Saya selalu suka buku ber-genre self help motivation yang ditulis langsung oleh psikolog ataupun psikiater. Tidak hanya motivasi yang diberikan namun terdapat contoh kasus serta cara penyampaian yang diberikan terasa lebih tepat ketika dibaca lembar-perlembarnya.
Pada buku ini ada banyak point yang cukup berkesan, di antaranya:
Point yang membahas tentang ekspetasi: Disadari atau tidak, ekspetasilah yang cenderung paling menyakiti diri, layaknya bola api, terkadang ekspetasi juga dapat membuat hubungan kita dengan seseorang menjadi renggang. Point ekspetasi juga berkolerasi dengan point yang mengatakan "kamu tidak perlu dicintai semua orang."
Pada bab 5 terdapat bagian yang menuliskan: "Cinta adalah tentang mengizinkan luka." Jika hanya membaca judulnya saja, mungkin akan bertanya-tanya. Namun setelah membaca uraian lebih lanjut, ternyata ungkapan tersebut ada benarnya. Tidak ada orang di dunia ini yang energinya 100% sama dengan orang lain, sesuatu yang bernama cinta dibangun atas dasar saling menerima, bahkan untuk sampai ke jenjang pernikahan pun, seseorang harus bisa memilah, kekurangan seperti apa yang bisa ditoleransi dari pasangannya.
Dan tentunya pokok pembahasan yang mungkin juga banyak dibicarakan di buku self-help improvement lainnya. "Akan selalu ada kehidupan yang tak dimiliki siapapun." Segala sifat, kepribadian, dan cara setiap manusia mengambil keputusan di hari ini, tak lepas dari tempat mereka dilahirkan, dibesarkan, tumbuh, dan bertemu berbagai orang. Terkadang ada beberapa perselisihan yang tak perlu diperdebatkan dengan panjang, sebab dibalik itu semua, terdapat banyak latar belakang yang membuat seseorang dapat mengambil suatu kesimpulan.
Layaknya sebuah pohon, yang bisa kita lihat dari sisi akar, daun, dan batang. Bayangkan satu persepsi akan pohon saja mampu menghasilkan rangkaian perspektif yang beragam, hanya karena cara pandang yang berbeda, bukan berarti itu menjadi sesuatu yang salah. Seperti pilihan manusia untuk menikah dan tidak menikah ataupun pilihan seorang perempuan untuk menjadi wanita karir ataupun ibu rumah tangga, misalnya.