Jump to ratings and reviews
Rate this book

Puzzle of Lies

Rate this book
Namaku Jo Yun Geon, seorang pengacara.
Beberapa hari yang lalu, Mi Hyang, temanku saat kuliah, tiba-tiba menelepon ke kantor biro hukum tempatku bekerja. Dia adalah seorang hakim dan hubungan kami sedikit rumit.
“Aku ingin kau menjadi wali,” kata Min Hyang. “Namanya Dan Tae, anak laki-laki, usia sembilan tahun.”
Sialnya, aku tidak bisa menolak saat tiba-tiba anak laki-laki itu datang ke apartemenku dan harus tinggal denganku.
Selesailah sudah kehidupan single-ku yang bebas.

576 pages, Paperback

Published December 28, 2016

12 people are currently reading
120 people want to read

About the author

Kim Eun Jeong

6 books134 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (22%)
4 stars
36 (50%)
3 stars
16 (22%)
2 stars
2 (2%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 30 of 30 reviews
Profile Image for Sasa Risalia.
5 reviews
January 2, 2017
Buku pembuka di tahun 2017 yang dibaca dan diselesaikan. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya walau bukunya tebal. Lembar demi lembarnya sungguh menarik untuk segera diselesaikan.

Puzzle of lies adalah buku Kim Eun Jeong keempat yang ku baca.
Puzzle of Lies menceritakan kehidupan seorang pengacara harta warisan bernama Jo Yun Geon baik itu kehidupan masa lalu, percintaan dan karirnya. Kehidupannya berubah setelah teman saat kuliahnya menelpon memintanya untuk menjadi wali seorang anak berumur 10 tahun. Belum sempat menolak anak itu sudah diantar oleh pengasuhnya ke apartemennya.
Anak itu bernama Dan Tae.
Kehidupan baru bersama anak itupun membuat Yun Geon berubah. Belum lagi dia diminta menjadi wali oleh laki-laki tua kaya raya untuk menjaga hartanya. Yun Geon tidak memikirkan hal apa yang akan terjadi akibat menerima penawaran laki-laki tua itu tentang 5% harta yang akan didapatkannya.

Kehidupan percintaan masa lalu yang kelam sehingga Yun Geon tidak tahu apakah dia bisa mencintai seseorang lagi karena masa lalunya yang akhirnya disesalinya sekarang. Meskipun semuanya terlambat untuk disesali Yun Geon akan berusaha memperbaikinya walaupun dia tidak berhak untuk mendapatkan maaf ataupun pengampunan atas apa yang sudah diperbuatnya.

Seperti buku-buku Kim Eun Jeong lainnya, cerita yang dihadirkan dalam Puzzle of Lies sangat menarik dan banyak pelajaran yang dapat diambil. Kim Eun Jeong membuat pembaca ikut menganalisa kejadian di dalam cerita ini dan mengumpulkan keping-keping masa lalu dengan yang terjadi di sekeliling tokoh utama yang akhirnya terkumpul di akhir untuk di satukan menjadi sebuah fakta yang cukup mencengangkan.

Buku ini recommended sekali buat pencinta cerita berlatar belakang korea selatan dan kehidupannya.
Profile Image for Lia.
515 reviews12 followers
January 10, 2017
Hampir tulisan novel Kim Eun Jeong jadi pilihan untuk awal bulan Januari ini. Seperti biasa bukunya selalu tebal dan mengangkat tema yang berat. Kali ini juga sampai menguras energi untuk baca keseluruhan cerita.
Awal dari cerita memang dibuat pembaca (me) membenci tokoh utama cerita ini, apalagi baca terjemahan sepertinya sada kurang suka tetapi lanjut baca saja. Karena saya ingin membenarkan prediksi awal tentang rangkaian cerita yang ingin disampaikan penulis.
Ceritanya cukup panjang, dan jujur kalau baca satu malam akan terasa membosankan, makanya saya membaca terpisah.
Rumit tapi dapet intisari atau pesan yang ingin disampaikan penulis.
Good job.
Profile Image for Jurnal Si Bugot.
225 reviews7 followers
February 9, 2017
Membaca blurb dari novel ini mungkin teman-teman menduga akan terjadi love interest antara Yun Geon dan Mi Hyang. Awalnya saya juga menebak demikian. Tapi ternyata dugaan itu benar-benar meleset saudara-saudara :D. Jadi jauhkan dulu ekspektasi tentang relationship antara Yun geon dan Mi Hyang ya. Karena meskipun memiliki peran yang sangat penting dalam keseluruhan kisah ini ternyata Mi Hyang "hanya" merupakan karakter pembantu.

Dan perlu saya akui juga bahwa itu bukan satu-satunya hal yang berhasil mengecoh saya, sepanjang cerita Kim eun Jeong menggiring saya pada dugaan-dugaan yang terus meleset. Yang tentu saja membuat saya tak bisa berhenti melanjutkan ceritanya.

Seperti judulnya, "Puzzle of Lies", sebagian besar karakter dalam novel ini memang memiliki dan menyimpan kebohongannya masing-masing. Boleh dibilang "kebohongan" adalah masalah utama yang menyebabkan keseluruhan cerita ini terjadi. Dan untuk beberapa hal, saya bersyukur untuk kebohongan itu.

