Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rewrite

Rate this book
Sejauh apa pun aku menghindar, ternyata, langkah-langkahku selalu terarah padamu.

Saras Widjaya, seorang perempuan yang harga dirinya lebih tinggi dari langit ketujuh, berusaha menepis segala rindu yang ia punya pada sang mantan kekasih.
Gilang Ranggala, yang pandai menerbangkan pesawat dan juga harapan Saras, tak pernah tidak menyesali perbuatannya satu tahun lalu. Emosi yang begitu meledak, juga kata-kata yang tak seharusnya ada, membuat hubungan yang sudah mereka bangun tiga tahun runtuh begitu saja.
Namun, sekuat apa pun Saras menyangkal, ia tetap tak bisa menghindari bayang-bayang Gilang. Sedalam apa pun Gilang menyesal, ia sudah kehabisan cara meyakinkan Saras.
Dalam diam, mereka berharap.
Semoga kisah ini dapat ditulis ulang dengan akhir yang paling baik untuk mereka berdua.

256 pages, Paperback

Published October 24, 2016

5 people are currently reading
62 people want to read

About the author

Dirsta Alifia

1 book3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
13 (14%)
4 stars
42 (46%)
3 stars
34 (37%)
2 stars
2 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Crowdstroia Crowdstroia.
Author 11 books649 followers
February 6, 2017
Sebelumnya mohon maaf apabila ada salah kata atau review ini menyinggung.

Sebenernya ceritanya dari awal udah ngehook karena 1) tulisannya rapi 2) keliatan penulisnya pinter. Pada awal-awal cerita oke, bisa diterima. Tapi aku merasa just so so sampai akhirnya baca bagian gimana Saras putus sama Gilang. Di situ aku baru berasa empatik sama tokoh Saras. Tapi rasa empatik itu nggak bisa dipertahankan hingga akhir cerita. Setelah baca bagian putusnya Saras-Gilang, di bab2 selanjutnya aku jadi biasa aja. Kesedihan dan rasa sayang si Saras sama adiknya, atau rasa cinta Gilang terhadap Saras dan vice versa kebanyakan telling, jarang banget ada yang di-show. Mungkin karena itu kali ya, aku jadi nggak bisa relate ke karakternya. Maksudnya, Saras sayang sama adiknya, tapi kenapa? Iya, dia rela sampai jagain adiknya di RS sampai kecapekan, tapi kenapa? Apa yang membuat adiknya ini begitu spesial sampai-sampai Saras rela melakukan itu? Yang pasti bukan karena penyakit. Sebab kalau kita melihat ada orang sakit, barangkali kita turut sedih, tapi rasa sedihnya nggak akan sedalam rasa sedih terhadap orang yang kita kenal dan spesial buat kita. Aku merasa sepanjang cerita lebih banyak telling-nya. Kayak, dikasih tahu terus-terusan bahwa Gilang cinta banget sama Saras, dikasih tahu bahwa Saras sayang sama adiknya, dikasih tahu tokoh A tetap kuat menghadapi masalah, intinya aku dikasihtahu aja. Nggak ada adegan yang bikin aku, "Anjir kenapa sih hidup lo miris banget? Ini siapa sih penulisnya? Tega banget minta digantung buset."
Aku nggak merasa penulisnya "ada" dalam universe yang ia ciptakan. Aku belum merasa ceritanya hidup. Mungkin karena itu tadi; porsi show and tell yang belum oke. Ini bukan buku jelek kok. Penulisannya udah bagus, cuma memang perlu polesan aja.

Sekali lagi, maaf jika review-nya menyinggung.
Profile Image for Autmn Reader.
882 reviews92 followers
March 30, 2022
Actual rating 3,5 🌟

Baca di Ipusnas

Bukunya seru, ringan, dan enak dibaca. Profesi Gilang pilot dan ad bagian tegangnya dan kerasa nyata. Profesi Saras nggak tahu apaan karena nggak dikasih tahu juga.

