Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kedai Masa Lalu

Rate this book
Lingga jadi ingat, dulu, dia pernah nanya ke tiga lelaki kesayangannya itu. "Lebih milih hidup yang biasa apa luar biasa?"

Amim jawab. "Buat gue, selama bisa ketemu nasi tiga kali sehari, itu namanya hidup. Mau biasa atau luar biasa, kalau perut gue dan orang-orang di sekitar gue kenyang, napas gue terasa penuh makna."

Jawaban Randu. "Kalau harus milih, gue rasa semua orang kepengin hidupnya dianggap luar biasa. Tapi pertanyaannya, bisa enggak kita bikin hidup yang luar biasa sebenarnya. Bukan cuma anggapan semata. Buat gue, selama gue ada manfaatnya, selama itu juga artinya gue mau hidup."

Ale bilang. "Gue mah tenang-tenang aja, selama ketawa enggak dilarang dan pemikirian enggak dikecam, itu baru namanya hidup. Enggak usah mimpi tinggi-tinggi apalagi bangke pake ngomong berkoar-koar, cuma dua, nikmatin aja dan jangan bikin susah orang."

Sekarang Lingga tahu, buatnya, hidup cukup dengan berada di tengah-tengah mereka.

290 pages, Paperback

Published November 20, 2016

2 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (50%)
4 stars
1 (25%)
3 stars
1 (25%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for athiathi.
367 reviews
April 9, 2022
"Nggak ada larangan buat kita mimpi yang tinggi! Kita bisa, kok, kalau kita percaya."

Novel bergenre fiksi penggalan kehidupan ini benar-benar dapat dinikmati di waktu luang.

Mengisahkan 4 orang sahabat yang terdiri dari Lingga, Ale, Amim, dan Randu. Mereka sudah bersahabat sejak SD, akan tetapi baru benar-benar akrab saat akhir-akhir SMA dan awal memasuki dunia kerja.

Lingga yang pada dasarnya suka sekali travelling pun berkoar-koar mengajak ketiga sahabatnya itu. Lingga menganggap bahwa waktu yang ada tak boleh ia sia-siakan. Karena ia tak tahu sampai kapan mereka berempat akan bersama.

Randu pun mengatakan bahwa tak penting seberapa mereka berteman, tetapi yang penting mereka bisa terus sama-sama.

Ale bilang juga bahwa hidup yang cuma sekali ini bakal cukup kalau isinya penuh cerita.

Amim tentu saja setuju dengan mereka bertiga.
_

Novel yang menyenangkan. Walau menggunakan bahasa yang tidak benar-benar baku, semuanya mengalir begitu saja.

Alurnya mudah untuk diikuti. Para tokoh pun saling melengkapi.

Yang paling luar biasa adalah dari novel ini banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dalam kehidupan dan membuat pandangan kita terhadap sesuatu pun berbeda. Menjadi lebih luas dan lebih nyata.

Dengan membaca ini, dijamin akan membuat tertawa, sedih, dan mengharukan. Persahabatan adalah inti dari novel ini. 🤍✨
Profile Image for Nadya Uli.
18 reviews
January 23, 2023
Seru sih, penggambarannya detail sekali saat menceritakan gimana pengalaman travelling Lingga, Randu, Amin, dan Ale. Kurangnya, justru fokus utama "Kedai Masa Lalu" itu gak gitu keliatan dan terlalu banyak percakapan basa-basi.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.