Hari pertama saat dilanda patah hati, langit runtuh. Dunia hampa. Orang-orang di sekeliling bagaikan patung-patung belaka. Segalanya menjadi tak berarti. Kamu seperti pohon mati yang tak lagi melihat gunanya matahari. Saat itu yang kamu pegang cuma satu: keyakinan, bahwa hari-hari yang berlalu pasti akan merenovasi segalanya.
Mulailah kamu mengembara dari toko buku ke toko buku. Mencari buku-buku yang bercerita tentang orang-orang paling malang di dunia. Buku-buku yang berkisah tentang tokoh-tokoh paling hancur di jagat raya. Meresapi kisah-kisah tragis mereka. Rupanya itu jadi obat. Minimal, menggiringmu ke pola pikir mutualisasi skala perbandingan, bahwa kamu bukan orang pertama yang dinistakan kehidupan, bahwa kamu tidak sendirian dalam kedukaan...
***
Buku ini menyajikan kumpulan tulisan singkat tentang banyak hal, baik peristiwa kecil sehari-hari maupun kejadian-kejadian unik tak terduga, yang terjadi saat ini maupun di masa lalu yang ada kaitannya dengan masa kini. Umumnya adalah perenungan dan penggalian nilai yang menyentuh persoalan sosial, agama, pendidikan, dengan filosofi ringan dan dikemas dalam gaya ungkap sastrawi yang indah, terkadang satir, adakalanya menikam, dan yang jelas cukup menggelitik. Sungguh bacaan yang amat sejuk, kaya, penuh makna, menghibur, sekaligus menginspirasi, memotivasi, dan membawa pencerahan.
Ini adalah ke dua kalinya pengalaman saya membaca buku kumpulan cerita, setelah sebelumnya saya pernah membaca buku kumpulan cerita dengan judul Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek karya Djenar Maesa Ayu. Bisa dibilang tema cerita yang di bahas dalam Dijamin Bukan Mimpi sangat jauh berbeda dengan karya Djenar Maesa Ayu tersebut. Musmarwan Abdullah lebih banyak mengangkat tema persoalan sosial, pendidikan, agama dan politik. Menurut saya kumpulan cerita yang terdapat dalam buku ini lebih banyak merupakan pengalaman pribadi sang penulis, yang banyak menyinggung pemerintahan dan peraturan yang ada di Aceh. Tak jarang juga di setiap cerita dimasukkan beberapa peristiwa yang terjadi di Aceh, seperti peristiwa tsunami, konflik Aceh - Jakarta dan aturan syariah Islam yang sangat ketat.
Buku ini dibagi menjadi empat bagian yang di dalam setiap bagian memiliki tema cerita yang berbeda-beda. Pada bagian pertama diberi judul dengan nama Cinta, Hidup, Keluarga, Sahabat, dan Masyarakat. Pada bagian pertama ini terdapat tiga dari empat puluh satu cerita yang saya sukai.
● Buste Houder
BH siapa gerangan? pikir gadis itu. Kenapa disampirkan di tali jemuran rumahku? Sungguh tidak beradab orang yang menaruhnya! Apakah pelakunya memang sengaja menjaili dan mempermalukan semua penghuni rumah ini? Pemuda itu, ah! Dia pasti mengira itu kutangku. Ya, ampun... (hal. 7)
● Semen Pracetak Jalan Rumah Geuchik
"Aku rasa semua orang Aceh, kalau sudah jadi pemimpin, tetap punya cara untuk lebih mementingkan dirinya, keluarganya, kroni-kroninya, dan tetangga-tetangganya terlebih dahulu dibandingkan rakyat kebanyakan. Jangankan tingkat pimpinan tinggi, tingkat kepala kampung saja pasti punya cara untuk berlaku tidak jujur dan tidak terbuka pada rakyatnya." (hal. 54)
● Kasus Kejiwaan
"Kita mengubah waktu gunung menjadi batu cincin. Batu cincin mengubah tatanan normatif menjadi langgam sopan santun terbaru. Terima Kasih. Kamu telah menambah bukti baru terhadap kebenaran sebuah tesis yang selama ini aku ragukan, bahwa manusia menciptakan benda-benda, dan benda-benda menciptakan manusia." (hal. 109-110)
Pada bagian kedua diberi judul dengan nama Cinta, Agama, Tuhan, Alam, Manusia, dan Setan. Saya hanya menyukai dua dari dua puluh sembilan cerita yang ada.
