Jump to ratings and reviews
Rate this book

Lost and Found

Rate this book
Rachel tak sengaja meninggalkan organizer-nya di taksi, padahal di dalamnya berisi paspor, SIM, dan KTP. Akibatnya dia batal melakukan liputan ke Singapura dan terpaksa merelakan rivalnya, Amy, bertugas menggantikannya.

Andy menemukan organizer tersebut, tapi kesalahpahaman terjadi sehingga dia tidak pernah mengembalikan benda itu pada Rachel.

Takdir mempertemukan Andy dengan Rachel dan cinta pun tumbuh. Namun, rahasia dan luka masa lalu menghalangi kebersamaan mereka. Apakah cinta cukup untuk mengisi apa yang pernah hilang dalam hidup mereka?

248 pages, Paperback

First published January 3, 2017

5 people are currently reading
69 people want to read

About the author

Fanny Hartanti

4 books12 followers
Penulis tidak pernah bermimpi untuk menulis buku, apalagi sampai diterbitkan...Terinpirasi untu menulis pertama kali saat menyadari tidak ada teman curhat di Belgia. Daripada dipendam jadi -you-know-what... Merasa bersyukur menjadi perempuan karena dianugerahi kemampuan ber-multitasking, dia menulis di sela-sela kesibukan mengurus bayi dan rumah. Atau kalau memimjam istilah dia, jadi istri, ibu merangkap pembantu sekaligus disambi nulis.

source:
http://www.bukabuku.com/authorscorner...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (7%)
4 stars
41 (25%)
3 stars
84 (52%)
2 stars
19 (11%)
1 star
3 (1%)
Displaying 1 - 30 of 48 reviews
Profile Image for Riz.
1,262 reviews140 followers
March 28, 2017
*Curcol dulu agak panjang muehehehee*

Akhir-akhir ini lagi kangen baca novel-novel roman lokal yang ringan dan lucu.. jujur aje, gua jarang banget cocok sama humor luar. Ntahlah, berasa krik-krik aja gitu, mereka bilang lucu guanya cuma... "Apaan sih yang lucu di bagian itu??", makanya jarang banget nyomot rom-com luar. Yah, humor lokal yang macem Raditya Dika jg gua nggak demen sih, abisnya garing ahahaha (maunya apa sih? #PLAKS!), aah mulai ngawur.
Akhirnya setelah lama nggak lirik-lirik metropop, akhirnya sekarang gua mulai lebih perhatiin lagi. Bahkan mulai niat beli buku fisiknya pas diskon di gramed kemaren.. walaupun nggak jadi beli karena baru inget lagi bokek -_- >>> padahal buku-bukunya udah di tangan lho tinggal ke kasir --_-
Intinya jadi ngelirik ini buku, kebetulan lagi ada yang kebuka jadi dibaca deh ahahaa (padahal emang kalo ke gramed selalu numpang baca gratis >>> opportunist to the core ahahahahaa)..
Ceritanya ringan banget, sederhana dan cukup menghibur. Bacanya sambil senyum-senyum sama tingkah mereka. Pas lah sama mood baca akhir-akhir ini. Udah gitu aja ahahaa >>> intro curcolnya panjang, giliran riviunya cuma 2 kalimat. Wuedan.

Abis ini mulai berburu yang lokal lagi... anen anet siiiy ahahahaa
Profile Image for Utha.
824 reviews401 followers
May 11, 2023
Page turner banget! Aku baca pas nunggu giliran di barbershop, terus sampai rumah lanjut lagi dan lupa mandi.

Novel ini enak buat dibaca saat senggang.

Resensi lengkap di http://www.tsaputrasakti.com/2017/01/...
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
March 14, 2017
Terkadang, seseorang bisa begitu mudah menilai orang lain tanpa tahu cerita lengkap di baliknya. Padahal setiap manusia punya kisahnya sendiri. ---halaman 147

Lost and Found menyajikan kisah yang menarik, dengan premis yang unik. Kisah yang ringan tapi tidak sederhana, membuatnya memikat hingga pembaca dibuatnya terbuai dengan kisah ini hingga paragraf terakhir.