Lumayanlah buat bacaan as lagi mumet. Interaksi merekanya ngalir dan lucu juga.
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
April 24, 2019
-Gaya menulisnya asik, lugas dan nggak kaku
-PoV 1 bergantian antara Saras dan Gilang bikin aku ngerti gimana perasaan mereka dan gambaran karakter antara mereka berdua jelas.
-Konfliknya sederhana, tentang CLBK. Tapi penulis buat buku ini nggak sesederhana itu. Dari awal sampe akhir penulis berhasil menggambarkan bagaimana masing-masing tokoh mendewasakan diri.
-Aku suka profesi Gilang yang seorang pilot. Apalagi diakhir gambaran seorang pilot itu terasa nyata. Tapi... aku rada clueless sama profesi Saras😁
-Satu lagi, aku suka Gilang terlepas dari dia yang overprotektif dan tukang gombal tapi gombalannya bukan yang receh.
-Plotnya jelas. Dan alurnya maju mundur. Hanya saja aku merasa ada beberapa part yang aku rasa nggak terlalu penting buat ditulis.
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
April 20, 2019
#2019-[48]

Hokaaay, tertarik baca gegara liak teaser dengan judul yang sama di VIU. Gegara suka sering penasaran banget-banget kalo udah dibikin versi filmnya w akhinya mutusin baca ini tanpa baca sinopsis di back cover. Walhasil, ceritanya beda pol! Karena si Maxime bukan Pilot disono.

Iyaiyaa saya paling irit kasi 4 bintang gitu kan? Kenapa yang ini dapet? 3,5 sih harusnya.
Alesan pertama, life related banget. Ceritanya tentang daily life gitu lhoo. Jadi kaya reality banget, keseharian yang kita temuin disekitar kita. Pergi kondangan trs ditanyain kapan nyusul yang nyebelin banget ituu, ketemu orang secara random yang akhirnya jadi deket banget, pacaran dan segala asam manisnya dunia percintaan, tengkar, putus dan kemudian tak bisa move on. Gampang banget buat diserap nggak sih?
Kedua, nggak drama-cringe-ew. Yups, karena basicnya daily life gitu kali ya jadi nggak ada cerita halu apa cliche jodoh-jodohan macem romeo juliet? Eh salah, siti nurbaya, atau cinderella story macem Ana Steel or Bella Swan gitu. Ya si Gilang dengan segala kegantengannya bonus profesinya sebagai pilot yang prestige itu jelas udah lebih-lebih nilainya. Tapi nggak bisa dipungkiri kalau kualitas yang dipunya Saras juga nggak kalah oke. Buktinya? Gilang eyes only lies on her, yups dengan semua label yang dia punya Gilang bisa aja dengan mudah cari gantinya Saras. Namun nyatanya? Gilang malah getol banget ngajakin Saras balikan.

Sebenernya kalo dipikir sih konflik mereka ya cuman gitu aja, nggak yang meledak banget tapi justru itu yang kaya reality. Ego keduanya yang selangit, Gilang dengan sifatnya yang “agak” possesive, hormon masa muda yang meledak-ledak, amarah yang sulit diredam bikin keduanya harus mengakhiri hubungan yang sebenarnya masih dan harusnya bisa dilanjut. Tapi yaa kalo adem ayem, ini cerita nggak bakal kita orang baca sekarang kan yaa, wkwkwk.

