Jump to ratings and reviews
Rate this book

Origamiara

Rate this book
Menata kertas tak seperti menata hati
Andai mengucap rasa itu semudah melipat kertas ini
Aku akan membentuk berjuta lipatan
Hanya untuk menyampaikan perasaan
-Ara

Dalam tiap puisi yang ia tulis di origami, ada harapan. Aiara Nadya Noer berharap Fardio Tama tahu kalau di bumi ini ada ia dan perasaannya yang kian lama kian bertambah.

Dalam tiap origami yang Dio temukan di tasnya, ada kebingungan. Dio bukanlah orang yang pandai mengungkapkan perasaan.

Sampai titik mana Ara menyukai Dio diam-diam dan hanya menyampaikannya lewat origami? Sampai kapan Dio bertahan bungkam seolah tak peduli?

Ada doa yang diucap penuh harap. Ada senyum bibir menepis getir.

Biarkan origami menuntun isi hati....

320 pages, Paperback

First published October 10, 2016

8 people are currently reading
104 people want to read

About the author

Rezza Dwi

1 book277 followers
bookstagram : @wireawi

Hai. Alih-alih cocok disebut pecinta genre tertentu, aku lebih sering baca buku berdasarkan minat dan itu bisa berarti buku apa saja.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
47 (29%)
4 stars
67 (42%)
3 stars
37 (23%)
2 stars
6 (3%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 49 reviews
Profile Image for Andhyrama.
Author 12 books62 followers
June 2, 2017
Origamiara [8.3/10.0]

Origamiara memberikan contoh bagaimana sebuah cerita punya nyawa dan mampu bertutur dengan penuh sajian makna untuk direnungi

#Gambaran Singkat
Origamiara membuka cerita dengan sangat biasa, penuh basa-basi dan penggambaran kurang penting, tetapi seiring berjalannya waktu semuanya menjadi terasa penting, sangat penting, tidak ada yang sia-sia karena semua bertautan dengan sangat baik. Alurnya kacau (dalam artian positif) seperti mendaki gunung, kita tidak dibiarkan untuk terus menapaki jalan yang landai, tidak dibiarkan hanya memandangi keindahan (tebaran puisi-puisi indah), tetapi kita akan diberi tantangan, dijatuhkan dan perasaan tidak mengenakkan lain yang justru menjadi kunci keberhasilan cerita ini.

#Kelebihan
*Bintang pertama aku berikan untuk Kak Rezza, bagaimana cara dia menuturkan ceritanya membuktikan bahwa dia adalah seorang yang pandai merangkai kata, membuat penggambaran perasaan yang mengalir dan pengemasan puisi-puisi yang begitu menarik.
Ayo telaah lebih lanjut!
+Penulisan yang sangat rapi, kesalahan sangat sedikit bahkan bisa dihitung dengan jari. (Editornya juga pasti jago ini.)
+Narasi yang penuh arti, di mana narasi secara tidak langsung melontarkan pendapat dari sang penulis telah dibuat begitu ciamik hingga pembaca mau tidak mau menjadi setuju. Selain itu, bagaimana narasi mengemukakan perasaan sangat pas sesuai kondisi, penulis tahu mana yang harus diungkapkan secara implisit, maupun ekplisit.
+Pembangunan alur yang mantap, di mana penulis mampu menarik hati pembaca untuk peduli untuk menikmati, untuk mengerti, untuk paham dengan setiap tahapan kondisi membuktikan alur yang disusun sudah begitu mantap, bahkan hingga akhir konklusi yang mencengangkan.
*Bintang kedua aku berikan untuk Ara. Ara sebagai karakter pusat dalam cerita ini punya jiwa manusiawi yang begitu kuat, terasa nyata, begitu naif, begitu bimbang, begitu sensitif, begitu kuat dalam penokohannya.
Bagaimana dia mengemukakan pendapatnya, bagaimana dia mengganggu, bagaimana cara dia bercanda, bagaimana cara dia diam, sedih, senang, semuanya terangkum menjadi sebuah karakter unik yang bernama Ara.
Pembentukan emosi Ara terasa begitu lembut, begitu nyata dan begitu realistis. Cara dia bimbang membuktikan bahwa eksistensinya dalam cerita memang adalah yang utama. Dia sibuk dengan hatinya, dia sibuk melipat kertas hingga melupakan tujuan hidupnya, namun akhirnya pengambilan keputusannya punya dasar yang sangat baik hingga mengokohkan dia sebagai main stealer dalam cerita ini.
*Bintang ketiga dibagi buat Fardio Tama dan Fardian Tama.
Kedua tokoh ini sukses memerankan perannya masing-masing sebagai pengaduk-aduk perasaan. Fardio yang diam yang selalu mengalah, Fardian yang impulsif dan kekanak-kanakan, memunculkan interaksi sempurna dari perpecahan kecil antara adik dan kakak. Pemberian contoh yang sangat baik dari bagaimana dua ego yang berbeda dalam setiap kesamaan bertubrukan. Menyentuh dalam setiap interaksi, menyenangkan dalam setiap konklusi.
Fardio dengan Ara punya interaksi yang tidak menyenangkan, kesan dingin, kaku dan tak berperasaan membuat kita ikut merasakan bagaimana berada di posisi Ara. Lain halnya dengan Fardian dan Ara yang punya interaksi kekanak-kanakan, khas remaja seusianya, menebar senyum dan membuat pembaca tahu bahwa keduanya saling peduli, interaksi terbaik di cerita ini.
*Bintang keempat tentu saja buat layout, gambar origami dan puisi-puisi di dalamnya.
Biarkan origami menuntun isi hati adalah tagline sempurna untuk cerita ini. Semua puisi punya makna dan makna yang ada di setiap puisi selalu berhasil menuntun isi hati. Keistimewaan cerita ini ada pada puisi-puisinya, walau aku tidak begitu menyukai puisi, tetapi di sini, baris-baris sajak itu sukses membuatku memahami isi hati penulisnya, eh tokohnya.

