What do you think?
Rate this book


200 pages, Paperback
First published November 1, 2011
“Asal kamu tahu, aturannya adalah jika sudah ada cowok ganteng di depanmu, nggak boleh ngomongin cowok ganteng yang lain. Itu melanggar hukum.” (hal. 95)
“Kalau begitu, coba Ibu liat mataku. Sebentar saja. Lihat aku sebagai Seruni, anak Ibu. Jangan lihat yang lainnya.” (hal. 186)
“Aku nggak menyesal kok telah menolongmu. Kan dalam pelajarang sekolah diajarin, kita harus saling tolong-menolong dengan siapa saja.” (hal. 33)
“Apa boleh buat? Kamu terlalu manis untuk dibiarkan sendirian. Pasti banyak cowok-cowok yang bakal mengerumunimu. Itu bahaya.” (hal. 197)