time adalah pekerjaan sukarela, tanpa dibayar. Terus gimana donk Sofia dan impiannya untuk bekerja lagi? Ya gitu deh.. X))

Di bagian terakhir ada Arumi dan keluarga kecilnya yang bercerita tentang pengalamannya di Jepang-Thailand-Indonesia. Nah, di bagian penutup ini ada satu cerita yang menyentuh tentang putranya Arumi. Dalam perpindahan, adaptasi adalah hal yang tidak mudah dilakukan apalagi bagi anak-anak. Mulai dari perbedaan budaya yang kelihatan sampai hal hal sederhana yang ngga kasat mata. Dalam cerita ini dikisahkan tentang adaptasi si anak yang cukup sulit di sekolah. Karena kurikulum pelajaran anak SD di Indonesia yang njomplang daripada kurikulum seperti tempatnya bersekolah dulu, membuat Arumi sebagai seorang ibu jadi ikut ikutan stress.

Dari enam belas cerita pendek dalam buku ini, akan kita temukan fun fact di tiap akhir ceritanya. Beberapa kisah memang benar terjadi dan bisa jadi para emak emak penulis ini yang mengalaminya sendiri. Saya sih suka semuaa, alurnya yang cepat dan nggak singkat singkat amat ceritanya membuat saya merasa terkoneksi dengan apa yang mereka kisahkan. Udah gitu, saya juga jadi lebih paham bahwa menjadi istri ekspatriat bukanlah hal yang mudah. Lain ladang lain belalang, terutama. Ngga semua yang ada di luar negeri itu hidup mewah, melimpah kaya raya gitu deh.

Oh ya, satu lagi yang saya dapatkan dari membaca buku ini, bahwa ibu ibu di manapun mereka berada, pada dasarnya ngga beda beda jauh deh.


Saya sih berharap buku ini ada kelanjutannya. Barangkali kelak para suami yang bercerita? XD

Profile Image for Eza.
48 reviews1 follower
October 8, 2017
Wander Woman - 349 pg

I love this book just it. Keluar dari cangkang kenyamanan dan mengeksplor tempat baru membangun memori dan pengalaman di luar negeri pantas untuk diberikan bintang empat.

Cerita sehari hari dengan background budaya yang berbeda membuat cerita ini menarik. Bukan hanya dari 1 kota tapi dari seluruh benua.

Mulai dari drama untuk dapatin SIM, metode melahirkan di luar negeri, keinginan belanja yang harus disesuaikan dengan pendapatan, dan hal hal sepele lainnya

Semakin merasa kagum dengan para ibu yang rela menjadi 24/7 ibu rumah tangga. Mari berdoa mereka semua bisa menemukan "me time" diantara tugas mulianya.

Claps and thumbs up for all of you mom 😊
Profile Image for yanti.
117 reviews2 followers
October 9, 2016
My Rating :4,5 hampir sempurna...:)
Saya jatuh hati pada pandangan pertama dengan cover novel ini...warna orange, cerah ...membuat suasana hati pembacanya juga ikutan ceria ..he..he
Dan rupanya hati saya tidak salah memilih, jatuh pada tempat yang empuk, terbukti makin terpesona saat membaca prolog novel ini :) Kisah 4 wanita muda...istilah kerennya "mahmud = mamah muda" yang menjalani kehidupan keluarganya di luar negeri. Chila, Sofia, Arumi dan Sabai...Sekarang saya sudah hafal nama-nama mereka :)

Dan entah mengapa, saya merasa penulis menuliskan novel ini buat saya..."istilah alaynya= novel ini gue banget " he..he..#sok Ge ER tetapi yang pasti bukan buat saya yaa,
Ini mengindikasikan novel ini pas banget di hatiku. Saya mungkin seumuran dengan 4 cewek keren itu, meski beda nasib, saya belum pernah tinggal di luarnegeri. Tetapi kegaluan, kerepotan dan kesulitan mengasuh anak-anak sendiri tanpa ART ditambah harus menyesuaikan adaptasi lingkungan, itu sungguh ku rasakan.