So yeah, saya nggak akan bikin storyline nya seperti apa. Hope you guys enjoy it urself.
Ciao!
Profile Image for di.
103 reviews
Read
August 8, 2018
Kisah antara Saras dan Gilang, yang hanya mampu menggenggam rindu masing-masing tanpa pernah terucap sepatah katapun. Duuh menyayat hati deh lihat 2 orng yg masih menyukai tak bisa bersama, dengan ego masing-masing. Tapi novel ini baguss, mampu mengajak pembacanya menyelam ke kenangan dan kehidupan mereka. Bahasanya mudah dimengerti dan mengalir begitu saja, ringan sekaligus berbobot. Diiceritakan dari 2 sudut pandang yaitu Gilang dan Saras, yang masing-masing terkadang menceritakan masa lalu mereka. Walaupun beberapa kejadian bisa aku tebak, tetap gk mengurangi minatku pada novel ini.
Dan welcome to the club Gilang, kamu masuk ke jajaran bookboyfriendku 😂😂😂
Profile Image for Ayu Muhairani Sirait.
58 reviews4 followers
February 21, 2017
Alhamdulillah akhirnya ada juga buku yang bisa dibaca dalam hitungan jam *kayaknya aku msh stuck baca novel dari penulis lokal deh*.
novel ini bagus, gak drama, bahasanya juga enak banget dan mudah dimengerti. karakter hero nya kadang kelewat lebay di umur nya yang udah 31tahun. *tp aneh nya ttp bikin melting*
intinya : novel ini layak baca dan layak koleksi.

PS : Jadi keinget sama pilot muda pas mau ke Penang dulu
Profile Image for Rini Cipta Rahayu.
28 reviews1 follower
May 10, 2018
Saras bertemu dengan Gilang di pesta pernikahan Gita. Melalui proses kenalan dan PDKT, akhirnya mereka jadian. Tiga tahun bersama nyatanya hubungan asmara mereka kandas karena emosi sesaat. Ketika mereka bertemu kembali, baik Saras maupun Gilang masih tidak bisa menyembunyikan perasaan mereka. Namun, luka dan perasaan bersalah terlanjur membuat mereka merasa menjadi orang asing. Apakah kisah yang ingin mereka tulis kembali akan berakhir sama seperti akhir kisah sebelumnya atau justru sebaliknya?

Salah satu novel based on wattpad yang jadi favoritku! Mungkin udah banyak yang baca cerita ini di wattpad dengan judul Immortal, tapi aku baru baca versi cetaknya dengan judul Rewrite. Rewrite atau menulis kembali adalah cerita cinta Saras-Gilang, mantan pasangan sukses bikin aku ikutan bimbang hihii.. Gimana nggak bimbang kalau ketemu lagi sama mantan yang masih disayang? Tentunya menghadirkan berbagai perasaan yang bikin bimbang dong, ya. Antara berharap tapi juga nggak berharap.

“Hal terburuk dari suatu pengharapan yang tinggi adalah, ketika harapan itu tidak tercapai, sang pemimpi hanya akan bisa terjatuh tanpa bisa kembali utuh.” –halaman 83

Walau dari segi tema sih klasik banget ya. Putus sama pacar, masih saling cinta tapi banyak hal yang membuat mereka enggan untuk kembali bersama. Pertemuan kembali membuat Saras-Gilang bernostalgia dengan perasaan yang pernah dan mungkin masih mereka miliki hingga saat ini. Meskipun klasik, aku salut karena penulis berhasil meramunya dengan apik. Gaya berceritanya yang asyik, buat aku betah membaca sampai nggak terasa udah hampir habis. Kalau di novel cetaknya, ada tambahan bonus part di akhir cerita, lho!

Di awal-awal cerita banyak menggunakan alur maju mundur yang agak membingungkan, Saras dan Gilang bergiliran bercerita tentang bagaimana pertemuan mereka, PDKT, jadian hingga akhirnya putus. Tentunya banyak nyeseknya sih. Karena diceritakan dari dua sudut pandang secara bergantian, membuat pembaca novel ini seolah sedang mendengar curahan hati mereka berdua. Kadang gemes sih dengan sikap mereka yang kadang mbulet wkwk..

Review lengkap http://rinspiration95.blogspot.co.id/...
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
December 20, 2016
Review selengkapnya bisa dibaca disini http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/...

