Yuuri and Miu had always been best friends. They tried hard together to become fashion models. However, Miu got to debut first, and their relationship started to break down. Surging dark feelings and jealousy…what is there beyond Yuuri’s agony…?!
Ada buku-buku termasuk komik-komik yang datang tepat ketika saya membutuhkannya, yaitu ketika saya merasa galau luar biasa mengenai hidup dan dihadapkan pada persimpangan jalan atau bahkan kebuntuan. Komik ini juga datang di saat yang tepat. Ketika hati saya sehitam Yuuri dengan perasaan yang sama dengan perasaannya terhadap Miu.
Sama seperti Yuuri, saya juga terkadang kaget sendiri dengan betapa gelapnya pikiran-pikiran saya. Miu memang pantas merasa kesal terhadap Yuuri yang dia anggap mudah menyerah dan tidak berusaha lagi, tapi Miu tidak tahu betapa tertekannya perasaan orang yang sudah berusaha keras tapi selalu menghadapi kebuntuan. Berkata untuk jangan menyerah memang mudah, tapi orang yang menjalaninya mesti selalu memotivasi diri untuk tidak berpikiran negatif sebelum dapat berjuang lagi. Perasaan saya saat membaca ini memang condong kepada Yuuri makanya saya bisa berempati dengan hal-hal yang dilakukannya.
Mengatasi perasaan negatif di dalam hati itu sangat sulit. Iri hati, dengki, dsb. memang dapat memakan hidup-hidup hati dan membuat diri melakukan hal-hal buruk. Makanya, saya salut juga dengan Yuuri yang masih dapat melihat hal positif dari sahabatnya. Saya sendiri tidak tahu apakah saya akan bisa melakukan hal semacam itu. Dan selama saya belum bisa melakukannya, maka yang bisa saya lakukan hanyalah menjauhi sumbernya. Bagi banyak orang mungkin hal ini dinilai pengecut, tapi menjaga hati saya (seperti kata Aa Gym) adalah hal yang hanya saya yang bisa melakukannya. Jadi, daripada saya bersikap fake selalu, lebih baik saya menjauh. Biar fakenya kadang-kadang saja, ketika memang nggak bisa dihindari... Dasar introvert, gak bisa emang disuruh basa-basi. Wkwkwk
Jadi, meski saya lihat ada beberapa reviewer gutrits yang cenderung gak suka sm komik ini, saya justru sebaliknya. Cerita yang kedua pun bagus dan bikin saya nangis (melow mode on). Cuma cerita ketiga aja yg saya nggak suka, mungkin karena terlalu cheesy.
Ehhh. Not all that great. The plot was all that interesting either. Though, it is a good time waster if you are waiting for someone or something like that. I'm not sure if anything could have been added to have made it better or worse but... Two stars for this.