Jump to ratings and reviews
Rate this book

Oke, Kita Bersaing!

Rate this book
Lila dan Lisa bersekolah di SMU dan duduk di kelas yang sama. Dua-duanya cantik, enerjik, pintar, dan gaul. Tapi Lisa sangat terobsesi untuk mengalahkan Lila dalam segaa hal. Apalagi saat Aldi, cowok keren yang baru masuk, kelihatannya lebih memperhatikan Lila. Lisa cemburu, bo! Ia pun angkat senjata melawan Lila. Ternyata Lila lebih beruntung dan pastinya nambah panas hati Lisa. Bayangkan! Jadi anggota cheerleaders sekaligus jadi pacar Rio, kapten basket di sekolah mereka!
Gimana serunya sepak terjang mereka berdua? Siapa yang bakal menang? Kelarin deh, baca buku ini!

276 pages, Paperback

First published January 1, 2004

Loading...
Loading...

About the author

Leyla Imtichanah

13 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (21%)
4 stars
20 (21%)
3 stars
30 (31%)
2 stars
18 (19%)
1 star
6 (6%)
Displaying 1 - 15 of 15 reviews
Profile Image for ItsthePra2read.
65 reviews7 followers
March 10, 2026
Oke, jadi sebenarnya di musala tersebut ditemukan banyak buku novel terbitan gema insani pada era 2000an yang merupakan novel fiksi remaja yang menurutku membawa inspirasi dan motivasi. Di tengah bulan Ramadhan aku membaca buku-buku ini yang ternyata kisahnya cukup mengasyikan dari cerita dari penulis yang beragam pada zamannya serta mudah dimengerti bagaikan menonton sinetron antologi religi Hidayah yang melegenda pada zamannya. Oke, kita bersaing! Adalah salah satunya dimana novel tersebut membawa tema persaingan, dilema serta pesan moral yang mudah dimengerti

Lila dan Lisa walaupun namanya kedengaran seperti mereka adalah kembar sebenarnya adalah dua murid SMU 1 Serpong yang tidak punya hubungan darah. Walau begitu yang sama bagaikan saudara adalah permusuhan diantara mereka yang membawa persaingan atau perang dingin penuh iri dan cemburu untuk menunjukan siapa yang paling hebat diantara mereka berdua dari prestasi hingga memiliki pacar. Sementara itu muncullah seorang anak alim serta saleh bernama Aldi yang sepertinya mencoba membawa perubahan diantara permusuhan tersebut.

Novel ringan ini sangat bagus untuk dijabarkan bagi yang merasa ada yang memiliki musuh yang sepatutnya perlu dimaafkan. Aku menemukan pacing novel ini cukup seimbang tidak kemana-mana dan tidak berantakan, sesuai dengan plot yang berjalan karena yang satu ini adalah novel bukan seri, jadi keseimbangan antara bab masih bisa ditoleransi. Seperti biasa karena ini adalah buku gema insani era 2000an terdapat beberapa halaman yang menampilkan ilustrasi-ilustrasi sehingga mudah dipahami apa maksud cerita tersebut dijabarkan. Walaupun tokoh-tokohnya ditunjukin seperti hitam-putih sehampa turnya cerita novel ringan seperti yang satu ini tidak usah dibawa serius, bacalah secukupnya dan pada waktu tertentu.
Profile Image for Faj.
238 reviews
August 29, 2023
Lila dan Lisa bersekolah di SMU dan duduk di kelas yang sama. Dua-duanya cantik, enerjik, pintar, dan gaul. Tapi Lisa sangat terobsesi untuk mengalahkan Lila dalam segala hal.
Ternyata Lila lebih beruntung dan pastinya nambah panas hati Lisa. Bayangkan! Jadi anggota cheerleaders sekaligus jadi pacar Rio, kapten basket di sekolah mereka!
Gimana serunya sepak terjang mereka berdua? Siapa yang bakal menang? Kelarin deh, baca buku ini!
Profile Image for avizena zen.
218 reviews6 followers
February 1, 2026
Oke, Kita Bersaing !
Leyla Imtichanah
2002
ISBN: 979-561-918-7
Tebal buku: 267 halaman
Penerbit: Gema Insani Press
Juara 2 sayembara novel islami Gema Insani
Label: FikRi (Fiksi Remaja Islami)

Lisa menatap Lila, nanar. Lila Hanifa, teman SMA-nya yang terlihat cupu dan nilainya selalu pas pasan. Mengapa Lila terlihat begitu bahagia? Padahal Lisa jauh lebih pintar, disayang para guru, dan berbadan langsing. Lisa heran, mengapa Lila dikelilingi cinta dari sahabat-sahabatnya? (Aya, Cici, dan Mimi)

Kedengkian Lisa berawal dari kesepakatan mereka, untuk merebut hati Kak Rian, senior di ekskul voli. Tapi ternyata Rian sudah punya pacar.