Ok, begini ceritanya. Jo Yun Geon adalah seorang pengacara yang khusus menangani masalah warisan. Yun Geon bukan badboy, tapi karakternya memang tipikal anti hero begitu -egois, materialistik, sarkastik dan semacamnya-. Jadi sudah bisa ditebak, sebagai seorang pengacara pun, dia tidak peduli pada masalah internal kliennya. Karena tugasnya hanya memastikan pembagian harta warisan sesuai dengan permintaan kliennya. Dan dia mendapatkan bayarannya.

Memangnya pengacara berjuang demi keadilan dan kebenaran? Pengacara hanya berjuang demi kliennya. ... ( Yun Geon, h-5)

Suatu hari, Yun Geon mendapat klien seorang konglomerat eksentrik bernama Ho Myeong So. Bapak tua ini tidak mau mewariskan sepeserpun hartanya pada anak-anaknya yang serakah. Awalnya Yun Geon tidak mau menangani kasus ini. Tapi Tuan Myeong So menjanjikan sebanyak lima persen hartanya untuk Yun Geon setelah masalah ini selesai. Dengan syarat Yun Geon harus mengawasi keseharian tuan Myeong So.

Di hari yang sama, hakim Mi Hyang yang merupakan teman kuliah Yun Geon datang dan memintanya menjadi wali bagi Ahn Dan Tae. Dan Tae adalah anak laki-laki berusia sembilan tahun yang mengaku mengalami pelecehan seksual. Yun GEon yang tidak menyukai anak-anak terpaksa mengurus Dan Tae di rumahnya. Karena itu bersikap dingin dan ketus pada anak itu.

Ini sebabnya aku tidak suka anak-anak. Anak-anak membuat segala situasinya menjadi kesalahan orang dewasa, meskipun sebenarnya bukan kesalahanku. Kalau aku sudah mengumpulkan cukup uang dari pekerjaanku sebagai pengacara, aku harus menerbitkan buku MEMAHAMI ANAK-ANAK UNTUK ORANG DEWASA. Aku akan menulisnya dengan berpihak sepenuhnya kepada orang dewasa. Pasti akan menjadi best seller. (Yun Geon, h-51)

Selama tinggal di rumah Dan Tae terjadi beberapa kejadian yang membuat keduanya menjadi dekat -meskipun Yun Geon tidak mau mengakuinya-. Hanya saja, Yun Geon merasa Dan Tae terlalu ceria untuk ukuran seorang anak yang baru saja mengalami pelecehan seksual. Jaksa Na In Yeong yang menjadi penuntut dalam kasus ini juga meragukan kesaksian Dan Tae. Apakah Dan Tae berbohong? Kalau iya, mengapa ia harus berbohong? Siapa yang sebenarnya ingin dilindungi Dan Tae?

Jaksa Na yang menangani kasus Dan Tae ini ternyata juga memiliki hubungan khusus dengan Yun Geon di masa lalu. Bisa dibayangkan bagaimana situasi ini membuat kehidupan Yun Geon yang biasa-biasa saja menjadi jungkir balik. Apalagi In Yeong secara terang-terangan akhirnya mengakui bahwa ia masih berharap memperbaiki hubungannya kembali dengan Yun Geon. Tapi Yun Geon yang masih menyimpan rasa bersalah pada Eun Je-kekasihnya di masa lalu- masih belum yakin bisa memulai sebuah hubungan baru.

Masa lalu itu hanya berhenti sejenak. Apa susahnya menyambungnya kembali. (In Yeoung, h-203)

Kepingan-kepingan rahasia dan kebohonngan yang pelan-pelan terkuak akan mengubah hidup Yun Geon selamanya.
My Review

Cerita dan Plot : *****

Ide ceritanya fresh dan menarik. Cerita tentang pengacara yang antihero memang banyak, tapi Kim Eun Jeong meramunya dari sisi yang sama sekali berbeda. Unsur dalam novel ini juga komplit, ada romance, keluarga, legal drama dan juga komedi. Saya suka penggambaran Kim Eun Jeong yang realistik. Profesi dan keseharian Yun Geon sebagai pengacara dijelaskan dengan detail. Jadi kita sebagai pembaca tahu bahwa Yun Geon seorang pengacara bukan hanya karena penulis mengatakan dia "pengacara" tapi juga karena aktivitas yang dilakukannya sehari-hari.

Plotnya juga sangat rapi. Penulis dengan cerdas memilah-milah kapan harus menyisipkan adegan flash back atau kapan alurnya harus dipercepat. Sehingga pembaca tidak bingung dan bosan. Jarang-jarang juga nih saya ngasih lima bintang untuk cerita dan plot dalam sebuah novel.

Karakter dan Perkembangan Karakter : ****

Karakter-karakter dalam novel ini juga tidak hitam putih. Sebagai manusia mereka memiliki sisi baik dan sisi buruknya masing-masing. Kim Eun Jeung juga menggambarkan latar belakang kenapa sebuah karakter bersikap demikian. Sehingga semuanya jadi serba masuk akal. Yah, walaupun menurut saya karakter Dan Tae ini agak terlalu bijaksana untuk anak seusianya. Tapi jangankan saya, Yun Geon sendiri masih bingung tentang hal ini. Jadi saya putuskan ini masih wajar :)

Apa aku masih normal kalau berkonsultasi masalah percintaan dengan anak kelas 3 SD ini? Lalu, kelihatannya anak ini sekarang berniat mengajariku dengan serius, seolah-olah dia adalah mentorku untuk masalah percintaan. (Yun Geon, h-533)

Perkembangan karakter dan hubungan antar karakter juga berlangsung wajar. Sikap Yun Geon bisa berubah bukan tanpa alasan. Dan beberapa watak aslinya seperti sarkastik dan mata duitan tidak berubah. (well, menurut ilmu Psikologi, watak bukanlah sesuatu yang bisa berubah karena satu atau dua kejadian saja) Satu lagi nilai plus untuk novel ini.

