Pertemuan dua orang manusia dengan jalannya masing-masing. Keduanya kemudian bersepakat untuk menempuh jalan yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya. Jalan yang dulu dicitakannya sendiri.
Kini keduanya akan menempuh jalan yang baru, bukan jalan milik salah satu dan memaksa yang lain mengikutinya. Benar-benar jalan yang baru hingga keduanya mulai berbicara tentang hati dan apa yang dikatakannya.
Maka arah itu telah diambil, tujuan yang sama telah disepakati, jalan telah dipilih dan cara untuk menjalaninya telah diikrarkan. Bersaksikan Tuhan dan alam semesta.
"Jika aku jatuh cinta, aku ingin jatuh cinta dengan damai. Ketika kutahu dia menujuku, aku tenang karena dia melalui jalan yang benar. Yang ketika aku menyambutnya, dia bahagia karena aku berada di pintu yang seharusnya."
"Jatuh cintalah dengan seseorang yang aman, Seseorang yang akan menjaga cintamu dengan iman."
Baca buku ini seperti.....berkaca. Sampai berkali-kali bilang "kok samaaaaa" atau "kok kayak akuuu".
Bedanya, Mas Gun dan Mbak Apik sudah dalam proses menuju pernikahan pas menulis ini (dan sekarang sudah menikah), sedangkan aku pas baca ini masih dalam proses...menunggu yang samar-samar. Makanya di part yang bagian "Makna Menunggu" itu kok agak baper aku bacanya ("Bahwa aku ingin diminta dengan cara baik-baik, dengan proses baik-baik, dan bersama orang baik-baik.").
Banyak pemahaman baru tentang pernikahan dan itu.....hmmm banget. Akuuu habis kata-kata~
Superb! undangan dan souvenir pernikahan termanis yang pernah aku lihat sendiri :"
Menentukan Arah tulisan kurniawan gunadi (Mas Gun) dan ajinurafifah (Apik). Terbitan langitlangit.yk . Beli hari tu di kedai jejaktarbiah . Buku yang terakhir masa tu ( Alhamdulillah rezeki. Hehe) .
Buku Mas Gun ketiga yang saya baca. Spesialnya buku yang ini, kerana ditulis bersama isterinya dan dijadikan hadiah kepada tetamu yang hadir ketika walimah mereka. .
Buku ini mengangkat tema seputar pernikahan. Tidak menceritakan secara langsung prosesnya, tetapi memberi definisi dan pesan-pesan mengenai perkahwinan lewat susunan kata yang indah sekali. (Ya, saya kalau ditanya mengenai tulisan Mas Gun, saya akan guna perkataan indah, tiada ganti. 😍)- sebab pemilihan perkataan dan susunan kata yang memang indah. Antaranya penulis menyentuh mengenai makna berjuang, pencarian, sepakat, pasangan, keluarga, anak, harta dan rumah.
Perkahwinan menurut pasangan muda ini, yang saat ini sudah punya seorang cahaya mata solehah, pertama adalah mengenai kolaborasi atau kerjasama. Kata kak Apik pernikahan akan lebih pada soal kerjasama yang tangguh (jitu), penerimaan dan kesepakatan untuk berjuang bersama demi satu tujuan. Ia juga adalah komitmen yang harus dipegang sepenuh hati, ruang proses belajar yang gigih dan ibadah yang tiada pernah berhenti. .
Mas Gun juga beberapa kali dalam buku ini, menekankan bahawa perkahwinan merupakan satu pertalian yang agung dan merupakan satu diantara tiga perjanjian terkuat yang disebut dalam AlQuran. Miitsaqan Ghaliizhaa. Perjanjian yang meliputi dunia dan akhirat. Perjanjian yang melibatkan Allah langsung di dalamnya. .
