From the author of the extraordinary bestseller The Cartoon History of the Universe (150,000 copies sold)--an all-new cartoon guide effectively analyzing the ambiguous relationship between language and meaning in today's information age.
Larry Gonick (born 1946) is a cartoonist best known for The Cartoon History of the Universe, a history of the world in comic book form, which he has been publishing in installments since 1977. He has also written The Cartoon History of the United States, and he has adapted the format for a series of co-written guidebooks on other subjects, beginning with The Cartoon Guide to Genetics in 1983. The diversity of his interests, and the success with which his books have met, have together earned Gonick the distinction of being "the most well-known and respected of cartoonists who have applied their craft to unravelling the mysteries of science" (Drug Discovery Today, March 2005).
Yang mengejutkan dari buku ini adalah isinya masih cukup relevan dengan kondisi saat ini mengingat buku ini pertama kali terbit pada 1993 (sekitar 30 tahun lalu, wow). Selain belajar tentang awal-mula komunikasi yaitu bahasa, pembaca juga dijelaskan hal-hal dasar tentang citra (image) dan komunikasi visual. Utamanya lagi, tentang bagaimana komik bisa menjadi alternatif alat komunikasi yang “enak dinikmati”.
Oh, di bagian sebelum akhir, penulis juga menyebut-nyebut soal buku Kartun Genetika yang katanya bisa memberikan kemudahan dalam memahami konten tentang enzim. Saya dibuat penasaran.
While much of the material (and timeframe) has to be condensed there are a couple real whoppers in ch. 7 "Making Pictures, Taking Pictures." On. p. 113 the author claims, or in effect does so via shortening, that the beginning of writing was storytellers: "On the writing side, Storytellers began using pictographs: icons representing things and events ... which evolved into writing systems like hieroglyphics, ...."
Which is utter bullshit! I love storytelling too and realize it is ancient but writing began in far more practical, pragmatic areas than storytelling; that is, accounting. (Which, yes, is a form of storytelling; in a VERY gross sense.)
Then on p 115 with the Gutenberg Revolution we get an image of an industrial era printing press versus a Gutenberg press. Seriously!? Why? Is the "newer" one more impressive? Um. No, not really.
I imagine that there are several other issues (beyond a shared cultural belief in the sender-receiver model of communication) but I didn't read it that closely. I would definitely read a version brought up-to-date, and I would even do so more carefully *and* critically.
Bottom line: I expected more. But then didn't either.
buku ini memberi wawasan dan pengetahuan dari sudut pandang filosofis dan sosio kultural. banyak prediksi dan ramalan teknologi yang dibuat (buku ini terbit tahun 1993 saat internet belum dikenal luas dan belum ada smartphone dan smart tv) terbukti benar dan terwujud (versi bahasa indonesia terbit 2007 tapi sebagian ramalan dalam buku sudah terjadi)
komunikasi, citra, bahasa bisa dimanipulasi, disalahgunakan, disalahartikan dan dimanfaatkan sesuai tujuan dan/atau pemahaman dari subyek yang memakai dan menerima. televisi dan internet jadi contoh nyata menunjukan (non) komunikasi tidak selalu membuat manusia saling terhubung dan saling memahami, tapi bisa makin teralienasi atau terpapar hal-hal yang tidak penting
Since this book is written in 1993, jadi perkembangan media komunikasi yang dibahas buku ini berhenti di tahap komputer tabung dan email versi pertama. Baca ini juga rasanya kayak ngerecall Teori Komunikasi zaman kuliah tapi versi komik. Light reading juga buat yang lagi awal-awal belajar komunikasi. Terus setuju juga di bagian yang bilang kalo cara manusia berkomunikasi itu tergantung pengalaman masing-masing orang, jadi bisa jadi apa yang kita omongin dengan maksud A, belum tentu ditangkep A karena diinterpretasi dengan pengalaman yang berbeda pula.
Fun little, if outdated, romp through the world of communication. It became a biiiit technophobic at points ("these darn kids and their televisions!"), but a nice little snapshot into how it was in 1989.
One of the cool bits was Gonick's "dream computer" at the end which is was a list of everything he wants in a computer. Any modern computer can achieve all the things on his list and then some, highly amusing.
I did not know what to expect before reading this book. Picked it up as something to keep me entertained during my ride share to work and back. The illustrated characters and their personalities are cleverly used to describe or define the messages conveyed. I will go on to read more books on Larry Gonick.
Layaknya Gonick pada karya lainnya, buku ini menjelaskan seluk beluk komunikasi dan bahasa dengan menarik dan sederhana. Tapi menjelang akhir, terjemahan dalam bahasa Indonesia sepertinya kurang bagus.
Kartun soal komunikasi yang cocok di jaman dimana komunikasi penuh dan sesak sampai tumpah ruah. Informasi yang tak kita butuhkan, orang-orang yang tak dapat kita lihat, jargon yang tak kita paham.
