What do you think?
Rate this book


146 pages, ebook
First published September 30, 2016
Kopi selalu sama. Seperti putaran hidup yang tidak pernah berbeda. Manis di awal, kemudian diikuti rasa pahit hingga akhir, lalu habis. Usai begitu saja. Seperti manusia yang menjalani hidup. Lahir untuk kemudian mati, memenuhi siklus hidup yang terus-menerus berjalan tanpa henti. Seseorang lahir, mati, kemudian digantikan oleh seseorang yang lain. Yang jika beruntung akan selalu diingat, tapi jika sial, dengan cepat terlupakan begitu saja.—The First Coffee
“Bersedih adalah perbuatan sia-sia. Dunia kamu mungkin hancur, tapi siapa yang bakal peduli selain diri kamu sendiri? Besok juga matahari terbit lagi, orang lain sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, kamu bakal tetap bangun, makan, dan akhirnya kembali ke rutinitas sehari-hari. Seseorang pergi dari hidup kamu dan kenyataan pahitnya, kamu nggak mati atau setidaknya amnesia agar bisa melupakan itu semua. Satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah hidup dengan semua kesengsaraan itu. Menerimanya sebagai salah satu bagian dalam fase hidup kamu yang panjang.”—Once in a Wedding