The best of Robin Wijaya
Aku betul-betul terkesan dengan novel ini. Sebetulnya idenya bukan ide baru. Kalo dibayangkan versi filmnya, ada beberapa film dengan konsep cerita seperti ini. Misalnya Rectoverso, Love, sama Love Actually. Tapi tetap aja terasa istimewa karena gak banyak penulis yang menulis novel seperti ini.
A mOment to Love You menceritakan kisah 5 pasangan. Rama-Kinan, Benny-Rasti, Wira-Mitha, Galih-Niken dan Dio-Renata. Benang merahnya ada di sebuah kios bunga bernama Chrysant. Kenapa Chrysant? Baca aja dan temukan alasan penamaan kios tersebut. Dan alasan kenapa bunga krisan ini jadi istimewa banget bagi salah satu pasangan di novel ini.
Setiap tokoh punya masalah cinta masing-masing. Mulai dari masalah rumah tangga, masalah patah hati, friendzone, kehilangan kekasih, sampai pengkhianatan. Kalo bisa dibilang, karena ceritanya warna-warni inilah yang bikin novelnya gak membosankan. Jadi setiap masuk ke kisah pasangan baru, pembaca bertanya-tanya, kali ini ceritanya apa ya?
Nah, aku ini tipe pembaca yang suka penasaran. Karena begitu masuk pasangan kedua, aku mulai tahu kalau novel ini punya kisah-kisah yang saling terkait. Aku jadi kepo buka-buka halaman belakang untuk cari tahu siapa pasangan berikutnya. Dan hal itu juga membuat kita jadi menebak-nebak di sepanjang cerita. Ini si A hubungannya apa ya sama si B. Ini si D itu siapanya si C sih? Tapi nggak membingungkan kok. Nggak sampai harus bolak-balik novel juga. Kecuali di pasangan kelima, karena kedua tokohnya cuma dimunculkan jadi semacam teaser di pasangan-pasangan sebelumnya.
Hal yang menarik adalah karena aku membaca novel ini 2 kali (soalnya aku penasaran sama detail-detail novelnya yg kelewat waktu pertama baca). Aku jadi menemukan banyak tokoh yang sebetulnya sudah jadi cameo tapi nggak disebut secara langsung di pasangan sebelumnya. Misalnya, di cerita Rama dan Kinan. Ada adegan dimana Dio & Renata lewat di samping mobilnya Rama, tapi pembaca nggak dikasih tau secara langsung mereka siapa. Dan kita baru ngeh waktu udah sampai di partnya Dio dan Renata. Terus di part nya Benny & Rasti, ada Wira yang menyeberang jalan pakai sepeda sambil membawa bunga di tasnya. Di part nya Mitha dan Wira, ada siaran radio yang dibawakan Renata. Dsb. Menurut aku itu keren banget. Dan..... kalo pembaca jeli, sebetulnya biang kerok di pasangan kelima itu sudah dikasih petunjuknya dari awal banget loh. Waktu Rama cerita soal temennya yang kerja di Singapura.
Hal-hal di atas yang pada akhirnya membuatku menobatkan novel A Moment to Love You ini sebagai the best nya Robin Wijaya. Selain jalan cerita yang menarik. Detail-detail kecil yang nggak terpikirkan oleh pembaca itu menurut aku cerdas. Selain karena gaya menulis Robin yang seperti biasa mampu menyentuh dengan pilihan-pilihan katanya yang lembut tapi nggak lebay.
Terakhir, jangan lewatkan kutipan-kutipan puisi Sapardi Djoko Damono yang menjadikan novel ini bertambah manis. Semoga Robin mengeluarkan novel sekeren ini lagi.