"Serius? Sona, don’t you think you’re already more than enough?" Tanya Dariel ragu. "Apanya yang more than enough? Aku masih belum seberapa, Riel!" Nada bicara Sona mulai meninggi. "Tapi kamu bakal kehabisan waktu untuk mengejar apa yang sebenarnya kamu ingin lakukan. This isn’t your real passion," "‘Kamu tau apa, Riel? This is what I really want."
Iya. Sona yakin akan apa yang ia inginkan. Ia ingin menari. Tapi, tiba-tiba perasaannya berkecamuk, bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam hidupnya. Apa yang sebaiknya dia lakukan? Sona merasa segalanya tanpa kepastian dan mulai merasa khawatir akan masa depannya. Pikirannya begitu kacau. Semuanya gara-gara Kim Tae. Perkenalannya dengan Kim Tae kembali mengungkit masa lalu yang sudah lama ia ingin lupakan, masa lalu yang merupakan titik nol ketika semuanya terjadi.
Dari semua teori yg udah gue bikin ternyata ada beberapa yang bener 😁. Mungkin karena novel pertama kali ya jadi entah kenapa gue masih ga ngerasain emosi dari masing2 karakternya. Mmm so far it's a no for rereading. Btw, semangat terus utk author-nya ya! 😀