Bani kehilangan satu-satunya rumah untuk pulang ketika Bunda yang disayanginya meninggal dunia. Di saat tidak ada satu pun orang yang berdiri di sampingnya, justru Dinda menjadi satu-satunya yang bertahan untuknya, menemani Bani di saat lelaki itu merasa dunianya tengah runtuh. Dinda bukan sosok yang asing untuk Bani, gadis itu sudah masuk ke daftar orang yang tidak disukainya sejak pertemuan pertama mereka. Tapi semesta seolah berkonspirasi untuk mempertemukannya dan Dinda dalam suatu liburan keluarga, sampai akhirnya Dinda pun mulai mengetahui sedikit demi sedikit rahasia yang Bani simpan. Termasuk rahasia tentang keluarga Bani yang semula tersimpan rapat. Keberadaan Dinda selepas kepergian Bunda di sisi Bani perlahan-lahan membantu Bani untuk bangkit kembali, berdamai dengan masa lalunya yang kelam. Dengan Dinda, Bani menemukan kembali rumahnya untuk pulang.
Infinity adalah novel Mayang Aeni yang sebelumnya diunggah di situs kepenulisan secara online. Bagi kamu pengikut @rapshodiary pasti sudah tidak asing lagi dengan novel Infinity karya Kak Mayang. Sayangnya, aku belum pernah membaca novel ini saat masih di wattpad, tetapi aku beruntung bisa membaca versi cetaknya setelah diterbitkan.
Novel ini merupakan terobosan baru Penerbit Grasindo, karena Infinity menjadi novel pertama yang kubaca yang masuk dalam Wattpad Fiction. Novel ini mengisahkan mengenai kehidupan Bani dan Dinda. Kedua remaja ini sama-sama duduk di bangku SMA.
Dinda adalah anak baru sekaligus pindahan dari Bandung di sekolah Bani. Selama ini Bani terkenal sebagai Ketua Geng The Fabs, geng yang sangat terkenal di sekolah itu. Bani sebagai anak dari pemilik yayasan, tentunya punya kekuasaan sendiri. Sudah menjadi tradisi di sekolah itu, kalau anak baru akan mendapatkan "sambutan khusus" dari geng The Fabs. Anak baru itu hanya bisa menerima dan tidak boleh melawan.
Sayangnya, hal ini tidak berlaku bagi Dinda. Dinda tidak terima dengan perlakuan The Fabs yang diterimanya di hari pertamanya sekolah. Dinda malah menentang geng itu. Alhasil Dinda pun harus siap menerima bahwa selama semester ke depan dia akan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari geng itu. Tidak ada siapa pun yang bisa membantu, karena diancam akan menggantikan posisi Dinda.
Hingga saat semester berakhir dan Dinda pun bahagia karena untuk sementara dia akan terhindar dari Geng The Fabs selama liburan. Sayangnya, itu hanyalah angan-angan belaka. Dinda terpaksa harus menemani mamanya berlibur ke rumah sahabatnya yang sudah 10 tahun tidak bertemu. Dinda tidak menyangka bahwa di rumah sahabat Mamanya, dia akan bertemu kembali dengan sosok yang sedang dihindarinya. Ya, Dinda tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Bani.
Namun, Dinda bingung karena Bani yang sekarang ditemuinya berbeda sekali dengan Bani yang selama ini dia kenal. Jika Bani terkenal dengan sosoknya yang dingin dan ketus, hal yang sungguh berbeda jika berhadapan dengan Bunda Ambar, ibunya. Bani malah berubah menjadi Ian yang manja.
Dinda seakan melihat dua kepribadian dalam diri Bani, mana Bani yang sebenarnya? Apalagi Bani masih tetap bersikap mengesalkan kalau berhadapan dengan Dinda. Bahkan Bani mengancam Dinda untuk tidak menceritakan liburannya di rumah Bani.
