Judul prosa karangan Idrus tersebut adalah figur utama dalam cerita ini. Jangan dibayangkan bahwa hanya karena bertajuk "Aki" maka cerita ini adalah tentang seseorang yang lanjut usia. Namanya memang Aki, entah kenapa Idrus menamai aktor utamanya dengan nama tersebut. Sosoknya digambarkan oleh pria kelahiran Padang ini dengan kondisi fisik yang teramat aneh. Pada usia yang menginjak 29 tahun, Aki digambarkan memiliki bentuk tubuh yang hampir mirip dengan usia orang telah lanjut usia.
Di suatu waktu, si Aki sempat mengatakan kepada istrinya, Sulasmi, bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Entah darimana si Aki bisa menyimpulkan bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Informasi kemudian pun tersebar luas. Reaksi orang-orang yang dihinggapi berita itu, banyak yang terkejut, terheran-heran, dan bahkan menjadi pusing, seperti yang dialami oleh sepnya.
Bila kebanyakan orang mendapati hidupnya divonis tidak berapa lama lagi, akan dihabiskan dengan beribadah, Aki justru tidak. Ia seperti biasa-biasa saja dalam melakukan rutinitas hidup, tidak ada kegiatan memperbanyak sembahyang ataukah membaca Alquran, seperti yang disinggung dalam isi cerita. Apakah dia tidak percaya Tuhan? Entahlah, tapi ia percaya tentang kehidupan setelah mati, percaya tentang adanya surga dan neraka.
Mungkin agak sedikit aneh, tapi menurut saya ini sesuatu yang menarik dalam sebuah cerita, meskipun saya tidak begitu setuju dengan perilakunya. Namun, sikapnya yang biasa-biasa saja menghadapi kematian atau bahkan oleh sebagian orang, seperti berusaha untuk menentang malaikat maut. Ia semacam berusaha untuk menyindir oleh sebagian orang kenapa semua orang takut akan kematian?
Tidak salah bila Aki berusaha untuk menyindir orang-orang yang terheran-heran tentang kematian. Tetapi, ketakutan orang tentang kematian, tidak sekadar rasa sakit saat sakaratul maut. Ada amal yang tidak seberapa yang harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan. Barangkali itu mungkin salah satu ketakutan yang dialami oleh sebagian manusia. Meskipun seperti apa yang dikatakannya tentang orang yang mati lebih berbagia dari yang hidup, karena tempatnya yang telah nyata. Iya, bagi orang masuk ke surga. Bagaimana dengan mereka yang masuk neraka?
Entah apa yang sedang ada di dalam pikiran Idrus dalam menggambarkan sosok Aki. Bagi saya sosok Aki kurang diperjelas oleh Idrus. Pendalaman cerita itu perlu, tentang bagaimana Aki memiliki pemikiran semacam itu, alasan kenapa ia tiba-tiba ia ingin meninggal, dan kenapa pula pada akhirnya pada saat kematian urung terjadi, ia berharap kenapa hidupnya ia lebih lama lagi? Semua itu perlu untuk dijelaskan.