3 bintang. Well, nothing really special from this book. Belum begitu berhasil membuat saya tergelitik atau berdebar-debar. But, masih bisa dijadikan selingan kala waktu luang. Dari awal ada beberapa hal yang sebenarnya sudah bisa ditebak pembaca dari alur buku ini.
-ABOUT THE STORY:
Kisah ini dimulai ketika, Kelly Carlyon mendapat pekerjaan di sebuah rumah sakit terkenal di Sardinia. Secara kebetulan, kepala klinik rumah sakit tersebut adalah Luca Ferrero, mantan pacar yang pernah memutuskan hubungan mereka demi menikahi wanita lain. Namun status Luca sekarang adalah ayah tunggal dari anak laki-laki bernama Matteo. Terlepas dari semua itu, sebenarnya selama ini mereka tidak pernah berhenti mencinta satu dengan lain, namum serentetan permasalahan dan 'rahasia' yang belum clear membuat mereka tidak bisa bersatu.
-ABOUT THE CHARACTERS:
Luca, lelaki yang benar-benar tertutup dan tidak gampang menaruh kepercayaannya pada orang lain. Bisa dimaklumi, secara masa kecilnya yang 'gelap' berperan besar membentuk kepribadiannya. Dari kepribadian itulah, Luca tidak banyak omong tentang perasaannya, ia lebih sering berbicara kepada diri sendiri didalam pikirannya, lalu memutuskan seorang diri apa yang baik atau buruk. Saking tertutupnya Luca, banyak fakta-fakta krusial tentang kehidupan Luca yang tidak pernah dibongkarnya secara jujur kepada Kelly, menciptakan jurang miskomunikasi diantara hubungan mereka. Aksi-aksi dari Luca terhadap Kelly juga membentuk suatu pandangan ngawur dalam diri Kelly bahwa Luca sudah tidak lagi mencintainya, tidak ada ruang lagi bagi dirinya pada kehidupan Luca, dan diperkuat dengan kenyataan bahwa Luca pernah menyakiti hatinya karena memutuskan hubungan mereka berdua. Sehingga Kelly menutup diri terhadap Luca karena berpikir cintanya tidak mengandung harapan apapun, Luca pun merasa itulah yang terbaik untuk mereka berdua, terutama untuk karir Kelly -- Luca bersikeras bahwa Kelly akan meraih suatu prestasi dalam karirnya jadi Kelly tidak membutuhkan halangan apapun termasuk cinta. Padahal mereka berdua sesungguhnya membohongi diri sendiri dan ini membuat keduanya menderita secara mental karena sejujurnya mereka masih terlalu mencintai satu sama lain diluar apa yang terjadi.