Ada satu hal yang sering aku temuin di sini: everything comes with consequences. Jadi, pada dasarnya, nggak mungkin semua tokoh di situ punya kemampuan membunuh kalo moralnya nggak dipertanyakan. Kebanyakan dari mereka bahkan bisa membunuh karena udah dipersuasi, dan sering nggak sadar pas melakukan kejahatan itu.
Di vol. ini, kegelapan itu semacam jadi senjata makan tuan. Tanpa kegelapan, mereka nggak bisa menggunakan kekuatan itu. Tapi, dengan kegelapan yang dibiarkan mendominasi, mereka bisa kehilangan kewarasan. Dan menurutku, eksekusi ini dibawakan dengan natural dan mengalir banget. Cukup lewat adegan berantem dan adu kekuatan, inti ceritanya bisa disampaikan.
Apa itu termasuk moral value? Well, nggak tau juga. Beberapa orang bakal menganggap kekerasan ya kekerasan. Salah ya salah. Nggak mendidik ya nggak mendidik.
Cuman, permainan perspektif di dalam fiksi jelas jauh lebih menantang ketimbang cuma ngasih batesan baik dan buruk doang. Moral-moral yang perlu dipertanyakan kayak di Alive ini jelas lebih menarik, kreatif, dan fresh. Pembaca nggak cuma disuapi dengan nilai kebaikan yang kadang terkesan "you don't say, everyone knows that"; tapi juga diajak mikir dan menentukan keberpihakannya masing-masing.
And that's the perks of loving scifi/dystopia genre. 😚💞💕💝💖