Twist : *****

Dari judulnya sudah ketahuan kan, kalau sepanjang novel ini kita akan disuguhkan banyak twist yang mulai terbuka sejak pertengahan cerita.

Ending : *****

Endingnya sesuai dengan ekspektasi saya. Memang seharusnya berakhir demikian. Dan pilihan yang akhirnya diambil Yun Geon tetap menjadi kejutan bagi saya di akhir cerita.

Terjemahan Tata Bahasa : ****

Jujur, sebenarnya saya bukan typo detector. Kalau ceritanya seru, saya bahkan nggak sempat mengecek adanya kesalahan tanda baca atau semacamnya :D. Tapi sejauh saya membaca novel ini tidak ada masalah yang terlalu menggangu saya. Satu-satunya masalah yang masih saya hadapi ketika membaca karya terjemahan adalah kelemotan saya dalam mengingat nama-nama.

Apalagi di Korea (seperti halnya negara Eropa), ada kebiasaan untuk memanggil seseorang dengan nama keluarga ataupun nama panggilannya. Jadi tolong maafkan saya ketika di bab-bab awal, saya sempat berpikir bahwa In Yeong dan Jaksa Na yang datang ke kantor Yun Geon di awal cerita adalah dua orang yang berbeda. :X

Cover : *****

Covernya cantik, dan kalau kita jeli. Covernya sudah memberikan clue tentang isi novelnya.

Keseluruhan : 4,6 bintang (Very Recommended)


Review lengkap plus giveaway di http://bugot.wordpress.com
Profile Image for Nina.
570 reviews53 followers
May 24, 2019
Sepertinya ini buku paling tebal yg saya baca dari author ini. Tidak seperti tiga buku sebelumnya yg romens semua, kali ini ada cerita misterinya (bukan horor ya) yg bikin penasaran. Temanya tidak seperti biasanya pula. Tp tidak sia sia baca buku setebal ini, soalnya bagus.
123 reviews
January 18, 2017
[Blogtour + Giveaway] DL 22 Januari https://redbluestory.wordpress.com/20...

Kunci dari cerita ini adalah pengacara selalu berusaha sekuat tenaga demi klien. Tak peduli benar atau salah. Yang penting menang bukan kalah.

“Pengacara hanya berjuang demi kliennya. Tidak penying apakah kliennya itu seseorang yang tidak bersalah atau pelanggar aturan.”—hlm. 5

Kunci lain, yaitu mengenai surat yang berisi larangan untuk percaya pada siapa pun sebelum Yun Geon membuka suatu kotak. Inilah genre misteri-nya hoho.

–SHORTAGE–
Alurnya yang lambat bikin lama bacanya. Dan rasanya terlalu diulur-ulur.

–FAVORITE–
Aku suka buku ini karena cerita keluarganya bikin terhanyut. Karakternya kuat dengan narasi-narasi ringan. Juga quoteable! He-he.

Favoritku itu bagian Jo Yun Geon godain In Young pake kalimat, “Kau ini tidak tahu malu sekali. Kau akan berbicara seperti itu terus kepada calon suamimu?” kyaaaa!!! Asem. Aku kaget banget Yun Geon ngomong gitu. Nggak nyangka haha. Bikin berekspektasi tinggi sama kisah cinta mereka.

–OVERALL–
Kalimat “Haengbokhaseyo” yang tertera di halaman pertama buku ini beserta tanda tangan Kim Eun Jeong adalah doa. Karena aku memang senang telah membaca cerita ini.
Karena membaca cerita ini, aku pun ingat akan materi sosiologi bahkan sempat kepikiran, “Kayaknya enak jadi pengacara.”.

Seharusnya sih aku baca buku ini semester lalu. Tepat ketika pelajaran sosiologi membicarakan tentang hukum. Soalnya dari permasalahan Jo Yu Geon aku bisa paham dengan proses hukum.

Buku ini memperlihatkan permasalahan yang dialami tokoh semakin banyak, dan itu semua ada hubungannya dengan Dan Tae. Oleh sebab itu aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membaca cerita ini. Karena alurnya lambat dan bukunya tebal.

Family drama-nya kental dan banyak. Berbanding terbalik dengan kisah romance-nya yang bagaikan bumbu pelengkap walau itulah latarbelakangnya.

“Apakah masa lalu yang sudah ditinggalkan itu bisa dilanjutkan kembali ke kehidupan saat ini? Aku tidak pernah memikirkan bahwa hal itu bisa dilakukan atau pantas untuk dicoba. Aku bahkan tidak pernah membayangkanbahwa hal itu memungkinkan.”—hlm. 203

–RECOMMENDATION–
Kamu fans K-Iyagi atau Kim Eun Jeong? Atau butuh bacaan bersetting Korea dengan laki-laki sebagai tokoh utama? Atau kamu lagi pengen baca cerita keluarga? Baca buku ini!
Profile Image for Athaya Irfan.
187 reviews72 followers
January 8, 2017
Jadi seperti ini ya khas menulis si Kim Eun Jong ini. tema yang diangkat seputar isu sosial, bahkan di buku ini berani mengangkat kasus pelecehan seksual pada anak dan juga perebutan harta kekuasaan. Ceritanya menarik, sempat deg degan di bab akhir tapi syukurlah cerita ditutup dengan memuaskan.

