Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Tied Series #1

Tied Up: I Give You My Heart, You Give Me Your Life

Rate this book
"Sejak awal melihatmu, aku tahu kamu bentuk nyata dari bencana. Sekeras apa pun aku menghindar, kamu berhasil menarikku mendekat. Seolah ada tali tak kasat mata yang mengikat kita."

Menjalin hubungan dengan atasan adalah hal terakhir yang diinginkan Rania. Apalagi jika atasannya memiliki kepribadian buruk seperti sosok Makiel. Tapi, saat lelaki itu mengaku tertarik dengannya, dia tidak bisa mengabaikannya.

Laki-laki itu berbahaya, itu yang Rania tahu. Yang tidak diketahuinya, laki-laki itu bisa menjadi candu, dan mungkin juga obat bagi hatinya.

Haruskah dia terus menghindar, atau membiarkan takdir melakukan tugasnya?

347 pages, Paperback

First published June 1, 2016

39 people are currently reading
391 people want to read

About the author

Alma Aridatha

6 books187 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
87 (32%)
4 stars
70 (26%)
3 stars
65 (24%)
2 stars
26 (9%)
1 star
16 (6%)
Displaying 1 - 30 of 33 reviews
Profile Image for Al-Al Malagoar.
Author 1 book51 followers
Read
July 28, 2017
Sebelumnya saya minta maaf kepada Mbak Alma kalau review saya mungkin sedikit kasar. saya menyukai gaya bahasa Penulis. Tanpa Penulis sadari, saya berguru kepada beliau bagaimana menulis cerita menggunakan teknik POV 1. Mbak Alma dengan sabar, mengajari saya yang bebal ini. Mbak Alma pun dengan sabar menjawab semua pertanyaan2 saya.

Sebelumnya, saya belum pernah bisa menamatkan cerita2 beliau di Wattpad, karena saya terlalu minder dengan teknik menulis beliau yang mampu membuat saya pengin membakar tulisan2 saya. Saat membaca tulisan beliau yang secara berkala di upload di Wattpad, saya hanya mampu membaca sekilas, karena saya sungguh merasa minder, gaya tulisan Mbak Alma bukan gaya tulisan penulis Wattpad pada umumnya. Sangat lancar, memikat, dan tidak membuat bosan. Beliau sudah seperti penulis dewasa.

Namun, ketika teman saya memberikan buku ini kepada saya, saya tidak ingin membiarkan buku ini berlalu begitu saja. Saya ingin berguru secara tidak langsung dengan beliau. Saya ingin menggali lebih dalam ilmu yang beliau sebar di novelnya. Maka dari itu, saya memberikan ekspektasi tinggi untuk novel ini. Saya sangat yakin, cerita ini mampu membuat saya mempelajari lebih dalam tentang dunia penulisan.

Yang kemudian, keyakinan saya itu, benar2 dihancurkan oleh isi cerita ini. Ekspektasi tinggi itu dibanting semena2 begitu saya mencapai ujung cerita. Bahkan, saya hampir saja meletakkan buku ini ke ranjang DNF dari sejak Bab 3. Karena saya yakin, setiap cerita itu pasti memiliki nilai untuk dipetik pelajarannya, saya pun akhirnya menamatkan buku ini. Tapi begitu saya membaca bab terakhirnya, satu bintang yang ingin saya berikan kepada cerita ini pun, saya simpan kembali. Saya benar2 kecewa dengan cerita ini.

Bagi saya, cerita ini tak ubahnya bentuk pelecehan. Bentuk perusakan pemikiran orang2 yang membacanya. Maafkan saya kalau saya bicara sekasar ini Mbak Alma. Tapi, itu yang saya dapatkan dari cerita ini.

Tied Up menceritakan seorang perempuan bernama Rania yang bekerja di sebuah perusahaan arsitek milik pengusaha muda bernama El. Seperti kebanyakan cerita2 roman pada umumnya, hubungan atasan bawahan pun terjadi antara Rania dan El.

Saya menyukai kedua karakter itu, di bab pertama. Tapi di bab2 selanjutnya, bahkan sampai cerita ini habis pun, tidak ada satu pun dari karakter di novel ini yang saya suka. Semua tokohnya kentang. Serba nanggung. Nggak ada yang benar2 memikat.

**WARNING ISI KONTEN PENUH SPOILER**
1. Rania.
Dari sekian banyak novel, baru di sini saya menemukan tokoh perempuan munafik. Semua yang ada di diri Rania adalah kontradiksi.
Kenapa saya bilang munafik?
Pada halaman 134 si Rania berkata
“Aku membenamkan kepala di meja, menahan tangis. Aku paling tidak tahan dituduh ‘menjual diri’ atau hal lain semacam itu membuat segala rasa rendah diri yang sebenarnya masih kumiliki muncul ke permukaan.”

Hai, Rania, yang membikin dirimu rendah itu bukan penilaian orang, melainkan dirimu sendiri. Di awal cerita Rania dicium El di lift sehingga membuatnya sange. Tapi saat dia menginginkan lebih dari sekadar ciuman (Rania mengatakan ingin bertelanjang di sini—lift maksudnya—sekarang juga), El tidak mengabulkan keinginan Rania tersebut. El justru meninggalkan Rania. Rania yang geram pelepasan seksualnya tertahan, pergi mencari Gio, sahabatnya sendiri, dan mengajak Gio ngentot di kantor—yeah, Anda tidak salah membaca. Rania ngentot dengan Gio di kantor, gara-gara Rania kebelet kawin (dan nggak bisa menahan hasratnya)—masih belum merasakan rendah diri, Rania?