Semua tiba-tiba saja berubah ketika Dinda mendengar berita meninggalnya Ambar, ibunya Bani. Dinda awalnya kasihan kepada Bani, apalagi Bani seakan kehilangan pegangan setelah kepergian bundanya. Dinda pun memutuskan untuk mendampingi Bani di saat-saat tersulitnya, dan lambat laun Dinda akhirnya bisa melihat sisi lain Bani yang penuh luka masa lalu. Ternyata ada alasan di balik semua sikap Bani sekarang, ada rahasia keluarga yang membuat Bani terluka sangat dalam hingga sulit untuk memaafkan dan malah melampiaskannya ke orang lain.
"Lo bukannya bilang nggak mau sendirian? Kalau lo tetep nyimpen dan mendem masalah lo atau kesedihan lo sendiri, nggak ada gunanya gue atau siapa pun nemenin lo. Lo akan terus merasa sendirian." (Halaman 73)
Bagaimana akhir kisah Bani dan Dinda? Akankah Bani bisa berdamai dengan Dinda, sekaligus berdamai dan memaafkan masa lalunya?
Gak nyangka aku sangat menikmati membaca novel ini. Sebuah cerita remaja yang cukup menguras emosi. Awalnya aku pikir aku hanya akan disuguhkan dengan kisah cinta biasa, tetapi ternyata ada hal lain yang jauh lebih besar daripada itu.
Novel ini tidak hanya berbicara soal kehidupan Dinda dan Bani saja, bagaimana mereka akhirnya saling bersinggungan satu sama lain. Seakan mereka dipertemukan untuk melengkapi kehidupan masing-masing.
Aku suka bagaimana Kak Mayang membuat sosok Bani dari dua sisi yang berbeda. Kemudian Bani secara perlahan-lahan berubah menjadi sosok yang lebih baik dan tidak memasang topeng lagi, sejak kehadiran Dinda. Hal yang terasa manusiawi dan realistis sekali, jika kita berada di posisi Bani.
"Pulang itu artinya kembali ke rumah, Yah. Tapi, saya sejak lama kehilangan rumah saya sama Ayah. Satu-satunya rumah untuk saya kembali lagi hanya Bunda. Tapi Bunda udah nggak ada." (Halaman 81)
Rasanya tidak mudah menerima kenyataan jika keluarga yang selama ini kita sayangi dan kita banggakan, ternyata malah menjadi orang yang paling menyakiti kita. Aku bisa merasakan bagaimana Bani akhirnya memilih untuk menutup diri dan hanya bergantung kepada bundanya. Hingga kemudian Bundanya harus pergi, Bani pun terpuruk, merasa sudah tidak ada lagi yang peduli kepadanya. Untungnya, Bani punya Dinda dan teman-teman yang berada di sampingnya menguatkannya.
"Apa hal paling susah tapi sekaligus indah yang dilakuin di dunia ini, Ban? "Memaafkan." (Hal. 152)
Sulit untuk menyalahkan Bani atas pilihan hidupnya yang memilih jalan seperti itu. Jalan untuk membenci orang-orang yang dianggap telah menyakitinya. Rasanya memang sulit untuk memaafkan. Tetapi, jika kita melihat dari sisi yang berbeda ternyata bukan hanya Bani saja yang terluka, orang-orang itu juga sama-sama terluka.
"Gue emang nggak ada tau rasanya jadi lo, Ban. Karena kata orang, kita bisa paham kalau kita udah ngalamin sendiri. Tapi, nggak ada salahnya lo memandang semua dari sisi lain. Gue nggak maksa lo untuk memaafkan kalau lo emang nggak bisa. Tapi, cobalah untuk ngelihat dari sudut yang lain." (Halaman 152)
Aku suka bagaimana Kak Mayang membuat penyelesaian dalam novel ini. Bani yang mulai membuka diri terhadap masa lalunya yang pahit, mencoba untuk memaafkan dan berdamai. Semua tidak secara instan, tapi benar-benar dibuat secara perlahan-lahan, dengan proses yang memang panjang. Aku bisa merasakan pergulatan batin Bani mulai menerima takdirnya. Aku suka bagaimana Kak Mayang mengakhiri semua akhir dari kisah ini. Semua indah pada waktunya.