Walaupun topik yang dibahas dalam buku ini disampaikan dalam bentuk kartun, "Gambar" yang katanya bernilai seribu kata, nyatanya saya masih kesulitan untuk mencernanya. Apa mungkin dari sisi terjemahannya yg keteteran yak? Ah sepertinya tidak juga sih. Menurut Gonick, manusia sekarang hidup dalam jaman Neo-Babilonia. Masih ingat kisah orang irak, dengan tekhnologi mutakhir dijaman Babilonia, berambisi membangun menara Babel untuk bisa mencapai Surga? Tapi Tuhan menghukum mereka dengan membuat mereka berbahasa asing satu sama lain sehingga gagallah proyek ambisius untuk berkomunikasi dengan surga. Sekarang dengan kemajuan Teknologi Informasi dengan beragam media membuat kemungkinan pilihan berkomunikasi menjadi sangat luas dan sangat banyak, tapi itu semua tidak membuat manusia bisa saling memahami lebih baik.
I enjoyed this book but it's dated quite badly. The early parts discussing different forms of communication, the origin of language, etc haven't dated at all and are worthwhile. Once it enters the modern world and technology, the inadequacies are obvious. At one point the author creates a wish list of features for a future ideal home computer which were met and indeed far surpassed within a few years of publication. The TV bad / computer good section is also outdated as the TV has infected the computer with downloading, streaming, etc. The author could not have foreseen this. Nor indeed the internet, mobile phone revolution, fake news, etc, etc. We're still in a communication mess too. An revised edition would be most welcome.
Saya belum pernah ikut mata kuliah 'Pengantar Ilmu Komunikasi'. Tapi bisa saya bayangkan bahwa isi kuliah itu pasti tidak semenarik bahasan mengenai komunikasi yang disuguhkan dalam bentuk kartun oleh Larry Gonick dalam salah satu karyanya ini.
Mulai dari kisah Menara Babel sampai komunikasi di era cybertechnology, komunikasi terus berkembang sesuai dengan peradaban.
Bagian dari buku ini yang paling menarik bagi saya adalah kartun berulang mengenai 'the old reptile brain' alias otak limbik.
Buku ini juga menjelaskan mengapa cerita dalam bentuk kartun begitu digemari.
Butuh usaha lebih untuk memahami komik ini. Maklum, sebagai komik terjemahan komik ini terhitung sulit untuk pembaca pemula yang awam soal komunikasi. Barangkali, memang akan lebih mudah bila membaca komik aslinya dalam bahasa Inggris. Setidaknya, komik ini berhasil memberi gambaran tentang ramalan bahwa perkembangan teknologi komunikasi dan informasi akan berkembang sangat pesat dan cepat.
Ini menjadi buku ketiga ku, karya Larry Gonnick. Buku-buku Gonnick penuh dengan gambar dan informasi yang padat. Walau disertai gambar yang jenaka, sesungguhnya tidak mudah mencerna buku-buku Gonnick.
Yet another cynical book, bundled everything you've read from Noam Chomsky to Marshal MacLuhan about "communication". Heavily attached with historical substance to give another light persepctive on Communication subject you've found on any textbook.
Buku (komik) ini memberikan saya sudut pandang wacana lain tentang Komunikasi dan Informasi. Misalkan teori-teori yang ada di dalamnya diberikan dalam bentuk kuliah pastilah saya akan kebosanan. Larry Gonick memang nyaris tiada duanya.
Fungsi pokok bahasa adalah menyampaikan gagasan. Tapi sekarang ini kita lebih pusing dengan bahasa. Lewat buku ini, Gonick memperlihatkan problematika berbahasa sebagai alat berkomunikasi dengan mengungkap hubungan antara bahasa dan makna.
lucu...asli! dan banyak hal tentang bahasa (utk komunikasi) yang bisa dipelajari di sini. a must read untuk yang lagi bingung kenapa orang lain sulit memahami perkataan kita, dan juga sebaliknya kenapa kita sulit memahami perkataan orang lain. baca ya!
Een leerzaam filosofisch boekje over taal, betekenis, beelden, communicatie en logica, en hoe die interacteren. Grappig getekend in een typisch-amerikaanse cartoonstijl, waar niks mis mee is. Het boek is uit 1989 - ik zou wel een geactualiseerde versie willen lezen.
I really enjoyed this book. I couldn't remember the title forever and I finally found it from seeing similar covers of books. I had no idea he had other ones in the series.
Larry Gonick menuliskan buku ini pada tahun 1993 namun beberapa pemikiran Gonick saat itu sekarang menjadi kenyataan. Misalnya di masa depan kita akan lebih banyak menghabiskan waktu di depan kotak yang berpendar. Gonick meramalkan akan adanya TV cerdas yang menyediakan informasi, mengunduh film, video game, menghubungi teman, baca buku, nonton bola, dll. Dan penyedia konten akan semakin banyak dibanding yang mengkonsumsi. Nyata dengan adanya media sosial. Sungguh buku ini masih sangat relevan. Apalagi dengan kondisi sekarang.
Kutipan favorit : "Teknologi canggih menyebabkan kebingungan".
"Lykourgos tahu bagaimana sulitnya orang menerima sesuatu yang baru. Menurut dia tentu bakal lebih mudah membujuk rakyat bila mereka menganggap hukumnya DATANG DARI DEWA!"
"Dengan seluruh distorsi, manipulasi dan persepsi terbatas yang ada, bagaimana masa depan dan tujuan komunikasi visual?"