Jump to ratings and reviews
Rate this book

Peony's World

Rate this book
"Mimpi buruk akan tertahan dan hilang seiring munculnya sinar fajar pertama. Sedangkan mimpi baik akan lolos melalui lubang di tengah-tengah lingkaran."

Sejak kecil, Peony memiliki “bakat istimewa” yang membuatnya mampu menginjak di dua dunia, dunia nyata dan dunia ciptaannya. Bakat istimewa yang awalnya menimbulkan kesulitan ini, lambat laun membuat hidup Peony lebih berwarna.

Jovan, laki-laki yang membuat hidup Peony bukan hanya berwarna, tetapi terasa sempurna. Hingga sebuah kecelakaan maut merenggut Jovan dari sisinya.

Secara mengejutkan, Jovan muncul di dunia ciptaan Peony. Sejak saat itu, hidup Peony tak lagi sama. Keberadaan Jovan di dunia ciptaannya menuntun Peony ke sebuah buku tua, kisah keramat, dan sosok mengerikan yang mengincar nyawanya. Mengetahui hal itu, Jovan mati-matian melindungi, bahkan rela terpenjara di dunia ciptaan Peony hanya untuk menyelamatkan gadis itu.

236 pages, Paperback

First published September 13, 2017

4 people are currently reading
43 people want to read

About the author

Kezia Evi Wiadji

25 books48 followers
Kezia Evi Wiadji yang memiliki hobi traveling dan berkebun, sejak tahun 2011 menulis berbagai kisah tentang semangat hidup, inspirasi, dan pesan. Kezia berusaha melakukan yang terbaik, selama Tuhan memercayakan talenta menulis ini kepadanya.

Kezia dapat dihubungi melalui:
Instagram: keziaeviwiadji_official
Twitter: KeziaEviWiadji
Facebook: Kezia Evi Wiadji


Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (20%)
4 stars
23 (43%)
3 stars
14 (26%)
2 stars
3 (5%)
1 star
2 (3%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Okuta Otherside.
137 reviews24 followers
October 12, 2017
Let's have a confession first, I buy this book because of the cover. I thought there will be illustrations inside this book but unfortunately it's not. But even without any illustration inside, I really enjoyed this book. Enjoyed so much that I can read this book in one sitting but I decided to finished this book in 2 days 😆
The story is about Peony, a girl with extraordinary talent. She can make her own world and bring another person into it. She has a happy life, a handsome and caring boyfriend, a cheerful best friend and her mature boyfriend who become Peony friend too and also a warm hearted mom.
But then accident happened, and she lost her boyfriend who save her from the deadly crush. Peony who feel so sad about this then try to cheer up by going inside the world that she made. And in that world she meets her boyfriend. Is it his ghost? Why he live inside Peony's world? And who is the mysterious character inside this world that try to harm Peony?
At first I don't really like Peony character. She is kind of weak and cry baby. I know that she supposed to sad because she lost her boyfriend but this sadness part of the story is a bit too much for me. Her sadness took a long chapter that almost make me bored because of it.
And then Lola, Peony's best friend. She supposed to be a side kick character. But sometimes I think without intend her character is swallow Peony's character aside. It's okay if this story written in her POV, but because this book using a general POV so sometimes it's kind of confusing because her took a lot of part than the main character herself.
The writing itself is pretty good, it's enjoyable and interesting to follow. The story has a fast pace, the world building is not really on point because it's not get a lot of spotlight. What really on point is the interactions between the characters, the world that Peony create is not get a lot of explanation. Peony's world is the world where she can meet her boyfriend, that's it. No explanation about how her world looks like.
Aside from above, this book is fun and interesting. If you looking for a cozy read, this book will be a good choice for you.
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
February 26, 2019
Peony bisa dibilang hidup di dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia ciptaannya. Kemampuannya dalam merubah dunia nyata menjadi dunia ciptaannya merupakan kemampuan khusus yang dia miliki. Awalnya Peony merasa terbebani dengan kemampuannya itu. Namun, pada akhirnya Peony menjadi terbiasa dan bisa mengendalikannya. Terlebih lagi ibunya, Sandra, dan sahabat baiknya, Lola, bisa menerima kelebihan Peony tersebut. Kini Peony berniat untuk memberitahukan kemampuannya itu kepada Jovan, kekasihnya. Secara mengejutkan Jovan malah terlihat biasa saja akan kemampuan Peony yang bisa membawa Jovan ke dunia ciptaannya. Hanya dengan menyentuh rambutnya yang berwarna peach serta menggenggam tangan Jovan, Peony bisa merubah lingkungan di sekitarnya menjadi dunia ciptaannya. Dunia yang hanya bisa dimasuki Peony seorang.