Pada halaman 63 El berkata kepada Rania
El: “Aku suka membayangkanmu memakai bikini.”
Rania: “Itu pelecehan!”
El: “Kamu tidak menyukainya?”
Aku memilih tidak menjawab kembali fokus pada barang-barangku. Dengan tak acuh, aku MENGIKUTI UCAPANNYA, memasukkan tiga pasang bikini.

Yeah, Rania, kamu mengatakan apa yang dibilang El adalah pelecehan, tapi kamu mengikutinya—dengan TAK ACUH. Perempuan mana yang suka dilecehkan? Bahkan oleh pasangannya sendiri? Seks dan pelecehan itu beda! Cabul dan pelecehan pun beda! Jika El membayangkan Rania memakai bikini disebut pelecehan, bagaimana dengan Rania yang membayangkan ROBOT SEKSNYA SOSOK EL?
Masih nggak sadar dengan seberapa rendahnyakah dirinya?

Hal. 93
Aku memindahkan jaket ke pangkuannya, mengatur posisi dudukku agar rokku tidak sampai tersingkap dan memperlihatkan HARTA BERHARGAKU YANG TIDAK BERPELINDUNG. “Sambil kamu bercerita, aku akan bersikap baik pada ‘adik kecilmu’.
Jadi, si Rania ini ingin El menceritakan masalalu dengan pacarnya, tapi si El menolak, dan rania memaksanya dengan cara memperlihatkan harta berharganya yang tidak berpelindung (alat vitalnya yang tidak memakai sempak) sambil melakukan handjob pada kemaluan El. Yeah, Rania membuat rendah dirinya sendiri dengan kelakuannya. Dia perempuan binal, gila seks, suka melakukan seks dengan sahabatnya sendiri jika dia sange. Lalu tahu-tahu dia berkata: “Aku paling tidak tahan dituduh ‘menjual diri’ atau hal lain semacam itu membuat segala rasa rendah diri yang sebenarnya masih kumiliki muncul ke permukaan.” Dia memang tidak menjual diri, tapi apa yang dilakukannya adalah merendahkan dirinya sendiri. Betapa munanya, dia.

Saya tidak tahu karakter Rania, dibuat jalang, tapi nggak maksimal, merasa sok rendah. Dibuat polos, tapi kok kelakuan sangat tidak sinkron.

2. El
Tokoh El adalah tokoh paling plin plan yang pernah ada. Di bab 1 dia diceritakan pangeran es, dingin menusuk tulang, matanya biru kristal menatap dingin. Sifatnya angkuh, pemaksa, otoriter, benar-benar menyerupai iblis. Tapi, di bab 3—demi Tuhan, di Bab 3—karakter itu dihancurkan.

Hal 53.
Saat kembali ke mejaku, si Iblis sudah duduk di kursi kerjaku, menghadap laptopku, sambil melahap coklat mousse ku. “Heh itu coklatku!” ß ini rania nggak terima cokelatnya main dimakan si Iblis
Tapi kemudian si Iblis berkata: “Aku lapar,” jawabnya tanpa menoleh, sambil melahap mousse itu sampai tandas.
Ini si Iblis tapi kelakuan kayak anak laki-laki belum sunat. Main merebut coklat bawahannya dengan dalih ‘aku lapar’. Di mana sifat iblisnya? Di mana sikap menakutkannya? Sifat dinginnya?

Pada hal. 54 Si Iblis slash anak laki-laki belum sunat berkata: “Kata2mu menyakitiku, Rania.” Wohooo… ini si iblisnya merajuk? Kolokan? Galau gara-gara ditolak Rania? Ew.

Hal 57. Si Iblis kembali berkata: “Beri kesempatan padaku, Rania. Pada kita.”

Karakter yang sungguh2 membingungkan. Kata2 jahanam, setan alas, iblis, dingin, ITU HANYA TEMPELAN. Karena pada kenyataanya dia itu anak laki-laki manja, suka memaksa, kalau keinginannya nggak dituruti, dia akan marah. (Sangat mirip dengan keponakan saya) dan DEMI DEWAAAA, alasan utamanya memakai Kondom saat bercinta adalah: DADDYNYA SELALU MENASIHATINYA SAFETY SEX DARI KECIL! DADDYNYA MENASIHATINYA MENGGUNAKAN KONDOM SAAT MELAKUKAN SEKS BEBAS, MAKA DARI ITU EL SELALU MEMAKAI KONDOM! What a great boy. Anak ayah. Suka kolokan. Manja. Sangat tidak layak disebut IBLIS. Dia itu patutnya dikasih julukan Tuyul saja, lah.