"Andai manusia bisa milih untuk terlahir dari rahim siapa. Atau andai manusia bisa milih jatuh cinta sama siapa, pasti nggak ada yang tersakiti." (Halaman 174)
"Kalau manusia bisa milih sendiri takdirnya, dunia jadi nggak seimbang. Bakal banyak manusia yang tersakiti karena nggak dipilih." (Halaman 174)
Tokoh favoritku itu Dinda. Dinda yang tahu akan dirinya. Dinda yang hadir membawa perubahan besar dalam hidup Bani. Perbedaan karakter keduanya juga malah saling melengkapi. Aku suka saat mereka berinteraksi, terasa sekali chemistrynya. Dinda yang sejak awal memilih untuk bertentangan dengan Bani. Namun, ketika Bani butuh seseorang saat di titik terendahnya, Dinda berjiwa besar untuk mendampingi. Padahal Dinda bisa saja tidak peduli, apalagi mengingat segala perlakuan buruk Bani dan gengnya terhadapnya. Tetapi Dinda memilih jalan yang berbeda. Memilih merangkul Bani, bukannya malah ikut-ikutan membenci. Hal yang membuatku salut sekali dengan sosoknya.
"Lo itu kayak hujan di tanah tandus, Nda. Membawa perubahan, membawa kesegaran. Dan jelas yang lo bawa itu adalah hal yang positif." (Halaman 236)
"Peran lo dalam hidup gue tuh terkesan infinity, Nda, tanpa batas. Sometimes you could be my friend, lover, enemy, and even my mom. Gue bisa jadi siapa aja di depan lo begitupun lo di depan gue. Gue nggak takut lagi untuk membuka luka-luka gue dan mengobatinya sejak ada lo." (Halaman 248)
Kamu mencari sebuah kisah remaja tentang cinta, keluarga dan memaafkan masa lalu, aku rekomendasikan novel ini untukmu. Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah Bani dan Dinda :)
Infinity, mengisahkan antara percintaan remaja, kehidupan dan keluarga. Di perankan oleh sosok Bani dan Dinda. Bagi Bani Dinda adalah sosok asing. Anak baru akan di beri kata selamat datang oleh geng nya. Gadis itu masuk ke daftar orang tidak disukai Bani sejak pertemuan pertama mereka. Namun, takdir mempertemukan antara Bani dan Dinda dalam suatu liburan keluarga, sampai akhirnya Dinda pun mulai mengetahui rahasia yang Bani simpan. Sejak bunda Bani meninggal, Bani merasa kehilangan rumah satu-satunya. Saat Bani terpuruk tidak ada satu orang pun yang ada disampingnya. justru Dinda yang selalu ada disampingnya.
Antar keluarga seharusnya kita percaya, masalah keluarga yang dihadapi Bani akan kurangnya kasih sayang seorang ayah membuat cerita ini menemukan sosok baru yaitu Petra, yang tak lain dan tak bukan adalah adik kandung Bani sendiri tapi beda ibu. Yang selalu mencari perhatian pada Bani yang sudah dianggap sebagai abang yang baik. Masalah terus berdatangan, jalan kehidupan semakin sulit dan membelit. Hingga akhirnya penyelesaian pun menanti kehidupan antara Bani dan Dinda.
** About Infinity’s novel :
Novel Infinity ini adalah novel kedua dari Mayang Aeni yang diterbitkan setelah ok boss. Mayang Aeni sendiri mulai menyukai novel dan cerpen sejak SD. Katanya, menulis merupakan caranya mengekspresikan imajinasi dan beristirahat sejenak dari kesibukkannya sebagai pelajar.