Saya suka dengan interaksi para tokohnya, dengan perkembangan karakter mereka masing-masing. Rachel yang agak-agak jutek, tapi manis. Andy yang sepertinya cool tapi nggak cool-cool banget. Bahkan, si tokoh utama pria ini menarik karena ia memiliki hubungan sangat dekat dengan adik perempuannya. Belum lagi aktivitas Rachel dan gengnya, meskipun karakter sampingan itu tidak terlalu menonjol, karena kisah ini terfokus ada pada perkembangan kisah karakter utamanya. Justru, itu dibutuhkan agar pembaca tidak kehilangan fokus utama saat membacanya.

Selain menyuguhkan kisah percintaan, dalam Lost and Found ini unsur pekerjaan si karakter utama cukup menonjol. Lalu, ada unsur lari yang menyenangkan, membuat saya ingin lari setelah sekian lama tidak berlari (kalimat yang selalu saya copas tapi pada kenyataannya saya belum ada jogging lagi sejak sebulan lalu, haha).

This is why they did it. For this victory feeling. Rasa kemenangan setelah berhasil mengalahkan musuh terbesarmu; dirimu sendiri. Keberhasilan untuk semua kerja keras, keringat dan latihan selama berbulan-bulan. Melawan kemalasan, kesakitan, rasa capek, takut, frustrasi, dan marah. Saat kamu membuktikan kalau kamu bisa. Mampu menyelesaikan apa yang kamu mulai. Sanggup menggapai apa yang kamu inginkan. ---halaman 187

Sayangnya, novel ini adalah novel kedua yang saya baca dengan judul sama. Sebenarnya tidak masalah, sih. Hanya saja, pastinya orang akan membandingkan novel ini dengan novel berjudul sama lainnya. Apalagi yang sudah membaca keduanya. Meskipun, dari segi aura dan feel cerita, keduanya memiliki perbedaan yang cukup kentara. (Baca: Lost and Found karya Dy Lunaly)

Secara keseluruhan, saya menyenangi novel ini. Ringan, mengasyikkan, dan lumayan seru.

Selengkapnya http://resensibukunisa.blogspot.co.id...
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
February 5, 2017
9 - 2017

Review selengkapnya juga bisa dibaca disini http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/...

Setelah The Wedding Games, akhirnya senang sekali rasanya mengetahui Kak Fanny akan menerbitkan novel terbarunya. Penantian yang cukup panjang hingga bisa membaca novel terbarunya ini.

Lost and Found mengisahkan mengenai kehidupan Rachel, seorang reporter majalah POSH. Hidup Rachel tiba-tiba saja berantakan. Karirnya dipertaruhkan. Tak sengaja, organizernya hilang. Kalau hanya organizer saja yang hilang mungkin Rachel tidak sepanik ini, masalahnya dalam organizernya terselip dokumen penting, seperti Paspor, SIM dan KTPnya. Apalagi dia sangat membutuhkan paspornya, karena harus bertugas melakukan liputan di Singapura.

Organizernya tertinggal di sebuah taxi saat dia akan bertemu sahabat-sahabatnya. Karena sibuk mencari, Rachel sampai lupa menghubungi bosnya. Hingga kemudian klien di Singapura bingung karena Rachel yang seharusnya datang malah tak diketahui keberadaannya. Hal ini membuat Lady, bosnya kecewa dan marah besar. Untungnya, masih ada waktu untuk mengirim reporter pengganti ke Singapura. Yang membuat Rachel makin sedih adalah yang akhirnya menggantikan dirinya itu Amy, rivalnya selama di kantor.

"Kuncinya, Rach, kamu harus tekun. Sabar. Semua ada waktunya. Jangan berharap semua akan diberikan ke pangkuanmu begitu aja. You have to earn it. Semua memang tidak mudah, dan mungkin suatu kali kamu akan terjatuh, seperti sekarang ini, tapi yang paling penting bukan berapa kali kamu terjatuh, melainkan berapa kali kamu mampu bangkit lagi." (Halaman 95)

Karir Rachel pun terancam, karena profesionalitasnya diragukan. Hal ini tentunya membuat Rachel makin terpuruk. Apalagi melihat pandangan kecewa Lady, bos yang paling dihormatinya selama ini.

"Bukan masalah apa yang menimpa hidupmu, tetapi bagaimana kamu menyikapinya yang paling penting." (Halaman 95)

Ternyata organizer berisi paspor dan dokumen penting lainnya ditemukan oleh Andy, penumpang taxi setelah Rachel turun. Awalnya Andy ingin mengembalikan dokumen itu, tetapi karena kesalahpahaman dan pertemuan yang kurang menyenangkan, organizer itu tidak jadi dikembalikan.