Dari segi isi cerita:
Tidak ada apa-apa di dalam sini selain seks yang digambarkan secara gamblang di mana2. BAHKAN BDSM HANYA TEMPELAN! Dominan bisa ditawar di sini. BDSM HANYA diceritakan di awal2 dan di akhir bab. Yang paling membuat saya geli sekaligus miris BDSM HANYA VITAMIN! Demi Dewaaaa…

Semua masalah di sini KENTANG! Dan, problem solving dari serentetan masalah-masalah di sini diselesaikan seperti anak TK.
Saat Rania akan dibawa ke ruangan bdsm, tahu2 dia ketakutan. Dan, nggak bisa melanjutkan ke tahap hard sex, hal ini membuat marah El. Membuat El emosi. Saya sangat2 mengharapkan konflik di sini, tapi ternyata lagi2 saya kecewakan. Konflik di sini diselesaikan dengan cara MEMINTA RASA KASIHAN. Jadi, HANYA untuk minta maaf, Rania menceritakan kisahnya di masa lalu. Jadi dulu tuh, Rania pernah diperkosa saudaranya sama dua teman2nya. Kedua tangan rania diikat kuat, kedua kakinya pun diikat kuat, puting rania dijepit, sementara mulut rania disumpal bola. Rania nggak hanya diperkosa, dia pun digangbang. Anusnya dimasuk2in sesuatu. Pokoknya masa lalu Rania kelam banget.

Dan, dengan masa lalu itulah Rania meminta maaf. Dia mendulang rasa kasihan dari El melalui belas kasihan. Dia mengalami pemerkosaan mengerikan, tapi dalam 1 cerita nggak ada satu pun dampak dari pemerkosaan itu (kecuali narasi trauma di akhir cerita). Meskipun rania bilang udah diterapi, tapi di sini nggak ada satu indikasi pun dia diperkosa. Cerita masa lalu itu pun HANYA SEKADAR TEMPELAN, SATU CARA MENYELESAIKAN MASALAH ANTARA RANIA DAN EL (dan pembenaran bdsm di akhir cerita). Sungguh2 mengenaskan. Penyelesaian konflik antara dua tokoh dengan menyuguhkan drama menyakitkan yang sama sekali nggak memberi pengaruh pada plot

kasus kedua.
El merasa marah setelah mengetahui bahwa Rania adalah seorang janda. Wadepaaaak. El bisa segala sesuatu tentang Rania, tau alamat apartemennya, bahkan dengan gamblang dia bilang, "aku memiliki akses data seluruh karyawanku." Tapi dia nggak tahu Rania janda? Ktp Rania masih single? Masih perawan? 2 tahun nikah nggak ganti status dalam ktp?

Konflik ini seru. Menarik melibatkan kepercayaan. Tapi demi Tuhan. Penyelesaiannya kembali kentaaaang. Lemah banget. Ala2 anak SD. Seperti kita yang mencari belas kasihan untuk meminta maaf pada teman sebangku kita karena kita kedapat nyolong rautannya, misal.
Saat El marah, Rania mengatakan kejujurannya kenapa bisa cerai. Rania pernah keguguran. dia menceritakan kehancuran pasca keguguran. WHAAAAT LU GILAAAA. cerita ini menggunakan sudut pandang pov1, kenapa dari hampir 300an halaman nggak ada dampak2 psikis dari kesakitan2 hebat di masa lalunya sih? Setelah menceritakan keguguran itu, dengan mudahnya El memaafkan Rania. Masalah terselesaikan. Kepercayaan yang ternoda itu termaafkan dengan cerita keguguran. Dan hidup kembali berjalan seperti impian.
Semua masalah di sini penyelesaiannya sungguuuuh mudah. Tinggal menceritakan masa lalunya yang berat bnget yang hanya tempelan itu maka semua selesai. Nggak ada perjuangan kedua tokoh untuk mendapatkan kepercayaan. Kepercayaan itu hadir dari rasa kasihan.

Hal2 di atas yang membuat saya pada akhirnya hanya memberikan bintang satu kepada cerita ini. Tapi, setelah mencapai ending, bintang satu itu pun saya simpan dengan sangat terpaksa karena saya sangat kecewa dengan pemikiran para tokohnya. Nggak masuk akal.

Di saat Rania diperkosa, dia pernah disumpal sama bola. Yang membuat Rania trauma mulutnya disumpal bola, dan nggak akan pernah membiarkan mulutnya dimasuki kelamin saat melakukan seks, alias oral. Namun, demi Tuhan, trauma terhadap bola yang pernah menyumpal mulutnya saat diperkosa pun diselesaikan dengan sangat menjijikkan. ORAL. Rania yang trauma itu penasaran dengan rasa burung El kalau dimasukkan ke dalam mulutnya. Dia pun mencoba mengoral kentinya El. Yang ternyata rasanya tidak menjijikkan seperti saat dia diperkosa. Dia menyukai oral. DAN BOOMMM TRAUMA ITU PUN HILANG. HUYEAAAAAAHHHHH TRAUMA HILANG DENGAN PELAJARAN ORAL.