4 of 5 stars untuk buku ini.

Baca review selengkapnya di [Review] Puzzle Of Lies https://t.co/o7Nz3THmG9
Profile Image for Niky Wahyuni.
10 reviews18 followers
February 2, 2017
Berbeda dengan 3 buku Kim Eun Jeong sebelumnya. Romance nya tidak terlalu banyak dan menye-menye. Lebih mengangkat kehidupan sosial yg mungkin jarang kita perhatikan dengan seksama; pilihan, tanggung jawab, penyesalan, dan sejenisnya. Tokoh laki-laki mendominasi di buku ini. Konflik yang dibuat santai padahal sebenarnya (agak) pelik. Ada teka teki yang membuat kita penasaran dan ingin segera membalik ke halaman berikutnya
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
February 7, 2017
Blogtour dan Giveaway>> naysharaya.blogspot.co.id

Pecinta Korea kayaknya sudah tidak asing lagi dengan nama Kim Eun Jeong. Novel penulis yang pertama kali diterjemahkan dan diterbitkan Penerbit Haru berjudul So, I Married the Anti-fan telah difilmkan dan diperankan oleh Chanyeol EXO. Aku telah membaca novel tersebut dan tidak sabar menonton film yang katanya lumayan booming ini. Puzzle of Lies adalah novel keempat Kim Eun Jeong Ssi yang diterbitkan Haru dan aku tentu saja tidak akan melewatkan kesempatan ketika novel ini akhirnya terbit. Lebih senang lagi, karena aku memperoleh buku bertanda tangan penulis dari Penerbit Haru.

Novel ini menceritakan sosok pria bernama Jo Yun Geon yang berprofesi sebagai pengacara khusus harta warisan, namun tiba-tiba berkewajiban menjadi wali dari seorang anak lelaki berusia Sembilan tahun. Bukan hanya itu, anak yang bernama Ahn Dan Tae ini memiliki kasus rumit berupa kasus pelecehan seksual dan melihat dari sikap anak ini, ada kemungkinan Ahn Dan Tae melakukan kebohongan.

“Anak laki-laki, kelas 3 SD, usia Sembilan tahun. Dia menuntut seorang instruktur di kantor pelayanan masyarakat di daerahnya karena pelecehan seksual. Kasusnya akan segera disidangkan.”
– Mi Hyang (Hlm 13)

Singkat cerita, mereka berdua tinggal bersama selama beberapa waktu dan mengalami beberapa kejadian yang beragam. Mulai dari hal-hal yang menyebalkan, lucu hingga hal-hal yang cukup mengharukan. Yun Geon yang awalnya sangat egois dan agak materialistis, terkadang memperlakukan Dan Tae seperti barang. Sedangkan Dan Tae yang kerap kali mengucapkan dan melakukan hal-hal yang menyusahkan walinya itu, awalnya tidak betah tinggal di sana.

“Itu sebabnya aku tidak suka dengan anak-anak. Anak-anak membuat segala situasinya menjadi kesalahan orang dewasa, meskipun sebenarnya bukan kesalahanku. Kalau aku sudah mengumpulkan uang yang cukup dari pekerjaanku sebagai pengacara, aku harus menerbitkan buku Memahami Anak-anak untuk Orang Dewasa. Aku akan menulisnya dan berpihak sepenuhnya pada orang dewasa.” – Yun Geon (Hlm 51)

Banyak hal yang terjadi antara mereka berdua dan aku tidak ingin membocorkan terlalu banyak karena khawatir akan menimbulkan spoiler. Sungguh akan mengurangi kenikmatan membaca novel ini ketika twist­­-nya tidak lagi membuat kalian menebak-nebak.

Ada banyak pertanyaan dan dugaan yang muncul saat aku membaca novel ini. Percayalah, 500 halaman lebih tidak akan membuat kalian bosan. Hubungan dan interaksi Yun Geon dengan Dan Tae, Pak Tua, In Yeong serta Mi Hyang sangat menarik untuk diikuti. Kalian juga akan menghadapi teka-teki tentang masa lalu Yun Geon dengan satu-satunya wanita yang pernah dicintainya serta amplop berisi kalimat-kalimat aneh kerap kali ditemukan pengacara itu dalam amplop putih yang terselip di pintu unit apartemennya. Salah satunya adalah:

“Jangan percaya pada siapapun sampai isi kotak yang kaubuka itu habis.” – (Hlm 361)

Judulnya sangat cocok dengan isi novel ini. Kata Puzzle benar-benar mencerminkan teka-teki yang harus dipecahkan oleh Gun Yeon seorang diri. Pembaca akan menyadari bahwa setiap membuka halaman berikutnya, ia akan bertemu kepingan puzzle yang dapat menyempurnakan teka-teki yang telah terbentuk di kepala mereka.

Karakter-karakter yang paling membuatku tertarik selain Yun Geon si tokoh utama, adalah Dan Tae dan Bapak Tua aneh bernama Ho Myeong Su yang menjadi klien Gun Yeon. Yun Geon adalah tokoh yang cuek, narsis dan sangat egois. Kita tidak sering menemukan karakter seperti ini di novel-novel lainnya bukan? Namun karakter ini terasa orisinal dan realistis. Entah kenapa aku merasa karakter Yun Geon ini cukup dekat dengan karakter asli kebanyakan manusia yang tak banyak ingin mengakuinya.