Tidak lama setelah Jovan tahu akan kemampuan Peony sebuah kecelakaan menimpa mereka. Jovan dan Peony mengalami kecelakaan saat pulang dari Taman Safari bersama Lola dan pacarnya, Justin. Dalam kecelakaan itu Jovan harus merenggang nyawa akibat menyelamatkan Peony. Rasa kehilangan yang mendalam sangat dirasakan oleh Peony. Peony bergelung dengan kesedihan atas kepergian Jovan. Hingga suatu hari secara tidak sengaja Peony bertemu kembali dengan Jovan. Namun, pertemuan mereka tidak terjadi di dunia nyata, melainkan di dunia ciptaan Peony. Pada awalnya Peony merasa kaget sekaligus senang akan kehadiran Jovan di dunia ciptaannya. Akan tetapi ada satu sosok lain, gadis bertudung hitam, yang juga ikut masuk ke dalam dunia ciptaan Peony. Gadis itu akan muncul saat jam lima sore dan berniat merenggut nyawa Peony. Di balik rasa gembiranya akan kehadiran Jovan terselip rasa khawatir akan sosok gadis tersebut. Mengapa Jovan bisa muncul di dunia ciptaan Peony? Siapa gadis bertudung hitam tersebut?

Bisa dibilang Peony's World tidak sepenuhnya bertemakan fantasi, tapi juga ada unsur-unsur lain seperti misteri, horor, dan remaja. Semua unsur-unsur itu dimasukan ke dalam serangkaian plot yang terbilang rapi dan meningkat seiring berjalannya cerita. Kehidupan remaja yang dijalani oleh Peony juga terbilang hidup, di mana keluarga, sahabat, dan cinta ada di dalamnya. Saya suka dengan interaksi Peony dan ibunya, Sandra, yang terlihat natural dan penuh perhatian. Lalu persahabatan Peony dan Lola pun terbilang luwes dan lucu. Terakhir yang tak kalah menarik adalah hubungan cinta Peony dan Jovan yang miris sekaligus memancing tawa. Semua kehidupan remaja Peony itu dibungkus dengan misteri kemunculan gadis bertudung yang muncul dalam dunia ciptaan Peony. Di mana gadis tersebut mengincar nyawa Peony. Di sinilah cerita mulai membawa pembaca dalam sebuah tanya.

Peony's World sedikit mengingatkan saya akan novel Candrasa karya Primadonna Angela. Di mana kedua novel ini memiliki kesamaan, yaitu tokoh utamanya sama-sama memiliki kemampuan khusus yang menghubungkan mereka dengan dunia lain. Hanya saja Peony's World lebih terlihat dekat dan hangat dengan remaja lewat hubungan Peony dengan ibunya, sahabatnya, dan pacarnya. Hubungan dan komunikasi Peony dengan orang-orang terdekatnya menciptakan atmosfer kehidupan remaja yang menyenangkan, ceria, dan apa adanya. Terlepas dari unsur fantasi dan misteri yang ada, hubungan antar tokohnya merupakan kekuatan utama dalam novel ini. Saya suka akan manjanya Peony terhadap ibunya, candaan Peony dan Lola, serta perhatian Jovan terhadap Peony. Kekurangan dari novel ini menurut saya hanya terletak pada konfliknya yang masih terkesan lemah dan memaksakan. Secara keseluruhan Kezia Evi Wiadji sukses menuliskan cerita remaja yang tidak hanya sekadar menyenangkan untuk dilihat, tapi juga petualangan yang seru untuk diikuti.
Profile Image for Ratnani El Ratna Mida).
Author 11 books14 followers
October 13, 2017
Judul : Peony’s World
Penulis : Keziaa Evi Wiadji
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan : Pertama, September 2017
Tebal : 236 halaman
ISBN : 978-602-394-906-9

“Aku nggak percaya ada orang yang dilahirkan menjadi sisi baik atau si jahat. Menjadi baik atau jahat adalah pilihan orang itu sendiri.” (hal 189).