Lalu, yang bikin saya pada akhirnya ingin mencakar2 aspal adalah penyelesaian terhadap trauma pemerkosaan, gangbang, dan penganiayaan itu adalah BDSM. HOMINA HOMINA HOMINA. omong kosong. Pelecehan. Penghinaan. Bagaimana seorang perempuan berpikiran seperti itu. Dia diperkosa, digangbang, disodomi, rasa sakit yang sungguh hebat itu, trauma sungguh mencekam itu, trauma sungguh menghancurkan itu diselesaikan dengan BDSM? Bagaimana bisa, hah? Bagaimana bisa problem solvingnya sekentang itu? sejahanam itu? Seenggakmanusiawi itu? Kalau buku ini dibaca saudara2 perempuan kita yang memiliki masa lalu seperti Rania, yang sudah putus asa karena dihantui rasa trauma itu, lalu dia terinspirasi ingin menghilangkan trauma itu dengan bdsm, gimana? Rasa sakit apa yang akan ditanggung lagi?

Saya hanya bsa mengurut dada. Saya tidak dapat apa2 di buku ini. Sengayal apa pun Anda bercerita itu sah, asal memiliki unsur dulce et utile. Menyenangkan dan berguna. Saya tidak mendapat 22nya di sini.
Profile Image for Lulu Syifa.
26 reviews4 followers
December 20, 2016
"Cinta itu bukan cuma harus pasrah, Ya. Jodoh memang di tangan Tuhan. Tapi kita harus nunjukkin ke Tuhan, seberapa pantas kita nerima itu." hlm. 232

Adalah Rania Winatra, seorang arsitek di perusahaan Makiel Architecture yang 'terjebak' dalam hubungan khusus dengan atasannya yang menyebalkan; Hitler wannabe, Iblis Jahanam, Rania menyebutnya.

Hubungan Rania dengan Makiel ini lucu, dari sebel jadi cinta. Dari awalnya cuma coba-coba, jadi ketagihan....

Alurnya rapi, back story tentang kehidupan Rania juga tidak terduga. Bikin merinding!

Saya menyukai tokoh utama pria. Makiel Noah Alexander bukan lelaki kaya raya yang nyaris punya segalanya. Dia "hanya" seorang pengusaha, yang mengawali bisnisnya dari sepetak kamar kos-kosan, yang berkembang menjadi perusahaan kecil di daerah pinggiran, lalu semakin tumbuh menjadi perusahaan besar.

El, memang fiktif tapi trasional. Dia bukan tokoh yang asal diciptakan dengan terlalu sempurna untuk memuaskan hasrat berimajinasi pembaca. Orang-orang seperti El, mungkin ada di sekitarmu, bukan hanya hidup dalam dongeng saja.

Untuk ukuran buku self published, dari segi penulisan dan EBI, cerita ini udah cukup rapi. Meskipun ada beberapa kesalahan pada kata yang dicetak miring dalam dialog. Tanda petik atau kutip, jadi kotak yang entah maksudnya apa (seperti di halaman 85). Tapi gak mengubah arti kok. Saya pernah baca versi aslinya di Wattpad dan yakin ini hanya kesalahan cetak.

Dan, menurut saya, gambar cover-nya kurang sesuai untuk novel romantis erotis. Gambarnya terlalu lembut, gak mencerminkan karakter Rania atau Makiel yang tangguh dan menyukai kontrol.
Profile Image for Autmn Reader.
896 reviews94 followers
July 16, 2020
Ku bacanya skimming, jadi aja bntangnya satu, hehe.

Setelah baca beberapa novel wattpad, sepertinya penulis wattpad (sejauh ini, ya) seneng banget gunain kata "jalang". Gak tahu kenapa ya? Padahal itu tuh cewek yang nulis tapi ngerendahin cewek juga, wkwkwk. Tapi mungkin emang buat kebutuhan cerita. Tapi kalau banyak yang sering gunain kata itu, mungkin bisa ya dijadiin penelitian ama anak sastra indo. Masuk ke bidang linguistics tuh guys bisa. "Frekuensi penggunaan kata 'jalang' oleh penulis wattpad"

Wkwkwkwk. Apasih ini. Oke move on ke cerita.

Karena ku skimming jadi yang bisa kusimpulin dari cerita ini adalah, bagaimana tidak konsistennya para tokoh.

Rania. Dia trauma karena dulu pernah "diperk***" sama kakak seayahnya dengan cara menjijikan, tapi dia nyembuhin traumanya sama cara yang dilakuin kakaknya. Terus omongan sama sikap itu bertolak belakang si Rania ini. Wkwkwk.

El. Dia katanya dingin dan sebagainya, trope wattpad soal CEO lah ya gimana, tapi yang ada dia cuman manja gak ketulungan.

Nah satu lagi yang aku dapetin persamaan novel wattpad selain trope CEO. Pernikahan kilat.

"kita akan menikah seminggu lagi."

Coba deh baca cerita CEO wattpad, gini rata2. Heuheu.

Pokoknya gengs, i don't recommend this, karena selain isinya kayak ngajarin kita free sex is not dangerous tapi ini tuh termasuk unhealthy relationships yang berbahaya.

Aku skimming ini pun karena mau baca buku2 penulis yang lain. Soalnya katanya lumayan. Well, wish me luck. Wkwkkw
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 26 books286 followers
September 21, 2017
At least Christian Grey masih punya alasan kenapa dia jadi suka BDSM. El? Not at all.

Dan, ratusan hal mengganggu lainnya yang sebagian sudah dijabarkan oleh salah satu review di sini.