Namun, Andy tak menyangka bahwa akhirnya dia dan Rachel malah terlibat kondisi yang malah mendekatkan mereka. Namun, Rachel tak pernah tahu bahwa Andy lah penemu organizernya yang gagal bertemu dengannya sampai 2 (dua) kali.

Andy yang memang sejak awal sudah tertarik dengan Rachel pun sungguh bahagia bisa berdekatan dengan Rachel. Sayangnya, Andy belum berani mengakui kalau dia lah penemu organizer itu. Andy akhirnya mulai berbohong demi menutupi semuanya.

"Apakah benar itu cinta?
Jika memang itu yang namanya cinta, penuh luka, maka Andy memilih untuk tidak pernah mencintai siapa pun.
Jika suatu hubungan, hanya berakhir dengan saling menyakiti, maka Andy memilih untuk sendiri.
Jika kesetiaan begitu mudah ternodai dengan dusta, lalu buat apa janji sehidup semati?" (Halaman 135)

Singkat kata, mereka akhirnya dekat dan kemudian malah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Semuanya terasa menyenangkan. Hingga kemudian rahasia dan masa lalu terungkap, akankah semua baik-baik saja?

Membaca novel ini sungguh menyenangkan sekali. Gaya menulis Kak Fanny yang lincah, segar dan mengalir, membuatku begitu betah membacanya. Tak butuh waktu lama hingga aku bisa menyelesaikannya.

Novel ini cukup kompleks. Tidak hanya membahas masalah kehilangan Rachel saja yang malah mempertemukannya dengan Andy. Ternyata di balik kejadian buruk ada saja hikmah yang bisa diambil. Seperti kasus Rachel yang kehilangan organizer.

Kehilangan itu membuat Rachel membuka lembaran baru kehidupannya. Selama ini Rachel selalu merasa hidupnya begitu mudah. Apa saja yang diinginkannya bisa terwujud. Karirnya pun cukup bersinar. Hingga ketika ada batu sandungan dalam hidupnya, dia sempat terpuruk dan terus menyalahkan dirinya. Padahal dalam hidup pasti ada saja kejadian tidak menyenangkan, tetapi tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

"Terkadang, seseorang bisa begitu mudah menilai orang lain tanpa tahu cerita lengkap di baliknya. Padahal setiap manusia punya kisahnya sendiri."(Halaman 147)

Aku suka bagaimana Kak Fanny menceritakan dunia penerbitan majalah dengan sangat baik. Bagaimana orang-orang seperti Rachel yang bekerja sesuai passionnya. Semuanya terbangun dengan baik, tidak terlalu detail tetapi membuat kisah ini menarik. Apalagi Kak Fanny juga memasukkan isu intrik di dunia kerja, karena pasti ada saja rekan kerja yang berseberangan dengan kita, bahkan mungkin sengaja/tidak sengaja akan menghancurkan karir kita. Seperti Amy, yang secara tidak langsung ternyata menyabotase pekerjaan Rachel. Tetapi, disinilah semua berproses. Kak Fanny secara perlahan-lahan mengubah karakter para tokohnya ke arah yang lebih baik tentunya.

Dan tak lengkap rasanya jika kisah Rachel ini tidak ada romansanya sama sekali. Disinilah Kak Fanny mencoba mempertemukan Rachel dan Andy. Hubungan keduanya yang dibangun dengan kebohongan. Andy yang menutupi rahasianya bahwa dia lah yang menemukan organizer Rachel. Andy yang terlalu takut mengetahui reaksi Rachel, dan malah memutuskan untuk berbohong. Padahal Andy sangat membenci kebohongan.

"Pernahkah kamu merasa seperti itu? Tiba-tiba saja begitu "klik" dengan seseorang seakan dia potongan puzzle yang selama ini hilang dalam hidupmu tanpa kamu menyadarinya?" (Halaman 149)

Aku suka bagaimana Rachel dan Andy akhirnya dekat. Chemistry keduanya terbangun tidak secara instan, tetapi secara perlahan-lahan. Aku bisa merasakan keraguan baik Rachel maupun Andy, tetapi pada akhirnya perasaan lah yang menjadi pemenangnya. Adegan favoritku saat Andy dan Rachel mengikuti lomba lari marathon 42 km di Bangkok. Andy dan Rachel seakan bertemu untuk saling melengkapi keping kehidupan masing-masing. Bersama Rachel, Andy pun berani untuk berdamai dengan masa lalunya dan juga memaafkan.

