Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Romantics

Rate this book
Kata orang, cinta pada pandangan pertama itu hanya mitos. Getar di dada yang muncul saat kali pertama berjumpa tidak akan bertahan selamanya. Cinta membutuhkan proses yang lebih dari sekali pandang.

Namun, bagi Juliana, debaran di dadanya untuk Tyo itu nyata. Bagi Ben, keinginan untuk terus berada di dekat Nina itu semakin kuat. Dan, bagi Langit, Aruna adalah keindahan yang ingin ia miliki.

Mereka adalah orang yang merasakan hangatnya pertemuan pertama. Meski cemas jika tak berbalas, dan takut kehilangan, mereka akan memperjuangkan cintanya. Mungkinkah cinta pada pandangan pertama mereka berakhir bahagia?

146 pages, ebook

First published September 30, 2016

1 person is currently reading
29 people want to read

About the author

Yuli Pritania

26 books286 followers
Author of Four Seasons Tales (Bentang Belia), 2060: When The World Is Yours Book 1 & 2, On(c)e, Colover, CallaSun, Morning, Noon, & Night, A(Wo)Man's Scent, And, Then..., Limerence, Dublin (Grasindo)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (8%)
4 stars
5 (41%)
3 stars
4 (33%)
2 stars
1 (8%)
1 star
1 (8%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Risma.
219 reviews
April 19, 2017
Akhir-akhir ini saya sering merasa kembali ke masa lalu. Segalanya terulang, segalanya muncul dengan awal yang sama... Lalu tanpa sadar saya kembali membuka blog Kak Yuli. Tiba-tiba merasa rindu dengan romantisme dan tulisannya yang ringan. Lalu akhirnya menyadari ada yang menghilang dari deretan fiksi oneshot-nya dan ternyata mereka telah bertansformasi menjadi e-book.
Wow.
Hanya satu kata yang muncul saat itu.
Dan akhirnya saya berhasil membaca habis e-book ini. Berisi 6 cerita pendek tentang cinta yang dimulai pada pandangan pertama dan berlanjut pada pandangan-pandangan lainnya. Untuk membuat yang "asing" menjadi "familier." Tentunya bagi pembaca blog Kak Yuli akan mengenali 4 cerita pendek didalamnya. Sejak awal membaca 4 fiksi ini saya sudah merasakan magisnya. Pertemuan yang berulang dan perkenalan yang manis. Masih terbayang di kepala saat tokoh-tokoh di dalamnya hanya dua karakter fiksi favorit saya, tapi kemudian saya juga menyesuaikan dengan kehadiran tokoh baru yang juga membawa perubahan suasana karena bahasa dan latarnya. Saya suka bagaimana percakapan didalamnya menjadi ringan khas Indonesia. Rasanya saya sempat melihat satu typo di "Le Flash", tapi selain itu keseluruhannya rapi dan enak dibaca. Saya suka bagaimana bulan April sering muncul sebagai latar karena secara kebetulan saya membaca ini di bulan April.
Terakhir, saya suka semuanya. Walau mungkin peringkat "Le Flash" berada sedikit dibawah yang lain. Pertemuan mereka unik tapi berikutnya terasa terburu-buru. "The First Coffee" adalah yang paling tepat untuk berlatar Indonesia. Harum kopi dan hujan rasanya terbawa ke dunia nyata. "Iugis" adalah cerita manis tentang kesetiaan yang tak ada habisnya. Membacanya pun tak pernah terasa cukup. "The Potrait of You" membawa keluguan kedua tokohnya dengan porsi pas. Perkenalan memang tidak melulu soal langsung berbicara satu sama lain. "Once in A Wedding" memberikan latar pernikahan-orang-lain dan percakapan yang normal terjadi di dalamnya. Dunia memang tidak seluas yang kebanyakan orang pikir. "Every Moment of You" rasanya membawa saya pada salah satu drama manis di dunia perkuliahan.
If you are looking for a sweet and light story, pick this e-book.
And that's all for this review. Saya juga heran kenapa saya menulis sebanyak ini. Sepertinya masih terbawa hawa-hawa ringan Kak Yuli hoho.
Profile Image for Putri Ananta.
Author 1 book12 followers
July 7, 2017
Kopi selalu sama. Seperti putaran hidup yang tidak pernah berbeda. Manis di awal, kemudian diikuti rasa pahit hingga akhir, lalu habis. Usai begitu saja. Seperti manusia yang menjalani hidup. Lahir untuk kemudian mati, memenuhi siklus hidup yang terus-menerus berjalan tanpa henti. Seseorang lahir, mati, kemudian digantikan oleh seseorang yang lain. Yang jika beruntung akan selalu diingat, tapi jika sial, dengan cepat terlupakan begitu saja.—The First Coffee


