Sartono, seorang politisi yang menduduki karier puncak sebagai Ketua DPR atau Parlemen. Sejak “bercerainya” dwitunggal Sukarno-Hatta, berdasarkan amanah konstitusi ia dilantik sebagai Pejabat Presiden RI pada tahun 1957 hingga 1959. Presiden Sukarno yang berhalangan pada masa itu memilih untuk pergi sejenak ke luar negeri dengan dalih berobat. Sartono yang in charge pun ditinggalkan dengan persoalan gaduhnya parlemen yang pada masa itu PNI-Masyumi-PKI saling like/dislike. Belum lagi ganasnya pemberontakan PRRI/Permesta di Sulawesi. Namun ia berhasil menyelesaikannya dengan baik. Sisi lain dari Sartono adalah meskipun ia adalah keturunan Mangkunegaran, ia justru marah besar ketika M. Yamin memanggilnya dengan sebutan Raden Mas. Politisi ulung yang lahir selisih 1 tahun dengan BK ini lebih suka dipanggil “Sartono” saja.