"Tapi aku jadi menemukan pesonaku yang lain karena bertemu In Yeong, yaitu dapat membuat seseorang yang tadinya sangat membenciku menjadi memiliki kesan yang baik tentang diriku. Pesonaku ini sepertinya tak ada habisnya.” – Yun Geon (Hlm 199)

Karakter berikutnya yaitu Ahn Dan Tae. Tokoh berusia sembilan tahun yang terlihat cukup genius untuk ukuran bocah sepertinya. Bayangkan saja, apa di lingkungan kalian ada anak lelaki yang sibuk menulis buku harian, tertarik pada lukisan dan gemar mengumpulkan kosa kata baru untuk didaftarkan ke dalam kamus. Cara bicaranya juga menyebalkan tapi malah menimbulkan celetukan-celetukan yang lucu dan menghibur.

Selanjutnya yaitu Ho Myeong Su, Bapak Tua yang selalu menyiapkan diri untuk menuntut anak-anak tirinya karena kemungkinan ia akan dibunuh karena perebutan harta warisan. Percayalah, ketiga tokoh pria ini punya karakter yang asyik untuk diiukuti.Selain mereka, masih ada sahabat Yun Geon bernama Mi Hyang yang berprofesi sebagai hakim, Ahn So Ni ayah Dan Tae, serta In Yeong yang jelas-jelas masih menyukai tokoh utama kita yang egois dan narsis.

Alur majunya berjalan cukup lambat di awal, namun untuknya interaksi Yun Geon dengan Dan Tae dan orang-orang di sekitarnya punya daya tarik tersendiri untuk diikuti. Saat menuju klimaks dan menuju ending, kalian akan sulit melepaskan buku ini sebab alurnya berjalan dengan lumayan cepat namun stabil. Cuma sekali penulis menggunakan alur mundur pada salah satu scene di mana tokoh utama mengenang kembali kejadian terakhir yang ia alami sebelum gadis masa lalunya menghilang.

Plot yang dibangun penulis untuk menghidupkan cerita ini cukup terjalin dengan baik. Sejumlah clue yang ditebarkan di sana-sini untuk melemparkan twist di bagian akhir, meskipun cukup tertebak tapi membuat pembaca penasaran dan ingin segera menyatukan potongan-potongan teka-taki yang telah mereka kumpulkan sepanjang cerita.

Adegan-adegan favoritku adalah setiap interaksi antara Yun Geon dan Dan Tae. Baik sebelum maupun sesudah perubahan sikap tokoh utama ini. Yun Geon menunjukkan perubahan yang signifikan dan lama kelamaan menampakkan sifat tersembunyi yang selama ini tak pernah ia tunjukkan, mungkin karena ia sendiri tak menyadarinya. Dan adegan menjelang ending itu, ketika ia membahas tentang Pak Tua dan peristiwa yang menimpa Dan Tae, cukup membuat hati perih sekaligus hangat.

Aku menyukai gaya bercerita atau mungkin bisa dikatakan, kombinasi antara gaya bercerita dan gaya terjemahan Mbak Putu dalam novel ini. Selera humor penulis cukup bisa diacungi jempol karena di beberapa bagian, aku merasa ia bisa begitu menghidupkan karakter Yun Geon. Malah, kalau ingin membandingkan, aku lebih menyukai novel ini dibanding novel sebelumnya yang ditulis oleh Kim Eun Jeong Ssi. Ia bisa dengan mudah menggambarkan perkembangan hubungan kedua orang yang awalnya saling bertolak belakang ini, lambat laun menjadi dekat karena melihat kesamaan dalam diri masing-masing.

"Apa aku masih normal kalau berkonsultasi masalah percintaan dengan anak kelas 3 SD ini? Lalu kelihatannya, anak ini sedang berniat untuk mengajariku dengan serius, seolah-olah dia adalah mentorku untuk masalah percintaan. Aku mengakui dia memang memiliki niatan hati yang jauh lebih baik dariku soal melindungi wanita, bahkan bisa dikatakan lihai. Oleh karena itu, aku jadi tidak bisa berkata apa-apa.”- Yun Geon (Hlm 533)

Namun aku menemukan inkonsistensi pada salah satu tokoh yang cukup berpengaruh, yaitu selingkuhan Bapak Tua Ho Myeong Su bernama Park Hyeong Im. Awalnya ia digambarkan sebagai wanita sederhana yang mirip bekas pembantu (Ini kalimat milik Yun Geon, dia memang suka berbicara seenak jidat :D dan songongnya keterlaluan), tapi selanjutnya digambarkan sebagai wanita yang glamor dengan pakaian-pakaian yang mewah. Namun penulis tidak menjelaskan lebih jauh tentang perubaha ini.

Masalah ending, awalnya agak skeptis, kenapa penulis memilih ending seperti ini setelah semua yang telah tejadi. Namun ternyata kemudian aku paham, ada tujuan tertentu di balik pemilihan peristiwa penutup ini, Jadinya aku cukup puas dan berpikir “boleh juga idenya”.

