"The Stronger" karya August Strindberg menceritakan sebuah kisah bernuansa dialog satu arah di mana Nyonya Y yang pendiam dan Nyonya X yang vokal mengeksplorasi tema-tema seperti cinta, persaingan, dan identitas. Cerita yang sangat menarik ini dapat digambarkan dalam lima kalimat, cerita dimulai dengan Nyonya X, seorang aktris yang sudah menikah, berhadapan dengan rekan lajangnya, Nyonya Y, di sebuah kafe pada malam Natal. Melalui percakapan sepihak, Ny. X menuduh Ny. Y sebagai pengaruh negatif dalam hidupnya dan menyindir perselingkuhan yang dilakukan oleh Ny. Y dan suaminya Ny. X, Bob. Ketika percakapan berlangsung, ketegangan memanas saat Nyonya X menyadari bahwa meskipun Nyonya Y diam, dia sendiri telah dibentuk oleh preferensi dan hasrat Nyonya Y. Ketegangan menurun ketika Nyonya X menegaskan bahwa dia telah keluar sebagai pemenang, mengklaim cintanya pada Bob dan kehidupan keluarganya sebagai bukti kekuatannya. Cerita berakhir dengan Nyonya X meninggalkan kafe dengan penuh rasa kemenangan, menyatakan dirinya sebagai “yang lebih kuat”.
Saya pribadi merasa cerita "The Stronger" ini menarik karena strukturnya yang unik dan kedalaman psikologisnya. Ketegangan antara tuduhan bertele-tele Nyonya X dan kebisuan Nyonya Y mengundang pembaca untuk menafsirkan dinamika yang mendasarinya, menjadikannya bacaan yang menggugah pikiran. “Your soul crept into mine, like a worm into an apple, ate and ate... until nothing was left but the rind within” (hlm. 4), menyampaikan betapa besar pengaruh Nyonya Y terhadap diri Nyonya X, meskipun ia hanya diam. Eksplorasi Strindberg tentang hubungan dan identitas melalui subteks ini menarik bagi saya, meskipun kurangnya kejelasan tentang sudut pandang Nyonya Y membuat saya menginginkan lebih banyak kejelasan. Drama ini menawarkan perspektif baru tentang bagaimana seseorang memproyeksikan rasa tidak aman mereka kepada orang lain. Kesadaran Nyonya X bahwa Nyonya Y telah membentuk seleranya, seperti “your tulips...your colors...your authors” (hlm. 4), menggambarkan seberapa besar pengaruh eksternal yang dapat membentuk identitas dan perilaku orang. Hal ini mendorong saya untuk mempertimbangkan kembali bagaimana kita secara tidak sadar menyerap elemen-elemen dari orang-orang di sekitar kita. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya mengubah pandangan saya, namun hal ini memperkuat keyakinan saya akan pentingnya kesadaran diri dalam mendefinisikan identitas seseorang.
Secara sosial, cerita ini mengangkat masalah peran gender dan persaingan di antara para wanita. Obsesi Nyonya X terhadap kesetiaan suaminya mencerminkan ekspektasi masyarakat terhadap perempuan untuk memprioritaskan hubungan pernikahan mereka. Pernyataan sarkastik Nyonya X, “You can’t make conquests yourself, but you can steal away that love from others!” (hal. 4), menyoroti persepsinya terhadap Nyonya Y sebagai sebuah ancaman. Saya merasa keberatan dengan narasi yang mengatakan stereotip perempuan sebagai musuh bagi laki-laki. Ketegangan yang tidak terselesaikan ini membuat saya fokus pada konflik internal Nyonya X, bukan pada persaingannya. Karya ini mengingatkan saya dengan pengalaman pribadi saya tentang persaingan dan refleksi diri. Kesadaran Nyonya X bahwa identitasnya telah dibentuk oleh Nyonya Y mengingatkan saya pada saat-saat ketika saya secara tidak sengaja mengadopsi sifat atau preferensi dari orang-orang di sekitar saya. Drama ini membangkitkan kenangan tentang mempertanyakan jatidiri saya dan mendapatkan kembali aspek-aspek diri saya yang terasa benar-benar “milik saya”.
Terakhir, pesan dari cerita The Stronger berkisar pada keluwesan identitas dan kekuatan perspektif. Filosofi yang digunakan Strindberg menunjukkan bahwa kekuatan tidak terletak pada validasi eksternal, melainkan pada kesadaran dan penerimaan diri. Meskipun saya mengagumi tekad Nyonya X untuk mendapatkan kembali jati dirinya, perbandingan dan keraguan yang terus menerus membuat pernyataannya tentang kekuatan tampak rapuh. Dualitas ini membuat saya memikirkan kembali sifat kekuatan yang sebenarnya, apakah itu dalam keheningan Nyonya Y atau pernyataan vokal Nyonya X.