"Terkadang, hidup itu unik, ya? Atau orang-orangnya saja yang terlalu unik? Entahlah. Aku hanya masih terheran-heran dengan diriku sendiri. Sudah tahu datang ke pernikahan itu bikin makan hati, tapi tetap saja didatangi." (Halaman 3)

Gilang dan Saras bertemu pertama kali di sebuah pesta pernikahan. Saras menjadi salah satu panitia acara pernikahan sahabatnya, Gita sedangkan Gilang menjadi tamu yang menemani ibunya. Tanpa terduga, mereka berakhir saling mengobrol padahal awalnya tak saling kenal. Obrolan yang membuat keduanya saling nyambung satu sama lain. Gilang pun memberanikan diri untuk meminta nomor hp Saras dan kemudian timbullah pertemuan demi pertemuan selanjutnya. Singkat kata, mereka akhirnya memutuskan untuk berpacaran. Saras merasa waktu perkenalan yang singkat, tak membuatnya ragu untuk menjalin hubungan dengan Gilang. Saras merasa menemukan seseorang yang melengkapi dirinya. Hubungan keduanya berjalan dengan baik, malah berlangsung hingga 3 tahun.

"Ketika kita jatuh cinta dengan seseorang, tanpa kita sadari, kita melihat sesuatu dari orang itu yang tidak dimiliki oleh kita, yang tanpa sadar membuat kita berpikir bahwa orang tersebut dapat memberikan kualitas dari apa yang ia miliki dan tidak dimiliki oleh kita." (Halaman 30)

Hingga kemudian, saat mereka sedang bertugas di London, Gilang kepikiran untuk menjadikan hubungan keduanya ke tahap yang lebih serius. Gilang sudah merencanakan lamaran yang special untuk Saras. Sayangnya, semua gagal total. Mereka malah berakhir adu mulut dan sebuah kalimat keluar dari mulut Gilang dan menghancurkan semuanya. Sejak malam itu, hubungan mereka berakhir. Saras memilih menghindari Gilang, walau Gilang berulang kali meminta maaf atas peristiwa itu, tapi Saras sudah terlanjur sakit hati.

"Karena, Saras, meskipun laki-laki paling tidak tahu diri ini sudah membuat tiga tahun terakhir kamu menjadi sia-sia, kamu tetap memberikan kesempatan buat dia untuk kembali merasa memiliki kamu." (Halaman 28)

Setahun lebih berlalu, mereka kembali bertemu di sebuah momen pernikahan. Seperti de javu, Gilang pun merasakan kerinduan yang mendalam terhadap Saras, apalagi penampilan Saras yang berhijab terlihat makin menarik di matanya. Gilang pun memutuskan untuk meminta kesempatan kedua, Gilang ingin mengejar Saras kembali dan memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Akankah niat baik Gilang bersambut atau kesempatan Gilang untuk bersama Saras sudah tidak ada lagi?

"Kadang, hidup itu lucu, ya? Kita bisa dengan akrab mengobrol dengan seseorang yang belum terlalu kita kenal, bersahabat dengan orang yang baru kita kenal selama satu bulan, mengagumi seseorang yang tidak pernah kita temui sebelumnya, namun mendadak canggung ketika mengobrol dengan orang yang berstatus mantan. Padahal sebelumnya, orang itulah bagian terpenting dari hidup kita, seolah kita tak bisa hidup tanpa dia. Tetapi nyatanya? Hanya berselang satu atau dua tahun setelah kita berpikir demikian, orang itu sudah menjelma menjadi orang yang paling kita benci, yang paling ingin kita kuliti hidup-hidup. Atau yang paling bagus, kita tendang ke Segitiga Bermuda agar tidak usah bertemu dia selama-lamanya." (Halaman 26-27)

Rewrite merupakan novel pertama Dirsta yang akhirnya diterbitkan, setelah selama ini hanya diunggah di salah satu situs kepenulisan secara online. Rewrite mengisahkan mengenai sepasang mantan kekasih yang kembali bertemu. Walau keduanya masih saling mencintai, tapi ada semacam dinding pemisah yang membuat mereka ragu untuk melangkah merajut kembali kisah mereka.