Too much Fifty Shades of Grey di awal. Terutama adegan lift. Eww.
Profile Image for nasya.
847 reviews
February 10, 2021
first of all, aku kurang suka sama covernya. beda bgt sama 3 series lainnya, padahal ini buku pertama.

kedua, aku kaget bgt ternayata cerita ini erotic, dan awalnya kukira tema bdsm, tapi ternyata engga. karena dari cover/judul/blurb sama sekali gaada sinyal bahwa ini akan banyak adegan sex-nya. 65% mungkin, apalagi di bagian2 awal.

ketiga, makiel gak seperti yang digambarkan; iblis, dingin, dan kejam. dia malah bucin dan gaada penjelasan bahwa dia dingin.

kelima, rania plinplan

terakhir, konfliknya cukup banyak. dari masa lalu rania, hubungan rania sebelumnya dan kembaran makiel. btw kenapa gaada penjelasan atas makiel yang suka bdsm ya? setauku orang yang memilih bdsm itu pasti ada alasannya
Profile Image for Jessica.
1,220 reviews40 followers
November 22, 2020
FSoG kearifan lokal. Wkwkwkk

Karakter favoritku, siapa lagi kalo bukan mamanya Rania. Lol. She's the most sensible character in this book.

Sisanya, isi adegan hot hot semua dan cuma 1 adegan BDSM klo kalian penasaran.

Cara penulisan Alma di buku ini kaku sekali. Bisa dibayangkan kalo mereka mengobrol dengan bahasa Inggris. Bahasa Indonesianya berasa kayak baca terjemahan Google Translate. Much comfortable imagining them talking in English.

Btw seks keras apaan sih? Bahasa indonya dari BDSM ya?

Menurutku, kisah cinta Rania dan Makiel ini terlalu instan. Cinta yg tumbuh dari stalking dan lust. Hmmm hubungan mereka ga sampe sebulan malah dan banyak cekcoknya.
Profile Image for Anggarani Nia.
56 reviews
May 2, 2017
Baca buku ini awalnya karena baca tied the knot duluan. Terus jatuh cinta sama karya Alma. Awalnya kaget aja baca buku ini dan cerita tentang hubungan ala-ala fifty shade of grey, tapi overall aku suka buku ini. Buku awal dari rangkaian cerita Alma yang super keren.
Profile Image for Tjhin Carla.
4 reviews1 follower
June 21, 2017
ini komen pertama saya selama geriliya di dunia goodreads :">

Mengenai Tied Up seri pertama dari TIED SERIES;
Dari segi cover itu 'Manis', 'romantis', 'couple' tapi jujur TIDAK menggambarkan situasi cerita yg ada di dalam Tied Up ini. First time my friend saw it (aku nitip kosannya utk pengiriman novel ini ketika mba Alma buka PO /seru loh rebutan PO /plak), she said "ini cerita tentang Young Adult?" Terus pas kuminta utk cek kondisi dalemnya kemudian dia pun baca dan WA aku, "INI ISINYA APA HAHAHAHA ga sesuai ama kover~~"

Dari segi cerita; awalnya kupikir ini cerita ttg cerita cinta-cintaan Rania <<< si Heroine; seorang wanita 'modern' di Indonesia (aku kasih tanda kutip krn dunia 'modern' itu identik dgn u know lah ya hehehehe) dgn Makiel; bos Rania di kantornya. Kupikir bakalan 'boring' dgn latar belakang spt itu namun ternyata dunia Rania dan Makiel itu 'gelap' latar belakang masa lalunya. Untungnya yg aku suka itu si Makiel yg suka duluan ama Rania << aku suka tipe2 ini dan ini spoiler ga sih wkwkwk. Soal yg Tied Up suka dibilang mirip2 ato ngikutin gaya novel sensual yg lagi ngehits itu kupikir sih ga mirip sama sekali, scr personal 'kesensualan' kisah ini masih taraf biasa banget malahan (oke saya kebanyakan baca yg lbih parah dr ini wkwkw maafkeun sayaa lol)
Yg lbh ditekankan sih kisah roman Rania & Makiel aja sih IMHO.

Nilai positif banget dr mbak Alma ini doi mampu mengolah kata2 sehingga jadi alur yg enak di baca dan diksinya baku tapi tetep terbaca gehol alias gaul gtu. Pace dari cerita ini juga asik, ga kecepatan dan ga kelambatan banget. PAS deh pokoknya!

Sekian komen2 gaje dr aku :"> Maaf ya bila ada kata2 aku yg menyinggung :"D


Profile Image for Nike Andaru.
1,653 reviews112 followers
January 18, 2020
12 - 2020

Saya bersyukur membaca buku-buku Alma justru dari yang paling baru sampe ini buku pertamanya. Tahun 2019 saya membaca keempat buku seri Tied ini. Mulai dari cerita anaknya Gio, cerita Gio, cerita Rian, cerita Jessica sampe ini yang pertama adalah cerita Rania dan Makiel.

Saya bersyukur baca buku ini paling akhir karena menurut saya buku ini adalah yang paling biasa aja dibanding buku yang lainnya. Cerita cinta Rania dan Makiel lebih banyak adegan seksnya. Wew, sampe saya ngeri sendiri kok porsinya sebanyak itu, beda dari buku-buku Alma yang lain.