#Kesimpulan
Sebuah cerita yang bertutur tanpa meninggalkan makna, punya tujuan mantap dan berhasil menaklukkan hati untuk peduli. Sajian ringan, manis dan begitu banyak hal yang mampu diambil sebagai perenungan, cerita yang tidak hanya menghibur, namun bermanfaat dan menujukkan isinya dengan sederhana, namun mampu menarik hati. Cerita yang punya nyawa dan perasaan!

Kak Rezza, terima kasih untuk ceritanya, tidak sabar menunggu cerita-cerita selanjutnya dalam bentuk buku yang bisa dipegang dan dipeluk. Semangat!
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
Read
December 24, 2016
Ini bukan review. Rasanya lucu kalau review buku sendiri. Saya cuma mampir titip pesan. Untuk yang mau kasih tahu typos atau kalimat aneh, silakan cantumkan di-review. Iya, boleh. Boleh sekali. Siapa tahu saya bisa perbaiki untuk selanjutnya. Terima kasih :)
Profile Image for fiavhia.
25 reviews1 follower
October 29, 2016
ELO ELO ELO YANG SUKA GENRE TEENLIT/CHICKLIT, ELO HARUS BACA BUKU INI!
I RECOMMEND YOU...!

Dulu... Iya duluuu banget pernah suka banget sama teenlitnya Kak Esti Kinasih yang Fairish. Nah Origamiara ini, sekece itu, tapi dengan banyak topic dan sudut pandang masalah yang diceritain.

Begitu baca, aku ngerasa bahwa cerita ini dibangun dengan sangat baik. Kalau dulu pas belajar bahasa indo, diajarin tentang menulis cerita itu harus ada intro-pengenalan konflik-klimaks-anti klimaks-ending. Nah cerita ini juga gitu.

Aku sampe mikir ini penulisnya teliti amat ya.

Kalo ngomongin Typo, ada. Tapi ga mengganggu.

Ini tuh kayak bukan cerita fiksi, ini kayak diary. Hahaha.
Cinta diam-diam, naksir seseorang, masalah keluarga, cemburu antar adik-kakak, sahabat, cinta cintaan anak kampus, harapan dan... Banyak lagi.

Lah ini buku komplit banget ya ceritanya.
Saya suka, saya suka, saya suka...
Profile Image for Aniqotuz Zahro.
Author 3 books11 followers
October 26, 2016
Ceritanya seruuu! Terus suka banget sama interaksi antar tokohnya. Dan banyak juga pelajaran yang dapat diambil dari novel ini
Profile Image for Oda Ayu.
Author 6 books167 followers
December 6, 2016
Wah, akhirnya kesampaian juga membaca novel ini. Saya perlu bahagia karena ekspektasi saya sangat sangat terpenuhi dan Origamiara tidak mengecewakan sama sekali.

Saya berikan 3.85 bintang untuk cerita ini karena:

1 bintang untuk penokohan dan konflik
Penokohannya pas tidak kurang tidak lebih. Konflik Dio dan Ian sebagai kakak adik sungguh relatable. Sebagai seorang kakak dengan satu adik yang manja abis saya tahu perasaan Dio hahaha. Pun sebagai seorang kakak dengan satu adik seperti Ian, saya tahu bagaimana rasanya Ian yang memiliki kakak seperti Dio. Ara juga hadir dengan manisnya menjadi trigger untuk semakin menguntai tali persaudaraan di antara Ian dan Dio.

1 bintang untuk gaya bahasa dan penulisan yang rapih
Setiap bahasa yang dipilih terasa sangat sesuai dan appropriate. Tidak ada kata-kata yang terbuang tanpa makna bahkan jadi tidak berasa tujuannya mau dibawa ke mana. Intinya gaya bahasanya membuat saya selalu semangat membuka halaman demi halaman berikutnya hingga tidak sadar bukunya sudah habis terbaca dalam waktu kurang dari sehari (bahkan hanya menghabiskan waktu sebelum tidur malam).

1 bintang untuk latar belakang ilmu matematika yang WOW
Inilah yang saya suka dari buku-buku yang selalu menyelipkan dunia baru yang sebelumnya tidak saya mengerti. Membaca Origamiara membuat saya merasakan dunia baru bernama "dunia kuliahan anak fakultas matematika". Rasanya nikmat sekali mendapat pengetahuan baru dan refleksi yang secara halus diselipkan mengenai tujuan hidup, cita-cita, dan bertahan pada pilihan.

0.85 bintang terakhir untuk kisah cinta Origamiara
Saya tidak mendukung siapapun dalam cerita ini, sungguh. Hanya saja saya sedikit kecewa karena eksekusi pilihan Ara terasa abrupt tanpa ada signal apapun. Hal ini bukan karena saya lebih memihak pada tokoh lain ( obviously ) tapi lebih kepada bingung mengapa akhirnya terasa seperti kosong padahal di bagian awal hingga menyentuh akhir cerita sungguh sangat indah. Meski begitu, saya tetap menyukai cerita ini. SUKA SEKALI.

daaaan ....

1 bintang terakhir tidak saya berikan kepada Origamiara karena ....
Saya masih menyadari ini hanya fiksi belaka hehehe. Sesuka apapun saya pada Origamiara, saya tetap sadar dan masih merasakan bahwa cerita ini adalah fiksi. Yup, karena itu saya belum bisa memberikan bintang terakhir untuk Origamiara. Oh bintang terakhir juga tidak saya berikan karena saya kadang bingung fungsi dipakainya nama lengkap tokoh berulang-ulang di bagian narasi. Lalu juga Aiara dan Ara yang di satu kalimat narasi dicampur. Iya itu minor banget sih hehehehe.

Oke, intinya novel ini sangat saya rekomendasikan untuk semua orang yang mencari hawa segar di antara kekeringan cerita young-adult Indonesia. Terima kasih untuk penulis yang sudah menulis cerita semanis ini.

Profile Image for Ananda ChrisDae.
Author 1 book9 followers
October 22, 2016
akhir yg jarang terjadi di dalam novel, namun sering kejadian di dunia nyata :3
suka sama gaya nulisnya Rezza, mengalir, dibuai alunan puisi.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
November 21, 2016
Review + giveaway http://www.kubikelromance.com/2016/11...