Ok. Cukup dulu untuk review kali ni. So boleh relate kan kenapa tajuknya menentukan arah. 😉
Selamat menentukan arah dan moga sampai pada tujuan kawan-kawan semua! 😎
"Teman" perjalanan kali ini adalah buku ini. Membaca buku ttg renungan2 kehidupan emang pas ketika sedang dlm perjalanan. Bukankah hakikat kehidupan adalah sebuah perjalanan? Perjalanan memaknai banyak hal, ttg berjuang, pencarian, sepakat, pasangan, keluarga, anak, rumah, & pusat kontemplasi yg menjadi ruh penulisan buku ini adalah perjalanan 2 jiwa dlm memaknai pernikahan. . Buku dg tebal 190 hlm ini ditulis dg mengalir lembut, terasa menyentuh sekaligus menghujam hati. Mellow? Pasti😭😍 . Kadang aku lupa bahwa buku ini ditulis oleh 2 manusia yg "berbeda", sampai2 harus mengecek shg baru sadar bagian yg ini sudah ganti penulis. Jadi menyadarkanku: "Ooh begitu ya, ketika Allah sudah menakdirkan sepasang manusia untuk bersama dlm ikatan pernikahan, meski awalnya asing tapi telah ada benih2 kemiripan satu sama lain shg akhirnya tumbuh kecocokan jiwa atas izin Allah." . . Bagian paling melankolis (baca: awalnya mendung, gerimis lalu derasss) adalah surat dari ayah😭 Kata2 yg tertulis di buku koq seolah2 mengartikan kata2 Papaku saat bbrpa mggu yg lalu diskusi yg "dalem" bersama beliau. Iya, ayah mungkin bukan seorang yg mudah mengungkapkan perasaannya, tapi sekalinya rasa itu "tumpah" mjd kata2, maka hati anak perempuan mana yg mampu membendung aliran haru deras air matanya😭😭😭 *jadiinginpulangpelukpapa Bener ya qoute "Dad is daughter's first love." . Bagian lain yg masih terngiang2 adalah ttg rumah. Rumah itu... Satu2nya benda mati yg hidup. Akan mewah ketika interaksi di dlmnya kaya. Slalu menerima kita saat kembali, sejauh apapun kita pergi, Bukan sekedar bangunan, tpi awal mula peradaban dimulai.😍 . Buku ini juga mengingatkan diri untuk meluruskan niat dalam "menggenapkan". 🌱Bukan mencari yg sempurna, tapi mengikhlaskan diri untuk digerakkan oleh-Nya, meraih ridha Allah 🌱Bukan siapa yg paling terbaik, tapi menemukan titik temu lalu menyerasikan langkah 🌱Bukan lagi ttg masing2, tapi bersepakat menentukan arah dan tujuan untuk dijalani bersama . 🌹Jadilah perempuan yg paling 'cantik' _perempuan berbahagia yg lapang & lembut hatinya karena senantiasa bersyukur_🌹
Sesungguhnya isi dalam buku ini di luar ekspektasi saya, karena pada awalnya saya pikir akan bercerita tentang perjalanan bagaimana seorang Kurniawan Gunadi bertemu dengan pendamping hidupnya.
Ternyata isi dari buku ini jauh lebih berkesan dari itu.
Buku ini merefleksikan nilai-nilai dalam sebuah pernikahan. Membuat para pembacanya yang belum menikah akan mulai berpikir, bahwa menikah tidak sesederhana itu. Sedangkan bagi yang sudah menikah, akan berpikiran sudahkah nilai-nilai tersebut ada dalam kehidupan keluarganya saat ini.
Sebuah bacaan wajib bagi siapa saja yang akan menikah ataupun telah menikah, karena akan mengembalikan tujuan pernikahan tersebut kepada nilai yang sebenarnya, yaitu menuju keridhaan Allah SWT.