Dari sampulnya saja mungkin pembaca langsung tertarik, perpaduan gradien warna dengan gambar ilustrasi orangnya sangat pas. Belum lagi pembatasnya, potongan dari ilustrasi orangnya sangat menawan. Pertama membaca, pembaca langsung disuguhkan dengan adegan bullying, apa lagi pas baca sampe tengah!! SUMPAH, banyak banget kejutannya dan itu tidak termasuk dalam pemikiran saya. Gak nyangka banget kalo alur ceritanya bakal kek gitu!! Pas ada tokoh ‘Petra’ saya gak nyangka kalo Petra itu masih saudaranya, saya pikir dia hanya temannya. Infinity tidak kalah dengan novel-novel yang lainnya, lahirnya infinity ini dapat menyampaikan pesan dengan apik dan lembut
Dari alurnya saja susah ditebak, bikin ketagihan. Karakter antar tokoh dimainkan sangat mantap. Cerita ini sungguh sangat gampang dimengerti karena pemilihan katanya mudah di pahami. Masalah konflik? Tidak diragukan lagi. Banyak konflik yang menantang lebih tepatnya bikin deg-degan. Cerita dikemas dengan bumbu-bumbu pengajaran akan kehidupan, kasih sayang dan keluarga. Panggilan kesayangannya Bani ke Dinda sangat kusuka.
Saya masih penasaran, bagaimana bisa kak Mayang Aeni membuat alur cerita ini begitu menakjubkan? Apakah terinspirasi atau hanya imajinasi atau juga lewat mimpi? Sangat tidak dipercaya novel ini tidak klise dan antimaenstream.
Bagi saya novel Infinity ini adalah novel terfavorite saya dari 4 novel yang saya punya. Berulang kali saya baca ceritanya tidak pernah bosan.
Kekurangannya bagi saya :) Waktu kejadian kematian Bunda Bani. Di dalam cerita tidak dijelaskan secara kronologis kematian Bunda Bani disebabkan karena apa? Kecelakan kah, bunuh diri kah, sakit kah atau yang lainnya. Jika sakit seharusnya dijelaskan sakitnya itu sakit apa? Dari cerita cuma dijelaskan (... Wajahnya terlihat sedikit pucat hari ini, katanya dia sedang kurang enak badan.)
terus kata “Folder”(hal. 117 (… pikiran Dinda terbang ke folder yang di larang Bani.)) ada yang di cetak miring dan ada yang tidak. Nah, pas kalimat itu kata folder tidak bercetak miring.
Konfliknya pas ga menye-menye dan gk lebay kayak kebanyakan novel indonesia, critanya juga gak monoton, pembawaanya juga asik, ringan dan santaiiii 👌👌karakternya likeable, meskipun critanya agak sedikit umum tentang percintaan remaja, awalnya saling ga suka lalu akhirnya jadi suka dan banyak bngt yang ambil tema cowok kaya (anak pemilih yayasan , dll krn itu emang yang disukai para pembaca muehheheh), suka juga sm karakter pemeran utamanya, seimbang jadinya.
Serius aku suka banget sama ceritanya. Ringan dan pembawaannya asik. Konfliknya juga seakan pas dengan bahasa yang ngga ngebosenin. Karakternya juga ngga monoton, Dinda ngga lebay dan bisa menyesuaikan sama Bani. Sempet nyesel kenapa ngga baca di wattpad :( tapi worth it pas baca novel ini. Sukses terus ya! :)
suka banget sama novel ini karena bahasanya santai dan mudah dimengerti konfliknya juga pas dan alur ceritanya gak ngebosenin pokoknya harus baca dehhh!!!!!!
"Gue merasa gagal menjaga lo kemarin. Gue ngerasa gagal menjadi cowok yang bisa lo andalin-"
Novel ini mengisahkan lika-liku hidup Baniansyah, anak SMA yang ternyata menpunyai banyak luka di balik hidupnya. Seorang cowok yang menjadi ketua geng The Fab di SMA nya, ditakuti hampir seantero warga sekolah tapi ternyata dia adalah seorang anak mama di rumahnya.
Dinda sebagai murid baru di SMA tersebut, selama 6 bulan mendapatkan perlakuan "istimewa" dari geng The Fab, menyebabkan Dinda dan Bani tidak pernah akur. Hingga pada pada liburan semester Dinda tanpa sengaja harus menginap di rumah Bani di Lembang, ternyat ibu Dinda dan Ibu Bani bersahabat. Di sanalah Dinda mengetahui sifat kemanjaan Bani pada mamanya.