Novel yang diadaptasi dari kisah nyata 4 penulis ini makin membuat menarik. Dijelaskan dengan detail hal-hal yang ada di negara tersebut, yang mungkin tidak akan dibahas dalam promosi paket wisata mereka atau website traveler.
Novel ini recomended banget buat kita para mahmud...eh, buat semuanya, yang masih muda dan single hoby travelling, Ini juga bisa jadi rekomendasi kalian. Buat yang sudah menikah, perlu banyak belajar dari 4 wanita keren ini. Bahkan buat para papah muda, baca deh novel ini, kalian akan makin cinta sama pasangan :)

Saya berharap ada sekuelnya...kalau ada, kukasih bintang sempurna deh ..he..he

Review lengkapnya bisa di baca di https://jendeladuniaku2015.wordpress....
Profile Image for ahmad.
188 reviews4 followers
February 22, 2018
i love this book
ceritanya seru
diawali dari tokoh bernama Cilla yang harus menghadiri pernikahan di musim badai. wow menawan sekali. lalu dilanjutkan dengan kisah kisah lain.
kisah Sabai dengan tiga anaknya jalan jalan naik double decker. saya bayangkan keseruannya dan kekagetannya.
kisah - kisah selanjutnya juga benar - benar menawan.
tokoh ketiga Sofia. lovable banget Sofia ini apalagi kisah ketika dia hendak melahirkan.
tokoh keempat Arumi. dia menceritakan di tiga negara dan diakhiri di tanah air.
overall semuanya menawan. saya suka semuanya. dan justru saya merasa kurang tebal kisah mereka berempat. ditunggu wander woman jilid dua. heheh.
Profile Image for Kitty Wibisono.
211 reviews5 followers
November 27, 2016
For complete review >> https://pelahapkata.wordpress.com/2016/11/27/wander-woman-review-photoquote-quiz/

Ikutan juga photoquote quiz berhadiah 1 buku Wander Woman + mini make up Korea! (27 Nov - 2 Des)


Sinopsis

Mereka berempat hanyalah wanita-wanita biasa yang berusaha tetap waras dan bahagia, berusaha tidak tersesat dibawa berkelana tinggal di berbagai negara. [hal. 7]


Wander Woman dalam buku ini adalah plesetan tak sempurna dari kata “wander” yang dikawinkan dengan Wonder Woman. Wander: rajin berkelana. Tepatnya, dipaksa nomadik. Wonder Woman: wanita yang tiap hari bertugas menjinakkan dunia, karena semua orang menganggap dia semacam superhero.

Dalam buku ini, superhero alias Wander Woman kita adalah 4 wanita, yang meskipun terpisah oleh samudera dan jarak beratus-ratus kilometer, namun tetaplah bersahabat. Thanks to technology!^^

Priscilla (Cilla), city girl yang observant. Hanya nyaman jika situasi serba terkontrol, tak heran dia gampang stres oleh ketidakmenentuan. [hal. 6]


Cilla membawa kita menyusuri kisahnya di Houston, Amerika Serikat dan Skotlandia, tepatnya Inverurie. Meski diklaim hanya nyaman jika situasi serba terkontrol, istri William dan ibu dari Alex dan Emily ini termasuk tangguh loh! Bayangkan saja! Saat sedang hamil tua, ia masih saja semangat mengambil tes untuk mendapatkan sim di Skotlandia. Dan hebatnya lagi, ia bisa survive meskipun kemalingan mobil dan bahkan sempat ditubruk langsung oleh kedua maling tersebut!

Sabai, si Uni Padang. Di antara mereka berempat, jelas dia bukan yang paling feminim. “Not your average ladylike mother”, begitu dia mendeskripsikan diri,… [hal. 6]


Bersama sang suami, Mark, dan ketiga gadis kecilnya: Lexie, Emma dan Ariana, Sabai mengajak kita ke Britania Raya dan Korea! Jika di London, kita menyaksikan keseruan Sabai menaiki Double Decker bersama ketiga gadis kecilnya dan kehebohannya saat rebutan Burberry trench coat dengan 3 wanita asia lainnya, maka di Korea kita akan dibuat terbengong-bengong oleh oppa tentara yang “jago dandan” serta kebrutalan pengendara di jalanan negeri gingseng!