Hingga sang pria memutuskan untuk kembali memperjuangkan perasaannya dan memperbaiki kesalahannya. Sang pria ingin kesempatan kedua untuk merajut kisah mereka.

Seperti ada pepatah yang bilang bahwa kita akan mensyukuri apa yang kita miliki setelah kita merasakan kehilangan. Seperti itulah kasus yang dihadapi oleh Gilang dan Saras, 2 tokoh utama dalam novel ini. Perpisahan keduanya yang tidak baik-baik karena emosi dan kecemburuan membuat hubungan yang terjalin indah hancur seketika meninggalkan penyesalan.

Ide cerita yang sungguh sederhana, dan mungkin pernah dan bisa saja sedang dialami oleh siapa saja, termasuk kamu yang sedang membaca novel ini. Memang sulit rasanya move on dari mantan kekasih, masih memendam perasaan yang sama, ingin balikan tapi susah, perasaan-perasaan yang wajar sekali dihadapi oleh orang yang baru saja putus.

Dirsta mampu mengeksekusi ide ceritanya itu dengan sangat baik, membuatku bisa ikut merasakan kegalauan diantara keduanya, baik Saras maupun Gilang. Jujur, aku penasaran sekali alasan mereka bisa putus dan saat tahu aku bisa memaklumi keputusan Saras yang memilih mengakhiri kisahnya dengan Gilang. Kalau aku berada di posisi Saras saat itu, aku pun mungkin akan melakukan yang sama. Pastinya sakit sekali mendengar kata-kata seperti itu dari mulut orang yang paling kita cintai.

Tapi untuk membenci Gilang juga terasa sulit. Sosok Gilang yang tampan, enak diajak ngobrol dan memikat tentunya menjadi magnet wanita termasuk Saras dan wajar jika hingga saat ini Saras sulit melupakan sosoknya. Mungkin kekurangan Gilang hanya kadar cemburu yang terlalu berlebihan dan sulit menahan emosi yang berbuah penyesalan.

Diceritakan dari 2 sudut pandang, baik Saras dan Gilang, sebagai pembaca aku jadi bisa memahami apa yang berkecamuk dalam hati dan pikiran keduanya, bagaimana mereka menyikapi perasaan dan pertemuan kembali mereka setelah lama tak saling berjumpa.

Membaca novel ini kita akan diingatkan kembali untuk memperjuangkan apa yang kita rasakan dan jujur terhadap perasaan kita sendiri. Setiap orang pasti punya kesalahan, sekarang bagaimana kita memperbaiki kesalahan itu dan tidak mengulanginya lagi. Kesempatan kedua bisa saja ada, tetapi bisa juga tidak, semua tergantung pilihan keduanya. Tetapi setidaknya kita sudah berusaha.

Mungkin kamu bisa menebak seperti apa kisah ini akan berakhir, tapi percayalah kamu akan menikmati membaca kisah ini seperti aku, karena ide yang diangkat begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jadi kamu termasuk #TimBalikan atau #PantangBalikan ?

"Menikah itu menyempurnakan separuh agama. Bukan cuma soal senang-senang. Hakikat pernikahan sesungguhnya jauh lebih besar dari pada itu. Coba kamu lihat diri kamu sendiri sebelum berani meminta anak orang untuk hidup sama kamu. Pikirkan apa saja yang bisa kamu beri ke dia, bukan hanya memikirkan apa saja yang akan kamu dapat setelah kamu menikahi dia." (Halaman 231)
Profile Image for Angelina Wulandari.
26 reviews
December 23, 2017
Begadang dari jam 12 malam sampai jam 3 pagi cuma buat nyelesein novel ini.

Gak nyesel.