Mama Bani meninggal beberapa hari setelah kepulangan Dinda dan mamanya dari liburan semester. Dinda yang secara tak langsung dekat dengan Bani saat di lembang, meskipun tetap dalam pertengkaran merasa khawatir dengan keadaan Bani. Sejak saat itulah Dinda berusaha untuk ada di samping Bani, meskipun awalnya Bani menolak keberadaan Dinda.
Ternyata di balik itu semua, Bani menyimpan kisah kelam perjalanan cinta kedua orangtuanya. Papanya yang menikah lagi dengan kekasihnya saat kuliah,-mama Bani dan Papanya di jodohkan oleh orangtuanya- ternyata memiliki dua anak dan salah satu anaknya sebaya dan satu sekolah dengan Bani, Petra. Hal inilah yang membuat Bani membenci Papa dan saudara tirinya.
Petra, Bani, dan Papanya ternyata mempunyai rasa sakit dan cinta yang sama, namun mereka hanya mampu menyimpan tanpa mampu mengungkapkan. Akankah mereka akhirnya bersatu dan sakit itu teruraikan.
Novel remaja ini tidak hanya mengangkat kisah cinta anak SMA, namun mengisahkan konflik tentang kasih sayang di dalam keluarga. Dan Mayang Aeni mampu menuliskannya dengan baik, tidak membosankan.
Worth to read it and pick it into your wish list to read.
Ringan sis, tipe abis-sekali-baca. Umm.. masih sekitaran gita cinta SMA yes, ku kira dapet wattpad-lit yang agak mature.
How to turn a cold hearted boy into cheesy & romantic guy. Yah kurleb sih ceritanya kaya gitu. Harap dicatat yes, nggak ada badboy-badboyan dimari. Bahkan kalau melihat chapter-chapter awal Saya malah mikir, banci bukan ini Bani? Kok main geng2an dan ngebully cewe. Serasa Tao Ming Tse ye mas? Kay skip...
Jadi ya si Bani ini cold-hearted karena masalah yang terjadi di rumah. Yeah, bapaknya galak dan terkesan nggak peduli sama dia, terus parahnya si Bapak juga kawin lagi dan punya anak hasil dari selingkuhannya itu. Intinya sih karena itu Emak Bapaknya jadi pisah, meskipun ngga cerai juga. Tapi yang Bani tau, dia dan Bundanya terluka. Dan satu-satunya tempat Bani mencurahkan kasih sayang cuma Bunda, yah sampai Dinda dateng—tapi nggak langsung jatuh cinta yes. Mereka—Dinda & Bani, jadi deket setelah kematian Bunda. Bani jadi lebih sering cerita dan lebih terbuka ke Dinda, yah emang dasar witing trisno jalaran saka kulino yes.
Kaya udah Saya bilang diawal yah, ringan, ga pelik-pelik amat konfliknya. Terus cara mereka memaafkan dan berdamai juga terkesan effortlessly gitu, mengingat bagaimana mereka saling membenci satu sama lain. Atau mungkin karena sebetulnya dilubuk hati mereka saling sayang yah? Jadi lebih mudah untuk memaafkan semua yang udah terjadi. So... I’ll go with 2/5 stars only. It was okay and bearable but not fascinate me enough.
Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.
Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas
I read this book for third times already, I love it. Bukunya cenderung tipis dengan 250 halaman tapi main charactersnya are very well development, aku suka gimana writernya gak include a lot of relationship but only focused on a few and make them as a main topic with a very detailed and well describes scenes. hubungan ibu dan anaknya, hubungan keluarganya, hubungan antara Bani dan Dina with enemy to lovers tropes, terus hubungan Bani dan Petra. I LOVE ALL OF THEM, suka banget writing stylesnya Mayang Aeni, dan suka sama klimaks dan penyelesaian ceritanya.
Great job, gonna be my fav book that I keep recommending to other people. also buku ini pertama kali di publish di wattpad, tapi isinya gak cheesy kayak mainstream wattpad publication!!
Bani sosok dingin dan tak punya belas kasihan ternyata aslinya tidak seperti itu.