Awal baca kok ngerasa ini ceritanya bakal mirip Fifty Shades of Grey nih, tapi pas kebelakang ya memang beda, mungkin sedikit terinspirasi. Walau begitu dalam buku ini memang adalah awal dari cerita tokoh-tokoh lain dari Makiel Architecture. Sepertinya memang Alma sudah merencanakan dari awal akan sebanyak apa tokoh yang akan diceritakan di buku-buku selanjutnya dalam seri ini.

Ceritanya sendiri biasa aja percintaan antara bos yang kayaknya mengerikan bak iblis tapi cuakep nan ganteng trus akhirnya udah bisa ditebak lah ya. Tapi, Alma memasukkan isu BDSM (walau gak diceritakan lebih banyak), isu trauma perkosaan hingga rasa cinta pada saudara sendiri. Menarik dan itulah yang menjadi konflik besar dalam buku ini. Sayangnya saya kurang suka cerita detil soal adegan ranjang mereka berdua yang porsinya banyak bener dah.

Eh, tapi ada cerita Zac, Alistair dan Audri yang diceritakan remaja di bagian akhir buku ini. Wah, semoga cerita buku selanjutnya adalah tentang mereka ya.
Profile Image for Tesyasavika.
31 reviews2 followers
February 6, 2017
Pertama saya buku ini saya tertarik sama karakter rania yang khas cewek metropolitan dan karakter makiel yang dingin but sweet in another situation. Seperti tulisan kak alma yang lain narasi mengalir gitu aja, ga ada yang berlebihan atau terkesan lebay. Tapi ntah kenapa interaksi rania-gio terlihat lebih menarik mungkin setiap scene mereka terkesan lebih "unyu" diluar ketegangan hubungan plin plan antara pemeran utamanya.
Tapi buku ini ga bikin nagih seperti tied series lainya mungkin karena tied series yang lain ada sedikit bumbu humor dr karakter utamanya sedangkan tied up karakter utamanya lebih serius

Untuk cover aku suka cuman menurutku gambarnya terlalu soft mengingat genrenya young adult bkn teenfiction dan isinya yang ada adegan dewasa apalgi kedua karakter utama menyukai kontrol covernya ga menggambarkan itu. Tapi kertas halamanya aku suka menurutku persis kertas halaman novel terbitan penerbit major bkn selfpublish
Profile Image for Cahya Widyastutik.
43 reviews2 followers
December 28, 2016
Saya suka, tapi sukanya biasa aja, ngga sampe cinta.
Entahlah cerita ini ngga ninggalin kesan apa-apa, biasa aja ngga sampe ingin ngebaca ulang (ngga kayak cerita Tied series lain yang reread-able). Apa karna judul dan isinya ngga sesuai atau bagaimana, saya juga masih mikirin itu. Hahaaa

Tapi yang pasti saya suka gaya mba Alma bercerita. Asique banget, ngalir gitu aja tanpa hambatan.
Satu yang ngga saya suka, karakter Rania-El angin-anginan, bentar A bentar B kemudian C. Bikin gemesh, tapi nyebelin juga karna mereka plin plan terus dari awal sampai akhir.
Tarik ulurnya terlalu lama, jalan di tempat.

Tapiiiiiii, disini, sosok Gio lebih terlihat menarik daripada tokoh utamanya. Interaksinya dengan Rania tidak boleh dilewatkan. Lucu gemeshin cenderung gila.
Dan sejak disini pula, saya memutuskan melabuhkan hati saya pada sosok Giandra Abimanyu. #Eaa

3 dari 5bintang buat Rania-El.~
Profile Image for Ratih Cahaya.
413 reviews7 followers
Read
August 13, 2024
Aku baca ini setengah jalan aja.
Ceritanya bakal panjang karena berkaitan sama buku2 penulis yg udah aku baca sebelumnya.

Jadi, aku pertama baca buku Kak Alma itu yg judulnya No Place Like Home. Waktu itu aku penasaran aja kan, terus dr deskripsinya itu menarik. Kebetulan juga aku lagi bikin cerita ttg anak broken home, jadi aku nyoba baca buku dgn tema serupa.

Tapi aku nggak selesai baca buku itu karena menurutku konfliknya nggak sampe2 dan aku udah keburu bosen.

Nah, dua hari belakangan ini aku pengen baca buku romance gitu. Dan aku masih penasaran dgn buku Kak Alma yg lain. Akhirnya aku bacalah buku Tied the Knot.

Awal baca buku itu, aku lumayan suka ya. Karena ceritanya dimulai dari selesai akad nikah, aku pikir, oke deh aman. Terus, tokoh utamanya Dee, lumayan alim gitu.

Nah, di pertengahan cerita, aku mulai bosenlah. Besoknya, alias hari ini, aku mulai baca buku ini.

Fyi, aku tahu novel ini tuh series, tapi aku ga tahu urutannya yang mana dulu. Dan karena aku mikirnya ini series, jadi kurang lebih latar belakang ceritanya tuh hampir mirip. Karena di buku Rian dan Dee udah menikah, aku pikir, di cerita lain tokohnya udah menikah juga tapi melalui masalah yg beda.

Ternyata yang ini enggak ya. Dan lebih gila. Aku bener-bener nggak berpikir bakal ke arah itu sih ceritanya. Yah gitu deh.