Ceritanya ringan banget tapi disaat yang sama bisa buat geregetan. Gilang yang gombalannya basi banget itu bisa buat aku ketawa ngakak malem-malem. Saras yang keras kepala berhasil buat aku salut sama tingkah mengejutkannya. Budhe-budhe Saras yang pasti seperti budhe-budhe lain kalau ketemu ponakannya yang belum nikah. Kirana yang niatnya bantuin tapi juga ngejek disaat yang bersamaan. Citra yang kehadirannya cuma sebentar tapi berharga banget. Ibu yang doanya selalu menyertai anak-anaknya. Ardi, nih orang terniat, beliin dua tiket Selena Gomez yang VIP buat Citra, tapi sebenernya itu cara buat deketin Saras.

Aku suka cara penulis membuat pembaca tahu bagaimana perasaan tokohnya melalui flashback-flashback (siapa yang gak suka flashback, coba?)

Aku juga suka cara penulisan penulis yang ringan, sehingga pembaca tidak harus berpikir keras saat membaca.

Tapi yang paling aku suka dari penulis adalah, dia sudah menciptakan Gilang. Makasih loh, Kak:')
Profile Image for Nadytia KS.
68 reviews6 followers
August 3, 2017
Saya pertama kali baca kisah ini di Wattpad, dan sukaaaaaa banget dengan gaya penulisannya. Rasanya, tokoh-tokoh di dalam cerita ini sungguh dekat dengan pembaca. Setelah diterbitkan, saya membaca ulang dan tetap suka! Perasaan yang tertuang kena banget ke saya, bahkan tak terasa air mata sudah mengalir di pipi.

Cerita ini tentang sepasang mantan kekasih, tapi ga ada drama yang bikin sebal, ga ada kebencian yang diungkapkan meledak-ledak. Percakapan antara Saras dan Gilang tetap terjaga dan beradab, namun berjarak. Suka, kena banget di saya (sampai saya ketik ulang, sangking sukanya). Informasi seputar dunia aviasi dan sekilas mengenai London juga menambah pengetahuan saya sebagai pembaca.

Senang sekali bacanya! :)
Profile Image for Oni.
43 reviews1 follower
March 5, 2020
Ngga nyangka novel ini dibuat oleh penulis kelahiran tahun 98! Di usia yang masih terbilang sangat muda, Penulis sudah bisa menghasilkan sebuah novel dengan gaya bercerita yang asik. Diambil dari dua sudut pandang dengan alur maju-mundur, Penulis berhasil menggambarkan karakter masing-masing dengan kuat.

Ngga bisa untuk ngga jatuh cinta dengan sosok Gilang. Walaupun masih ada beberapa yang kurang, tapi ngga terlalu bermasalah karena novel ini cukup menghibur. Ceritanya ringan dan mengalir.
Profile Image for IA.
27 reviews
June 24, 2022
Novel yang cocok dibaca pas lagi pengen bacaan yang ringan-ringan aja. Bisa selesai dalam hitungan jam.
Sampai akhir novel ini pun, penyakitnya Citra masih misteri. Dia sakit apa? Meninggalnya akibat apa? Tapi yaudah lah ya. Novel ini kan tentang cerita CLBKnya Gilang-Saras.
Profile Image for Afifah.
50 reviews29 followers
January 15, 2018
Cerita dan konfliknya ringan, Hero-nya too good to be true gak sih? Kayanya susah nemuin laki-laki yg bakal kaya gitu padahal umurnya udah 30an..
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
May 5, 2019
Rating 3.5/5 Stars

Tentang pergolakan batin antara ingin kembali dan tidak karena masa lalu yg menyakitkan.
Tentang harga diri karena merasa tidak di hargai dan ego yang tinggi karena gengsi.
Profile Image for Septi RA Hayuu.
54 reviews
September 13, 2021
Rewrite. Tulis ulang. Isinya tentang proses menuju balikan. Iya, ini tentang Saras dan Gilang, sepasang mantan kekasih yang terpisah selama 1 tahun, lalu berproses menuju perbaikan hubungan.