Aiara Nadya Noer sangat suka melipat kertas, di setiap kesempatan dengan menggunakan media kertas apa saja dia membuat origami. Kesukaanya tersebut juga menjadi cara untuk menyampaikan perasaanya yang tak terucap kepada Fardio Tama, tetangga sekaligus kakak tingkat di jurusan Matematika. Setiap hari senin Dio akan mendapatkan origami dengan berbagai macam bentuk di mana di dalam kertas tersebut juga berisi sebuah puisi, tidak ada nama pengirim, dengan konsisten dia terus mendapatkan alih-alih surat cinta, tetapi origami.

Dio sudah pasti bisa menebak siapa gerangan yang mengirim, tetangganya yang sangat cerewet, merepotkan dan suka menganggunya. Ara tidak pernah lelah menganggu Dio di setiap kesempatan, bahkan hapal kegiatannya. Karena sudah terbiasa Dio tidak mengacuhkan, berbeda dengan adiknya Fardian Tama, suka menggoda Ara dan bersedia membantu kalau Ara mengalami kesulitan. Sifat Dio dan Ian memang bertolak belakang, kalau Dio datar seperti papan, Ian lebih banyak berbicara dan pribadi yang menyenangkan.

Hubungan Dio dan Ian juga tidak terlalu dekat walau mereka bersaudara, hanya berjarak satu tahun. Ian ternyata menyukai Ara, dan dia tidak suka ketika orang yang dicintai Ara bukan dirinya melainkan kakaknya yang tidak pernah memperdulikan perasaan orang lain. Hubungan yang cukup rengang tersebut kian menjadi, terlebih ketika Ara tidak lagi mengirim origami pada Dio, cowok tersebut merasa kehilangan.

"Apa yang menyenangkan dari menyimpan sayang sendirian?"
"Bisa melihatnya terasa cukup. Gue merasa jadi manusia paling bersyukur sedunia. Ketika orang lain banyak meminta, gue udah bisa seneng cuma karena lihat dia. Apa yang lebih menyenangkan dan mendapat bahagia yang sederhana?

Ara lupa kalau dibenci rasanya sama-sama tidak enak seperti membenci. Dijauhi rasanya sama-sama tidak enak seperti menjauhi.

Satu lagi buku jebolan Wattpad, jujur saja saya jarang sekali membaca di Wattpad jadi nggak tahu bagaimana hype buku ini, tapi dari yang saya tahu ketika mencari informasi tentang Rezza Dwi dan karya-karyanya, sepertinya dia penulis yang cukup produktif di Wattpad dan sudah memiliki pembacanya sendiri. Kali ini saya akan lebih membahas tentang karakternya sedikit dan konfliknya.

Dari segi karakter, jujur saja Ara ini sangat menjengkelkan, hahahaha. Dia nempel terus sama Dio dan sifatnya manja banget. Pun dengan Ian, dia walau menyenangkan dia itu cemburuan banget, khususnya pada Ian, sifat kekenak-kanakannya masih terbawa sampai dia memasuki masa dewasa. Dan karakter favorit saya adalah Dio, dia dewasa dan pengertian, walau tanpa banyak kata dia sebenarnya peduli, bahkan saya merasa dia adalah karakter yang paling apes di buku ini, hiks. Untuk konfliknya, ada tiga yang paling utama; kisah cinta segitiga, hubungan brotherhood dan apa yang paling diinginkan Ara terhadap masa depannya. Saya akan bahas satu-persatu.

Rasa suka Ara terhadap Dio memang sangat kelihatan, datang ke rumah hanya melihat Dio sedang apa dan meminta bantuan yang nggak penting, dasar Ara yang keras kepala dia tetap memandang Dio walau sering kali tidak diacuhkan. Sedangkan Dio sendiri mulanya memang tidak memiliki perasaan apa-apa, kemudian secara perlahan lewat origami dan membaca berulang-ulang puisi di dalamnya, dia tidak merasa kesepian, dia merasa ada orang yang memperdulikannya, merasa dibutuhkan. Sedangkan Ian, dia lebih vocal ketika mengugkapkan perasaan, walau tahu siapa yang disukai Ara dia tidak menyerah. Hubungan kakak adik juga diperlihatkan oleh penulis, Ian selalu merasa iri kepada Dio, mereka sering dibanding-bandingkan, orangtuanya pilih kasih, selalu Dio yang pertama, padahal Dio lah yang selalu dituntut untuk mengalah ka dia menjadi anak yang pertama. Dan konflik terakhir tentang pilihan hidup Ara, selama ini dia tidak memiliki apa yang benar-benar dia inginkan, memilih jurusan kuliah contohnya, dia hanya ikut-ikutan.

Ada beberapa bagian yang saya suka, misalkan saja ketika Dio membaca puisi kemudian mengembalikan ke bentuk semula dan menimpannya, ya, dia tidak pernah membuang origami yang dia dapatkan. Dan ketika Dio menyenderkan kepalanya di bahu Ara untuk meringankan beban yang sedang dia pikul, rasanya romantis sekali, hehehe. Saya suka sekali dengan judul tiap bab, macam-macam origami dan disebaliknya ada quote atau puisi layaknya yang diterima Dio, menambah kesan romantis dan puisinya bagussssss. Entah tiap origami ada maknanya atau tidak, kalau ada saya berharapnya juga dicantumkan penulis, karena saya cetek banget soal teknik melipat kertas ini, hehehe.

Kekuranganya sendiri, saya kurang nyaman dengan penulis yang berulang kali menyebutkan nama panjang ketiga tokoh utamanya. Dan kekurangan kedua, saya rasa chemistry antara Ara dan Ian tidak sebegitu kuat antara Ara dan Dio, walau porsinya bisa dibilang tidak terlalu jomplang akan perasaan Ara terhadap keduanya, hanya saja saya cukup terkejut dengan endingnya, tidak menyangka siapa yang akhirnya dipilih oleh Ara.