Jadi bagi kalian yang mencari tokoh utama novel yang beda, yang memiliki sejumlah twist serta membahas tentang isu pelecehan anak di bawah umur dengan suasana kekeluargaan yang kental, kalian harus coba membaca novel ini.
Profile Image for Ratna Sari.
308 reviews12 followers
February 5, 2017
"Anak Itu selalu memberikan kekuatan kepadaku. Dia adalah alasanku hidup dan berada di dunia ini. Segalanya bagiku."(hal. 407)

Kehidupan pengacara Jo berubah saat dirinya didaulat menjadi wali dari seorang anak laki-laki berusia 9 tahun yang menjadi korban pelecehan seksual. Di saat bersamaan, dirinya sedang menyelesaikan kasus pembagian harta warisan seorang bapak tua yang kaya raya. Kasus yang membawa dirinya beberpa kali berbaring di rumah sakit dan hampir merenggut nyawanya.
Tanpa diduga oleh dirinya, kedua kasus tersebut menyimpan banyak misteri, sehingga pengacara Jo harus menyatukan potongan-potongan puzzle tersebut. Berhasilkah Jo Yun Geon memenangkan kedua kasus tersebut?

Novel ini menjadi novel karya Kim Eun Jeong pertama yang aku baca. Aku sangat menikmati kisah yang mengangkat tema sosial seperti kekerasan seksual terhadap anak dan perebutan harta warisan. Walaupun tema tersebut termasuk berat, namun penulis membuatnya menjadi ringan dan mudah dipahami.
Aku suka sekali dengan Jo Yun Geon, tokoh utamanya yang "tengil". Sebel. Apalagi kalo ngomong, kasar dan dingin banget. Ada satu bagian yang aku seneng banget pengacara Jo itu kena batunya. Yaitu saat dia meminum air dari gelas yang dibawa oleh Dan Tae. Aku ngakak sejadi-jadinya. Haha..
Banyak twist/kejutan yang diberikan oleh penulis yang membuat cerita ini lebih menarik. Novel ini tebal dan seharusnya jumlah halaman yang tertera di GR ini adalah 580 halaman. Namun, karna gaya penulisannya ringan, jadi gak terasa.
Rekomen banget buat kamu yang suka romance, khususnya yang sering nonton drakor. Karna novel ini merupakan novel terjemahan Korea.

Review lengkap menyusul di blogku 》》 romanitamore.blogspot.co.id
Jangan lupa ada blogtour & giveawaynya tgl 18 Januari nanti.
Profile Image for Fitria Y.
154 reviews3 followers
April 11, 2017
I thought I read a book from different writer, not Kim Eun-jeong. I really like Kim Eun-jeong's previous works (So I Married The Anti-fan, Cheeky Romance, My Boyfriend's Wedding Dress), they have the fast plot, quick banter, and all things that suck me into K dramasverse. All is familiar stuff , I can read it with my eyes half-closed. It is good for shutting the tired mind. Lol. At one third of the book, the plot seems rather slow, but it is picking up after that. Thank God. I know this! I know it is you writer-nim! I trust you! :D
Jo Yun-geon is so cynically funny funny. I enjoy his character. We speak with the same language. Lol. Though no romance?? I miss Kim Eun-jeong's romance story. :D And btw K stories can't do without a birth secret. But we have two here! Bwa, ha, ha.
Author 3 books1 follower
June 24, 2018
Saya merupakan salah satu penggemar novel Kim Eun Jeong, tapi entah kenapa, untuk novel yang kali ini adalah yang terlama saya selesaikan. Alur dari awal cerita sampai pertengahan terasa sangat lambat (begitu pun dengan kecepatan saya membaca).
Untungnya setelah itu, konflik yang disajikan mulai menuju klimaks dan kecepatan saya membaca pun meningkat berkali-kali lipat.

Overall, konflik yang disajikan cukup menarik dan berhasil membuat saya tercengang dengan plot twist yang diberikan. Tapi sayangnya, saya hampir menyerah terhadap buku ini, karena alurnya yang lambat.
Profile Image for Zulfy Rahendra.
284 reviews76 followers
June 2, 2017
Pas baca ini berasa nonton drama korea. Dengan konflik ((( berkelindan ))) satu dan yang lain, tapi ngga banyak romansanya. Suka! Walaupun ketebak banget ceritanya, tapi endingnya ngga maksa. Walaupun karakter Jo Yun Geon sebenernya menyebalkan, tapi masih manusiawi. Terus Dan Tae-nya cuteness overload super adorable sekaliiiii uwuwuwuwuwuwuwuwuu~~ Duh jadi kangen nonton tripletnya Return of Superman deh...
55 reviews
January 28, 2017
agak beda dari buku Eun-jeong biasa. biasanya Eun-jeong menampilkan romantic scene. mungkin karena biasanya tokoh utamanya cewek. korean life style yang "kebaratan" juga digambarkan disini.
Profile Image for Putri Natalia.
119 reviews10 followers
March 6, 2017
Buku paling membosankan dari semua karya Kim Eun Jeong yg udah aku baca.
Mungkin karena aku ngarepnya bakal ada kisah cinta yang romantis seperti di karya-karyanya sebelumnya.
Profile Image for Jasmina.
50 reviews2 followers
June 24, 2021
Ini buku pertama dari penulis Kim Eun Jeong yang aku baca. Tema yang diangkat dari buku ini emang cenderung ke isu sosial, aku suka.

Novel ini tebel banget, nyentuh 500 halaman lebih. Aku ngebagi waktu buat baca karena takut bosen kalo ngebaca novel ini sekaligus, hehe. Tapi dengan halaman setebel itu, beneran worth it kok! Banyak juga pembelajaran yang bisa diambil.