Novel ini jelas bukan 'my cup of tea' banget. Di cerita Rian dan Dee, walau ada adegan seksualnya, karena mereka udah nikah, it's okay. Tapi karena ini pergaulan bebas banget. Jadi, yaudah, beda nilai aja.

Untuk jalan ceritanya, ya gitu sih. 'Perjuangan' Rania dan El utk bisa bersatu dlm ikatan pernikahan. Karena aku baca buku Rian dan Dee dulu, jadi aku udah tahu mereka berhasil menikah dan punya anak cowok bernama Alistair.

Yah, jadi baca setengah jalan aja cukup.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Anggipptr.
42 reviews2 followers
December 14, 2018
Akuu fansnya kak Alma, dan udah tergila2 sm due series lainnya yaitu tied the knot dan retied. Keduanya luar biasaaa..
tapi untuk buku ini.. hmmm rasanya mau nangiss..
kecewaa.
Saat baca buku ini di awal2 bab aku kayak lagi nntn film porno. Ada hal2 yg buat aku bertanya “ada ya cewek kayak gitu??”
Riana disini digambarkan sebagai cewek umunya yang punya kehidupan karier yg bagus, tp kelakuannya ya tuhan, bebas benerr.. tp anehnya lingkup bebasnya kecil bgt.. nggak ada scen yg bilang dia suka clubbing atau hal2 negatif lainnya.

Nahh, masalah lain muncul ketika masa lalu riana ini terungkat.. aku kayak nggak ngerasa “klop” gituu, seolah efek trauma itu nggak ada, seolah2 kisah masa lalunya itu sebenerny nggak sekelam ituu.. duhh pusing..

Dan yg buat aku geli disini adalah karakter Ivy? Aduhh entahlah.. menurut aku terlalu banyak hal vulgar yang menjijikan di novel ini. Di mulai dari pemerkosaan, BDSM sampai ke brother complex.. semuanya penyimpangan sex yg parah bgt..
Dan sangat disayangkan dari semua ituuu penjelasannya kayak nanggung gituu.. kayak kurang jelas dlm penyusunan plotnya sehingga sebagai pembaca karakter mereka nggak trlalu melekat.
Overall untuk segi kepenulisan kak Alma nggak perlu di ragukan lagi.. aku selalu suka gaya penulisannya. Semoga novel2 yg lain bisa lebih baikk
Profile Image for Apfia Dita.
15 reviews
December 19, 2020
Aku emang acak baca series Tied dari Alma. Dan ini yang kedua. Jujur aja, aku merasa anjlok feelsnya setelah baca Re-Tied. Hahahha sorry Alma..

Di Retied aku bener-bener menikmati karena hanya ada 1 konflik. Ya menuju kebahagiaan Uwi dan Radit. Konflik tambahnnya nggak banyak dan nggak bikin pusing. Ekpektasiku demikian waktu baca ini. Dan menurutku novel ini terlalu banyak konfliknya. Yang mana menurutku bikin krisis karakter.

Yang paling menonjol soal karakter Rania. Di awal cerita Rania ini berkarakter easy going. Bener-bener easy going. Bahkan bisa berhubungan sama sahabatnya sendiri di atap gedung kantor di jam kerja. Nggak pakai perasaan dan hanya untuk bersenang-senang. Tapi kemudian cerita bergulir dan menyingkapkan masa lalu kelam Rania yang pernah diperkosa dan strugglingnya dia bisa berani menghadapi hubungan pria dan wanita. Disini udah tumpang tindih. Rania yang easy going nggak kayak pernah dilecehkan, menurutku. Overlap jadinya.

Tapi aku suka karakter Makiel. Sweet.

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Yunita Taman.
294 reviews13 followers
August 5, 2017
Aduh, gimana ya kesan pas membaca buku ini. Di satu sisi ceritanya sangat "tidak biasa" jadi sebenarnya banyak menahan diri juga agar gak dnf pas adegan demi adegan yang "tidak biasa" ini berlalu halaman demi halaman. Jujur kadang merasa kok kesannya Si Rania ini gampang banget ya "diajak-ajak". Tapi setelah melewati berbagai konflik yang cukup seru, juga gaya penceritaannya yang enak, saya menikmatinya. Semua rangkaian cerita diatur menjadi suatu jalinan yang alur solid. Gini, jadi pas di satu bab kita bertanya-tanya "kok bisa gitu sih?", terus di beberapa bab berikutnya penulis kayaknya tau banget keheranan kita dan ngasih jawabannya. So, gitu deh makanya diberikanlah 4 stars buat buku ini.
Profile Image for Dhea Safira.
Author 8 books2 followers
November 17, 2017
Saya selalu suka dengan gaya bercerita Mbak Alma; ngalir dan luwes. Jadi nggak pernah bosen baca tiap karyanya.

Cerita ini di awal-awal agak mirip 50SoG (You know, with BDSM thing and the playroom).
Namun, kalau di 50SoG ada alasan mengapa Grey jadi dominan.

Di sini? Saya tidak menemukan itu.
Saya jadi bertanya-tanya, kenapa harus di BDSM-in segala kalau begitu.

Dan, si El (jujur, saya selalu salah membaca namanya menjadi Maikel) yang awalnya kelihatan banget dominan, makin ke belakang makin melankolis gitu. Nggak kelihatan dominan sama sekali.