Ditulis dalam sudut pandang pertama kedua tokoh utamanya, bikin saya bisa menyelami isi pikiran dan karakter masing-masing tokoh. Ya, meskipun perbedaan karakteristik keduanya nggak begitu menonjol, kecuali perbedaan penyebutan 'aku' dan 'gue' pada setiap penuturnya.

Untuk alurnya, ini menggunakan alur maju dan kilas balik. Pekerjaan setiap tokohnya lumayan unik, yaitu pilot dan (eh, kerjaan perempuannya apa, sih?)

Bagian akhirnya, yaaa baca aja sendiri 😆

Kesan: suka dengan gaya penceritaannya yang ringan, meski sebab-sebab ketertarikan satu sama lain itu terlalu kebanyakan telling, bukan showing. Yang bikin saya kurang suka, mungkin karena endingnya nggak sama kayak hubungan saya dan mantan.

Astaghfirullah, enggak. Bercanda doang kalimat terakhir itu 😹😹
Profile Image for Detya.
48 reviews
November 23, 2023
suka sama cara penulis menulis novel ini, berasa ngalir aja pas baca. tapi selalu bingung di bagian flashback, harus baca ulang buat tau itu bagian flashback atau bukan.
Profile Image for Iklima Bhakti.
145 reviews13 followers
February 12, 2017
Sejauh Apapun Berlari, Jodoh Pasti Akan Menghampiri.

Ungkapan di atas memang sedikit banyak selalu sering kita pakai untuk menjawab segala macam pertanyaan yang bertemakan jodoh, nikah, dan kawan-kawan. sering kali hanya untuk basa-basi, juga buat isengan, atau ada pula untuk mengakhiri pembicaraan.

Sama halnya dengan Sarah dan Gilang, mereka berdua bertemu di resepsi pernikahan kenalan mereka. Percakapan berjalan lancar, meski sempat menjalin hubungan yang tak sebentar, Sarah dan Gilang akhirnya memutuskan hubungan.

Tapi, memang takdir Tuhan siapa yang tahu. Seberapa kuat Sarah menghindari Gilang, dan seberapa serng usaha Gilang mendekati Sarah, pada akhirnya hanya Tuhan yang berkuasa mendekatkan atau menjauhkan mereka berdua.

Kenal pertama sama Sarah dan Gilang itu via Wattpad, dunia oranye kalau kata para penggemar setia. Mengikuti perjalanan mereka dan sampailah pada saat dimana mereka akhirnya bisa dibukukan. Senang sekaligus karena bisa bawa pulang mereka dan berkumpul jadi satu dengan koleksiku yang lain.

Cara penceritaan dari sudut pandang Sarah dan Gilang secara bergantian memang sudah tidak asing lagi, tapi memang pov seperti ini punya sisi detail sendiri. Kita jadi tahu bagaimana perasaan Sarah dan seberapa frustasinya Gilang. Tema penerbangan juga termasuk salah satu hal yang menjadi daya tarik. Pilot. Ada ungkapan: Marry me flying for me. hahaha
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
December 23, 2016


Saras dan Gilang telah memutuskan untuk berpisah lebih dari satu tahun yang lalu. Namun, perasaan tak bisa dibohongi. Ketika Saras akhirnya dipertemukan kembali dengan Gilang di acara yang mempertemukan mereka pada awalnya dulu, status mereka telah berbeda, hanya saja perasaan itu masih ada. Saras dan Gilang memang bertemu saat Saras menjadi panitia pernikahan sahabatnya, Gita. Dan Gilang saat itu datang menemani ibunya. Tak saling mengenal dan akhirnya mengobrol apa pun hingga membuat Gilang memberanikan dirinya untuk meminta nomer HP Saras. Singkat cerita, mereka memutuskan untuk berpacaran, dan terbukti hubungan tersebut berjalan selama tiga tahun.