Jujur, awal baca aku beneran sebel banget sama tokoh utamanya, Jo Yun Geon. Tapi ini nggak bikin aku ngerasa pengen berhenti baca sih, cuma ya jadi gedek sendiri bacanya. Sifatnya yang seenaknya dan pemikirannya yang nganggep cewek tuh gampang buat ditinggalin beneran ngeselin. Tapi untungnya, dia ngalamin character development juga. Yang aku suka, dia belajar itu semua setelah menghadapi kejadian hidup yang mungkin nggak dia sangka bakal terjadi. Singkatnya, belajar dari pengalamannya sendiri.

Tema dari novel ini bisa dibilang cukup sensitif sih. Di sini ngebahas pelecehan seksual, harta warisan, dan lainnya. Aku suka eksekusi penulis buat nyelesaikan masing-masing permasalahan. Di beberapa adegan aku sampe tersentuh bahkan nangis. Aku bisa ikut ngerasain apa yang udah mereka laluin selama hidup. Berat, tapi mereka tetap menuntut keadilan. Mereka hebat! Oh iya, karena mengurusi kejadian-kejadian seperti ini, itu beneran ngebantu Yun Geon buat berkembang. Semakin buka lembaran novel, semakin aku merasakan perubahan dari tokoh utama kita ini. Pembelajaran dari hidup sendiri memang hit different ya.

Aku salut sama penulis novel ini, dan juga plot twistnya! Mungkin entah aku yang kurang fokus baca atau memang penulis yang udah nyiapin plot secara matang, setelah fakta demi fakta keungkap, banyak hal yang bikin aku kaget. Ternyata, semua tokoh di sini tuh saling berhubungan. Aku kira mereka emang tiba-tiba aja ada urusan sama tokoh utamanya gitu, tapi nggak. Mereka saling punya keterkaitan yang melengkapi alur ceritanya. Di sini aku bener-bener kayak, "woaaaaah!". Keren.

Ada kutipan yang paling aku suka dari buku ini:

"Semua orang membuat pilihannya masing-masing. Tapi, apa ada yang memberi tahu bahwa semua pilihan mereka itu benar? Bukankah di sampingmu itu sudah ada 'buku pelajaran'-mu? Untuk mendidikmu atas kesalahan yang kau perbuat sebelumnya." -hlm. 552
2 reviews
August 22, 2020
Sebenarnya udah beberapa tahun belakangan ini minat membaca gue udah turun drastis, terakhir gue menyelesaikan novel itu 2 tahun yang lalu tepatnya bulan desember 2018 untuk merefresh otak gue yang beberapa bulan sebelumnya penuh dengan semua hal tentang skripsi dan kedukaan yang baru terjadi.

Kemarin gue baru menyelesaikan bacaan My Little Princess by Machiatto karena ternyata bukunya menarik jadilah gue ngebuka sisa stock novel hadiah ulang tahun yang datangnya lebih awal tahun ini.

Pertama kali pegang ini novel rasanya agak malas karena melhat novel ini lumayan tebal dengan 570 halaman, takutnya ditengah perjalanan gue nyerah baca nih novel, tapi ternyata dugaan gue salah yeorobun!. Buku ini sangat layak untuk dibaca, meskipun awalnya ada beberapa hal klise yang sebenarnya udah bisa kita tebak karena sudah sering terjadi di berbagai drama dan novel, tapi ada juga hal yang membuat kita membelalakkan mata dan ditipu dua kali. Seperti quotes yang ada di buku.

Bebaskanlah pikiranmu, itulah yang akan membebaskanmu. hal. 435


Maka dengan demikian pula sambil membaca aku terus berskenario dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan pak tua? Apa tujuan sebenarnya yang dimiliki oleh pak tua, meskipun begitu dugaan skenario yang ada dikepalaku ternyata meleset, ada plot twist yang terjadi sesuai dengan quotes yang mucul.

Jangan percaya pada siapapun sampai isi kotak yang kau buka itu habis. hal. 523


Karakter yang paling gue sukai siapa lagi kalau bukan Ahn So Ni ayah dari Ahn Dan Tae, He is too good to be true sama dengan apa yang pengacara Jo katakan bahwa sepertinya Ahn So Ni ini adalah jelmaan dari malaikat yang tak bersayap, bagaimana dia bisa menjadi suami yang baik untuk Eunjae, Ayah yang penyayang untuk Dan Tae dan 'teman' yang baik untuk pengacara Jo.

Selamat membaca chingudeul, semoga kalian juga merasakan kesenangan dan kehangatan yang sama seperti apa yang gue rasakan saat membaca novel ini.
Profile Image for perpusaru.
53 reviews
December 4, 2021
Secara pribadi saya sangat menikmati novel ini walaupun saya sedikit mempertanyakan hubungan antara judul dan isinya. Namun, setelah saya membaca novelnya hingga akhir, saya baru mengerti maksud dari semuanya. Novel ini cukup ringan, tipikal Drama Romance pada umumnya. 

