Jump to ratings and reviews
Rate this book

Diary Pengantin #2

Ini Wajah Cintaku, Honey!

Rate this book
Bagi pasangan-pasangan yang sudah tercelup nilai tarbiyah keislaman, konflik-konflik yang muncul dalam rumah tangga tentu bukan masalah yang terlalu rumit untuk dicarikan solusinya. Disamping paham mengenai ungkapan Islam sebagai solusi , mereka tentu telah sama-sama memiliki tata nilai dan pola pikir yang selaras, sebagai buah akibat dari celupan tarbiyah.
Lantas, bagaimana jika konflik-konflik tersebut dihadapi pasangan-pasangan yang hampir tak tersentuh atau baru saja terkena celupan tarbiyah?
Di samping muncul keharuan yang menggetarkan dan kebahagiaan yang amat sangat, tentu banyak sekali kelucuan yang menggemaskan, saat pasangan-pasangan tersebut berupaya menyelesaikan konflik-konflik khas rumah tangga. Semua itu tergambar jelas dalam buku ini, Selamat menikmati !

Paperback

First published January 1, 2006

2 people are currently reading
41 people want to read

About the author

Tasaro G.K.

33 books556 followers
Tasaro (akronim dari namanya, Taufik Saptoto Rohadi, belakangan menambahkan "GK", singkatan dari Gunung Kidul, pada pen-name nya) adalah lulusan jurusan Jurnalistik PPKP UNY, Yogyakarta, berkarier sebagai wartawan Jawa Pos Grup selama lima tahun (2000-2003 di Radar Bogor, 2003-2005 di Radar Bandung). Memutuskan berhenti menjadi wartawan setelah menempati posisi redaktur pelaksana di harian Radar Bandung dan memulai karier sebagai penulis sekaligus editor. Sebagai penyunting naskah, kini Tasaro memegang amanat kepala editor di Salamadani Publishing. Sedangkan sebagai penulis, Tasaro telah menerbitkan buku, dua di antaranya memeroleh penghargaan Adikarya Ikapi dan kategori novel terbaik; Di Serambi Mekkah (2006) dan O, Achilles (2007). Beberapa karya lain yang menjadi yang terbaik tingkat nasional antara lain: Wandu; novel terbaik FLP Award 2005, Mad Man Show; juara cerbung Femina 2006, Bubat (juara skenario Direktorat Film 2006), Kontes Kecantikan, Legalisasi Kemunafikan (penghargaan Menpora 2009), dan Galaksi Kinanthi (Karya Terpuji Anugerah Pena 2009). Cita-cita terbesarnya adalah menghabiskan waktu di rumah; menimang anak dan terus menulis buku.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (12%)
4 stars
10 (30%)
3 stars
14 (42%)
2 stars
3 (9%)
1 star
2 (6%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Zahwa az-Zahra.
131 reviews21 followers
October 7, 2010
buku ini saya bawa waktu jalan-jalan ke Baluran, Jawa Timur. temen-temen satu tim perjalanan awalnya terheran-heran melihat saya bawa buku ini. pasti dalam pikiran mereka, "belum cukup umur". ah, tapi saya mah cuek aja. emang baca ini harus udah nikah dulu?

saya suka banget sama gaya penulisan Tasaro dalam buku ini. renyah, gurih, kriuk..kriuk.. halah.. pokoknya benar2 sebuah diary pengantin yang asyik untuk dibaca. dan makin menarik karena yang curhat adalah seorang pria. jadi tau lah gimana sudut pandang pria tentang masa-masa pernikahannya (terkesima waktu Tasaro cerita tentang bangganya dia saat namanya tertera dalam tagihan listrik. hoho..)

pada akhirnya, buku ini juga dibaca oleh teman2 saya. mereka pun ikut terharu dan cekikikan baca buku ini. selamat membaca!
Profile Image for Susie Ncuss.
78 reviews14 followers
October 19, 2012
bismillah...

membaca buku ini seperti memutar memori pernikahan yang masih berbilang bulan.
ya, kami masih tertatih menapaki quartal 3 tahun pertama.

sosok istri penulis membuatku ingin tersenyum sendiri karena kurang lebih, begitulah aku ketika mengekspresikan kesal. marah? pernah, satu kali. dan aku berekspresi dengan menangis. =D

begitulah umumnya situasi awal pernikahan, masih meraba-raba karakter pasangan =D. kadang terkaget2 ketika ada hal yang tak disangka akan dilakukan olehnya. kadang yang mengesalkan, namun banyak pula yang membuat pipi memerah. =D

nikmati tahun pertama, kedua, ketiga, seterusnya...
karena nanti, ada masa-masa merindukannya.

ini wajah cintaku honey...
#eaaa
Profile Image for Iqbal.
42 reviews8 followers
January 9, 2011
Ini hanyalah cerita-cerita sederhana. Berisi 22 kisah khas pengantin baru yang dituturkan bergaya diari. Hanya, uniknya, ini ditulis seorang lelaki yang berusaha menjadi suami terbaik bagi istrinya. Itu, terungkap lewat sub judul buku ini yang bertulis: risalah kesejatian seorang suami yang menempatkan istri benar-benar sebagai seorang bidadari. Sudut pandang seorang suami, sepertinya memang jarang-jarang dalam sebuah buku yang berisi catatan-catatan pernikahan ataupun pengasuhan bergaya diari.