Gantian mereka mengejar Aldi, cowok pindahan dari kelas lain. Sosoknya cool dan ramah, tetapi keramahannya ditafsirkan berbeda oleh teman-teman ceweknya. Hingga Lila tahu bahwa Aldi berprinsip bahwa pacaran itu haram. Tapi sayang, Aldi tak menjelaskan alasannya.

Lalu, Lila mendapatkan jawabannya dari kajian islami di sekolah. Ia datang atas undangan Aldi. Saat itu, ia bertanya, mengapa pacaran itu haram? Pak Ustad menjelaskan, pacaran itu haram karena menjurus ke zina.

Saat Lila melontarkan pertanyaan itu, semua mata tertuju pada Risma. Ia adalah anak rohis (kerohanian islam) tapi memiliki pacar, yaitu Rio, kapten tim basket sekolah.
Di luar dugaan, Lila ditarik masuk geng CCO (cantik centil oke), ekskul cheerleaders, karena ia bisa split (stretching). Maklum, ia pernah les balet.

Sementara itu, Lisa semakin dekat dengan Aldi. Karena mereka mengikuti diklat calon anggota OSIS bersama sama. Namun ketika outbond, Lisa pingsan, tipesnya kambuh.

Di sisi lain, Lila merasa tidak nyaman dengan geng CCO, dan sahabat sahabatnya (Cici, Mimi, Aya) menganggapnya sombong. Geng CCO terlalu menyepelekan pelajaran, dan lebih mementingkan latihan tari. Apalagi, mereka berprinsip bahwa cowok hanya mainan. Jadi, ketika Emi merebut Bobbi dari Reva, mereka tidak membela Reva. Ia mengurung diri di kamar, dan hanya Lila yang menengoknya.

Ketika Reva mendengarkan nasehat Lila, dan kembali latihan, ia malah diejek sebagai cewek lemah. Sontak ia bunuh diri. Kejadian ini mengguncangkan geng CCO, dan Lila semakin ingin keluar dari sana. Lagipula nilainya semakin merosot. Tapi Lila harus menyelesaikan satu lagi lomba cheers, sebelum resign.

Tanpa diduga, saat lomba basket, tim sekolah Lila kalah. Karena Rio tidak konsentrasi, pasca diputuskan cintanya oleh Risma. Tepat sebelum pertandingan basket.
Lila tak tahu hasil lomba basket karena ia ngacir duluan ka kajian. Ia memakai baju muslim pemberian adik Aldi. Lalu Lisa cemburu..

Tak diduga, ternyata Lisa sekarang sudah punya pacar, tapi putus tepat di tanggal 14 februari. Lila malah mendapat surat dari pengagum rahasia. siapa dia? Ternyata Rio, mantan pacar Risma. Olala..Kakak kelas yang tinggi dan tampan. Tapi setelah sebulan berpacaran, Lila merasa tidak nyaman. Karena Rio posesif.

Aldi emrasa kecewa mendengar Lila pacaran, lalu memperingatkan Lila. Tak sengaja ia mendengar rencana jahat Rio di kantin. Tapi Lila tidak emmperdulikan Aldi. Sabtu malam, Lila ditelepon, katanya Rio masuk Rumah Sakit. Ia bergegas ke sana diantar supir. Untung Allah masih emlindungi Lila, karena ia mendengar bisik bisik teman Rio, mereka berkomplot!

Rio pura pura sakit, agar bisa mencium Lila. Sedangkan Aldi sudah tersungkur setelah dipukuli Rio.
Lila langsung berlari, keluar dari rumah sakit, dan memerintah pak supir untuk pergi ke sekolah. Untung Aldi diselamatkan oleh Lila, dan dirawat di Rumah Sakit. Ia menyesal telah mencueki Aldi. Lalu bertekad untuk putus dengan Rio.

Daan, happy ending! Lila, Lisa, dan Aldi, diterima di PTN impian mereka. Surprise, Lila memakai jilbab untuk pertama kalinya ! Lisa dan Lila akhirnya berbaikan, dan mereka semua berbahagia. Persaingan (selama dalam hal positif) mendorong mereka untuk berprestasi.

Saya pertama kali kenal Mbak Leyla dari buku ini. Buku yang sudah dibaca berkali-kali, tapi tak bosan jua. Gaya bahasa khas remaja. Novel islami, tapi tak membosankan. Ada juga kutipan lirik lagu nasyid, atau hadis, yang bikin makjleb dan termewek mewek.