Di kehidupan, cinta itu ga ada sekolahnya. Kita terpaksa cari masing-masing ilmu cinta itu kayak gimana. Karya masgun sama mbak apik ini hadir semacam salah satu jurnal acuan buat menyusun naskah cinta saya. Semoga kalian berdua selalu dilindungi Allah, berkah pernikahannya, dan sakinnah mawaddah warahmah. Aamiin
Perjalanan menemukan dan ditemukan oleh seseorang yang akan menikah memang menjadi suatu topik yang menyenangkan untuk dibicarakan, bagaimana dua orang dengan latar belakang dan pemikiran yang berbeda saling berbahagia untuk bersatu.
Buku ini membahas persepsi dari dua sisi yang akan melangsungkan pernikahan dalam banyak hal, mbak Apik sebagai sisi seorang perempuan yang lembut, tapi berusaha untuk tetap kritis dengan melibatkan orang tua dan keluarga dalam setiap hal, sementara mas Gun terlihat sangat realistis berusaha untuk tidak menjanjikan apapun, selain mengajak berjuang bersama dan tidak lelah menemani, mengingatkan bila lalai, dan melindungi bila ada marabahaya.
Satu kalimat yang paling aku suka, Kita hanya harus menjadi seseorang yang benar untuk seseorang yang tepat.
Bacaan ringan namun sarat makna, tentang pertemuan dua orang manusia dengan jalannya masing-masing. Keduanya kemudian bersepakat untuk menempuh jalan yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya. Jalan yang dulu dicitakannya sendiri. Penuh romansa, penuh cita & recommended dibaca bagi siapapun yang ingin & sedang menentukan arah bersama takdir hidupnya. Bahwa segala sesuatu, selalu libatkan Allah dalam hal apapun. Bahwa jika seseorang sedang jatuh cinta, jatuh cintalah dengan damai. Jatuh cintalah pada seseorang yang membuat kita tenang sebab melalui jalan yang benar. Yang ketika kita menyambutnya, dia bahagia karena kita berada di pintu yang seharusnya. Buku ini mengisahkan perjalanan Menentukan Arah Kurniawan Gunadi dan Aji Nur Afifah. Bagi pengguna setia tumblr, pasti tahu mereka. Dan saya termasuk salah seorang penikmat tulisan dan karya mereka. Mengisahkan berbagai nasihat tentang pernikahan, perjuangan, pencarian, kesepakatan, perayaan, pasangan, keluarga, makna anak, harta, rumah & bagaimana cara menentukan arah yang dicintaiNya. Banyak insight baru mengenai makna "menjaga diri", "penerimaan", dan "bertumbuh" bersama. Menikah bukan hanya menyatukan dua hati, lalu selesai. Ada perjalanan dan cita panjang setelahnya. Ada langkah ikhtiar yang harus diupayakan baik sebelum maupun dalam proses menentukan arah itu sendiri. Banyak bagian cerita yang saya rasa, "ahiyaaaa bener banget!", membuat harus lebih banyak belajar, berkaca & bersiap untuk mempersiapkan semuanya. Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan 200 halaman dlm buku ini, namun perlu waktu berulang-ulang untuk kembali bisa memahami dan menelaah secara utuh esensi dari setiap cerita. Selamat membaca. Selamat memahami. Selamat belajar :)
"Ada orang-orang baik yang sengaja dihadirkan dalam hidup kita hanya untuk menguji perasaan kita. Bukan untuk menjadi pasangan hidup kita. Orang baik itu banyak sekali, namun hanya satu yang tepat, selebihnya adalah ujian." -Menentukan Arah
Buku ini sudah berusia 5 tahun. Selama 5 tahun ia berada di ruang bilik, terdiam rapi di rak buku. Saya merasakan saya perlu menyediakan hati untuk membacanya, sama seperti tulisan MasGun yang lain (saya belum habis membaca Hujan Matahari sejak 7 tahun lepas). Dahulu sewaktu zaman Tumblr, saya sering membaca dan mengikuti tulisan-tulisan MasGun. Tulisan beliau selalu berupaya membuat saya berfikir dan melakukan renungan ke dalam diri. Menentukan Arah adalah buku yang indah, gabungan tulisan MasGun dan Apik isterinya, sebuah tulisan menjelang pernikahan mereka. Buku ini ringkas tapi padat pada isi dan benar-benar membuatkan saya merenung lebih dalam tentang erti pernikahan. Perkara yang saya tahu dan percaya pada dasarnya, MasGun dan Apik berjaya memperpanjangkan dan menuliskan dengan begitu baik.