● Jadikanlah Aku Hamba Biasa Saja
"Ya Allah, jika Engkau memberiku kesempatan hidup entah beberapa lagi pada masa yang akan datang, walau dalam tubuh siapa pun-- tentu tak mungkin kusadari. Jadikanlah aku hamba biasa-biasa saja, yang penting aku bisa memuja-Mu dengan seserhana." (hal. 203)
● Ikhlas atas Segala Pemberian Allah
"Jangan membangun Ilusi ketergantungan pada apa pun yang kalian tunggu. Itu akan mengaburkan nilai kesabaran. Tugas kalian hanya menanam. Saat kapan dan siapa yang memanen kelak, itu bukan urusan kalian." (hal. 223)
Didalam bagian ketiga diberi judul dengan nama Cinta, Buku, Khayalan, Otak, Mesin, dan Kebajikan. Saya hanya menyukai dua dari sembilan belas cerita yang ada.
● Beda Manusia dengan Monyet
"Membaca membiasakan orang untuk berpikir. Membaca dapat mengurangi tindakan spontan manusia, yakni memanusiakan manusia. Orang yang suka membaca pasti terlatih berpikir setiap hendak bertindak sesuatu. Insting spontanitas kebinatangannya sudah ternetralkan oleh kebiasaan berpikir. Kenapa Tuhan menyuruh manusia membaca? Agar manusia tidak sepeeti mo-nyet!" (hal. 228)
● Buku Memang Kendaraan Ajaib
Orang dengan kemampuan bepergian terbatas, orang-orang miskin sepertiku, kendaraan kita adalah buku. (hal. 230)
Pada bagian terakhir yaitu bagian keempat diberi judul dengan nama Cinta, Realitas, Dunia Maya, Penderitaan, dan Rumah Sakit Jiwa. Dari dua puluh sembilan cerita yang ada, saya hanya menyukai satu cerita.
● Nyamuk yang Sok Filsuf
"Kalian boleh melakukan usaha proteksi diri dengan ketat dari gigitan kami, tetapi tidak dari kelalaian manusiawi yang siap menerkam di balik kesombongan dan kepongahan kalian sendiri." (hal. 295)
Secara keseluruhan buku ini berisi berbagai macam pesan dari sang penulis yang menyindir tentang pemerintahan, agama dan pendidikan yang disampaikan melalui bentuk tulisan yang mengelitik dan menginspirasi. Jujur saja saya kurang begitu bisa menikmati dan memahami semua ceritanya, tapi saya cukup terinspirasi dengan beberapa cerita yang ada.
Aku tidak pernah menyangka bisa memberikan rating 5 untuk sebuah kumpulan cerita. Mengingat beberapa kumcer-kumcer yang pernah aku baca lalu-lalu nggak meninggalkan kesan sebegitunya ke aku, tapi kumcer yang ini berbeda.
Buku ini dibagi menjadi 4 bagian yang mana akan berisikan cerpen-cerpen yang unik. Aku baru sadar di pertengahan kalau terkadang penulisnya sendiri pun dilibatkan dalam ceritanya, atau jangan-jangan sedari awal memang ini ditulis berdasarkan apa yang dialami penulisnya? Kalau iya buku ini keren banget sih memang.
Dari melihat covernya pun aku sudah menebak mungkin isi buku ini agak sedikit surealis dan mulai menerka-nerka seperti apa nantinya. Tapi setelah kubaca bagian yang surealisnya nggak terlalu mendominasi sih jadi nggak bikin kita terlalu mikir bacanya.
Gaya berceritanya enak dan mengalir, bikin pengen terus balik halamannya hingga selesai. Aku mulai berencana untuk cari-cari karya lain dari penulis.
Dan mungkin karena penulisnya orang Aceh, sangat kental nuansa Aceh di dalam buku ini. Sedikit banyak juga menyelipkan sindiran-sindiran halus di dalamnya.
Sesuai judulnya ceritanya memang inspiratif. Penuh sarkas dan kadang bikin tersenyum simpul atau menginggit bibir bawah. Konyol juga sih... Cocok untuk menemani hari-harimu yang kadang juga absurd. Bintang lima!
Buku gramed yang floopy banget👍 - ah andai novel-novel tebal lainnya juga bisa se-floopy ini.
Ada 128 cerita yang dipisah jadi 4 bagian dalam 340 halaman dan saking pendek2nya banyak yg cuma 2 halaman untuk 1 cerita. Kumcer yang juga banyak nyeritain perihal di Aceh. Banyak juga cerita yg satir tapi lucu, bikin ngakak bacanya.
Awalnya kirain ini buku kumcer misteri gitu karna liat judul dan covernya. Ternyata kumpulan tulisan dari sudut pandang penulis melihat masalah-masalah sosial yg ada. Berasa baca tulisan panjang influencer di sosmed. Dilama-lamain bacanya buatbintermezzo kap lagi bosen baca buku lainnua dan akhirnya selesai juga baca buku ini dalam beberapa bulan wkwk. Jd pengen baca buku beginian lagi.