Terpisah oleh jarak, waktu dan kebudayaan yang berbeda selama bertahun-tahun, mampukah mereka mengatasi konflik yang datang? Kedewasaan diri pun semakin dibutuhkan pada tahap ini. Kali ini bukan hanya sekedar cinta. Ada cita-cita yang juga harus diperjuangkan. Memaksa mereka memilih mempertahankan cinta atau cita-cita. Mampukah mereka melewatinya?
Asyraf : "I think we're almost broken." Veera : "Or maybe almost over."
“Nikmati saja apa yahg terjadi, manfaatkan kebersamaan sebaik mungkin. Selagi masih diberi kesempatan untuk bisa bersama sebelum kehabisan masa”
Dari awal baca sampai 2 bab terakhir konfliknya biasa-biasa saja, membahas seputar itu-itu saja; LDR, cemburu, rindu, dll. Dan setiap konflik selalu ada karakter penengah atau penenang yang bisa memberikan pelajaran. Aku cukup salut sama hubungan mereka yang tetap setia, sampai berpikir ‘apakah mungkin ada sosok seperti Asyraf di dunia asli?’
Hingga akhirnya kejadian meninggalnya Asyraf. Sedih, kenapa harus mati sih? Hal yang membuat Veera merasa sangat bersalah. Ternyata inti dari cerita adalah LDR tapi masih 1 dunia bukan masalah besar untuk dijalani, tapi LDR beda dunia adalah hal yang benar-benar sulit. Belajar tentang merelakan.
Aku suka paragraf terakhir dari bagian Epilognya. “Semua yang pergi memang untuk datang kembali. Di dunia yang sama dengan orang yang berbeda, atau di dunia yang berbeda dengan orang yang sama”.
Over all, aku kasih rate 3,5🌟
This entire review has been hidden because of spoilers.
Aku GAK klik-klop sama novel ini 🙊 . . Mengangkat tema yang sebenarnya cukup menarik menurutku yaitu LDR demi cita-cita yang biasanya pasti bikin baper, di novel ini pengemasan penulis untuk konfliknya menurutku terasa berputar-putar di situ-situ aja. . . . Aku belum pernah baca karya penulis sebelumnya. Tertarik baca karena katanya bakal di film-in plus novelnya ada di Ijak 😂 Proses baca gak ada dua jam udah selesai. Bukan kecepatan baca aku luar biasa tapi lebih karena banyak hlm² yang rasanya agak 'gimanagitu' jadi aku lewatin aja 🙈 . . Sebenarnya bahasa penulis sama sekali gak acak adul kok guys. Bahasanya enak buat diikutin. Tokohnya, awal2 muncul aku sempat suka. Endingnya juga gak ketebak bikin melongo. Tapi melongo aku sambil garuk² kepala, kenapa endingnya gitu ya? 😅 . . . Intinya, kesimpulannya, sepertinya kesalahan bukan pada novelnya tapi aku yang gak ada klik-klop sama bukunya 😂 Balik ke selera masing-masing ya
Ini bukanlah cerita wattpad pada biasanya yang 'katanya-bikin-banyak-orang-baper'. Sangat berbeda dari buku wattpad lainnya. Yang aku kurang seneng mungkin gaya penulisannya yang berat, sedangkan di konflik, tidak seberat pada bagian lainnya. Mungkin itulah yang aneh? 😂 Aku seneng banget sama sequel dari Annoying Boy ini! Ceritanya beda banget sama buku pertamanya, karena aku ga mau bocor atau spoil apapun ke kalian, jadi kalian mesti baca dua-duanya 😂 Sepertinya akan ada yang ke-3? Karena aku agak gimana gitu sama endingnya. Ambigu lah. Hehe..
Bahasanya enak, mengalir. Cuma alurnya berbelit belit. Padahal ending part partnya gitu gitu lagi. Tp cukup shock dengan endingnya. Hmm.. semoga buku selanjutnya ada perkembangan yg baik..
ga expect banyak sebenernya dari sequel ini, karena menurut aku cukup aja yang pertama. Tapi akhirnya tetep baca juga, karena penasaran.
Tulisanya masih serapih yang pertama, suasananya lumayan terbangun dengan kata-kata deskripsinya sampai membangun feeling banget. sampai-sampai kerasa banget sedihnya. Ceritanya cukup realistis dan tak di paksakan. Semua alur kisah cintanya terasa dekat. Tapi ada beberapa part yang terlalu cepat dan terburu-buru hingga rasanya aga janggal.