Dinda cewek yang punya masalah dengan Bani, sekaligus siswa yang punya masalah dengan The Fabs benar-benar dibuat takjub dengan sifat Bani ketika sedang bersama dengan bundanya, anak manja dan so imut.
Bagi Bani bundanya adalah segala-galanya, rumahnya tempat ia pulang. Namun bunda nya malah dipanggil lebih cepat oleh Tuhan. Dan ketika itu Bani benar-benar merasa tidak berguna.
Untunglah ada Dinda yang selalu siap ada di samping Bani.
Sebenarnya sudah lama beli novel ini, dalam segi cerita udah Bagus. Yang saya sayangkan, saya pernah baca versi wattpadnya dan ceritanya lebih terjabarkan dari pada novelnya.
Di wattpad ada diary ibu Bani, tapi di novelnya sama sekali nggak di perlihatkan.
Berharap versi novel lebih lengkap atau setidaknya ada extra story, tapi ternyata malah banyak yang dipotong. Mungkin memang ketentuan dari penerbit, tapi tetap aja saya sebagai pembaca wattpad kecewa setelah membeli versi bukunya.
buku ini lumayan sih buat sekali duduk, karena konfliknya juga ga berat2 amat. cuma yah, agak ga sreg aja sama awalannya dinda sama bani, maksudnya kek... lu dibulli 6 bulan ancirt, bukannya dendam lu malah naksir sama pelakunya, ya walaupun udah liat sisi lainnya tetep aja sih apa ga gimana. dan dibanding dinda sama bani, lebih interest ke hubungannya bani-petra sih wrwrw
It's pretty good, but not too special for me. Ceritanya cukup ringan, enjoyable, dan cocok untuk dibaca kala libur atau gabut. Not bad, cuma kurang membekas aja buatku
Infinity bercerita tentang kehidupan seorang Dinda dan Bani di SMA Angkasa. Bagaimana Dinda menjalani kehidupannya begitu juga dengan Bani. Dinda yang merupakan anak baru pindahan dari Bandung dan akhirnya sekolah di SMA Angkasa. Bani yang dikenal sebagai ketua The Fabs, geng yang sangat terkenal di SMA Angkasa. Kerjaannya tentu saja mengerjai anak baru. Sebagai anak pemilik yayasan tersebut, Bani memiliki kekuasaan tersendiri. Dan tentu saja kehadiran anak baru di sekolah tersebut menyenangkan hati para anggota The Fabs. Karena anak baru akan mendapat sambutan khusus dari para The Fabs. Dan anak baru tersebut hanya boleh menerima tapi tak boleh melawan.
Dinda termasuk menjadi sasaran The Fabs. Sejak hari pertama dia diperlakukan kurang menyenangkan oleh The Fabs, Dinda sudah langsung menentang geng tersebut. Konsekuensi yang Dinda dapatkan adalah, bahwa selama satu semester ke depan, dia akan mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari geng tersebut. Dan tak ada yang bisa membantu Dinda, karena ancamannya adalah menggantikan posisi Dinda mendapatkan sambutan khusus dari The Fabs.
Membaca novel ini benar-benar mengasyikkan. Benar-benar cukup menguras emosi banget. Nggak nyangka banget, ceritanya bikin aku baper abis, sukses nahan tangis di kantor, dan mager banget buat kerja. Jangan ditiru yaaa. Nggak baik. Kerja kok baca novel. Lha gimana, mata sukses ngantuk banget. Satu-satunya cara selain dengerin lagu yaa baca novel. Ditambah mati listrik juga tadi di kantor, plus hujan dan anginnya waaa.. bikin dag dig dug.
Novel ini tak hanya bercerita tentang kisah Dinda dan Bani. Namun, kehidupan mereka yang seolah saling melengkapi, bersinggungan satu sama lain, saling membutuhkan dan terlebih seolah semesta seperti sudah mengatur jika pertemuan mereka adalah takdir.
2⭐ dari saya Awal sampai pertengahan cerita itu saya sangat menikmati dengan cerita khas teen-fiction tapi kok menjelang ending jadi capek banget gitu bacanya