Bahan bacaan yang sesuai untuk semua yang mahu berfikir soal pernikahan. Baik mereka yang bujang dan terus menunggu, yang sudah mempunyai calon, bersedia ke langkah seterusnya bahkan yang telah menjalani pernikahan. Ia adalah sebuah komitmen, proses yang begitu panjang dan memerlukan kesabaran dan keyakinan terus menerus, bermula dengan niat dan matlamat untuk berjalan seiring mencapai keredhaan-Nya. Pernikahan bukan hal sepele, bukan hanya perihal romantisme, ia ternyata lebih besar daripada semua itu. Masakan tidak, kalau ia dinamai sebagai mithaqan ghaliza = perjanjian yang kuat di dalam Al-Quran, yang kata ini digunakan untuk perjanjian antara Allah dan para Rasul.
Memetik satu ayat daripada buku ini, "Dalam upaya pencarian, kesabaran adalah tidak bisa dikompromikan."
Semoga kita bersabar sejak awal, di pertengahan, dan terus ke hujungnya kerana pernikahan yang diharapkan tidak berakhir cuma di dunia tapi sehingga dikumpulkan kembali bersama-sama keluarga di syurga kelak.
Judul: Menentukan Arah Penulis: Kurniawan Gunadi, Aji Nur Afifah Penerbit: Langitlangit Dimensi: 198 hal, cetakan kesepuluh, Januari 2022 ISBN: -
Buku ini berisi tulisan-tulisan yang lahir di kala mencari, menanti, dan akhirnya menjadi hari ini. Dengan idealisme kedua penulis memaknai apa itu pernikahan, berjuang, pencarian, sepakat, perayaan, pasangan, keluarga, anak, harta, rumah, dan akhirnya mereka menentukan arah/visi keluarga mereka yang ingin berdaya bagi umat.
Mengikuti perjalanan tulisan mas gun sedari single hingga menggenap dengan mbak apik, membuat saya bisa membedakan mana tulisan suami, mana istri (meski memang diberi label nama). Gaya tulisan suami cenderung kontemplasi, mendalam, dan singkat. Sementara sang istri sederhana, deskriptif, dan panjang. Keduanya saling melengkapi.
Maka, meskipun halamannya sedikit, membaca buku mereka tidak bisa sekali duduk. Perlu diresapi, dimaknai dengan baik, dan tentunya mengajak diri berkontemplasi juga dalam aksara dan perjalanan kisah yang mirip.
Cocok dibaca bagi yang suka kontemplasi tentang hidup, bacaan singkat dan lepas, dalam proses menanti jodoh atau baru menikah.
Kali pertama saya baca buku ini, rasanya terlalu ngawang dan nggak dapet poinnya apa. Sebatas nasihat para senior saja, saya rasa. Namun sepertinya Mas Gun dan Mbak Apik nggak mungkin menulis sesuatu yang selintas dan tanpa konstruksi. Saya ingin memperbaiki cara baca saya dan memutuskan untuk membaca ulang, padahal sudah halaman 132.
Karena buku ini ditulis oleh dua orang yang sudah menentukan arah mereka, saya yakin pasti ada kesamaan pola antara keduanya. Saya ingin memvalidasi itu dari setiap bab yang ada. Dengan harapan bisa menjadi bahan pembelajaran berharga untuk saya pribadi.
Ternyata benar! Terlihat sangat sistematis setelah saya baca ulang dan saya tulis poin-poin penting dalam catatan. Pun saya berhasil menemukan kesamaan pola, ritme, cara berpikir, dan value yang penulis tuangkan dalam tiap bab. Benar-benar sama secara keseluruhan.
