Buku ini bercerita tentang generasi millennials di Indonesia. Mereka yang lahir tahun 1980 hingga 2000. Di tangan merekalah, penentuan apakah Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2020 atau malah sebaliknya.
Generasi millennials bisa dibilang sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya sehingga baik di lingkup pekerjaan maupun di rumah, suka tidak mudah untuk dipahami. Tidak heran bila millennials sering kali diberi cap yang kurang baik.
Generasi instan? Generasi copas? Generasi nggak mau susah?
Buku ini memberikan pandangan berbeda. Saya percaya bahwa millennials ini bisa menjadi generasi terbaik yang pernah ada di Indonesia. Itu kalau generasi ini mau mengambil inspirasi positif dari berbagai sumber, terutama dari teman-teman mereka yang sama-sama millennials juga.
Yoris Sebastian adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang dikenal bergerak dalam bidang industri kreatif. Pada usia 26 tahun, Yoris terpilih menjadi GM (General Manager) Hard Rock Cafe Indonesia, menjadi GM termuda se-Asia dan termuda kedua di dunia. Pada usia 34 tahun, selepas keluar dari Hard Rock, ia mendirikan sebuah perusahaan konsultan kreatif OMG (Oh My Goodness).
Yoris terkenal dalam hal inovasi dan ide kreatif. Pria yang suka minum air putih ini menunjukkan konsistensinya dalam membuat ide-ide kreatif yang tidak biasa yang dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai berpikir "out of the box". Menurutnya, ide kreatif akan segera berkembang bila dimulai dengan hal yang kecil (start small).
Disebebkan karena pekerjaan, aku seringkali harus mencari tahu tentang generasi Millennials. Generasi seusiaku dan mereka yang lebih muda dariku. Alhasil, ketika Yoris Sebastian mengeluarkan buku Generasi Langgas, aku rasa, mungkin aku akan mendapatkan informasi baru yang selama ini selalu luput dari pengamatan. Plus, aku juga sudah tahu bagaimana kreatifnya Yoris dalam menerbitkan buku. Seperti yang satu ini; judul dibiarkan "kosong" supaya pembaca bisa berkreasi. Persis seperti buku Oh My Goodness!
Menambah koleksi buku Yoris boleh saja. Tetapi, aku tidak merasa buku ini memberikan banyak informasi. Memang, Generasi Langgas yang di Indonesia memiliki perbedaan dengan Generasi Langgas yang ada di Amerika. Namun, untuk dirangkum dalam satu buku, aku rasa masih kurang.
Dari segi ilustrasi, layout, cover, semuanya kreatif persis seperti tema dari buku ini yang membicarakan soal a.k.a millenials. Banyak info yang bisa didapat dari buku ini. Ko Yoris, Kak Dilla dan Youth Lab berhasil menggunakan kata-kata yang mudah dicerna para generasi millenials saat ini (menurutku :p) dan beberapa quotes didalamnya bisa langsung membuat kita untuk take action. Learning and take action ! Dan juga belajar hal-hal baru. Tentunya buku ini bisa membuat kalian-yang memang merasa generasi millenials-untuk memanfaatkan kemajuan teknologi masa kini dengan sebaik mungkin dan tentunya melangkah dengan berhati-hati namun tetap berani serta peduli dengan sekitar kita. Karena kita bisa membuat negara, orang tua dan diri kita sendiri bangga sebagai generasi millenials kini.
So I give 5 stars for this book. Serius, aku suka ide cover yang bisa kita atur sendiri bisa buat kita kreatif dan isinya pun bermanfaat. Buku ini cocok menemani kamu di saat waktu luang kerja atau santai di rumah. Serius tapi tetap santai :)
Berisi beberapa karakteristik millenials (kelahiran 1980 sampai 2000an), dimana mereka sudah menjadikan internet sebagai bagian dalam kehidupan mereka. Tentu saja millenials Indonesia tidak sama dengan millenials negara yang lebih cepat mengalami perkembangan internetnya. Beberapa millenials sukses menjadi contoh keberhasilan yang menunjukkan generasi ini mampu sukses dengan 'caranya'. Cara yang berbeda dengan para generasi sebelumnya, generasi X. Termasuk jenis untuk bacaan ringan dan memerlukan pendalaman yang lebih untuk para pembacanya. Saya masih memiliki kesan bahwa millenials yang dibahas adalah mereka yang berada di urban atau semi urban.
