Akhirnya perang jugaaaaaakk...
Setelah penyerangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh Hiro terhadap masyarakat Jepang, tibalah saatnya Ichirou beraksi!!!!
Jengjengggg....
Sehari sebelumnya, Hiro sudah melakukan konferensi pers sekehendak hatinya dengan menyatakan akan membunuh sebanyak 100 orang setiap hari. Seperti di volume sebelumnya, Hiro bisa dengan gampangnya muncul di hadapan orang-orang yang ia kehendaki dan membunuh mereka. Dan di hari berikutnya, masyarakat Jepang sudah mengantisipasi dengan tidak bepergian kemana-mana, bahkan beberapa sekolah ditutup demi keselamatan. Tapi tidak pada Mari Inuyashiki, putri semata wayang Ichirou. Sebelumnya, diceritakan bahwa sifat Mari ini cukup menyebalkan, bahkan bagi teman-teman sekolahnya. Tapi, adegan flashback menunjukkan kedekatan Mari dan ayahnya ketika ia masih kecil, dan saya sudah menduga, bakal ada kejadian tragis yang bakal menimpa Mari.
Hmmm... Dugaan saya betul dong.,, :D
Serangan Hiro kali ini ditujukan pada penerbangan yang sedang melintas di udara dan menjatuhkannnya di bangunan tinggi. Bisa dibayangkan berapa jiwa akan hilang dalam satu tragedi ini. Satu pesawat cukup? Oh, jelas tidak!!! Hiro kembali menyasarkan tembakannya pada satu pesawat lain yang tengah melintas. Jatuh berkeping-keping?
Ichirou tidak tinggal diam.
Dan mereka berhadapan!!!
Dan yang terpapar dalam manga di volume ini penuh dengan adegan-adegan pertarungan antara dua manusia mesin ini. Saling serang, saling menjatuhkan, saling adu strategi karena mereka sama-sama memiliki kekuatan yang sama.
Sementara Mari tengah sekarat di sebuah bangunan tinggi yang terkena pesawat jatuh....
Saya sudah berusaha mengerem membaca manga ini, agar saya sempat menulis review di setiap volumenya. Tapi susah. Tiap chapter hanya terdiri beberapa halaman, dan satu volume hanya terdiri beberapa chapter, dan kebanyakan halaman isinya bahasa gambar tanpa teks. Hahahaha... Kadang saya kudu membalik balik hp saya mencoba memahami ini gambar mana orangnya ya? wkwkwkwk....
Gambarnya tetap cantik dan seru. Saya bahkan lupa bahwa sebenarnya mereka saling menembak tanpa suara. Saya merasa sudah ada sound effect di kepala saya sendiri. Saya baru sadar setelah mengintip versi anime-nya. Hiro hanya teriak BANG! dan segala kekacauan terjadi.
Ayolah. Tamatkan segera. Biar saya bisa move on ke manga lain yang sudah menunggu :D