Hidup adalah pilihan. Ingin menjadi seperti apa adalah pilihan kita sendiri. Oleh karena itu, kita tidak bisa menyalahkan takdir.

Mengambil genre fantasi, tentu saja membuat novel karya Kezia Evi Wiadji ini berbeda dengan novel-novel sebelumnya, yang lebih bertajuk genre romance realis. Namun jangan khawatir meski mengusung tema yang berbeda, Kezia ini tetap lues dalam mengeksekusi ceritanya. Baik itu dari segi pengemasan cerita, karakter para tokoh hingga alur dan plot yang penuh dengan kejutan. Jadi bisa dibilang novel ini adalah terobosan baru bagi penulis, juga hidangan baru untuk pembaca buku-buku Kezia. Masih tidak jauh-jauh tentang cinta dan persahabatan, novel ini patut dibaca menjadi teman yang menyenangkan.

Novel ini sendiri berkisah tentang Peony yang sejak kecil memiliki sebuah kekuatan istimewa—dia bisa berada di dua dunia—dunia nyata saat ini, juga dunia lain ciptaan Peony sendiri. Pada awalnya tentu saja Peony kaget dengan kemampuan itu. Apalagi gara-gara kekuatan itu dia sering salah jalan dan sering bingung. Namun lambat laun akhirnya Peony bisa mengendalikan kekuatannya tersebut. Kekuataan ini-lah yang akhirnya sering dimanfaatkan Peony dan sahabatnya Lola untuk diam-diam kabur ke dunia lain kalau sedang suntuk dan bosan.

Selain memiliki sahabat yang super baik dan super resek juga, Peony juga memiliki seseorang yang membuat hatinya selalu berbunga-bunga. Dialah Jovan, sosok yang sangat berharga bagi Peony. Seseorang yang telah memberi warna-warni dalam hidupnya. Namun siapa sangka, kebahagiaan itu tak selamanya berada dalam genggaman Peony. Di suatu hari yang tidak terduga, Jovan dinyatakan meninggal karena sebuah kecelakan. Tentu saja kenyataan itu membuat Peony sangat sedih dan terpukul. Dia kehilangan senyumnya. Peony juga jadi malas ke dunia ciptaannya karena terus menyesali kepergian Jovan.

Hingga di waktu yang tidak terduga, ketika Peony tiba-tiba rindu menjelajahi dunia ciptaannya, dia pun membuka jalan untuk memasukinya. Dan di sana, Peony hanya bisa terdiam dan ternganga. Dia tidak pernah menyangka bisa melihat lagi seseorang yang telah dinyatakan meninggal. Kenapa Jovan hadir di dunianya? Bukankah seharusnya orang yang meninggal itu pergi ke akhirat? Itulah berjuta pertanyaan Peony.

Dan pertanyaan Peony semakin betambah, ketika tiba-tiba Jovan berpesan agar tidak masuk ke dunia ciptaannya di atas jam lima sore. Konon kata Jovan, akan ada bahaya besar yang mengancam keselamatan Peony. Benarkah apa yang dikatakan Jovan? Dan siapa sosok yang ingin mencelakai Peony?

Selain pertanyaan-pertanyaan itu masih banyak pertanyan yang menggelitik yang pastinya akan membuat penasaran. Karena dari pesan yang Jovan sampaikan, ternyata hal itu membawa Peony pada sebuah kisah kelam di masa lalu yang tidak terduga melalui buku tua yang tidak sengaja ditemukan.

Membaca novel ini, kita seperti diajak berkelana dari dunia nyata menuju dunia imaji lain yang mendebarkan. Karena di dunia Peony, akan ada banyak kejutan yang tidak pernah terduga. Ada kesedihan, kegembiraan juga ketegangan yang membuat berbagai rasa saat membacanya.

Dengan gaya bahasa yang renyah dan gurih akan membuat kita betah membaca kisah ini hingga selesai. Selain itu novel ini memiliki keunggulan dalam permainan alur yang membuat kita akan terus dan terus penasaran sampai akhir.