Namun, sepandai-pandainya menyimpan rahasia, namanya kebohongan tetap kebohongan. Aku bisa merasakan kekecewaan Rachel terhadap Andy. Apalagi Andy punya tempat istimewa dalam kehidupannya. Bukan hanya orang asing. Hal yang terasa manusiawi sekali, melihat reaksi Rachel setelah mengetahui semuanya. Sayangnya, menjelang ending aku merasa penyelesaiannya terlalu biasa untuk semua perjalanan membaca yang terasa mengasyikkan ini. Terasa datar sekali, walau memang endingnya terasa realistis untuk kasus Andy dan Rachel.

Walaupun novel ini memang menyoroti kisah Rachel dan Andy, bagaimana hidup mereka jungkir balik setelah bertemu. Tetapi, ada 1 (satu) tokoh yang sejak awal sudah membuatku jatuh cinta. Dia adalah Emma, adik Andy. Ah pasti bahagia sekali memiliki adik seperti Emma :) Siapa tahu Kak Fanny mau membuat kisah untuk Emma secara tersendiri.

Novel ini tidak hanya berbicara soal cinta saja, tetapi keluarga, berdamai dengan masa lalu dan tidak boleh patah semangat. Novel ini akan mengajarkanmu bahwa dalam hidup, kita mungkin saja akan merasakan kehilangan atau kejadian yang tidak menyenangkan. Tinggal sekarang bagaimana kita mampu melihat dari sisi yang berbeda dan mengambil hikmah dari semuanya.


"Kejadian tidak menyenangkan dalam hidup bisa membuatmu terpuruk, namun ada orang-orang yang mampu belajar dan mengambil hikmah saat berada di bawah. Mereka bangkit dan menyadari kemampuan dan potensi yang selama ini terkubur."(Halaman 154)

Overall, sebuah novel yang sungguh menarik untuk dinikmati. Page turner. Aku yakin kamu gak bakal berhenti membaca hingga halaman akhir. Semoga novel selanjutnya lebih baik lagi dan tidak perlu menunggu beberapa tahun lagi.

Terima kasih, Kak Fanny telah berbagi kisah Rachel dan Andy :)

"Ternyata, tidak semudah itu menonaktifkan cinta. Cinta bukan tombol yang bisa dinyalakan dan dimatikan kapanpun kita mau. Cinta tetap ada, bercokol di hati walaupun kamu sudah tidak menghendakinya kehadirannya lagi." (Halaman 224)
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book267 followers
March 22, 2017
Novel ini page turner banget.. bikin gregetan. Rachel dan Andy nggemesin. Kalimatnya singkat2 (nyaris ga percaya kalau ini novel metropop).

Kisahnya sederhana, tapi bisa diramu dengan baik. Tentang kehilangan, kebohongan dan menemukan kembali.
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
March 22, 2017
Lumayanlah dibaca saat nganggur. Semua gara gara organizer Rachel yang ketinggalan di taksi, seorang lelaki sok jagoan dan cinta.
Tiati, organizer juga bisa memancing cinta apalagi isinya poto poto kamu sama sahabatmu.
Profile Image for Nidos.
300 reviews78 followers
October 20, 2019
Tiga puluh ribu aja di Buka Gudang Gramedia Palbar. Tergiur karena sampulnya cantik dan ada endorsement dari beberapa penulis ternama, bikin saya lupa salah satu rule of thumb pegangan hidup perbukuan saya: "Nggak apa-apa menilai buku dari sampulnya, tapi jangan pernah terperangkap pujian berlebihan untuk judul dan nama yang nggak pernah kamu dengar sebelumnya."

Selain narasi minimalis dan pengadeganan yang jumpy, secara teknis juga kerapian naskahnya dipertanyakan (salah satunya masih ada 'merubah' di sini), padahal penulisnya bisa nulis dan tulisannya lumayan page-turner walaupun masih skimmable. Lost and Found ini rasanya mirip submisi draf pertama dengan revisi minor yang langsung dicetak, yang kalau orang-orang di balik layarnya mau sabar dan lebih niat hasilnya bisa dua kali lipat lebih oke daripada ini.

Tapi buat apa juga, segini aja udah dibilang "Love it very much", kan? :)

Dua koma sekian sekian.
Profile Image for Nike Andaru.
1,644 reviews111 followers
April 5, 2020
57 - 2020

Nilainya sebenernya dikasih 3,7 gitu deh, pembulatan ke atas lah ya jadi 4 bintang.