Senang sekali setelah membaca buku ini, saya lebih memahami bagaimana caranya bisa menentukan arah. Selamat berlayar, semoga berhasil menemukan arah!
Saya sangat suka di bagian awal-awal buku ini karena menceritakan bagaimana mas gun dan mbak apik sebelum mereka saling menemukan. Entah kenapa, mungkin cocok dengan kondisi saya saat ini. Selain itu saya sangat suka dengan gaya cerita mbak apik. Ini buku pertamanya, tapi gaya berceritanya yang sederhana, pemilihan kata-katanya yang pas, jadi membuat isinya mudah diterima dan dicerna. Selain itu mungkin sesama wanita jadi lebih memahami apa yang ditulis oleh mbak apik. Overall, buku ini cocok kok dibaca oleh orang yang sedang mengarungi samudra dalam menemukan jodohnya. Karena disitu kita akan belajar bagaimana mas gun dan mbak apik menentukan arah mereka. Selamat menentukan arah masing-masing!
Aku meminjam buku ini dari seorang teman, Asti. Awalnya ku kira akan menceritakan perjalanan menentukan arah karir, dan tujuan hidup. Aku membawanya pulang, menaruhnya di rak buku. Usai aku menyelesaikan 1 judul buku, dengan acak aku memilih buku ini sebagai buku kedua untuk aku baca. Ternyata buku ini membahas perjalanan pernikahan mas Gun dan mba Apik. Kurang lebih sekitar 1 minggu aku berhasil menyelesaikan membacanya.
Ulasan ku tentang buku ini adalah aku sangat suka, bahasa yang digunakan khas mas Gun indah dan mudah dipahami. Sarat ilmu tapi tidak terkesan menggurui. Pertanyaan - pertanyaan ku perihal pernikahan yang menggelisahkan hati kutemukan di buku ini. Membaca buku ini membuatku berencana untuk membelinya juga supaya bisa ku baca berulang kali di kemudian hari.
Banyak kisah-kisah yang membuatku tergerak dalam buku ini. Rasanya semua kata menjadi favoritku. Pertemuan, perjalanan, hingga tujuan mau ke arah mana cocok dibaca untuk kamu yang ingin memulai. Mungkin kamu akan merasa buku ini terlalu 'berat' jika kamu sedang dalam keadaan penat, maka dari itu aku menyarankan membacanya saat pikiran dan hati tenang agar kamu bisa menyelam dengan saksama.
Ada kutipan yang kusukai,
"Kalau mau masuk surga, ajak sebanyak-banyaknya orang. Tidak hanya keluarga saja, melainkan saudara-saudara kita yang lain."
Memang harus perbanyak sahabat-sahabat mukmin, karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat. Terima kasih Mas Gun dan Mba Apik atas kalimat indah ini. Sungguh kalimat yang membuatku tersadar bahwa kita tak hidup sendirian, akan lebih baik lagi jika kita membawa dan menebarkan kebermanfaatan untuk peradaban yang lebih baik. Semoga kita bisa menjadi orang tersebut.
Membaca buku ini seperti aku yang menemukan jodoh. Datang di waktu yang tepat.
Sebenarnya bisa dibaca dalam sekali duduk sambil menyeruput matcha latte. Tetapi aku memutuskan untuk membacanya beberapa kali.
Seperti satu hari ini aku membaca kisah bertemu, hari lain aku membaca tentang bagaimana harus ikhlas, dan hari lainnya tentang menikah, rumah sampai tidak terasa banyak hal yang harus aku tandain.
Terlebih aku saat ini juga sedang merasakan bagian yang tertulis dalam buku ini. Membacanya memberi aku sedikit banyak pelajaran.