Membaca novel ini saya belajar tentang bagaimana memaknai kehilangan. Bahwa hidup dan mati itu sudah ketentuan Tuhan. Kita harus ikhlas dan mulai menata diri, agar tidak terjebak terlalu lama dari kesedihan. Jadihal kuat dan tegar.


Ada juga pesan bagi siapa saja untuk tidak memelihara sikap iri. Karena pada akhirnya rasa iri dan dengki akan merusak diri sendiri. “Perbuatan adalah cermin isi hati. Perasaan iri dan mementingkan diri sendiri, memyebabkan kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.”

Atau baca review buku lain di blog ini http://tulisanelratnakazuhana.blogspo...
Profile Image for Lila Cyclist.
857 reviews71 followers
October 3, 2017
Etah kenapa saya cukup tertarik dnegan sinopss cerita ini ketika buku ini baru saja masuk Scoop, akhirnya, tanpa berpikir panjang, saya mengunduhnya. Dan saya langsung membacanya? n/ggggaaa lah. Biasa, nginep cukup lama dulu, setelah melewati beberapa manga, anime dan Jmovie, baru lah saya mulai membacanya.

Ternyata oh ternyata, I was hooked by its story...

Well, saya mmang jaraang membaca cerita dengan genre setengah fantasy horor begini. Jadi ya, saya ngga pembanding. Aman lah hahaha...


Peony adalah gadis SMA biasa dengan kemampuan yang luar biasa: dia mampu menicptakan dunianya sendiri dan masuuk ke dalamnya. Ia bahkan bisa mengajak orangtuanya, temannya, bahkan pacarnya ke dalam dunia ciptaannya. Bayangkan kalau kamu memiliki kemampuan acam Peony ini, mau kemana hayoooo? Dengan banyaknya dorama atau Jmovie yang saya tonton, kayaknya saya mau ke jembatan legendaris dimana Aki ketemu Riko di film Kanojo wa kini no uso #halah hahaha....

Kehidupan Peony terasa sempurna dengan hadirnya ibu yang mengasihinya, sahabat karib yang menyayanginya, Lola, dan tentu saja Jovan, si pacar yang menyanjungnya. Kehidupannya berbalik 180 derajat ketika kecelakaan merenggut Jovan dari sisinya. Dunia serasa hancur tanpa Jovan di sisinya.

Tapi ternyata Peony tidak terlalu lama bersedih hati, ternyata di dunia ciptaannya, Jovan muncul, berbincang dengannnya, layaknya Jovan yang masih segar bugar. Sayangnya, Peony tak bisa berlama-lama di dunia dimana ia bertemu dengan Jovan, karena kemampuannya belum sejauh itu, dan ada roh jahat yang mengincarnya setiap jam 5 sore.

Kisah selanjutnya adalah bagaimana Peony dkk memecahkan masalah tentang roh jahat yang selalu muncul di dunia ciptaannya setiap jam 5 sore. Lumayan seru sih. Dengan memadukan kepercayaan dan hasil googling, mereka memiliki cara untuk menghadapi si roh jahat.

Ini adalah perkenalan saya yang pertama dengan si penulis. Awalnya, saya pikir ini adalah karya pertamanya, sehingga saya antusias mengunduh ebooknya di Scoop, dengan harapan bisa saya masukkan ke dalam reading challenge Debut author. Ternyata si mbak penulis ini sudah banyak karyanya looo... hahahaha.... Asem :D Dari segi ide, bagus sih, sedikit mengingatkan saya pada dunia paralel, yang sudah banyak filmnya atau manga yang memiliki ide tentang dunia paralel, Untuk dunia ciptaan macam begini, terus terang baru buat saya. soo, it's cool.

Sayangnya, ada beberapa yang menjadi pertanyaan saya, mengapa selama ini, sebelum Jovan meninggal, Peony belum pernah bertemu dengan si roh jahat? Tidak ada keterangan kapan saja Peony 'piknik' ke dunia ciptannya. Buat anak SMA, saat yang tepat tentu saja pada malam hari, saat dimana mereka sendiri, atau sedang selow ngga ada pe-er. Alih-alih malam hari, Peony sering kali mengajak Lola 'piknik' di saat sekolah, ketika school break atau seusai sekolah. Eh, mereka ini ngga ikut full day school apa ya? hmmm.... Sebenarnya saya ngga masalah dengan gaya penulisan atau gaya ngomong para karakter disini karena tentu saja target market novel ini untuk teenlit, bukan buat saya :D Tapi kadang bikin kesal juga ketika Mama Peony menemukan buku legendaris milik neneknya yang mungkin memegang kunci tentang roh jahat itu. Sudah jelas itu dari neneknya, Peony dengan lugunya ngomong, 'Ma, ini bukan buku baru ya? Kertasnya beda dengan buku-buku baru lainnya." YA IYALAAAHHH... Liat fisiknya aja pasti sudah kentara kalo itu buku lama, mau dicium? silakan, kalo ngga bersin-bersin hahaha.... Tapi saya suka dnegan konsep tulisan di buku itu yang hanya bisa dibaca dengan.... #ntar spoiler :D