Buku ini sebaiknya dibaca oleh generasi langgas kebanyakan. Tidak lain dan tidak bukan agar mereka memahami apa - apa yang menjadi potensinya. Generasi X pun sebaiknya juga membaca supaya dapat mengerti fenomena yang dialami generasi Y sehingga dapat muncul kerjasama yang apik antara kedua generasi tersbeut
Buku ini menyadarkan betapa pentingnya bagi generasi millenials (khususnya saya) untuk mengenali siapa kita ini sebenarnya, potensi apa yang kita miliki dan bagaimana cara memanfaatkan nya, serta impact yang bisa kita buat dan ke arah mana impact tersebut dapat diarahkan.
Like it😍 Ilustrasinya kece, informasi yang disampaikan sangat menarik, terus ada bonus stikernya juga. Sayang, buku ini ku baca di perpustakaan. Jadi gak bisa bikin kreasi sendiri deh untuk sampulnya, haha.
Buku tentang generasi langgas masih jarang saya temukan. Yoris menguraikan seluk beluk generasi langgas dengan ringan. Balutan motivasi yang renyah dan tidak menggurui. Memberi banyak inspirasi untuk mengembangkan diri.
SUPERTEMP. OWNERLESS. FREELANCER. HAPPYNOMICS. ONCE IN A BLUEMOON. COWORKING. WORK LIFE BALANCE. PURPOSENOMICS. IKIGAI. BELIEVER. ENTERPRENEURAL. PORTOFOLIO. TECH SAVVY MULTI-TASKER. PEER AFFIRMATION RULE. FAST GENERATION.
Dari kelahiran tahun 90 sampai sekarang itulah termasuk anak milenial Jadi anda termasuk generasi milenial
Pasti ada yang gak tau apakah itu milenial
Generasi sering disebut dengan generasi Y . Generasi yang bisa dibilang sangat berbeda dengan generasi generasi sebelumnya sehingga di lingkup pekerjaan maupun di rumah, mereka tidak mudah untuk dipahami. Tidak heran kalau sering kali mereka diberi cap yang kurang baik.
Generasi instan. Karena berbagai kemajuan teknologi saat mereka tumbuh besar, tak heran kalau generasi ini disebut generasi yang serba instan. Namun , saya kurang setuju. Sengaja saya angkat berbagai cerita dari generasi milenial indonesia yang kalau diambil dari sisi berbeda cukup banyak positif
Kamu tahu berapa milenial di indonesia Ini termasuk banyak sekitar 23 percent
Eh.. Buku ini juga kita belajar menempelkan di cover yanga awalnya kosong cuma botak, jadi kita diberi untuk kreatif sesuai yang kita sukai
Awalnya males mau review buku ini, bingung mau apa yang ingin aku ambil dari buku ini. but, saya paksain untuk mikir ,ya walaupun gak terlalu banyak aku ambil dan banyak aku ambil bahasanya dari buku. Semoga bisa konsisten selanjutnya.
Buku yang ringan, mudah dipahami, dan relevan dengan fenomena kekinian. Bacaan bagus untuk pelajar, mahasiswa, dan anak-anak muda. Saya sendiri tertarik membaca buku ini karena sehari-hari banyak berinteraksi dengan mahasiswa. Sering kita dengar istilah kids zaman now yang konotasinya cenderung ke hal-hal negatif. Anak-anak muda generasi Y atau millenials sering dibilang generasi instan. Apakah benar?
Buku ini cukup insightful dan memberikan gambaran umum tentang bagaimana generasi millenial bisa memanfaatkan berbagai kesempatan dan teknologi yang ada sekarang. Di Indonesia sendiri, generasi millenials dibagi menjadi beberapa kategori yang sedikit banyak dipengaruhi oleh penetrasi teknologi informasi pada masanya. Employer, terutama yang ada di middle-management level, juga bagus baca buku ini untuk memahami tren dan cara kerja generasi millenials. Bagi yang usia 30-an dan masih suka galau soal karier atau passion juga bisa dapat insight dari buku ini.
Sebagai praktisi kreatif, Yoris Sebastian selalu menghadirkan hal-hal unik dalam karyanya. Entah itu berupa gagasan, buku, proyek, atau sekadar campaign melalui media sosial. Begitu pun pada "Generasi Langgas". Buku yang diterbitkan pertama kali pada September 2016 ini sangat tepat disuguhkan kepada generasi millennials Indonesia atau kids zaman now yang ingin membawa perubahan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Penggunaan kata 'langgas' pun dirasa pas untuk merepresentasikan target pembaca dan isi buku secara keseluruhan. Lalu, esensi dari kata 'langgas' itu apa? Temukan jawaban dalam buku 'Generasi Langgas: Millennials Indonesia' ;)
"Gila.." "Wahh iyaa.." "Bener juga.." "Hmm ini yg gw cari... " setidaknya beberapa kata diatas adalah representasi dari bnyak hal luar biasa dalam buku ini. Mengedepankan bnyak fakta dan solusi yg kadang tak disadari oleh diri sendiri.. Bak minum es teh manis di kota Paris sama cewek manis, melegakan tenggorokan menghilangkan beban, Memberi jawaban dari setiap pertanyaan. Milenials wajib punya wajib suka. Kalau gk suka sepertinya anda sudah tua. 😁
bukunya menarik dan bagus karena menjelaskan bagaimana sebenrnya kita mejadi anak muda yang berdaya dengan pendekatan anak muda. fakta-fakta yang ada di dalamnya tersajikan dengan menarik sehingga melecut semangat untuk membaca.