Hingga saat di London, Gilang terpikir untuk melakukan hal yang mungkin bisa membuat Saras bahagia. Namun, tak disangka, ternyata ada satu kejadian yang membuat semua rencana Gilang hancur berantakan. Saras memilih menghindari Gilang dan Gilang tak henti-hentinya meminta maaf kepada Saras.

Ketika pada akhirnya hal yang sama terulang kembali dalam kehidupan Saras dan Gilang. Akankah niat baik Gilang akan disambut baik oleh Saras? Ataukah sebaliknya?

Tema cerita ini sebenarnya sederhana banget. Dan jarang dipilih oleh para penulis. Kisah cinta antara pilot dan gadis biasa. Temanya pun mungkin sudah banyak yang mengalami yaa. Bagaimana sih rasanya move on dari mantan kamu, tapi ternyata kita masih memiliki perasaan kepada dia. Kalau balikan, dikira susah move on. Nggak balikan kok nggak rela dia dimiliki orang lain.

Tapi, aku salut sama penulisnya yang mampu membuat cerita ini dengan sangat apik. Bisa membuatku baper, galon, gegana, dan susah move on dari cerita ini. Penasaran dari awal kenapa mereka bisa putus, dan saat tahu jawabannya hanya bisa bilang, “Haduhhh, itu Gilang single, sama aku aja gimana?”. Angkat jempol buat Saras yang mempertahankan harga dirinya saat Gilang mengucapkan kalimat yang bikin hati langsung cenat cenut nggak karuan.
Profile Image for Stefanny Lukman.
116 reviews16 followers
February 7, 2017
cocok kalo lagi mau ngayal balikan sama mantan. tapi kalo mantanmya kayak gilang si ya nggak nolak hahahah
suka deh, simpel tapi berisi dan to the point. bahasa yang dipakai juga santai, jadi feel nya sampai karena merasa saras atau gilang lagi ngomong face to face sama aku haha.
1 review
April 28, 2017
saat saya baca buku ini, yg saya rasakan adalah saya seperti sedang membaca novel karya penulis terkenal indo yg filmnya akan rilis mei nanti. sumpah sama bgt. cara si cowok memuja cewek persis, konfliknya jg karena salah ngomong. bedanya adalah disini si cowok sopir sedangkan disana tukang minyak, disini masi pacaran disana sudah nikah, disini si cewek masi mau berinteraksi dgn si cowok disana engga. tp overall saya suka ceritanya ☺️
Profile Image for Dian Shinta.
170 reviews
May 28, 2017
Rewrite - Dirsta Alifia
⭐⭐⭐ (3.5 dari 5)

"Selain sopir angkutan umum seperti gue ini, mungkin nggak ada yang bisa mengerti bagaimana perasaan bahagia yang dirasakan ketika akhirnya bisa mengantarkan penumpang dengan selamat." - Hlm.212

Ouch. Dari potongan kalimat di atas, sebenarnya setiap orang pasti punya sesuatu yang dikorbankan saat menjalani profesinya. Tergantung gimana si manusia mengatur level dan definisi bahagia buat diri masing-masing.

Kalau dari novelnya, yang bikin saya ngga nyaman waktu baca itu.... di dalam satu POV bisa beberapa kali muncul ingatan dari masa lalu yang ngga jelas awal dan akhirnya. Sayang banget sih sebenernya. Kalau dibuat lebih smooth, pasti bagus deh.

Sampai halaman ke 200, novel ini masih b aja. Tapi masuk ke halaman 200-an, yaaaa mayan lah. Ada tambahan 0.5 untuk rate di atas. Dan ternyata, ini jebolan wattpad juga lho. Aaaaw. Sukses dan berkembang terus, ya Dirsta. Semoga karya selanjutnya bisa lebih baik. 😃👌
Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.