Overall, saya cukup suka dengan novel teenlit ini. Kalau saja saya membacanya sedikit lebih sore, mungkin bisa selesai dalam sekali duduk. Tapi karena saya harus tidur, maka novel ini saya selesaikan esok harinya, meski malamnya saya sempat mimpi dikejar sesuatu yang lumayan seram. Duh, segini aja saya merasa seram, gimana nonton film horornya mas Joko Anwar, coba?
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
October 18, 2017
“Aku nggak percaya ada orang yang dilahirkan menjadi si baik dan si jahat. Menjadi baik atau jahat adalah pilihan orang itu sendiri.” (hal. 189)

“Mimpi buruk akan tertahan dan hilang seiring munculnya sinar fajar pertama. Sedangkan mimpi baik akan lolos melalui lubang di tengah-tengah lingkaran.” (hal. 226)

Mengangkat genre fantasi dan misteri dengan nuansa magis, novel remaja ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Apa lagi, baru kali ini memang saya membaca novel karya penulis Indonesia yang berani mengusung tema kemampuan ‘berpindah tempat’ dan kaitannya dengan dreamcatcher. Di halaman awal, terdapat ilustrasi cantik yang mengajak saya berkenalan dengan keempat tokoh utama: Peony, Jovan, Lola, dan Justin. Menggunakan POV orang ketiga dan alur maju yang sesekali dipadukan alur mundur lewat kilas balik kenangan yang ditandai dengan huruf yang dicetak miring, saya diajak bertualang ke dunia Peony yang magis namun tetap dekat dengan dunia remaja pada umumnya. Alurnya relatif cepat, gaya bahasanya ringan dengan pemilihan bahasa yang tergolong baku alih-alih bahasa gaul dengan gue-elu. Plotnya logis, dengan penyajian teka-teki, rahasia, dan petunjuk yang diungkap satu demi satu sehingga saya betah membaca hingga akhir.

Berbicara tentang penokohan, karakter Peony sebagai pusat kisah cukup kuat. Dia digambarkan tak berbeda dari gadis remaja pada umumnya dalam keseharian, dengan sahabat dan kekasih yang menyayanginya dengan tulus. Secara fisik, saya suka penggambaran ciri khas Peony dengan sejumput rambut peach-nya. Demikian juga dengan sosok Jovan, remaja laki-laki cerdas, baik, dan bersikap melindungi. Mereka berdua ini pasangan yang serasi dan kompak. Lola di lain pihak, ceria, selalu ingin tahu. Setia kawan dan suportif, meskipun di cukup banyak kesempatan dia bisa menjengkelkan juga dengan sikap sok pemberani dan keras kepalanya yang merepotkan dan ‘merusak’ suasana. Justin kekasih Lola menjadi penyeimbang, apa lagi dia adalah yang tertua dari empat sekawan ini. Sikap Justin walaupun kadang jail, lebih dewasa dan menjadi pendukung yang selalu ada saat dibutuhkan. Saya suka dengan kisah persahabatan dan kekompakan mereka, juga fakta bahwa meskipun tak dikaruniai bakat istimewa, Lola, Justin, dan Jovan diberikan peran penting dalam alur cerita. Sosok Sandra sebagai mama yang penyayang sekaligus misterius dengan rahasia keluarganya juga berhasil menyedot perhatian saya.