Sofia, potret tipikal perempuan yang tidak jelas dia sendiri mau apa. [hal. 7]


Sofia adalah satu-satunya yang bekerja diantara empat sahabat dalam buku ini. Kehidupannya yang penuh warna bersama Ronald, sang suami, dan kedua buah hatinya: Celly dan baby Juju, tercipta di negeri kangguru, tepatnya di Sydney. Komunitas emak-emak nusantara, kegalauan karena ingin kembali berkarier, pergaulan dengan seorang Roman Goddess of Wisdom, hingga kehebohan melahirkan di Sydney dipaparkan dengan menarik oleh perempuan yang dreamy dan suka mellow ini.

Arumi, yang sadar betul otaknya ada di dalam dada. Dia 120 persen berpikir menggunakan hati, perasaan, dan berdasarkan “kata orang”. [hal. 6]


Melalui Arumi, kita diajak berkeliling Jepang dan Thailand, lengkap bersama dengan Yuza sang suami dan kedua bocah manis: Raya dan Tahlia. Jepang dengan kesopanan penduduknya memang selalu memesona, namun tingginya biaya hidup di Tokyo tentunya bikin kita mikir seribu kali sebelum memutuskan untuk tinggal di sana. 24-hours non-stop of Thailand pastinya akan lebih menarik untuk para single dan bukannya ibu dengan 2 balita! Semuanya tersaji dengan apik oleh perempuan yang selalu merindukan kampung halamannya ini.

***

Review

Persahabatan keempat perempuan dalam Wander Woman ini terasa begitu menyejukkan. Ya, sekalipun mereka terpisah oleh jarak, itu tak menghalangi mereka untuk tetap berkomunikasi. Dan berkat persahabatan mereka jugalah akhirnya buku kece ini pun lahir! Yeayyy!

Sekalipun kejadian dan tokoh-tokoh dalam buku ini nyata adanya, itu tak membuat Wander Woman jadi membosankan untuk dibaca! Sebaliknya, kolaborasi keempat penulisnya justru mampu meramu kisah-kisah ajaib didalamnya menjadi sangat menarik untuk dibaca dan bahkan untuk diceritakan kembali! Yup! Tak terbilang berapa kali aku sudah membicarakan dan merekomendasikan buku ini kepada teman-temanku.

Penulisan yang dinamis dan gaya bertutur yang khas dari setiap penulisnya memberi warna tersendiri bagi Wander Woman. Belum lagi berbagai fun facts menarik yang dipaparkan di setiap kisah mampu memberikan sebuah informasi baru mengenai budaya dan gaya hidup di kota atau negara yang menjadi latar kisah.

Buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan, terutama oleh mahmud alias mamah-mamah muda. Soalnya keempat tokoh dalam Wader Woman juga adalah para mahmud kece loh! Hohoho. Oh iya, untuk kamu yang berencana travelling ke luar negeri atau bahkan living abroad, buku ini wajib kamu miliki dan baca! Serasa punya guide book keren deh!
Profile Image for Nike Andaru.
1,640 reviews111 followers
December 26, 2019
222 - 2019

Metropop dengan kumpulan cerita ditulis oleh empat penulis sekaligus.
Cerita tentang Cilla, Sabai, Sofia dan Arumi yang merupakan istri para ekspatriat, mereka bercerita bagaimana sulitnya menjadi seorang istri dan juga ibu di negeri orang.
Cilla bercerita tentang hidupnya di Skotlandia dan Amerika, Sabai di Inggris dan Korea, Sofia di Australia dan Arumi di Jepang dan Bangkok. Cerita mereka semuanya menarik.