Semoga, aku bisa melalui hidupku hingga selesainya bagian-bagian dalam buku ini. Dengan versiku tentunya. Dan bagian selanjutnya dari buku ini:)
Buku kedua yg merupakan upgrade dan kelanjutan dari buku pertamanya. Dari sudut pandang perempuan yg adalah istrinya. Beberapa cerita di buku pertama,terjawab di buku kedua ini. Alhamdulillah lg sudah dipertemukan buku ini😭 banyak pembelajaran ttg keluarga(lagidanlagi) yg menjadikanku makin bersyukur atas hidup ini. Pembelajaran ttg menjadi dan membangun keluarga baru dari sudut pandang istri, anak, rumah, ibadah,dll. Feels like i finally found my long lost friend mba apik😊 trima kasih sudah menjawab sebagian rasa penasaranku lewat bukunya. Yumari lanjut ke buku selanjutnya!👌
Saya menangis sepanjang saya membaca buku ini. Mungkin karena sesuai dengan kondisi saya saat itu ketika saya membaca buku ini. Cemas akan pasangan dan resah tentang masa depan pernikahan. Sesekali saya berhenti membaca sejenak, mengaminkan apa yang ditulis di buku ini, harapan-harapan saya ketika nanti berumah tangga.
Buku ini sangat cocok untuk siapapun yang sedang dalam masa penantian ataupun yang telah menikah untuk menengok kembali nilai-nilai pernikahan yang mungkin terlupa.
Terima kasih Mas Gun & Mbak Apik telah menulis buku yang sarat akan makna ini.
Isinya Ga banyak basa-basi dan hampir semuanya di bahas. Mulai dari Keputusan Nikah, Makna Nikah, Persiapannya, Soal keluarga itu apa, Anak, Rumah, Nasehat, sampai soal Harta di bahas
Buku ini ga membahas terkait teknis ya, Lebih kepada Tujuan dan maksud dr Kita menikah karena apa? Dan Selama menjalankannya apa yg ingin dikejar?
Seakan Kita diajak memperbaiki niat dr makna pernikahan yg ingin kita bangun selama ini. Karena nikah bukan cuma soal Halal dan pacaran doang tapi lbh kpd persoalan kolaborasi ibadah dan membangun peradaban baru yg lebih bermanfaat.
Entah kenapa tergerak untuk membaca buku ini, lagi. Salah satu penulisnya adalah penulis idolaku saat aku masih aktif menulis di Tumblr.
"Aku mengambil jeda. Selama ini aku lupa, bahwa ada yang lebih berkuasa atas penemuan. Bahwa ada yang kehendaknya tak dapat dipatahkan. Bahwa jika kita melibatkan-Nya, kita akan jauh lebih tenang. Dan akhirnya aku berani mempertanyakan, baiknya apa yang kucari, Tuhan? Bagaimana seharusnya aku melangkah, Tuhan?"
Mengkristalkan pertemuan, perjalanan, dan hikmah yang berserak disepanjangnya. Menceritakan tentang bertemunya dua kekuatan untuk tujuan kebermanfaatan. Banyak kutipan yang cukup kusimpan dalam buku harian. Menjadi sebaik-baik doa, sebaik-baik harapan.
Tentang menikah, yang bukan melulu berisi romansa dua manusia. Tentang pernikahan, dan prosesnya yang tidak selalu mudah. Selamat menempuh perjalanan menggenapi separuh agama bagi yang sudah menikah. Dan selamat menempuh segala persiapan menuju ke sana bagi yang tengah maupun baru akan mempersiapkan. Cerita setiap pasangan punya keunikan dan tantangan sendiri. Bersabar, dan dekati lagi Sang Maha. Karena pertolongan-Nya itu nyata dan begitu dekat.
Kalau saya bilang, bukunya cocok sekali untuk yang sedang dalam masa penantian. Untuk tahu bahwa pernikahan harus dimulai dengan jalan yang diridhai Allah, sehingga pernikahan pun terasa berkah. Dan makna pernikahan itu sendiri tidak sekedar menghalalkan yang haram, tapi ada impian dan kebermanfaatan yang seharusnya lebih banyak dibanding saat masa single sebelumnya.