Hal lain yang saya sukai dari novel ini adalah momen-momen kemunculan sang sosok bertudung hitam dalam dunia ciptaan Peony, yang meskipun tak banyak ‘drama’ tapi entah mengapa selalu sukses membuat saya merinding. Kak Kezia berhasil menciptakan aura mencekam dalam setiap kemunculan sosok ini. Dan bagian jelang akhir yang menegangkan, bersamaan dengan dibukanya petunjuk demi petunjuk menjadi bagian paling favorit saya. Saya juga puas dengan akhir yang disuguhkan, meskipun tidak menampik bahwa saya ingin ada kelanjutan kisah, dengan petualangan baru dari Peony dan kawan-kawannya. Saya rasa, kisah ini masih dapat dikembangkan lagi menjadi jauh lebih menarik dan menantang, terutama dengan kehadiran satu tokoh baru. Apakah kira-kira Kak Kezia bersedia mempertimbangkan hal ini? 

Bagi pembaca remaja, novel ini menawarkan pengalaman membaca yang baru dan seru dengan pesan moral yang disisipkan dengan apik. Very recommended.

“Perbuatan adalah cerminan isi hati. Perasaan iri dan mementingkan diri sendiri, menyebabkan kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.”






Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
February 23, 2018
Ketiga kalinya membaca novel karya kak Kezia. Kalau dua novel sebelumnya bertema cinta dan persaudaraan, kali ini kita diajak ke cerita dari yang benar-benar beda dari biasanya. Karena kakak Princess dari awal kenal karya kak Kezia, romance yaaa
.
.
Disini kita diajak untuk ikut menyelami dunia yang Peony ciptakan hanya untuk Jovan. Sampai akhirnya dia melihat sosok yang bikin kembang kempis muncul. Sukses bikin kakak Princess kebayang-bayang. Kayak gini nih, kalau imajinasi kakak Princess ketinggian, suka susah lupa. Apalagi kan di novel ini, detail menceritakan gimana sih dunia Peony itu
.
.
Peony memiliki sahabat yang cukup pengertian. Tapi, terkadang Lola menjadi menyebalkan jika dia tiba-tiba bikin suasana jadi aneh. Dan selalu ada kejadian yang timingnya nggak tepat dan bikin gemay abis. Petunjuk-petunjuk yang berserakan dan kemudian diungkap satu per satu membuat emosi kakak Princess campur aduk. Bikin berdebar dan penasaran
.
.
Banyak hal yang bisa didapatkan di novel ini, yaitu cinta, keluarga, persahabatan dan dunia magic. Novel ini berbeda dari novel-novel bertema sama, karena banyak emosi yang dituangkan disini. Ketakutan, kesedihan, kebahagiaan, dan ketulusan. Berharap banget akan ada sequel untuk novel ini. Mungkin dengan kisah yang lebih menantang, lebih dark, dan lebih magic lagi. Endingnya benar-benar nggak nyangka banget lho. Kamu mencari kisah magic tak biasa, kakak Princess rekomendasikan novel ini untjk kamu baca
Profile Image for Ratna Sari.
308 reviews12 followers
October 27, 2017

"Aku nggak percaya ada orang yang dilahirkan menjadi si baik atau si jahat. Menjadi baik atau jahat adalah pilihan orang itu sendiri." (hlm. 189)
🎃
Sejak blurb novel ini dibocorkan di timeline penulis dan penerbitnya, aku sudah penasaran sekali dengan kisahnya. Terlebih saat mengetahui bahwa genre novel ini adalah gabungan antara fantasy-horor-romance, wow rasa penasaranku semakin bertambah.
🎃
Kisah Peony's World ini dibuka dengan prolog yang mencengangkan, seakan penulis sengaja membuat "warning" kepada para pembaca yang ingin memasuki dunia Peony. Dengan alur maju-mundur (cantik), penulis berhasil membawaku ke dalamnya. Tak heran, semakin lama kubaca semakin terasa "page turner"-nya. Bagian yang aku suka adalah kisah si kembar yang diceritakan di buku tua, rasanya "feel" fantasinya dapet banget.
🎃
Masih dengan ciri khasnya, penulis selalu menggambarkan hubungan yang hangat antara si tokoh utama (Peony) dengan keluarganya (dalam hal ini Sandra, Ibunya) dan sahabatnya (Lola). Tak lupa juga interaksinya yang lucu khas remaja dengan sang pacar, Jovan. Hmm... bikin gemes-gemes manja.
🎃
Aku sangat mengapresiasi keberanian penulis untuk keluar dari zona amannya di genre romance. Aku yakin itu sangat tidak mudah dilakukan. Dan menurutku hasilnya cukup berhasil. Aku merasa kisah Peony's World ini bisa lebih dieksplor lagi. Mungkin dijadikan book series (?) 😌 hohoho...
🎃
Profile Image for Eugenia.
209 reviews8 followers
November 25, 2017
"Bagaimana caramu bisa ada di dunia ciptaanku?" (Peony, hal.61)