The Romantics adalah sebuah antologi yang terdiri dari 6 cerita pendek, yaitu: The First Coffee, Every Moment of You, Once in a Wedding, Le Flash, The Portrait of You, dan Iugis.

Seperti judulnya, setiap cerita pendek berkisah tentang romantisme. Pada antologi ini, penulis memfokuskannya pada romantisme dari pertemuan pertama. Ada satu kutipan dari pengantar penulisnya yang kusuka, yaitu: “And I think falling in love is one of those moments, especially the one at the first sight. Rare, but indeed exist.” Rare, but indeed exist. Yup, kisah jatuh cinta pada pandangan pertama itu digambarkan dalam setiap kisah dalam buku ini. Menarik banget!

Karena hanya membahas love at the first sight dengan berbagai sudut pandang dan variasinya, buku ini terkesan begitu polos dan lugu. Hal yang saya sukai dari antologi ini. Dengan begitu jujur penulis berkisah bahwa cinta pada pandangan pertama itu ada. Dan dengan berbagai sudut pandang itulah, saya justru suka dengan setiap kisahnya. Terasa segar dengan variasi jatuh cinta pada pandangan pertama dalam setiap kisahnya.

Gaya bahasanya pun meskipun agak kaku, mampu untuk menjelaskan perasaan menggebu-gebu yang muncul saat merasa tertarik karena suatu hal untuk pertama kalinya. Menggebu dalam artian orang tersebut merasa tertarik karena adanya cinta. Semula saya adalah bagian dari orang yang kurang percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Kenapa? Karena jika jatuh cinta pada pandangan pertama, pastilah hal itu karena nafsu. Pasti ada sesuatu yang mata “lihat” sehingga membuat otak memprosesnya menjadi perasaan “cinta”. Lalu saya ingat bahwa, love is different with lust. This book is actually telling me about love at the first sight, not lust at the first sight. Saya sama sekali tidak merasakan “nafsu” dalam setiap kalimat yang penulis tulis. Saya hanya merasakan cinta tanpa interupsi dari nafsu yang menginginkan ciuman maupun hal lainnya.

“Bersedih adalah perbuatan sia-sia. Dunia kamu mungkin hancur, tapi siapa yang bakal peduli selain diri kamu sendiri? Besok juga matahari terbit lagi, orang lain sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, kamu bakal tetap bangun, makan, dan akhirnya kembali ke rutinitas sehari-hari. Seseorang pergi dari hidup kamu dan kenyataan pahitnya, kamu nggak mati atau setidaknya amnesia agar bisa melupakan itu semua. Satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah hidup dengan semua kesengsaraan itu. Menerimanya sebagai salah satu bagian dalam fase hidup kamu yang panjang.”—Once in a Wedding


Selengkapnya: http://ladistances.blogspot.co.id/201...
Profile Image for R I K A.
124 reviews10 followers
May 23, 2020
3,5

Kumpulan cerpen romantis dan manis. Paling suka yang berjudul Once in A Wedding. Oh ya, benang merah dari semua cerita adalah cinta pada pandangan pertama.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.