Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seikat Kisah Tentang yang Bohong: Kumpulan Cerita Pendek

Rate this book
Seperti apa marahnya nenekku ketika tahu aku sedang berlatih menjadi sejenis pembohong, sangat menikmati menjadi jenis pembohong, dan begitu bangga ketika kebohonganku diterima banyak orang bahkan dijadikan berhala oleh banyak orang?

194 pages, Paperback

First published November 23, 2016

5 people are currently reading
65 people want to read

About the author

Berto Tukan

8 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (11%)
4 stars
14 (26%)
3 stars
24 (46%)
2 stars
8 (15%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Win.
2 reviews
January 25, 2019
The book is composed by short stories happened around urban society. Describing various things through different points of view, the stories catched reader's attention by a story of a banner in a cafe. You may imagine how the drawing was painted so that looked so alive. The appearance put a man into a blind feeling and raises curiosity of people in the place. How does the drawing explained then? Experience the feeling of curiosity by reading these awesome stories!
Profile Image for A N P.
59 reviews4 followers
July 15, 2019
Beberapa kali saya membaca sebuah buku kumpulan cerita pendek, rasanya tidak ada yang sekuat buku Berto Tukan ini. Semua kisahnya memadukan fakta dan fiksi, secara tersirat dan tersurat.
Uniknya, kekuatan tidak datang dari karakter--seperti yang selama ini dilakukan para pembuat cerita--justru kekuatan cerita lahir dari latar peristiwa. Jika semua karakter di buku ini dihilangkan, pembaca masih bisa mendengar latar peristiwa tersebut bercerita.
.
Tujuh belas cerita pendek yang mengaduk-aduk dongeng, mitos, sejarah, maupun kritik sospol hadir di setiap kisahnya. Beberapa bahkan sulit saya telaah dari mana kisah ini diambil, siapakah tokoh-tokoh fiksi sejarah yang disebut oleh Berto. Salah satu kisah yang manis, yang saya sukai berjudul Sebuah Perempatan Pukul Lima Petang, berkisah tentang orang-orang yang sibuk terburu-buru. Diceritakan dari sudut pandang sepasang sepatu, mengingatkan saya akan cerpen Sapardi Djoko Damono yang juga menggunakan benda mati sebagai penutur cerita.
.
Setelah habis membaca seluruh cerpen, wajib adanya membaca Epilog yang ditulis oleh David Tobing di bagian akhir. Dari situ, banyak sekali penjabaran dasar-dasar filsafat yang digunakan Berto sebagai metode bercerita.
Profile Image for Ariza.
98 reviews27 followers
October 13, 2021
Kumpulan cerpen Berto Tukan membawa pembaca ke alam absurditi, antara fiksyen dan realiti, antara sedar, separuh sedar dan seakan mimpi dan juga merasa sepercik pengalaman antara watak-wataknya, malahan juga merasa jadi objek bukan hidup yang diberi nyawa. Seperti wakil suara tak terungkap manusia. Aku suka gambar hitam putih yang diselit pada awal setiap bab. Melengkapi dengan indah. Ada juga perasaan hendak singgah menghirup secawan kopi di kedai Kopi Oriental sambil tengok-tengok orang kat sana. Ada peluang mungkin berkesempatan melihat poster yang memukau.

Ada epilog di akhir halaman yang mendalami cerpen-cerpen ini dengan kaitan sudut pandang filsafat. Jujurnya belum tercapai lagi pemahaman. Perlu lebih ruang masa dan bacaan. Memahami Plato, Aristotle, terus ke Zizek. Seperti perjalanan yang jauh perlu ditempuh sebelum dapat dinikmati keasyikannya. Ya bunyinya asyik. Aku petik kata temannya, "tugas sastra itu, menjadi dinamit!!! "

Profile Image for Steven S.
702 reviews67 followers
October 11, 2020
Cerpen Berto Tukan ini akhirnya tandas saya baca setelah membaca saudara kembarnya (buku Dwi Wibowo yang sama-sama diterbitkan Alpha Centauri).

Kesan saya saat membaca dari awal adalah kesempatan menjumput gaya bercerita yang berbeda dari yang biasa saya baca di sastra koran misalnya. Setelah mendapati pelintiran di cerpen pertama, saya melanjuti perjalanan membaca, disertai beberapa kali jeda, sebab cerita-ceritanya cukup intens buatku, hingga akhirnya sampai di 2-3 cerita terakhir. Penutup yang keren, kecoak-kecoak bertanduk besi itu menusuk tubuh si tokoh.

Kali lain saya akan membaca kumpulan cerpennya, kalau diterbitkan lagi.
Profile Image for lia.
32 reviews1 follower
January 30, 2022
Dari 16 cerpen yang saya baca lebih banyak kisah yang tidak saya mengerti, tapi tetap saya selesaikan karena saya penasaran bagaimana Berto Tukan bercerita melalui banyak sudut pandang.

Seperti dalam “Kedai Kopi Oriental” di mana poster seorang gadis yang di tempel di kedai tersebut mampu membuat seorang laki-laki rutin berkunjung; kemudian “Sebuah Perempatan Pukul Lima Petang” yang menceritakan kehidupan kota yang serba terburu-buru dari sudut pandang sepatu, dan “Kelapa Lima” soal penghukuman bagi mereka yang memberontak kepada pemerintah namun dikemas melalui sudut pandang seorang anak dari tempat masa kecilnya.
Profile Image for yanimbrung.
34 reviews1 follower
January 20, 2022
"Sedikit pengetahuan adalah masa depan menyedihkan yang secara paksa dibocorkan kepadamu."
.
.
sebuah buku yang membuatku terlampau lama berhenti pada satu-dua kalimat karena sulit dipahami meski dibaca berkali-kali. terima kasih untuk epilog yang membantu menjelaskan setitik dari rangkaian kisah yang penuh dan utuh.
.
beginilah kalau fiksi dan fakta, sastra dan filsafat menjadi pembungkus sebuah cerita yang nekat dibaca oleh pembaca semacam aku 🥲 Seikat Kisah Tentang Yang Bohong, -paling tidak- memenuhi kewajiban literasiku di awal tahun ✨
-
hai, selamat tahun baru! 🤍
Profile Image for Shendi C.
Author 1 book
March 11, 2020
Sungguh sulit untuk memahami beberapa cerita pendek ini, selain penyampaiannya yang terlalu mubazir karena tidak to the point, Berto juga mengambil sedikit fiksi, saking imajinatifnya cerita seolah-olah tidak selesai, dan saya tidak cukup mengerti untuk beberapa cerita. Walaupun begitu epilog di akhir buku ini menjelaskan itu semua, cukup menarik, selain itu juga foto foto di tiap cerita bagus, estetik.
4 reviews
August 31, 2023
Kumpulan cerpen yang ringan. Mengulas tentang kehidupan sehari-hari dengan beberapa kasus yang tidak terlalu serius, dapat di temui di kehidupan sehari-hari. Dan nilai dari setiap kisah yang ada sangat membantu dalam, berkehidupan hari demi hari
Profile Image for Sadam Faisal.
125 reviews19 followers
May 1, 2020
Di masa-masa kaya gini baca cerpen Vayu bikin pengen mengumpat saja.
Profile Image for Azzahra Mutia.
13 reviews
October 13, 2020
Desainnya menarik. Tapi kayaknya gue bukan targaet pasarnya, materinya ketinggian buat gue :(
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.