Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tubaba: Kerja Sastra dari Tulang Bawang Barat

Rate this book
Sembilan penulis dari sejumlah kota datang ke Tulang Bawang Barat (Tubaba) untuk sebuah proyek penulisan sastra. Dalam tempo singkat mereka menelusuri kampung-kampung tua di Tubaba yang rupa arkaisnya ditandai dengan rumah-rumah panggung khas Lampung. Hasilnya: tiga esai, 11 cerpen, 15 puisi, satu naskah teater.

Buku ini adalah representasi paling mutakhir sejarah dan sastra lisan Tubaba. Namun, representasi di sini bukan semata-mata "melap-lap hasil kebudayaan lama sampai berkilat dan untuk dibanggakan"; melainkan serangkaian pembacaan kritis sekaligus bermain-main atas sejarah dan sastra lisan Tubaba. Ia menjadi semacam upaya kesustraan dalam menghidupkan kota dan masyarakatnya.

Melalui buku ini, Tubaba telah memberi kita karya seni modern. Bukan hanya buku ini, tetapi juga bangunan Islamic Center dan Balai Adat yang memadukan arsitektur lokal dan kontemporer. Serangkaian penanda kota yang sulit ditemukan bandingannya di daerah-daerah lain di Indonesia.

209 pages, Paperback

First published June 1, 2016

2 people are currently reading
45 people want to read

About the author

Nukila Amal

14 books53 followers
Nukila Amal mendapat perhatian besar di dunia sastra Indonesia setelah menerbitkan novelnya, Cala Ibi (2003), yang masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award. Kumpulan cerpennya, Laluba (2005), mendapat penghargaan Karya Sastra Terbaik majalah Tempo. Nukila juga meraih penghargaan Cerpen Terbaik Kompas 2008 melalui cerpennya, "Smokol." Karya terbarunya adalah buku anak Mirah Mini: Hidupmu, Keajaibanmu (2013).

Pada tahun 2006 Nukila diundang sebagai peserta Iowa International Writing Program di Amerika Serikat. Ia pernah menjadi anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta dan menerjemahkan sejumlah kumpulan puisi. Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung ini juga mengelola bisnis roti dietetik.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (33%)
4 stars
4 (26%)
3 stars
5 (33%)
2 stars
1 (6%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for A N P.
59 reviews4 followers
October 8, 2019
Tubaba atau Tulang Bawang Barat adalah sebuah kabupaten di provinsi Lampung. Ia lahir pada tahun 2008. Tubaba memiliki mimpi untuk menjadi kota mandiri, multikultural, berdikari, dan terus berkembang menjadi lebih baik. Dalam edisi membuat arsip kota melalui kesusastraan, sembilan penulis dari beberapa kota diundang ke Tubaba untuk membuat proyek penulisan sastra. Terkumpullah tiga esai, sebelas cerpen, lima belas puisi, dan satu naskah teater.
.
Beberapa penulis yang sudah saya kencani hasil karyanya adalah Dea Anugrah, Yusi Avianto Pareanom, dan A.S. Laksana. Lima penulis lainnya--Nukila Amal, Iswadi Pratama, Esha Tegar Putra, Afrizal Malna, Dewi Kharisma Michella, dan Langgeng Prima Anggradinata baru saya kenal di buku Tubaba ini.
.
Buku ini sungguh adalah sebuah kumpulan sastra sebenar-benarnya, mulai dari puisi hingga naskah teater pun tersedia. Sastra lintas jenis tersebut berkutat tentang Tubaba. Kumpulan kepingan-kepingan folklor, penggambaran kondisi kota yang masih berupa tunas, dan potongan hikayat Tubaba pun dijadikan satu untuk membuat kisah-kisah syahdu dan kental dari Tubaba. Masing-masing penulis muncul dengan ide masing-masing, dengan tokoh masing-masing, dan dengan tragedi masing-masing. Namun, benang merah mereka tetap kembali pada kepercayaan Tubaba sendiri.
.
Buku ini memberikan penyegaran pada saya, yang sudah kelewat hafal dengan cerita fiksi sosialis. Tubaba memberikan sensasi mistis dan keindahan yang tidak terlihat namun bisa dirasa. A.S. Laksana berujar bahwa sebuah kota yang dibangun dari nol, sudah sepatutnya memiliki ruang dan lahan yang menghargai pemikiran dan dihuni oleh orang-orang yang mampu mendayagunakan kemampuan berpikir mereka. Memulai kehidupan dengan kemudahan menjangkau pengetahuan. Orang-orang tersebut akan belajar untuk selalu menjadi pemikir lebih baik setiap harinya. Ya, begitulah, segala sesuatu memang selalu bermula dari dalam pikiran.
Profile Image for Gita Swasti.
324 reviews40 followers
October 26, 2017
Ini adalah kumpulan cerpen yang lengkap. Ada haru, riang dan sedih yang inggap dalam satu waktu sekaligus saat membacanya.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.