Bahasanya mudah, menarik dan bermanfaat. Buat yang sedang membangun tim bersama generasi langgas atau memiliki anak generasi langgas, buku ini sangat bermanfaat
Buku ini menurutku keren, cocok dibaca untuk anak-anak millenial yang sedang lebih mengenal siapa diri mereka dan apa saja yang berhak mereka lakukan. Intinya bisa mengenal diri sendiri.
Sebutan generasi langgas pertama kali diperkenalkan di media massa pada saat Sumpah Pemuda tahun 2015. Generasi yang lebih dikenal sebagai millenials (gen Y) ini adalah orang-orang yang lahir di antara tahun 1980-2000.
Buku ini terbit di 2016 dan membaca buku ini di 2023 menjadi sebuah rasa yang berbeda, seperti sedang masuk ke dalam kapsul waktu ke 20 tahun yang lalu dan bagiku buku ini bagai kaleidoskop hidup para millenials tahun 2000-2019an.
Apa yang spesial di generasi millenials sampai harus dibahas dalam sebuah buku? Di halaman-halaman awal penulis banyak membagikan karakter khas milenials. Bisa dibilang generasi kita merupakan generasi transisi, banyak perubahan teknologi dari analog menjadi digital. Perubahan-perubahan ini tentu saja mempengaruhi perilaku dan cara hidup generasi ini. Kerap kali millenials dibilang generasi yg cepat (kadang juga dibilang instan). Ya wajar aja sih, generasi ini ditawarkan banyak pilihan yg lebih baik dan kemudahan teknologi ketimbang generasi sebelumnya, yaitu gen X.
Anyway, buku ini memang tidak banyak menawarkan hal baru, bukan studi sosial sains juga. Namun, penulis banyak membagi kisah inspiratif di dalamnya, seperti bagaimana millenials melawan stigma dan bagaimana mereka memilih untuk tetap berjuang dalam meraih mimpi yang seringnya tidak instan. Proses jatuh bangunnya masih mirip seperti generasi sebelumnya namun bedanya mungkin seberapa cepat proses tersebut terjadi, lagi-lagi karena ada priviledge sosmed dan teknologi.
Satu kata untuk Mas @yorissebastian and team, 'well done'! Tidak mudah mengumpulkan beberapa pengalaman menarik para millenials di berbagai penjuru Indonesia. Tulisannya juga mengalir dan membuat aku semakin paham bahwa setiap generasi memiliki tantangannya masing-masing
ari kelahiran tahun 90 sampai sekarang itulah termasuk anak milenial Jadi anda termasuk generasi milenial
Pasti ada yang gak tau apakah itu milenial
Generasi sering disebut dengan generasi Y . Generasi yang bisa dibilang sangat berbeda dengan generasi generasi sebelumnya sehingga di lingkup pekerjaan maupun di rumah, mereka tidak mudah untuk dipahami. Tidak heran kalau sering kali mereka diberi cap yang kurang baik.
Generasi instan. Karena berbagai kemajuan teknologi saat mereka tumbuh besar, tak heran kalau generasi ini disebut generasi yang serba instan. Namun , saya kurang setuju. Sengaja saya angkat berbagai cerita dari generasi milenial indonesia yang kalau diambil dari sisi berbeda cukup banyak positif
Kamu tahu berapa milenial di indonesia Ini termasuk banyak sekitar 23 percent
Eh.. Buku ini juga kita belajar menempelkan di cover yanga awalnya kosong cuma botak, jadi kita diberi untuk kreatif sesuai yang kita sukai
Awalnya males mau review buku ini, bingung mau apa yang ingin aku ambil dari buku ini. but, saya paksain untuk mikir ,ya walaupun gak terlalu banyak aku ambil dan banyak aku ambil bahasanya dari buku. Semoga bisa konsisten selanjutnya.
Buku ini di kemas dengan keadaan sama seperti saat ini , dimana membahas tentang anak muda jaman sekarang , cara mereka berfikir dan mengambil tindakan, mungkin ini menjadi harapan anak2 muda seperti kita ini menjadikan indonesia lebih baik di masa datang.