Secara keseluruhan buku ini cukup recommended bagi yang ingin baper, hahahaha. Bukunya ringan, tentang pilihan yang harus kita ambil, tentang perasaan yang bisa tumbuh dan juga menghilang. Cocok dibaca bagi para remaja dan dewasa muda.

3 sayap untuk origami bentuk gajah.
Profile Image for Adara Kirana.
Author 2 books207 followers
June 25, 2017
3,5 bintang! : )

Cuplikan review:

Yang saya suka lagi dari cerita ini adalah, banyak pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Bahasanya Kak Anny pun enak dibaca jadi bacanya cepet. Dan oh ya, saya juga suka puisi-puisinya Ara! HEHE.

Tapi, ada beberapa hal yang saya sayangkan dari buku ini dan bikin saya agak bingung. Salah satunya adalah, soal nama lengkap Ara, Ian, dan Dio yang disebutin terus-menerus.

Review lengkap: http://expellianmus.blogspot.co.id/20...
3 reviews
April 12, 2017
Membaca Origamiara sangat menguras emosi saya
Kadang saya senyum-senyum sendiri
Tertawa sendiri ,kesel sendiri, marah marah sendiri
Bahkan sampai menjatuhkan air mata
saya seperti orang yang kehilangan akal.
Apalagi dengan puisi puisinya yang sangat Wow.
Saya sangat suka :)
Profile Image for missa.
2 reviews
January 10, 2017
Pertama kali baca tulisan penulis ini. Tidak berekspektasi apa-apa saat beli dan baca novelnya. Ternyata, isinya bagus. Aku tunggu karyamu selanjutnya terbit.
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
October 30, 2016
Baca reviewnya disini yaaa >> http://peekthebook.blogspot.co.id/201...

Ikutan Giveawaynya disini yaa >> http://peekthebook.blogspot.co.id/201...

Membaca novel ini seriusan, nggak hanya bikin aku ketawa, nambah ilmu dengan segala istilah Matematikanya yang untungnya dulu nggak jadi ambil jurusan ini karena nggak yakin bakalan selesai, tapi juga bikin aku sukses nangis baper ria. Ditambah gemes-gemes pingin nyubit si Dio. Aku menemukan tawa, canda, sedih, tangis, semuanya disini menjadi satu. Penulisnya mampu merangkai kata demi kata menjadi kalimat yang bikin pembacanya menjadi kesulitan buat berpaling sejenak saja dari novel ini. Banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari novel ini. Tak hanya tentang persahabatan, puisi, origami, namun juga ilmu di dalam jurusan Matematika dan juga ada arti tentang apa itu persaudaraan, keluarga dan penyelesaian masalah. Sabarrr dan ikhlasss.

Sosok Ara sendiri yang diceritakan disini, benar-benar serasa berkaca dengan diriku sendiri. Aku pernah mengalami seperti yang Ara alami, menyukai seseorang diam-diam tanpa berani mengungkapkan perasaan sama sekali. Melihat wajahnya, melihat dia bahagia, itu sudah cukup untukku. Baper mode on dimulai. Sama-sama suka namun sama-sama gengsi untuk memulai mengungkapkan. Saat dia menghilang, perasaan itu semakin nyata dan masih aja bimbang melanda hati. Perjuangan Ara pun tak mudah, dan itu bikin aku salut banget sama karakternya. Walaupun dia berkepribadian blak-blakan namun ada kalanya dia merasa sakit. Dibalik sikapnya yang kekanak-kanakan, dia hanya berusaha tampil apa adanya, menjadi dirinya sendiri, tanpa perlu memakai topeng dan berpura-pura menjadi orang lain demi membuat sang pujaan hati melihatnya.
37 reviews4 followers
October 23, 2016
Dear Fardio Tama,

Seperti angin yang selalu mengerti
ke mana embusannya harus berlari,
seperti itulah mataku tertuju
Selalu melekat padamu,
dengan caraku

Itu adalah salah satu puisi dari Ara dalam buku Origamiara.

Buku ini mengingatkanku akan kampus gajah, matematika, himatika. Ah syahdu sekalih!

Baru kali ini baca novel, cuma dalam beberapa jam aja.

Kata penulis pada bagian terimakasih, "Aku tidak menjanjikan konflik hebat di cerita ini. Aku hanya berharap kamu ikut merasakan, ikut mengerti...aku ingin bercerita tentang ekspektasi, tentang perbedaan, tentang perbandingan, juga tentang mengerti diri sendiri..."

Tapi bagiku, konfliknya menarik. Dan harapan penulis pun terpenuhi. Dahsyat~

Quote fav dari buku ini,
"Seseorang yang berjalan lebih lambat, sesungguhnya, bisa lebih mendapat banyak. Mereka lebih tau gimana rasanya jatuh, gimana rasanya sulit, gimana caranya 'survive', dan gimana mengahargai suati pencapaian."

"Hati berhak mendapatkan ketenangan, bukan hanya gusar menunggu dengan harapan. Akan ada saatnya kita menemukan atau ditemukan. Sebelum waktu itu tiba, kita bisa fokus pada tujuan, pada masa depan."

Dan terakhir.
Im totally tricked by this book.
Profile Image for WH.
1 review
November 1, 2016
Tulisannya rapi. Suka banget!!! Ditunggu karya selanjutnya.
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
December 10, 2018
REVIEW:
“Hati berhak mendapatkan ketenangan, bukan hanya gusar menunggu dengan harapan. Akan ada saatnya kita menemukan atau ditemukan. Sebelum waktu itu tiba, kita bisa fokus pada tujuan, pada masa depan.” (hlm. 267)

Ide tentang origami dan puisi terbilang segar bagi saya, terutama dalam novel romansa Indonesia. Otomatis membuat saya sangat ingin tahu apakah si pengirim akan berhasil menyatakan perasaan secara terang-terangan kepada sang pujaan hati dan mendapatkan respon sesuai harapan. Tapi ternyata Rezza Dwi berhasil menciptakan kejutan demi kejutan dan berbagai elemen cerita yang membuat saya mulai berpikir, cerita ternyata tak sesederhana kelihatannya.