Peony memiliki bakat istimewa. Ia bisa berpindah tempat ke dunia ciptaannya.
Akhir-akhir ini, bakat tersebut menjadi hiburan baginya. Sampai Jovan, pacarnya, tewas dan malah muncul kembali di dunia ciptaannya! Tentu saja, Peony akhirnya senang. Itu berarti dia masih bisa bertemu dengan Jovan, kan? Tapi, sampai kapan? Terlebih, rupanya tak hanya Jovan yang muncul di sana, tapi juga sosok mengerikan berkerudung hitam.

Sebenarnya apa yang terjadi?
Bersama dengan buku tua warisan dari neneknya, Peony berusaha menemukan jawabannya. Tak hanya menemukan rahasia-rahasia di masa lalu, Peony pun belajar tentang artinya pengorbanan, kehilangan, sekaligus persahabatan.

Sebagai pembaca setia karya Kak Evi, kali ini rasanya takjub sekaligus terkejut mendapati Peony's World yang bergenre fantasy-romance. Seperti biasa, dengan bahasa yang lincah dan ringan, Kak Evi menggambarkan dunia remaja yang manis dan penuh cinta. Namun tak hanya itu, di dunia Peony ini juga terdapat misteri yang harus dipecahkan. Belum lagi aroma fantasi yang membuat cerita semakin menarik. Pokoknya menegangkan sekaligus menyenangkan, deh.
Selamat membaca, ya!


Profile Image for Didi Syaputra.
53 reviews13 followers
January 17, 2019
"Tempat teraman. Sekaligus paling tidak aman."

Sejak kecil, Peony memiliki "bakat istimewa" yang membuatnya mampu menginjak di dua dunia, dunia nyata dan dunia ciptaannya. Bakat istimewa yang awalnya menimbulkan kesulitan ini, lambat laun membuat hidup Peony lebih berwarna.

Jovan, laki-laki yang membuat hidup Peony bukan hanya berwarna, tetapi terasa sempurna. Hingga sebuah kecelakaan maut merenggut Jovan dari sisinya.
________
Membaca Peony's World kita tidak hanya diajak ikut masuk ke dunia ciptaan Peony. Tetapi lebih dari itu. Kisah Peony dan dunianya benar-benar menarik untuk disimak. Sebagai Pecinta Fantasi, kita akan diajak berpetualang dalam dunia baru yang cukup menegangkan, bahkan penuh misteri.

Selain itu, kita juga diajak menyelami kisah manis percintaan Peony-Jovan dan Lola-Justin. Kekoplakan Justin yang selalu bikin terkekeh. Dan sosok pelindung Jovan yang selalu berhasil membuat wajah Peony merona. Complicated. Really good!

"Mimpi buruk akan tertahan dan hilang seiring munculnya sinar fajar pertama. Sedangkan mimpi baik akan lolos melalui lubang di tengah-tengah lingkaran." -Hlm. 226

Pernah punya 'Dream Catcher'?
Temukan kisah menariknya di sini yaaa.
Profile Image for Erin  F.
135 reviews1 follower
April 24, 2019
Buku fantasi yang super ringan tentang gadis SMA yang dapat menciptakan dunia ilusi. Siapa sangka dibalik kemampuannya yang unik tersebut terdapat bahaya besar yang mengancam nyawanya. Namun, Peony beruntung karena sang kekasih menjaganya. Walau tidak seindah kenyataannya karena mereka kini berada di dunia yang berbeda. Perlahan misteri itu terungkap, tentang bagaimana kekuatan itu bisa dimiliki Peony dan bagaimana cara menyelamatkan diri dari kegelapan.

