Buku ini adalah hasil refleksi panjang Noer Fauzi Rachman, mendedahkan keadaan “darurat agraria”, keadaan tanah air yang porak-poranda. Buku ini bukan ungkapan kesedihan meratapi keadaan. Lebih dari itu, buku ini dimaksudkan untuk mengundang keterlibatan, terutama generasi muda untuk lebih memahami perubahan kebijakan agraria, dan menjadi pandu tanah air.
Noer Fauzi Rachman, sering disapa Oji ini lahir di Jakarta, 7 Juni 1965. Oji menyelesaikan pendidikan SD (1978), SMP (1981), SMA (1983) yang kesemuanya bertempat di Jakarta. Setelah lulus dari SMA Oji melanjutkan pendidikanya di Universitas Padjadjaran Bandung jurusan Psikologi dan lulus pada tahun 1990. Setelah tamat sebagai sarjana Psikologi, ia bersama-sama psikolog lain mendirikan dan aktif di SKEPO. Pada tahun 1991, ia juga membentuk LPPP (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Pedesaan), dan menjabat kepala divisi pendidikan. Pada tahun 1995 terpilih sebagai Ketua Badan Pelaksana pada pembentukan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). Selagi masih aktif sebagai pimpinan KPA, pada tahun 1998 ia juga aktif sebagai fasilitator di INSIST (Indonesian for Society for Social Transformation).
Seusai menyelesaikan desertasi “Environmental Science, Policy and Management” sebagai syarat gelar doktoral-nya di University of California, Berkeley, USA, tahun 2011; ia sekarang aktif di Sajogyo Institute (SAINS) Bogor, lalu sebagai pengajar tamu di Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB), juga sebagai anggota Dewan Pendidikan dan Pengembangan INSIST, dan anggota Dewan Redaksi Jurnal WACANA-INSISTPress
Menarik. Berisi kegelisahan Noer Fauzi Rachman terkait konflik-konflik agraria di Indonesia. Buku ini bisa terbilang unik, karena buku ini yang pertama saya jumpai dengan cantuman lampirannya berupa tulisan dari Tan Malaka (1925) berjudul Naar de "Republiek Indonesia", Mohammad Hatta (1932) berjudul ke Arah Indonesia Merdeka, dan Soekarno (1933) berjudul Mencapai Indonesia Merdeka.
Seperti membaca karya ilmiah yang terlampir banyak daftar pustaka, tidak hanya itu tapi Noer memberikan pandangan tentang konflik agraria yang sudah terjadi sejak dulu, Noer juga menuangkan tulisan yang secara tersirat mengajak para pembaca untuk memulai perubahan.