Dua tokoh utama pria yang ternyata bersaudara kandung, misalnya, tidak saya bayangkan sebelumnya. Apa lagi pada akhirnya adik-kakak ini saling tak rela Ara dimiliki salah satu dari mereka. Biasanya sih saya menghindari cerita romansa yang melibatkan persaingan cinta antarsaudara, tapi di luar dugaan kisah ini patut dikecualikan. Ada unsur-unsur keluarga yang kental, di luar persaingan cinta Dio dan Ian, yang bagi saya cukup vital memengaruhi konflik dan logis bisa saya terima. Tentang posisi anak sulung dan bungsu dan berbagai prasangka pilih kasih dan dibanding-bandingkan. Tentang kakak yang selalu harus mengalah dari adik dan diharuskan bersikap lebih dewasa. Juga tentang komunikasi yang baik dalam keluarga agar tidak timbul kesalahpahaman dan dipendam menjadi kebencian. Saya selalu respek jika penulis berhasil menyisipkan pesan semacam ini dalam cerita, genre apa pun itu. Dialog-dialog dalam Origamiara juga realistis, mengena, sekaligus mampu membangkitkan emosi. Saya merasa ‘terhubung’ dengan tokoh Dio dan bisa merasakan beban yang dipikulnya.

Tentang tokoh Ara, saya cukup syok dengan kegundahan hatinya di akhir kisah, meskipun pada akhirnya saya bisa memahami latar belakang sikapnya ini. Perkembangan karakter Ara pun cukup lambat, tapi saya suka akhir kisah yang disuguhkan terkait kebimbangan Ara atas pilihan studinya. Demikian juga dengan Ian yang meskipun terkesan menyenangkan, tapi ada sisi-sisi menyebalkan yang bikin saya kurang respek. Kisah ini juga mengangkat tema ‘friendzone’. Bahwa bukan hal baru jika dalam persahabatan cowok-cewek akan ada risiko perubahan perasaan dan status. Dan pilihan siap tidaknya perubahan ada pada tokoh tersebut.

Chemistry antartokoh cukup bagus, terutama kedekatan Ara dan Ian sebagai teman baik yang suka saling mengolok dan mengusili, atau antara Ara dengan Alika sang sahabat karib yang saling mendukung, atau momen-momen ‘pedekate’ Ara ke Dio. Konyol dan mengharukan terasa silih berganti. Seting dan deskripsinya di kota Bandung, khususnya di sebuah kampus ternama, menyenangkan sekali bagi saya. Mengobati kerinduan akan aktivitas kampus dan kemahasiswaan, sekaligus menjadi semacam angin segar bagi saya yang tidak tinggal di Bandung. Terdapat banyak istilah terkait jurusan matematika yang diambil para tokoh, tapi telah disertai catatan kaki dan penjelasan lewat dialog antartokoh. Alur cerita yang dominan maju dan POV orang ketiga, mengasyikkan juga untuk diikuti.

Sebuah kisah romansa yang ringan, menghibur, tapi tetap berhasil mengaduk-aduk emosi saya. Terselip juga pesan kemandirian dan kegigihan meraih cita-cita selain cinta. Jika harus memilih, saya lebih suka Ara bersama Dio, karena karakter mereka saling melengkapi. Apakah Ara akan tetap memilih Dio atau berpaling kepada Ian? Kamu harus baca sendiri untuk tahu jawabannya. Awas baper, ya. Hehe. Novel yang recommended bagi para pencinta kisah romansa Indonesia, nih. Ditunggu karya-karya selanjutnya dari Rezza Dwi.

Review lengkap juga tayang di blog saya: https://menukilaksara.blogspot.com/20...
Profile Image for Nulaniah.
373 reviews7 followers
August 13, 2019
Ngebut baca ini, dalam beberapa jam, selesai 😆

Sebelumnya sempat baca beberapa halaman di ipusnas, karena bukunya segel dan masih mager mau nyampul xD ternyata baca buku fisik memang lebih nyaman, nggak bisa berhenti baca kalau belum selesai.

Sukaaaa banget sama novel ini, Ara memang bukan tipikal tokoh utama cewek favoritku, dia itu berisik, ngeselin, muka tembok, kerjaannya nempelin cowok pula (piiis author xD) rasanya wajar kalau Dio merasa risih dan jutek terus bawaannya sama Ara.

Lalu ada Ian, tipikal second-lead yang selalu ada buat tokoh utama ceweknya, perhatian, blak-blakan, bisa diandalkan. Ian siap menghibur Ara saat gadis itu sedang bersedih, dan membuatnya kembali ceria.

Akhirnya cerita sampai di bagian aku ngerasa si Dio ini udah keterlaluan banget, dia emang mulai lebih sweet dan makin care sama Ara di pertengahan buku, tapi, eh tapi, kenyataan pahit pun terbuka. Ngebayanginnya aja udah sakiiiit banget rasanya, bisa ya ada orang setega dan secuek itu?

Tapi dari kejadian itu akhirnya Ara mulai berubah, dia jadi cewek yang jauuuh lebih baik, punya motivasi dan lebih menghargai diri sendiri.

Endingnya juga lope lope pokoknyaa, mungkin buat beberapa orang ini terasa nggak adil, tapi buatku pribadi, endingnya udah pas banget, ada pembelajaran juga di situ.

Intinya, jangan sia-siakan perhatian dari orang yang tulus menyayangimu...

Novel satu ini berhasil bikin aku kasih full star, kerasa banget perkembangan tokohnya dari awal sampai akhir, banyak bagian yang bikin perasaan campur aduk, senyum-senyum sendiri, kesel, marah, sedih, dan bahagiaaa.

