“Ya Tuhan, Jauhkanlah kami dari barang-barang yang tampak murah di online shop karena sesungguhnya kami tidak membutuhkannya. Amin”. Isi buku ini gak jauh-jauh dari pergadgetan dan persinyalan. Gak tau kenapa, diantara 3 buku #Ya Tuhan yang aku baca, ini yang paling flat.
"Berikanlah saya niat dan hilangkan segala kemalasan untuk mengisi blog saya yang sudah ada sejak 5 tahun yang lalu" Amin
HAHAHA Ini relate bangettttt. Karena aku punya blog yang udah laaaamaaa gak kebuka, dan entah apa jadinya. Btw, isi dari series #YaTuhan ini masih seru dan menyenangkan buat dibaca. Suka!
Disaat rasa lelah mulai muncul disaat saya sedang Readathon seperti ini dan saat ini saya sedang membaca dua buku dalam waktu bersamaan yaitu Bristol dan The Knife of Never Letting Go saya butuh penyegaran dengan buku-buku yang ringan dan mampu membuat saya tersenyum simpul. Akhirnya pilihan jatuh ke buku seri #Ya Tuhan ini dan ini adalah buku ketiga yang saya baca setelah #Ya Tuhan, monas, macet, doa. dan #Ya Tuhan, lapar, gosong, doa..
Inilah 5 Doa yang epic menurut saya dari buku ini : 1. "Ya Tuhan, Jauhkan anak dan pasangan kami dari ketergantungan akan gadget yang merenggangkan kemesraan kami. Amin" Seringkali saya melihat ketika satu keluarga sedang makan direstoran malah asik dengan gadgetnya masing-masingnya. Saya mengerti Gadget yang salah satunya smartphone berfungsi untuk mendekatkan yang jauh akan tetapi fenomena yang saya rasakan saat ini adalah smartphone menjauhkan yang dekat. Sudah tidak ada interaksi yang hangat antara satu sama lain. Buat apa waktu berkumpul bersama tetapi pada ujung-ujungnya sibuk dengan gadgetnya masing-masing? Jadi pengen nantangin diri sendiri ketika makan rame-rame siapa duluan yang mengangkat atau mengambil gadgetnya akan disuru membayari makanan orang didalam satu meja yang sama
2. "Ya Tuhan, Apakah saya benar-benar pendek dan kegemukan ya, kenapa yang komen di Instagram adalah mereka yang menjual obat peninggi dan pelangsing badan?" Hahaha ini seriusan deh saya suka bertanya-tanya kalau ada yang komen seperti ini. Promosi boleh aja tapi rasanya kurang tahu tempatnya paling kasihan lagi kalau momennya pas lagi sedih atau ada yang meninggal tapi para seller itu masih tetap mempromosikan obat pelangsing dan peningginya itu =___=
3. "Ya Tuhan, Berikanlah kesabaran pada para telemarketing, dan urungkanlah niat mereka apabila ingin memencet nomer saya" Jujur saya tidak suka jika dihubungi dengan para telemarketing bank yang menawarkan program ini itu dan bahkan dalam sehari bisa 3-4 kali ditelponnya. Ya ampun. Saya sangat berterima kasih karena saat ini handphone sudah dilengkapi auto reject number atau blacklist number. Sekali ketahuan yang telepon adalah telemarketing bank niscaya nomer anda sudah saya masukkan ke dalam aplikasi tersebut. *gondok banget ditelpon berkali-kali =__=a
4. "Ya Tuhan, Berikanlah saya niat dan hilangkanlah segala kemalasan untuk mengisi blog saya yang udah ada sejak 5 tahun yang lalu" Apa kabar dengan blog saya nereidmarine dan stitchingrendezvous ya? Belum lagi progress pembuatan blog buku saya T.T *nangis mewek
5."Ya Tuhan, Maafkan saya telah menjadi online stalker, sekarang saya menyesal jadi tahu dia lagi seneng sama orang lain..." MUAHAHHAHAA untuk yang satu ini paling ter-EPIC menurut saya. Maknyes banget rasanya ketika melihat gebetan ngetag cewek lain dengan caption "Aku senang menikmati senja bersamamu" *nangis gulung2
Membeli semua buku seri #YaTuhan kemarin sore di Gramedia Depok (ah sebenarnya Dena yang tetiba menunjukkan seri buku ini ke saya dan dia bilang ingin beli). Saya tak terlalu memperhatikan apakah ada urutan khusus dari buku seri #YaTuhan ini. Tetapi berhubung Dena terlebih dahulu membuka segel #Ya Tuhan, ponsel, .3gp, doa, maka buku inilah yang kemudian pertama kali saya baca. Meskipun judulnya mengandung unsur .3gp (yang catchy dan umumnya dikaitkan dengan hal tabu), namun hal-hal di dalam buku ini tidak sesempit itu. Kutipan doa-doa di buku ini menggambarkan keresahan sang penulis akan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini terkait dengan gadget dan teknologi. Buku ini seperti satir yang menggambarkan pahit manisnya menguasai (atau dikuasai?) perangkat pintar dan teknologinya.