Saya agak gak ngerti kenapa kumpulan cerita ini masuk di lini Metropop karena menurut saya cerita di dalamnya lebih kayak cerita para ibu-ibu muda di negeri orang. Suka duka, budaya dan kelucuan juga mengalir dalam cerita mereka berempat. Saya gak tau apa semuanya memang fiksi atau memang dilalui oleh keempat penulisnya. Semua ceritanya menarik, para pembaca diajak benar-benar memasuki negara tempat mereka tinggal dan merasakannya. Belum lagi tambahan fakta-fakta tentang cerita dari tiap negara, membuat buku ini mudah untuk disukai.
Profile Image for Galih Kenyo Asti.
23 reviews1 follower
December 25, 2019
Petualangan ibu-ibu muda menyebrangi berbagai kontinen seru banget buat diikutin. Selain bagi pengalaman gimana sibuknya juggling ngurus anak juga aktualisasi diri ibu-ibu muda bertalenta ini nggak lupa memperkenalkan ciri khas atau budaya setempat dengan caranya yang asik nggak bikin boring.
Profile Image for Dea Khumaira.
83 reviews
June 18, 2023
4.5 ⭐️
Kumpulan cerita 4 perempuan yang harus ikut suaminya pindah dari satu negara ke negara lain. Banyak pengetahuan baru dari buku ini mengenai budaya negara lain. Selain itu, jadi belajar memahami bagaimana psikologis perempuan-perempuan tersebut dengan tantangan yang dihadapi masing-masing.
Profile Image for Bintang Perdana Putri.
10 reviews
June 11, 2022
Seru! Menceritakan 4 sahabat yang tinggal di belahan bumi yang berbeda, dengan berbagai kisah dan pengalaman dari keempat orang tersebut untuk tinggal dan menetap di negara orang.
Profile Image for Ann.
24 reviews4 followers
January 14, 2023
bercerita tentang wanita wanita keren!!!
Profile Image for Ratnani El Ratna Mida).
Author 11 books14 followers
December 4, 2016
Judul : Wander Woman
Penulis : Irene Dyah, dkk
Penerbit : Gramedia
Cetakan : Pertama, Septembr 2016
Halaman : 360 hlm
ISBN : 978-602-03-3375-5
Peresensi : Ratnani Latifah.

Kebanyakan orang mengira hidup di luar negeri itu menyenangkan. Padahal tentu saja di setiap tempat selalu ada tantangannya masing-masing. Ada suka ada juga duka.
Sebagaimana yang dialami Arumi, Cilla, Sabai dan Sofia. Mereka diharuskan menjadi seorang nomaden, orang yang suka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, khususnya ke luar negeri. Di sana mereka ditantang menaklukan setiap negara yang mereka sambangi. Bahwa di setiap tempat diperlukan adanya adaptasi. Karea di mana bumi dipijak disitulah langit dijunjung.

Kisah ini ditulis empat penulis, Nina Anddison, Irene Dyah, Fina Thorpe, dan Silvia Iskandar. Dipaparkan dengan gaya bahasa yang renyah dan memikat. Terinspirasi dari kisah nyata, di sini kita diajak mengenal sisi lain kehidupan di luar negeri juga suka duka para ibu nomaden yang inspiratif.

Cilla, gadis kota yang keras kepala dan mandiri. Pernikahannya dengan pria Eropa bernama William, mengharuskan dia menjejaki kehidupan di Scotlandia dan Amerika, bersama dua anak mereka. Alex dan Emily.

Di Houston, dia pernah terjebak dalam wedding vow renewal, upacara untuk memperkokoh pernikahan, saat tengah terjadi hurricane ike, badai yang cukup besar (hal 26). Tidak hanya itu dia juga ditantang cukup rumit untuk mendapat SIM di Aberdeen, Scotlandia, jika ingin berkendara. Bahkan kemalingan di negara yang katanya aman.

Sabai, Uni Padang yang nekat dan serba ingin tahu. Bersama suaminya, Mark dan tiga balitanya, Lexia, Emma dan Ariana, dia mencoba beradaptasi dengan Britania Raya dan Korea.Di London bersama tiga balitanya, dia berada di insiden pria jatuh dari double-decker (hal 100). Tidak hanya itu Sabai juga pernah adu mulut soal Burberry di Hackney. Juga perkenalannya dengan oppa Korea yang ahli berdandan.

Lalu Sofia, dia sosok pemimpi, dan suka mellow. Pekerjaan Ronald, suaminya membuat Sofia dan dua buah hatinya, Celly dan Juju tinggal di Australia.
Dia mengalami culture shock, di mana dia masih kaget dengan berbagai budaya di negara yang didatanginya. Karena budaya tersebut pastinya berbeda dengan budaya di Indonesia.
Apalagi dalam masalah persalinan yang cukup berbeda cara kerja di Australia dan Indonesia (hal 243). Di sini banyak pelajaran yang bisa Sofia dapatkan.

Yang terakhir adalah Arumi, seorang ibu yang rela berkorban untuk buah hatinya, Raya dan Thalia. Bersama suaminya, Yuza mereka pernah bermukim di Jepang dan Thailand.
Di Jepang, Arumi baru menyadari, "tinggal di luar negeri juga ada pait-paitnya." (hal 274). Padahal dulu dia selalu berharap bisa tinggal di luar negeri dan membayangkan segala hal yang menyenangkan. Semua tidak seindah bayangan.