Keren banget pokoknya, Za! 🙌🏻
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
November 14, 2016
Cerita Origamiara ini sangat menarik dan realistis menurut gue. Walau pada awalnya karakter Ara, si tokoh utama, terkesan childish dan nyebelin banget, permasalahan yang ia hadapi begitu dekat dengan kehidupan nyata dan memang ia sedang melalui fase remaja menjadi dewasa. Rasa kagumnya pada Dio, tetangga sekaligus seniornya, membuat Ara bertekad mengikuti langkah Dio, termasuk mengikuti perkuliahan yang sebenarnya Ara tidak suka, sambil berharap suatu hari Dio menerima perasaannya, yang selalu dituangkan Ara melalui puisi dalam lipatan origami yang diselipkan Ara dalam tas Dio. Namun, sampai kapan Ara harus pontang-panting mengikuti Dio? Bagaimana jika suatu hari Dio meninggalkannya?

Rezza Dwi menuliskan kisah Ara dalam Origamiara ini dengan sangat baik, dan tentunya dalam kemasan yang membuat pembaca penasaran untuk mengetahui kisahnya selanjutnya. Tak heran, karya yang lebih dulu dipublikasikan di Wattpad ini banyak mendapatkan penggemar. Puisi-puisi Ara yang dituliskan dalam setiap lipatan origami terasa menyentuh dan menggambarkan perasaan Ara yang sebenarnya, yang tidak begitu kelihatan dari tampilan luarnya yang ceria. Bikin baper kebanyakan pembaca juga mungkin (hihi!). Selain itu, detail kehidupan Ara seputar studinya ini juga diceritakan dengan hidup. Pergulatannya untuk meraih nilai yang bagus, bebannya untuk meyakinkan ibunya bahwa ia tidak salah jurusan, dan juga keinginan untuk menyesuaikan langkah dengan idolanya, Dio. Mungkin karena background perkuliahan Ara yang sama dengan penulis. Walau saya cukup asing dengan jurusan Matematika, toh pergulatannya sama saja dan mudah dimengerti, dan justru segala detail tentang jurusan ini menambah pengetahuan saya.

Saat ini, di blog saya sedang ada blog tour-nya. Kamu bisa baca lebih lanjut tentang Origamiara serta ikut mencoba peruntungan mendapatkan 1 buku Origamiara beserta merchandise-nya.
http://glasses-and-tea.blogspot.co.id...
Profile Image for Delasyahma.
242 reviews124 followers
January 8, 2018
Judul : Origamiara
Penulis : Rezza Dwi
Penerbit : Elexmedia
Tebal : 308 Halaman


Origamiara menceritakan seorang gadis bernama Aiara Nadya Noer yang memiliki hobby yang sangat unik, yaitu melipat kertas origami menjadi berbagai bentuk, dan yang lebih uniknya, Aiara menuliskan sajak-sajak dalam lipatan origaminya, yang ditujukan untuk seorang yang dia sukai. Fardio Tama.


Buku ini bukan hanya menyuguhkan kisah cinta, namun banyak konflik didalamnya, seperti konflik keluarga, antar saudara, dan juga konflik kehidupan pendidikan para tokoh.


Menggunakan sudut pandang orang ketiga yang menurutku sudah bekerja dengan sangat baik menggambarkan keadaan hati para tokoh.


Yang sebenarnya sulit aku cerna dari cerita ini adalah ada beberapa istilah matematika , meskipun terdapat catatan kaki, tapi terkadang membuat harhs kembali membuka halaman yang terdapat catatan kaki tersebut, jika menemukan istilah matematika itu di halaman lain. *maafkanlah otaku yang lemot*

Dan menurutku ada beberapa bagian yang kisahnya hanya berputar - putar disitu saja.


Tapi, cara bercerita penulis yang asik mempu membantuku menikmati buku ini dan benar-benar hanyut dalam konflik yang dia bangun, benar-benar menguras seluruh emosi yang ada dihati aku.


Perkembarangan karakter yang semakin memasuki cerita semakin aku suka, terutama Ferdio, walaupun aku sebenarnya cukup gemas dengan karakter Aiara. 🙊


Dan yang paling aku suka dari buku ini adalah penyelesaian konflik yang mungkin bisa diterima bahkan juga tidak di terima pembaca.


Judul buku yang juga unik, seperti benar2 memaknai isi cerita.
Dan terakhir, sajak-sajaknya keren wi ❤


Rate : 3,8 / 5 🌟


Aku tunggu karya kamu yang lainnya 😊
Maafkan reviewku yang apa adanya ini ❤
Dan maafkan aku karena terlambat menemukan karya kece ini .
Profile Image for Ulya.
126 reviews
October 1, 2023
Makasih banyak bukunya, cha!
Finally I found your book in my bookshelf. Kya >.<
Bukunya telah berhasil membuat aku suka-benci-sebel-kangen-muak-kagum sama ketiga tokoh utamanya. Jago pisan euy~
Tentu saja aku suka endingnya walau aku akan lebih suka kalau dia tau langsung dari Ara. wkwk

P.S: Kalimat pertama halaman 214 aku merasa agak aneh cha :p
P.S.S: Aku ngefans sama Alika! Terutama halaman 270. hihi
Profile Image for Afy Zia.
Author 1 book116 followers
November 3, 2016
have read this when was still published on wattpad and this didnt disappoint me
1 review
February 1, 2017
buat kalian kalian yang suka bacaa novel genre young adult ini, aku saranin baca ini deh, apa yaa konflik nyaa emang kerasa sering kita alami, wkwk ada manis manisnya juga kok :) kusukaaa
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
February 25, 2021
Saya pengin suka sama cerita ini. Namun, semakin saya baca, semakin saya sadar bahwa kelak reviu-nya bakal jadi minoritas.

• Saya sudah coba tahan dan meyakinkan diri bahwa saya nggak akan terganggu dengan inkonsistensi panggilan para tokoh utama, tapi nyatanya saya terganggu. Kadang Fardio Tama, kadang Fardio, kadang Dio. Kadang Fardian Tama, kadang Fardian, kadang Ian. Kadang Aiara Nadya Noer, kadang Aiara, kadang Ara. Kalau ada purpose-nya (kayak Ara yang katanya manggil Ian Fardian, tapi di beberapa adegan tetap manggil Ian) nggak apa-apa, bisa jadi penanda keakraban juga. Tapi kalau nggak dan disebar gitu aja, jadinya kayak kerikil yang berpotensi menyandung kelancaran membaca.