Untuk alur cerita, Jo Yun Geon (tokoh utama) tidak saja harus mengurusi Dan Tae (anak titipan) tapi juga masalah lainnya yang muncul bertubi tubi selama novel berjalan. Saya sebenarnya sangat menikmati ceritanya tapi, di satu sisi saya merasa novel ini terlalu luas jangkauannya yang membuat saya bertanya tanya di mana pokok permasalahannya dan terkesan jadi bertele - tele. Namun, saya sangat menikmati ceritanya terutama beberapa karakter kuat seperti Mi Hyang, Hakim sekaligus teman Jo yun Geon yang menitipkan kasus Dan Tae. Karakter Mi Hyang sangat kuat dan dingin. membuat saya terpesona setiap bagiannya muncul. 

Ending.... 

Saya merasa ending dari novel Puzzle of Lies tidak dapat disebut ending, namun memang begitu adanya. Rasanya seperti ada yang kurang ketika saya membaca ending dari novel ini. Seperti ada yang kosong.

Namun, terlepas dari hal itu, saya sangat menikmati membaca novel ini, terutama karakter utama dan peran pendukungnya memiliki chemistry yang kuat satu sama lain. 
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Monica.
29 reviews13 followers
June 29, 2022
Waktu membaca buku ini, aku hanya mengira bahwa akan membaca kisah seorang pengacara yang secara tiba-tiba harus menjadi wali seorang anak kelas 3 SD. Sehingga kehidupan normalnya berubah, sehingga dia harus beradaptasi dan mengubah gaya hidupnya.

Ternyata lebih dari itu...
Banyak sekali fakta-fakta mengejutkan selama membaca buku ini.
Seperti hubungan si pengacara dan orang-orang disekitarnya, termasuk salah satu kliennya.
Jujur aku mencoba menebak-nebak dan membuat spekulasi asal "bagaimana jika si pengacara dan si 'dia' memiliki sesuatu hubungan seperti ini?"
Dan ternyata beberapa tebakanku cukup tepat, meskipun begitu masih membuatku kaget ketika author menuliskan hal itu.

Jujur suka dengan buku ini. Karena membuatku merasa menikmati drama korea, meskipun disini aku harus membaca dan membayangkan semua hal yang ada di dalam buku ini...
84 reviews1 follower
March 27, 2021
Baca ini serasa "membaca drama korea".
Ceritanya menarik sebenarnya tp kurang terfokus karena ada banyak sub cerita yg memang saling berhubungan. Mungkin karena judulnya puzzle jadi ceritanya dibuat dalam kepingan2 yg kelihatannya ga nyambung.

Saya sebut mirip drama korea karena seru di awal tp temponya lambat.
Profile Image for Jeje.
65 reviews2 followers
July 1, 2021
Jujur agak kewalahan namatin novel ini but overall ok. Ini cocok banget dijadiin drama. Kalo disuruh milih aku lebih milih dramanya kalo ada🤣 di pertengahan agak membosankan dan lebih fokus ke cerita si Dantae, baru ke belakang belakang muncul alesan kenapa si bapak tua itu mempercayakan si pengacara mengurus harta warisannya. Actual score 3,5/5
This entire review has been hidden because of spoilers.
138 reviews1 follower
November 20, 2020
ok.., menarique.., cara eun ju bercerita sangat menarik.., bikin saya jadi craving karya karya nya yang lain.. plot yang tidak biasa.., namun mengalir..
Profile Image for Sha.
184 reviews6 followers
June 15, 2022
Jo Yun Geon adalah seorang pengacara yang ahli di bidang harta waris. Saat ini, ia sedang menangani kasus seorang kakek yang tidak ingin mewariskan hartanya kepada anak-anaknya. Di saat yang sama, ia harus menjadi wali dari seorang anak laki-laki bernama Dan Tae yang mengalami pelecehan. Dengan adanya dua kasus tersebut, hidup Yun Geon pun menjadi terusik. Novel ini punya alur yang lambat, bisa dilihat dari bukunya yang cukup tebal, 576 halaman. Hal ini membuat cerita menjadi lebih detail sekaligus sedikit bertele-tele. Ada beberapa adegan yang menurutku tidak perlu diceritakan dan hanya menjadi filler. Dengan adanya dua kasus utama yaitu kasus Dan Tae dan si kakek, konflik dalam novel menjadi rumit. Kronologi setiap kasus dijelaskan secara runut dan detail. Tentu saja ada teka-teki di setiap kasus yang membuat Yun Geon kewalahan. Untuk kasus Dan Tae, aku bisa menikmati alurnya. Interaksi Yun Geon dan Dan Tae juga cukup menghibur. Tetapi, untuk kasus sang kakek, terasa cukup panjang dan penulis seperti mengulur-ulur waktu untuk sampai ke pengungkapan kasus.

Latar belakang karakter utama digali dengan mendalam. Dimulai dari Yun Geon di masa kecil, saat sekolah, kuliah, sampai menjadi pengacara. Karakter Yun Geon yang menyebalkan membuatku susah merasakan simpati walaupun sudah mengetahui latar belakangnya. Perkembangan karakternya pun menurutku tidak terlalu kentara. Ada sedikit bumbu romance di tengah-tengah ke-hectic-an konflik. Walaupun aku tidak merasakan chemistry antara kedua tokoh ini, tapi porsi romance nya pas menurutku. Plot twist dalam novel ini ada lebih dari satu. Meskipun bukan hal yang mengejutkan, tetapi menambah keseruan cerita.
Profile Image for Unn Lovegood.
259 reviews1 follower
November 1, 2021
I kept guessing the story, but in the end I didn't guess either. The story just flows, I enjoyed it. The more you read, the more curious you become.
Displaying 1 - 30 of 30 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.