Buku ini tipis, hanya 130 halaman saja. Ditambah gaya penulisannya yang renyah, gurih, dan mengalir, maka tak akan butuh waktu yang lama untuk segera menghabiskannya. Bahkan dengan sekali duduk. Tapi tentu saja, hikmah yang terangkum di dalamnya tak setipis halamannya. Hal-hal sederhana yang terlihat kecil ternyata mengandung banyak hikmah kala dituliskan secara jujur. Sebuah penegasan tentang betapa penting dan seriusnya kegiatan menulis ini. Bahkan untuk hal-hal yang terlihat sederhana dan teramat sehari-hari.
Dua puluh kisah dalam buku ini dimulai dengan judul ‘Pondok Mertua Indah Sekali’. Sebuah judul yang sudah jelas mencerminkan isinya. Sebuah kenyataan saat sang pengantin baru masih harus numpang di rumah mertua. Kata mertua, sudah menunjukkan kalau untuk sementara pengantin baru harus tinggal di rumah orang tua si istri. Bukan hanya karena saat itu si suami kerja di Bandung, sedangkan si istri masih harus bekerja lah yang membuat mereka memutuskan itu. Tapi, juga karena faktor ketiadaan dana untuk bisa memiliki petak sendiri dengan hanya mereka saja yang berada dalam naungannya. Dan ini lah perjuangannya. Perjuangan harus tinggal terpisah dan hanya menghabiskan akhir pekan saja bersama. Perjuangan, yang akan lebih banyak mengisi ruangan dalam buku ini.

Tasaro terlihat begitu jujur dalam menuliskan ini. Terlihat apa adanya, dan tak ditutupi. Itulah yang kemudian membuat kisah-kisah dalam buku ini terasa membumi. Terasa begitu dekat dengan kehidupan orang kebanyakan. Ada cerita tentang bagaimana ia mulai berburu rumah untuk ditinggali mereka berdua—mahalnya harga rumah, ada cerita tentang gorden yang aneh –inilah laki-laki yang tak memperhatikan hal-hal detail, ada cerita tentang oseng-oseng daun pepaya –saat suami punya makanan kesukaan yang tak juga disediakan istri, ada cerita tentang pakaian—saat si suami ingin istri berhijab sempurna tapi suami masih suka pakaian gaul, ada juga cerita tentang bagaimanakah seorang suami itu saat ditinggal sendiri di rumah.

Buku ini tentu saja penting. Penting untuk dibaca sebagai penyegar romantisme pernikahan, penting bagi seorang yang segera menuju pernikahan—tentang bagaimanakah pernak-pernik pernikahan itu. Ada senyum simpul membaca keluguan khas pengantin baru, ada semangat yang ditimbulkan, ada pencerahan, juga tentu saja ada haru yang tiba-tiba datang menyeruak secara amat lancang. Semuanya itu, bisa muncul dari sebuah rangkuman perjuangan yang tersaji apik dalam buku ini. Melalui buku inilah kita dapat melihat bagaimana perjuangan seorang Tasaro sebelum menjadi penulis mapan dengan karya-karya besarnya, yang seperti bisa kita saksikan kini.

Terakhir, ada petikan dialog tentang oseng-oseng daun pepaya yang cukup menarik perhatian dalam buku ini:

“Daun pepaya kan pahit, Kang?”
“Iya...tapi, Akang suka”
“Yang lain saja atuh”
“Lho, katanya akang suruh milih”
“Iya, tapi jangan daun pepaya”
“Ya sudah, kalau begitu apa saja boleh”
“Akang mah gitu. Jangan apa saja atuh. Saya kan jadi bingung”
“kalau begitu...”
“Oseng-oseng daun pepaya?! Nggak ah, apa saja, tapi jangan itu”
“Apa saja lah, terserah neng.”
“Akang mah”
“Ya, kalau disuruh milih, akang pingin daun pepaya..titik.”
“Nggak mau”
“Ya sudah..”
“Kang...”
“Daun pepaya!”
“Lainnya!”
“nggak ada yang lain”

Sampai sekarang, penasaran juga kenapa si istri tak mau memasakkan masakan istimewa bagi suami ini..

Buku ini, tentu saja layak diapresiasi.




Profile Image for Haya Najma.
Author 2 books10 followers
January 8, 2011
Bismillah...

Yappp... Cuma beberapa jam, aku berhasil merampungkannya. Tadinya memang agak malas, karena tulisannya kecil-kecil, tapi apa daya... Mau membaca Nibiru, aku tak sanggup kalau hanya membaca sedikit-sedikit, nanti saja setelah selesai ujian... dan liburan! Cihuuuyyy....

Isi buku ini tentang kehidupan pernikahan Tasaro yang bisa dikatakan perjuangan. Tapi memang di sanalah letak menariknya, bagaimana mengatur perekonomian, bagaimana pertengkaran kecil menjadi bumbu dalam rumah tangga.

Bahasanya yang masih tetap 'Tasaro banget' tapi lebih mudah dicerna daripada novel buatannya memang bikin nggak butuh waktu banyak untuk ngebacanya. Apalagi Syaamil memang salah satu penerbit kesukaanku selain GIP. Pas, untuk yang mau dan akan menikah. Ada pelajaran yang tidak teoritis di sana...
Profile Image for Agie Botianovi.
41 reviews1 follower
July 9, 2011
ah finally kelar juga...nyeleseinnya sambil baca jalan lho saking penasaran...hehe...
secara keseluruhan keren, terutama bagian pengaturan uang (terkesan aja dan pingin meniru) hehe...buat pengantin yang tepat 1 bulan juga kayak aku,, ini buku pertama yang kuhabiskan dalam statusku sebagai seorang "garwa"...hehe
Displaying 1 - 5 of 5 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.