Akhir-akhir ini saya sering merasa kembali ke masa lalu. Segalanya terulang, segalanya muncul dengan awal yang sama... Lalu tanpa sadar saya kembali membuka blog Kak Yuli. Tiba-tiba merasa rindu dengan romantisme dan tulisannya yang ringan. Lalu akhirnya menyadari ada yang menghilang dari deretan fiksi oneshot-nya dan ternyata mereka telah bertansformasi menjadi e-book.
Wow.
Hanya satu kata yang muncul saat itu.
Dan akhirnya saya berhasil membaca habis e-book ini. Berisi 6 cerita pendek tentang cinta yang dimulai pada pandangan pertama dan berlanjut pada pandangan-pandangan lainnya. Untuk membuat yang "asing" menjadi "familier." Tentunya bagi pembaca blog Kak Yuli akan mengenali 4 cerita pendek didalamnya. Sejak awal membaca 4 fiksi ini saya sudah merasakan magisnya. Pertemuan yang berulang dan perkenalan yang manis. Masih terbayang di kepala saat tokoh-tokoh di dalamnya hanya dua karakter fiksi favorit saya, tapi kemudian saya juga menyesuaikan dengan kehadiran tokoh baru yang juga membawa perubahan suasana karena bahasa dan latarnya. Saya suka bagaimana percakapan didalamnya menjadi ringan khas Indonesia. Rasanya saya sempat melihat satu typo di "Le Flash", tapi selain itu keseluruhannya rapi dan enak dibaca. Saya suka bagaimana bulan April sering muncul sebagai latar karena secara kebetulan saya membaca ini di bulan April.
Terakhir, saya suka semuanya. Walau mungkin peringkat "Le Flash" berada sedikit dibawah yang lain. Pertemuan mereka unik tapi berikutnya terasa terburu-buru. "The First Coffee" adalah yang paling tepat untuk berlatar Indonesia. Harum kopi dan hujan rasanya terbawa ke dunia nyata. "Iugis" adalah cerita manis tentang kesetiaan yang tak ada habisnya. Membacanya pun tak pernah terasa cukup. "The Potrait of You" membawa keluguan kedua tokohnya dengan porsi pas. Perkenalan memang tidak melulu soal langsung berbicara satu sama lain. "Once in A Wedding" memberikan latar pernikahan-orang-lain dan percakapan yang normal terjadi di dalamnya. Dunia memang tidak seluas yang kebanyakan orang pikir. "Every Moment of You" rasanya membawa saya pada salah satu drama manis di dunia perkuliahan.
If you are looking for a sweet and light story, pick this e-book.
And that's all for this review. Saya juga heran kenapa saya menulis sebanyak ini. Sepertinya masih terbawa hawa-hawa ringan Kak Yuli hoho.