Rania katanya juga dominan, tetapi lagi-lagi saya tidak bisa melihat hal itu.

Saya suka dengan beberapa fakta tersembunyi yang disuguhkan.
Intinya sih saya suka dengan tulisan-tulisan Mbak Alma
Profile Image for Lulu L.
111 reviews
January 21, 2019
Horeee beres. Hahaha.
Akhirnya aku nemu buku yg tokohnya ngerti kalau cinta sama nafsu selangkangan itu sangat berbeda. Puas bacanya. Meski pembukanya agak disturbing tapi tetap aja ceritanya seru buat diikutin. Akhirnya aku nemu buku yg tokohnya dibikin mesum tapi ngerti apa itu masturbasi. Good good hahaha.

Kaget dikit baca ini. Soalnya beda sekali sama buku lanjutan series yg ke berapa gitu. Aktifitas seksual di sini eksplisit sekali ya... yg aku baca kalgasal buku ke 4, tapi kan satu series? Tapi its ok lah... intinya mah tied aja ya XD
Profile Image for Stefanny Lukman.
116 reviews16 followers
January 26, 2018
tepok tangan untuk gaya tulisan kak alma yang luwes banget. biasanya jenis cerita yang begini langsung aku tinggalin wkwkw (bukan sok suci, suka juga kok baca yang dewasa. tapi kalau kebanyakan kan eneg eyke) tapi untuk tied up itu pengecualian. banyak geleng-geleng nya sih, kaget kali yaa wkwkw soalnya baca 50sog aja aku mah nggak kelar. untungggg banget tulisan kak alma tuh emang bisa bikin pembacanya larut ke dalam cerita heheh
Profile Image for Dee.
93 reviews1 follower
September 17, 2018
Tokoh nya Adalah Rania dan Makiel , Dia seorang arsitek di perusahaan Makiel Architecture yang memiliki hubungan dengan atasannya yang menyebalkan.

Hubungan Rania dengan Makiel ini lucu, dari benci jadi cinta, dari iseng coba-coba jadi mengarah ke hal serius. cerita nya sih lumayan beneran 21+ yaa... ada back story nya tentang rania dan makiel juga. jadi bisa tau jelas latar belakang masing2 nya.

Seru dan bikin penasaran ...
Profile Image for Hana Rahmalia.
26 reviews26 followers
September 22, 2018
Ini buku pertama di the tied seris ya? Ku baca malah paling terakhir jadi udah dapet spoiler dari buku-buku sebelumnya. Sebenarnya.... yang bikin bertahan baca ini adalah gaya penulisannya. Plot cerita sedikit banyaknya mengingatkan pada film fifty shades of grey yang aku bener-bener gak betah nontonnya😌 dapet plot yang sama apalagi dalam bentuk bacaan bikin kurang nyaman sih sejujurnya... tapi mbak penulis asik aja gitu cara berceritanya, jadi ku mencoba bertahan sampai akhir:")
Profile Image for Hayati.
250 reviews
November 4, 2018
awalnya emang mau ngikutin series ini tapi ketunda mulu karna ketumpuk novel2 lain yang menanti untuk di baca, tapi temen tiba2 ngechat di wa pxl dan ngepromosikan buat baca intinya dia ngeracunin buat baca series ini, apalah dayaku yang anaknya ga bisa di kasi promo dikit langsung mangut2 aja dan tergiur jadi ya mulai bacalah ini novel.
ga nyesel ngikutin saran teman yang heboh banget ngepromosikan ini, malah makin penasaran mau baca seriesnya yang lain.
Profile Image for Caca.
112 reviews1 follower
February 18, 2026
This book basically temu version of fifty shades of grey, i don't like the author making the victim of SA acting like a slut because of her trauma and meet sick rich man who acting like temu christian grey and think they would be cute couple because of sex and they fallin in love.

Rania's SA backstory was distrubing for me maybe you don't need to make that detail.
Profile Image for Nathania.
118 reviews20 followers
January 6, 2021
Jujur baca seri ke 2 sesudah ini baru lanjut baca yg pertama. Bahasa dalam cerita ini agak vulgar karena Makiel memiliki kelakuan mirip "Christian Grey" , tetapi overall suka dengan konflik & plot twist tentang Rania.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for yese.
140 reviews2 followers
March 1, 2021
Ini buku terakhir dari Tied series yang aku baca. Aku menikmatinya 3 cerita lainnya, tapi untuk ini so-so. Sebenernya aku cukup suka sama cara gaya menulisnya penulis, tapi cerita ini cukup 'vulgar' buatku. Jadi not my style
1 review
June 7, 2017
gimna ya ini cara buka nya buat baca? plis help
Profile Image for Defi Noor Ainny.
9 reviews
March 18, 2018
Rania ❤️❤️


Suka dengan sifat easy going dan sisi liarnya, tp jgn dicontoh ya gaya hidup vulgar nya 😊
Profile Image for Senli Marliana.
648 reviews3 followers
September 23, 2018
Berasa bagai ubur-ubur yang dihempas ke planet Saturnus..


Ngeeeeeeeeeenggggg 🚀🚀🚀
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
April 19, 2020
Karakter tokoh2 ceritanya bisa se complicated itu yaaa.
Displaying 1 - 30 of 33 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.