Bagaimana jadinya jika masa lalu yang teramat kelam berdampak begitu hebat pada kehidupan di masa depan, bahkan terulang dalam bentuk yang berbeda? Sanggupkah Ni Luh Miranti berdamai dengan masa lalu orang-orang terkasihnya, apalagi ketika masa lalu itu tergambar jelas dalam tatapan kelam Kadek Bagus Adinata--lelaki kasar berhati salju yang setengah mati memperjuangkan Ni Luh Miranti di hadapan alam semesta?
Got nothing to say. Intriknya terlalu berbelit-belit. Masalah orang tua yang buntutnya malah mengganggu sang anak. Orang tua yang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada masa depan sang anak, dan saat ingin merubahnya, semuanya terlambat. Kesal juga dengan Om Kadek Bagus, tapi dia satu-satunya orang yang peduli pada Miranti, menggantikan orang tua yang tidak pernah ada untuknya.