Membaca novel ini sejujurnya asyik-asyik saja, hanya aku kurang greget dengan konfliknya. Kalau kata Mba Syahrini kurang cetar. Tapi, rekomen loh yang sedang mencari buku fantasi ringan.
Profile Image for Vio Reads.
146 reviews
April 8, 2019
Lumayan mengibur. Walaupun karakternya banyak tapi ga bikin bingung 👍dan covernya cakep 😂.
Profile Image for gh.
114 reviews
October 2, 2021
"Mimpi buruk akan tertahan dan hilang seiring munculnya sinar fajar pertama. Sedangkan mimpi baik akan lolos melalui lubang di tengah lingkaran."
.
Buku fantasi pertama yang aku baca sewaktu usia 14 tahun (tp baru sempat review sekarang, karena masih tersusun di rak buku)
Karena buku fantasi pertama dan sewaktu itu juga baru mulai baca novel, jadi aku gk bisa membandingkan dengan buku lain, kesan bagus atau tidaknya. Tapi secara keseluruhan, aku enjoy sama ceritanya, setidaknya bisa diikuti dan aku selesaiin bukunya.
.
Bukunya gak tebal, cuman 231 hal tapi rasanya panjang, mungkin ini efek karena menggunakan alur bolak balik. Baca buku ini akan membuka dunia imajinasimu, dan disitulah semua aksi tergambar.
Rekomen buku ini untuk siapa saja yang ingin terjun ke fiksi fantasi karena penggunaan bahasanya yg ringan dan jumlah halaman yang kurasa tidak terlalu banyak.
Menurut aku, buku ini adalah salah satu karya lokal yang bagus.
.
(endingnya sempat bikin terharu T-T)
Profile Image for Latliah.
25 reviews1 follower
May 13, 2024
Not bad
Konsepnya sudah bagus, plotnya juga.
Cuma gaya penulisan aja yang kurang (sama kalau boleh kasih saran untuk nama-nama atau istilahnya mungkin bisa lebih di tingkatkan lagi ke yang lebih..entahlah 😭 tapi paham kann)

Tapi bukunya enjoyable dan anehnya ga cringe juga.
Profile Image for Apple Drewberry.
21 reviews
January 22, 2022
aku lupaaaaaa isi bukunya gimana soalnya udah lama banget bacanya, tapi di hpku aku kasi bintang 4 jadi disini aku kasih bintang 4 juga hehehe
Profile Image for R-Qie R-Qie.
Author 4 books9 followers
February 5, 2022
Ceritanya berjalan mengalir. Kisah fantasi dibalut hubungan hangat ibu dan anak serta keseruan pergaulan remaja. Tidak ada kejutan berarti tetapi cukup seru untuk dinikmati. Tiga bintang.
15 reviews
October 13, 2022
Bacaan yang menurutku berunsur fantasi, penulis bisa membawa saya merasakan ketegangan ketika roh jahat mencoba untuk menyakiti peony, diikemas dengan bahasa yang mudah dan seru
Profile Image for Fauzia Salma.
33 reviews
October 23, 2020
Buku ini sebenernya ceritanya keren, tentang Peony yang mampu menciptkan sebuah dunia miliknya sendiri, singkatnya dia bisa mengungsi ke tempat yang dia ciptakan dan menarik orang lain ke dalamnya. tapi bukan kayak kekuatan Kamuinya Tobi (Naruto) yang ngehisap orang ke dimensi lain. kekuatannya lebih kayak proyeksi ilusi yang bisa dirasakan oleh orang.

Konsep dan penyelesaian konfliknya dah bagus, apalagi di ending terasa kayak insidious gitu. tapi buatku penceritaannya agak gagal dalam menyampaikan pembangunan suasana. mungkin karena terlalu banyak bercanda.

Jadi saat 'peperangan' (kenapa nggak pertarungan aja sih namanya x'D peperangan itu banyak lawan banyak kesannya) itu suasana tegangnya simpang siur ketimpa percakapan2 mereka, sama kayak pas baca buku diari atau menyelidiki tentang Lucifera. dan aku nggak tau kapan harus sedih atau menertawai hidup kalau jadi Peony saking loncat-loncatnya perasaan di buku ini.

Poin plusnya ada di konsep cerita tentang Dreamcatchersnya dan.. Jovan mungkin/?/ dia terlalu unyu untuk mati :') mungkin kalau aku lebih muda aku akan bisa lebih menikmati ceritanya, but at least, quite nice.
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.