Fully recommended ! Saat membaca buku ini, rasa senang, sedih, haru, bercampur jadi satu. Seperti es buah, segaar. Berasa kembali ke masa SMA yang menyenangkan. Saya membacanya hanya dalam waktu 2 jam, saat Saladin tidur siang.
Profile Image for  Δx Δp ≥ ½ ħ .
389 reviews160 followers
July 14, 2009
Seandainya saya baca buku ini pas SMP, saya akan kasih bintang 3

Seandainya saya baca buku ini pas SMA, saya akan kasih bintang 2

Tapi karena saya baca buku ini sekarang, tadinya malah gak mau ngasih bintang. :-p Tapi dikasih lah satu :D

Baca buku ini gara2 dapet paket 2 Karung ituh (baca : liat ripiyu buku Malam di Tranquillity di rak saia :))

Selain ceritanya, yang bisa dikatakan bukan lagi dunia saya, juga ada beberapa 'gangguan' sehingga saya tidak bisa menikmati buku ini,

1. Jika ada istilah "kata-kata favorit sang Penulis", maka pastilah kata tersebut adalah 'MELENGOS'. bagaimana tidak, kalo gak setiap halaman, pastinya kata ini ada di setiap bab. Oke, kata ini emang unik, tapi masa selalu dikatakan "Si X hatinya melengos..." terus di setiap bab? juga tokoh lainnya.

Ini bikin saya bete. seolah-olah kata 'melengos' adalah hal yang lumrah dialami manusia. Emang lumrah sih, tapi terlalu sering? O_o

Mengapa gak dipilih kata lain yang lebih variatif, mendekati makna melengos, supa gak bikin bete? yah, misalnya gunakan saja kata keki, ngedumel, kesal, jengkel, mencelos, dll yang jelas terlihat lebih variatif dan 'segar'. Menemukan kata 'melengos' hampir di setiap bab bikin bete kan? Biar gak bete, saya ampe baca kaa 'melengos' sebagai kata 'melingas', 'melingus', 'malangas', dsb @_@

Tapi lama-lama jadi lucu juga... lengos... lengias.. lengas... lenges... lengus... :D

Sebagai orang tipe visual, saia suka membayangkan kata2 tertentu dg kondisi benda2. Nah, untuk kata 'melengos' ini, yang saya bayangkan adalah kondisi mnelemngos mirip dengan kondisi saat kita saat meniup balon dengan kencang dan semangat, tetapi pas dah kehabisan nafas, baru ketahuan kalo balonnya bocor :)

Mengingat kata melengos begitu banyak tersebar di novel ini, sepertinya para tokoh di novel ini harus mempertimbangkan untuk membeli pompa yang bagus :D

2. bagian ini juga sama mengganggunya, novel ini di tulis dengan menggunakan gaya bertutur sudut pandang orang ketiga. Tapi, mengapa si penulis kadang ngasih komentar pada kelakuan para tokohnya? janggal kan? ini membuat seolah-olah si penuls 'menguntit' kehidupan para tokohnya. Alhasil jalan cerita menjadi tidak 'bebas' dan mengalir sebagaimana cerita lainnya yang menurut saya enak dibaca jika si penulis gak berkomen pada tingkah pelakunya.

Kalo mau berkomen, mending pake sudut pandang orang kesatu ajah kan?

3. Ceritanya... T,T Ini novel bertitel 'FIKRI' (Fiksi remaja Islam). tapi isinya... ah.... Belum jalan ceritanya yang kadang berputar2, bahkan membahas hal-hal yang seharusnya bisa dirangkum ato malah dihilangkan... :(

4. Udah deh, segituh ajah. :D masih banyak kok yang lainnya, tapi bakal terlalu 'kejam' XD

yah, bukan maksut 'membantai' sih. Cuma itu pendapat pribadi saya ajah yang kecewa apalagi pas liat ada 'embel-embel' "Juara Lomba XXXX" seharusnya kalo yang juara, bisa lebih baik darpada inih :)

Ini betul2 pendapat pribadi lho. Bukan berarti buku ini jelek. Jangan kepengaruhi ama ripiyu saya. mending baca sendiri dan buktikan :D