• Tiga tokoh utamanya belum bisa bikin simpati dan chemistry antara Dio-Ara atau Ian-Ara tidak ada yang bikin saya nge-ship. Apakah karena dialognya yang lebih banyak basa-basi ketimbang membangun bonding? Atau karena penokohan dari awalnya? I'm sorry, but Ara is a dumb-dumb. Bukan masalah akademisnya—walau diceritakan dia kesusahan mengikuti perkuliahan—tapi lebih ke cara dia membawa diri (di awal saya merasakan kerisian Dio karena memang dia mengganggu sekali). Meletakkan origami dalam tas orang saja sebetulnya sudah creepy, tapi mungkin karena Dio tahu yang melakukan Ara, jadi ya udahlah. Lawakannya yang lima puluh kali dua seratus atau empat kali empat enam belas itu nggak bikin dia dan Dio tambah kerasa dekat. It's weird and not unique.

• Penggunaan kalimat pasif (atau yang seolah aktif, tapi subjeknya kurang tepat) terutama di bab-bab awal membuat flow membaca kurang mulus. Contohnya, 'Gelengan pelan bergerak di kepala Dio (Hlm. 38)' atau 'Kali ini Ian diam. Tundukan di kepalanya semakin diturunkan. (Hlm. 40)'. Buat saya lebih masuk akal 'Dio menggelengkan kepalanya pelan' atau 'Ian menunduk lebih dalam.' Lebih mudah dicerna juga. Mungkin tujuannya sebagai variasi kalimat, tapi kalau bisa ngena dengan yang sederhana aja, kenapa nggak?

• Di awal pula, ada narasi yang tiba-tiba interaktif. Karena mulanya pembaca sama sekali tidak dilibatkan dan naratornya invisible, tone ceritanya jadi—lagi-lagi—inkonsisten dengan kalimat itu.

Akankah kamu dengan mudah menyukai orang yang mengaku menyukaimu tanpa menunjukkan diri? Kalau kamu menjadi seorang Dio, akankah kamu merasakan bingung yang sama? (Hlm. 37)


Perhatikan kalimat terakhir—apa kamu juga menangkap vibe Dora the Explorer di situ? (jadi ikutan 😅) Mungkin maksudnya agar kita sebagai pembaca merasakan bimbangnya Dio, tapi percayalah, tanpa itu pun galaunya juga bisa terasa. Syukurnya hanya satu itu saja yang saya temukan.

So many 'Deg's... terutama di bab-bab menjelang akhir. Suffice to say I'm not a fan of it.

The bromance is a-okay, tapi pas bagian 'rebutan' itu agak gimana, ya... jadi lama-lama pudar chemistry kakak-adiknya.

Sense of place-nya cenderung minim, bahkan Ara-Tama bersaudara yang notabene tetangga kurang terasa bertetangganya. Saya nggak tahu rumah mereka gimana, alur Ara bisa nyelonong main ke rumah Pak Tama gimana, atau minimal sejarah mereka pas kecil karena kan tinggal di sana juga udah lama. Saya juga nggak begitu dapat suasana lingkungan kampusnya. Saya pernah ke ITB, tapi nggak tahu gedung ini namanya apa, taman ini namanya apa, kecuali Saraga (walau nggak pernah masuk) dan Masjid Salman. Jadi selain tempat itu saya mengira-ngira kampus yang saya tahu aja hehe.

• Kenapa ditulisnya kaos (tidak baku – shirt), ya? Bukan kaus yang baku?

Momen-momen kesukaan saya ada di interaksi manis Ian dan Ara, dan lebih suka lagi saat Ara berkutat dengan rencana dan mimpi-mimpinya. Coba bagian yang itu dibanyakin, hehe. Interaksi Ara dan ibunya juga bagus. Konflik kakak-adik Dio dan Ian cukup menarik dan emosional. Peletakkan bab yang sesuai dengan bentuk origami yang Dio dapat jadi poin plus, meski kadang ada perpindahan adegan yang kurang konteks (?) Mungkin karena pembagian bab di Wattpad dan buku berbeda. Penyelesaiannya pas—semua sepakat mementingkan keputusan Ara.

Jujur, saya juga nggak nyangka akan dapat kesan yang begini. Tapi saya yakin buat yang sedang cari novel bertema cinta segitiga kakak-adik, buku ini bisa jadi favoritmu selanjutnya setelah Sunshine Becomes You-nya Ilana Tan.
Profile Image for Lucy.
4 reviews1 follower
July 9, 2017
Empat bintang untuk Origamiara, yang artinya Origaminya Ara.

Aku dapat novel ini kebetulan pas lagi hunting buku romance/YA/chicklit dari penulis Indonesia. dan... jreng... jreng...., sampulnya eye cathcing dimataku. Baca blurb, tertarik, langsung keranjangin.

Beli novel yang kita tidak tau penulisnya itu seperti taruhan 50:50, 50 kamu akan suka atau sebaliknya, 50 kamu akan kecewa/biasa saja. untuk novel ini..... AKU SUKAAAAA. hahaha

Well, aku ini pencinta novel2 romance alias cinta2an tingkat akut. Aku agak pemilih juga sebenarnya. Yang paling penting itu
1. Gaya bahasa penulis cocok,
2. Line story yang menarik dan
3. Karakter tokohnya punya sisi charming yang fallen-able.

Origamiara punya tiga list itu menurutku. Aku suka gaya bahasanya. istilahku adalah Yummy to read. Kaya kosa kata dan tidak pake bahasa alay. hehehe (sabar ya mbak penulis).

Line story yang disuguhkan juga menarik. Intinya tentang Secret admirer sama kakak tetangga. dan beberapa konfliknya memang benar-benar sesuai kenyataan (maksudnya sering terjadi didunia nyata), jadi secara gak langsung novel ini juga punya poin pembelajaran buat pembacanya, dan itu bagus banget menurutku. jadi secara tidak langsung readers bisa ambil hikmah dari konflik yang terjadi antar bersaudara di buku ini.