Dan di Bangkong Arumi berkesempatan meliput Bangkok Shutdown, semacam demo namun tidak dilakukan dengan kekerasan. Melainkan dengan kemeriahan dan keramahan khas Negeri Gajah Putih (hal 326). Lain lubuk lain belalang, lain negeri lain pula gaya demonya.

Sebuah kisah yang menghibur dan inspiratif. Di sini kita diperlihatkan bagaimana perjuangan para istri sekaligus ibu yang harus nomaden. Mereka ditantang menakluklan gagap budaya dan harus berperan aktif menjadi guru pertama bagi anak yang harus dibina dengan akhlak yang baik.

Buku ini sangat cocok dibaca bagi siapa saja yang ingin tinggal di luar negeri. Karena di samping menjabarkan kisah yang inspiratif, buku ini juga dilengkapi panduan, budaya, transportasi, kuliner dan tempat-tempat yang indah. Dan kembali kita diingatkan, untuk jangan menilai sesuatu hanya dari luarnya saja.

Srobyong, 15 November 2016

http://tulisanelratnakazuhana.blogspo...
Profile Image for Shirley.
923 reviews81 followers
October 22, 2016
Wander Woman, bercerita tentang pengalaman empat sahabat yang sama-sama ekspatriat, mengikuti suami dengan pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk berpindah-pindah negara atau tempat tinggal. Seperti layaknya setiap hal, pasti ada senang dan sedihnya menjadi ekspat, pengalaman mereka dituangkan dengan gaya bahasa mereka di dalam buku ini.
Priscilla (Cilla) yang bercerita dengan latar belakang di USA & Scotlandia, Sabai yang berlatar belakang tinggal di UK dan Korsel, Sofia yang tinggal di Aussie, dan Arumi dengan ceritanya yang berlatar belakang di Jepang, Thailand, dan Indonesia.
Pengalaman mereka seru-seru, membuat kita mendapatkan gambaran bagaimana gaya hidup atau kondisi umum di lokasi mereka. Cara penulisannya pun bagus dengan keunikan masing-masing penulis yang berhasil bikin aku geli sendiri bacanya karena kalimat konyol yang kadang terselip di percakapan atau cerita mereka, prihatin sampai gemas dengan situasi yang mereka alami, dan romantisme melalui percakapan mereka dengan suaminya masing-masing (yang perhatian dengan cara mereka sendiri) bikin aku komentar 'aw, sweet bgt' LOL.
Dan... Memang ya, kalau udah sahabat, jarak gak akan merusak persahabatan justru malah memperkuat, seperti yang terjadi di buku ini, ke-empat sahabat yang sama-sama hobi menulis dan terpencar di berbagai negara tetap menjadi suporter, penasihat, dan sandaran bagi satu sama lain.
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
October 23, 2019
Ya ampun ini bagus banget
Banyak pelajaran menarik dan bikin merenung dari novel ini
Tentang berkeluarga, jadi ibu, jadi istri, jadi warga yg baik, dan gimana caranya bersosialisasi di lingkungan baru
Sempet nangis pas chapter Arumi itu wkwk
Kejebak sama authornya nih 😂😂
Btw, itu pembantunya Arumi yg di Thailand lbh muda kan? Kok di footnote nya bilang Khun itu panggilan untuk yg lbh tua atau dihormati?
Aneh di situ aja sih, selebihnya....aku mau versi cetaknya tolooong 😭
Profile Image for Nurina Widiani.
Author 2 books15 followers
December 23, 2016
Kumpulan kisah yang seru banget. Ternyata hidup di negeri orang benar-benar sebuah perjuangan terutama bagi istri-istri yang luar biasa ini. Saya paling terharu dengan kisah Arumi dan Raya dalam buku ini.
Semoga bisa bikin review lengkapnya segera :)))
Profile Image for vannilaxmilk .
18 reviews
April 28, 2023
di buku ini setiap di akhir bab selalu diselipin funfact tentang berbagai negara dan itu menambah insight bagi pembaca dan tiap bab itu ada ilustrasi gambarny jg yg buat dia smkin menarik 🤟💓
Displaying 1 - 24 of 24 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.