"Ya Tuhan, ini sinyal apa pacaran sih, kok lebih sering putusnya dibanding lancarnya?"
Hal yang relate sekali dengan saya ada di doa\lima enam: "Ya Tuhan Semoga abang ojeknya cepet sampai..baterai tinggal 2%. Amin"
Lol.
Buku yang menyenangkan sebagai bacaan pertama di tahun 2017 ini. Membaca buku ini membuat saya merasa kembali "menapak bumi" haha ini lebay. Bagaimana ya, akhir-akhir ini saya merasa terlalu terpaku pada ponsel dan segala teknologi mencengangkan di dalamnya.
"Ya Tuhan, ini socmed apa lagi sih... berapa lagi yang harus saya pelajari?"
(Ya Tuhan hindarkanlah saya dari virus "kebutuhan bersosial media yang tinggi" dan jauhkanlah saya dari orang-orang yang toksik. Amin)
Buku yang ini mengambil tema tentang teknologi. Hubungannya sama ponsel, gawai, pulsa, sinyal, internet, terlebih tentang hal-hal yang berhubungan dengan sosial media. Dan tidak bohong, judul .3gp benar-benar memancing, hahaha, karena itu dikait-kaitkan sama hal-hal yang saru, meskipun ternyata judulnya cuma pancingan saja. Buku ini lebih kepada pahit-getir-manis-nya dampak teknologi dan orang-orang (manusia) di balik alat teknologi canggih yang mereka punya.
Ya Tuhan,
Sebetulnya dia merhatiin nggak sih, dari tadi saya cerita ngalor ngidul sampai jempol kram dan dia cuman jawab: :)
Yang jadi favorit saya yang ini nih =))
Ya Tuhan,
Maafkan saya telah menjadi online stalker, sekarang saya menyesal jadi tahu dia lagi seneng sama orang lain....
(Ya Tuhan, kok sedih. Saya juga kepingin seneng sama orang lain juga Tuhan. Aamiin.)
Yang ini lumayan, banyak yang relatable dan nggak banyak yang maksa atau serupa gitu. Saya rasa buku ini akan sangat-sangat relateable dengan kamu, yang membaca review ini. Sebab buku ini penuh dengan hal-hal yang umum dialami di masa ketika ponsel sudah pintar dan kuota internet sepenting makan nasi tiga kali sehari.
Judul: Ya Tuhan, ponsel, .3gp, doa. Penulis Adityayoga & Zinnia Penerbit: Gramedia pustaka utama Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2016 ISBN: 978-602-033434-9
Membaca buku Ya Tuhan, ponsel, .3gp, doa, banyak ngakaknya, karena rata-rata relate banget. Yang buat nyaman itu bukunya ringan, banyak humor, singkat, tipis, dapat dibaca beberapa menit saja, kumpulan doa-doa yang keren, dan ungkapan.
doa \ tiga delapan
Ya Tuhan Ya Tuhan Tuhan Kok dibaca doang sih?? Han?
___
doa \ tiga sembilan
Ya Tuhan,
Seberapa monyong bibir saya harus maju untuk layak selfie?
Seri terakhir dari #YaTuhan yang saya baca. (Sebenernya ketagihan juga baca yang model begini sih ya, biasanya yang kayak gini di Twitter aja paling bacanya). Tetap lucu, lebih ke cerita tentang ponsel, kehidupan yang lebih banyak pegang ponsel, sosial media dan kebiasaan penggunanya.
Ya Tuhan, Sesekali saya ingin dia menatap saya, bukan menatap ponselnya terus.
Kurasa ini buku yang paling bagus dan relate di antara seri #YaTuhan yang lain. Paling menggelitik dan menghibur, cukup dekat dengan kehidupan keseharian yang tidak lepas dari teknologi bernama: ponsel dan penghubungnya: sinyal. Lucu banget doa-doanya, dan ada beberapa yang kuaminkan dalam hati.
3,5⭐ yang dibulatkan jadi 4⭐! Rate terbaik yang kuberikan dalam seri ini.
Ya Tuhan, untuk buku seharga 35k idr sebenarnya curhatan digital ini bisa dinikmati dari akun Twitter yang berserakan di mana-mana. Tapi apa daya, mungkin saya butuh sesuatu yang 'tangible' belakangan ini.
Buku terakhir dari Adityayoga yang akhirnya berhasil kupinjam di ipusnas! Lagi-lagi bukunya tipis dan menghibur, cocok banget pas lagi butuh bacaan yang ringan. Aku selesaikan buku ini dalam sekali duduk, kurang dari 15 menit.
Kenapa malah saya jadi nggak paham sama konsep buku ini. Kenapa nggak diunggah di sosial media saja daripada dicetak jadi buku begini? Menurut saya justru jadi boros kertas dan esensinya terkesan cuma buat lucu-lucuan dan gemes-gemesan. Ah, saya bukan pasarnya? Persetan.