Untuk karakternya.... sudah jelas yang fallen-able itu si Kaku Dio. kenapa Dio? karena dia manusiawi banget. Bukan karena dia tampan, pinter dan lain-lain sebagainya. aku suka Dio karena dia Sebagai kakak selalu mengutamakan adiknya. Dia punya amarah tapi bisa menekannya. Dia cuma kurang peka aja sih. dan itu menusiawi menurut aku.

Sementara untuk Tokoh utama cewek, Aira alias Ara. pas awal-awal aku selalu mikir kalau dia ini anak ayam yang kehilangan induknya. hahaha. Ara disini masih belum punya tujuan pasti dia mau jadi apa dimasa depan. Tapi sisi positifnya dia tetap pada apa yang dipilihnya, dia bertahan dan tetap berjuang. #salutbuatara #salutbuatmbakpenulis

Ulasan terakhir aku adalah ending. Karena aku #teamdio, aku mau bilang makasih sama mbak penulis. kalau suatu saat kita ketemu mbak penulis, aku mau ngasi hadiah berupa pelototan mata buatmu. oke? oke!!!!!!!
11 reviews1 follower
July 13, 2017
Rating : 4.3🌟

.

"Tidakkah kau tahu cara angin merayu?
Ia hanya berbisik, kemudian ribuan ilalang terlena
Seperti layaknya kamu hanya sesederhana itu, tetapi aku selalu terpana " -hlm. 134 .

.

Aiara Nadya Noer, sangat suka dengan kegiatan melipat origami, kebiasaan yang mungkin orang lain pikir adalah kegiatan anak kecil. Namun tidak bagi Ara, sapaannya. Ara selalu tersenyum ketika membuat origami, hingga menyangkut masalah hati pun ia selalu menyelipkan kata puitis didalam origami untuk sang pujaan hati.
Begitu banyak origami juga puisi yang telah ia buat untuk seseorang itu.

Hingga suatu hari apa yang ia kira tak sebanding dengan kenyataannya. Ia dirundung sedih juga nyeri atas kenyataan yang baru saja ia ketahui.
Lalu ada seseorang yang selalu bersama Ara menghiburnya.
Orang yang dekat dengan pujaannya.

Hingga pada akhirnya, saat sang waktu memutuskan ia harus segera memilih, mana yang benar-benar harus ia sayangi. ... Baca novel ini, ugggh! Mampu membuat perasaannku campur aduk, terus dibolak-balik kayak bikin Martabak.

Ada Ara yang sifat kekanakannya itu terkadang lucu dan bikin greget. Lalu Fardio Tama astaga ini yang super bikin greget! Greget karna ngomong seperlunya, kaku dan ngebosenin!

Dan terakhir Fardian Tama, meski mereka memiliki banyak kesamaan, namun sifat mereka berbeda 180%, aku selalu ketawa ketika bagian ia dengan Ara, mereka sering ribut macem bocah😂. Bukunya seru, bahasanya ringan. Dengan cerita yang mungkin banyak diangkat tentang secret admirer tapi penulis mampu membuat cerita ini terasa berbeda dari yang lainnya. Ceritanya mengalir begitu saja, tidak membosankan. Dan banyak sekali puisi-puisi yang bertebaran. Puisinya bagus banget!
Aku suka sama semua puisinya 💘

Overall, cerita ini mengasyikan dan mengaduk perasaan. jika kalian mencari bacaan ringan, bikin baper, tentang cinta, sahabat juga keluarga. Aku rekomendasikan cerita ini!! 😊
Profile Image for Arista Vee.
Author 6 books44 followers
May 23, 2017
Aku nyesel kenapa baru baca cerita ini sekarang. Thanks to kak eza yang menulis cerita ini, aku suka, cerita ini realistis, apalagi bahas anak kuliahan, berasa banget realnya, jadi inget aku dulu kayak Ara, nggak punya tujuan kuat milih jurusan. Konflik keluarganya juga realistis, intinya cerita ini nggak neko-neko, puisinya bagus-bagus. Tapi satu yang bikin aku takjub sekaligus greget, endingnya haha. Jadi pengin peluk Io. Yaps, kutunggu novel keduanya kak!
Profile Image for Puella.139.
27 reviews4 followers
January 27, 2018
Temanya emang gak asing, tapi ketika udah baca aku merasa gak bosen sama sekali dengan buku pertama penulis ini. Diksinya keren mengajak baper-baper ria terlebih puisi-puisinya 😆 Konfliknya aku suka, gak hanya berpusat pada cinta-cintaan Ara yang childish, tapi ada konflik keluarga, ada gambaran dilema seorang mahasiswa dalam mengambil keputusan tentang cita-cita. Intinya, buku ini ringan tapi penuh makna. Banyak pelajaran tentang beberapa hal yang bisa aku ambil di dalamnya. Aku suka 😆
Profile Image for Anita .
31 reviews1 follower
April 4, 2017
Sukaaaa sama ceritanya sederhana banget.. huhuhu.. cm gw lbh suka kalo sama si abang, kenapa?? krn dia berhak dikasih kesempatan ke 2.. hahahaha.. dan lagi kesian jg kali dia kan orgnya ssh bgt ngungkapin isi hatinya sll ngalah, sesekali harusnya adek yg ngalah.. (jeritan hati seorang kakak).. lol.. tp ya haknya penulis c mau jadi sama siapa, tp secara keseluruhan bagus dan ringan.. ditunggu karya selanjutnya..^^
7 reviews
April 8, 2017
Puisinya menyentuh banget, aku menjadi tau rasanya memperjuangkan dan diperjuangkan saat baca novel ini. Dan tau rasanya kehilangan dan mendapatkan, tau rasanya kalah dan mengalah. Dan suka sama lipatan-lipatan origaminya Ara.
Karakter Fardio Tama dan Fardian Tama juga kuat banget, seru. good job:)
Displaying 1 - 30 of 49 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.