Toh pembaca GR lain ada yang ngasih bintang 4 segala :D

Met baca :)
Profile Image for Iva.
9 reviews6 followers
Read
June 18, 2011
Lisa dan Lila yang awalnya adalah sahabat menjadi musuh dalam segala hal hanya gara-gara suka sama kakak kelas yang sama. Lila sebenarnya sama sekali tidak merasa bersaing, tapi Lisa membuatnya mau tidak mau meladeni Lisa. Sampai ada Aldi, anak baru di kelas mereka yang ikut Rohis (Rohani Islam) yang alim banget merebut perhatian Lisa. Persaingan merebutkan Rian,kakak kelas mereka berakhir, jadilah Aldi yang dipertaruhkan. Padahal Aldi nggak merespon Lila ataupun Lisa. Aldi terlihat perhatian dengan Lila hanya untuk alasan dakwah. Bukan karena naksir atau apa. Mandang cewek aja kagak pernah, gimana mau pacaran..?. Lila sih cuek aja karena dia sudah tau prinsip Aldi yang nggak akan pacaran. Secara dia adalah ketua Rohis yang alim gitu,,. Persaingan semakin sengit antara Lila dan Lisa karena Lila meladeni saingan yang diajukan Lisa. Sampai mereka kelas 2 dan beda kelas persaingan itu tetap berlanjut. Lila tak hanya dipusingkan dengan persaingannya dengan Lisa. Bergabungnya Lila dalam team cheerleader semakin membuat Lisa benci padanya. Kapten basket, Rio , menembak Lila, demi memenangkan persaingan Lila menerimanya. Ternyata Rio bukan cowok baik-baik. Kebusukan Rio diketahui oleh Aldi. Aldi yang berniat baik menolong Lila malah mendapat pelajaran dari Rio yang memang suka berkelahi. Lila sangat terkejut dan marah kepada Rio serta merta memutuskan hubungan dengan Rio. Pada akhirnya semua berakhir happy ending. Lisa menjadi sahabat Lila kembali,. dan di hari perpisahan mereka, hanya satu kata. Indah.
Menurut saya buku ini cukup bagus dijadikan buku bacaan kala waktu senggang. Menceritakan masalah-masalah ABG sekarang dan bagaimana perjuangan seorang ABG menjaga akidahnya di tengah hiruk pikuk dunia. Sebuah bacaan ringan namun memuat banyak sekali nilai yang perlu kita tiru dalam kehidupan sehari-hari.
Profile Image for Lady_rain.
14 reviews1 follower
May 30, 2011
aku sudah membaca buku ini ketika aku berumur 13 tahun... saat itu aq masih bersekloah di sebuah sekolah katholik... dan pemahamanku mengenai novel ini tidak ada sama sekali... aku mungkin tergila2 pada aldi karena dia selalu tampak cool dan tidak memihak diantara lila maupun lisa... (sejujurnya aku sudah lupa kesan ku ketika pertama kali menikmati novel ini... hehe...)

tapi beberapa hari lalu aq membaca ulang buku ini.. saat ini umurku 18 tahun... dan aku merasa mendapat bnyk pengertian tentang banyak hal yang seharusnya dari dulu ku perhatikan baik baik2...
dan aku merasa bahwa orang seperti aldi itu sangat langka dan patut untuk dilestarikan... hwhw..
sementara itu.. aku se7 dengan pendapat lisa... alih2 memaksa aldi untuk menjadi pacarnya... dia memilih mendukung pilihan yg di buat aldi...
Profile Image for Lievadiar.
147 reviews17 followers
November 7, 2016
Kalo diinget-inget novel yang pertama kali kubaca seumur hidup itu ini!

"Oke, Kita Bersaing!"

Inget banget dulu pas masih kelas 5 SD nggak sengaja nemu novel di meja belajar kakakku, comot aja deh hihi..

Novel ini khas remaja banget sih ya, persahabatan, persaingan, cek-cok anak-anak cewek, saling suka, cemburu, rame deh, seru pokoknya. Tapi nggak cuman itu, novel ini ngajarin gimana kita bisa jadi lebih baik, bersaing secara sehat dan juga mengajak untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Cocok banget buat dibaca para remaja deh!
Profile Image for Dwi Yuniarti.
9 reviews
September 13, 2014
Pertama kali membaca buku ini, ku temui bahwa secara latar dan alur kisahnya persis menggambarkan suasana sekolah SMA ku dulu. Surprise.. ternyata penulis buku ini adalah alumni satu SMA denganku. Novel terfavorit semenjak kelas satu SMA, berasa menjadi tokoh utama dalam novel tersebut. :) Terimakasih mbak Leyla..
Profile Image for Alea Venoa.
17 reviews2 followers
Read
April 21, 2010
asyik. gaya bahasanya ngalir. alamiah banget. good job!
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
March 2, 2013
Novel islami yang Oke. Problem khas remaja yang dikemas dengan sangat rapi. Beruntung banget bisa baca buku ini waktu SMP.
Profile Image for Dessy.
18 reviews
April 3, 2013
Ini novel remaja pertama yang dibaca waktu SMP.
Profile Image for Maharani Pramudita.
17 reviews
April 17, 2017
My first book, biasanya minjem buku temen muluu hehe intinya dulu mikirnya gpp ga berjilbab yang penting rajin sholat hehe
Displaying 1 - 15 of 15 reviews