MasyaaAllah bagus banget bukunya, cocok untuk yg lagi mempersiapkan ke jenjang pernikahan, tapi masih ngerasa bekelnya blm cukup. Disini dibahas secara menyeluruh, mulai dari tentang niat yg lurus, sampe ke teknis²nya! Geregetan sih, suka bikin mikir dan ngangguk² sendiri.. diksinya juga bagus banget MasyaaAllah. Buat yg masih ngerasa freak dan ga kebayang untuk nikah, disini juga dibahas😂 kelar ini pengen langsung beli buku melangkah searah jadinya 😂
bagus, bikin aku pribadi yang baca merefleksi diriku lagi, belajar lgi dan menguatkan lagi.
pernikahan itu, baiknya bukan hanya saling melengkapi, tapi pernikahan adalah dua orang kuat dan dua orang baik yang dipertemukan, untuk semakin baik dan semakin kuat, jadinya kebermanfaatan yang dirasakan sekitarnya semakin besar atau banyak, insyaAlloh...
hah!! jadi inget lagi buat banyak sabar dan syukurnya. gitulah.
Salah satu buku dengan jumlah bookmarks paling banyak yang saya punya, berisi kalimat-kalimat menyentuh dan terasa relatable dengan kondisi saya yang juga baru menjalaninya proses pernikahan. Membacanya secara perlahan dan menyesapi pesan di kalimat yang tertera merupakan hal yang sangat menyenangkan. Unik sekali cara Mas Gun dan Apik dalam mendefinisikan makna-makna dari berbagai kata mengenai pernikahan.
Ketika sedang mengupayakan sesuatu, ada kalanya kita bingung dan rasanya ingin berhenti saja. Jangan sedih karena pada saat itulah kita sedang 'ditemukan'. Ada yang menggerakkan kita untuk berhenti sebentar dan berbenah. Menata (kembali) arah yang akan dituju.
"Awali dengan niat yang baik, lalu diteruskan dengan setegar-tegar ikhtiar, diiringi dengan keikhlasan." (Apik)
Terima kasih sudah menuliskan buku ini. Dan bersyukur bacanya pas udah edisi yang pake tambahan bagaimana menjalani kehidupan sesudah prosesinya.
Buku ini sesuai judulnya membantu untuk menentukan arah, mendefinisikan ulang niat, tujuan dan harapan. Bahasanya mudah dipahami, ringan sekaligus dengan kedalaman makna.
Yes, buku ini berhasil memberi pemahaman yang lebih baik.
pemilihan kata-katanya yang menenangkan. ringan dan tidak penuh kata-kata puitis yang dilebih-lebihkan. caranya memuji dan mengartikan makna dari kehidupan dan juga kekaguman dengan apa yang Allah takdirkan sangat mendekati dengan apa yang saya rasa dan fikirkan
Sebuah buku tentang hikmah dalam berbagai elemen pada pernikahan. Mulai dari keluarga, pasangan, anak, rumah, dan lain sebagainya. Memberikan sudut pandang yang mungkin baru bagi sebagian orang mengenai pernikahan. Buku yang sangat direkomendasikan bagi setiap pasangan.
Bagaimana kita memaknai bahwa menikah tidak hanya menyatukan dua orang insan dan menjadi sebuah happy ending, namun menyadarkan kita bahwa pernikahan adalah sebuah awal untuk kolaborasi disertai tanggung jawab yang cukup berat.
buku yang ditulis oleh pasangan suami-istri (mbak apik dan mas gun) tentang pemikiran mereka, tentang pemahaman mereka, tentang cita-cita mereka dan hal-hal yang terjadi sebelum akhirnya saling menemukan.
Buku yang tepat untuk kembali merenungkan makna arah yang akan dibangun bersama. Buku yang membuat saya merenungi makna pernikahan lebih mendalam, terutama masalah "niat" Terimakasih mas gun dan mbak apik atas bukunya yg luar biasa!