Cerita Rachel yang kehilangan organizer-nya di dalam taksi, yang ternyata ditemukan oleh Andy. Bukannya malah buru-buru balikin, eh Andy malah sebel awalnya sama Rachel, trus males balikin. Eh trus lanjut ketemu lagi trus suka deh. Sesederhana itu ceritanya, bermula dari menemukan sesuatu aja tapi lalu mengalir dengan enak aja bacanya.

Rachel dan Andy bertemu dengan mudahnya, konflik yang kayaknya sederhana banget, bisa ditebak berikut endingnya tapi kenyataannya ini buku lancar banget buat dihabiskan. Fanny Hartanti mampu meramu cerita sederhana ini menjadi sesuatu yang punya pesan, tentang memaafkan, tentang berdamai dengan kesalahan.

Udah lama gak baca karya Fanny Hartanti nih, akhirnya baca lagi dan menemukan kembali cerita yang enak banget dinikmati.
Profile Image for Pia Devina.
Author 31 books47 followers
May 19, 2017
Yang bikin saya bertahan terus baca walaupun draggy di awal adalah gaya bertutur penulisnya. Ini kedua kalinya saya baca novel Mbak Fanny Hartanti--klo yang dulu, saya bacanya lamaaa banget karena keseling baca novel lain. Yang ini cuma beberapa hari, saya baca di sela-sela aktivitas. Makin ke belakang, makin dapet 'makna' dari cerita yang ada di Lost and Found. Tentang keluarga, cinta, dan memaafkan.
Ada beberapa typo dan nggak konsisten dalam penulisan dialog. Kadang bilang aku, tapi kadang gue. Atau kadang kamu, kadang lo. Padahal pengucapannya dalam percakapan yang sama. Agak mengganggu di awal, tapi lama-lama saya abaikan dan saya fokus ke ceritanya aja.
Tiga bintang untuk novel ini :)
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
May 11, 2019
#2019-[56]

Okay, here’s the thing.. saya bingung kasih rating 😁😁😁
2,5/5 boleh lah yaa... karena apa? Karena tidak bisa memuaskan saya yang berpikir bakalan dapet cerita metropop kaya dibuku yang baru saya baca, LOLs.

Saya nangkep ceritanya agak-agak drama cliche gitu. Jadi si heroine kehilangan benda terpenting dihidupnya—which is organizer—dan yang nemuin adalah si hero. Terus masalahnya? Ya karena beberapa hal yang sebenernya nggak disengaja juga ya, si hero—Andy—nggak juga balikin itu organizer. Ketika organizer itu udah balik ke heroine—Rachel—semua mengira bakal baik-baik aja, padahal aslinya ketar-ketir juga kalau suatu hari ketahuan. Nahasnya, hal itu kejadian saat Rach & Andy lagi pada sayang-sayangnya. Rachel yang percaya banget sama Andy yang prinsip hidupnya nggak suka berbohong itu marah dan kecewa besar karena merasa Andy udah bohong ke dia soal organizer yang ditemukan Andy. Rachel meninggalkan Andy. Recall suatu cerita yang kaya gini? Saya malah kepikir ceritanya, Jaka Tarub yang nyuri selendangnya Dewi Nawang Wulan, wkwk.

Yah emang sih ada side story soal Andy dan keluarganya, tapi itu ya nggak seberapa ngena banget buat saya. Malahan cuman nunjukin gimana besarnya peran Rachel sendiri ke Andy. Kalo disisi Rachel sendiri konfliknya seputaran Rachel dan dunia kerjanya, dimarahin bos, rival yang main sikutnya kezem banget, dipandang sebagai anak orang kaya yang cuman bisa ngabisin duit lah.

So karena belom bisa bikin saya senyum-senyum sendiri pas baca, segini dulu ya reviewnya, hehe.
Profile Image for aynsrtn.
500 reviews15 followers
November 13, 2024
Novel yang aku pilih acak aja karena sampulnya berwarna hijau. Dan saat membacanya ternyata banyak mengundang kekesalan karena tingkah para protagonisnya.

Berkisah tentang Rachel yang kehilangan organizer-nya di taksi. Lalu, ditemukan oleh penumpang selanjutnya yaitu Andy. Dan salah paham [baca: kekesalan yang dirasakan saya sebagai pembaca] pun dimulai.

-----

Sebenarnya kalau Andy langsung balikin itu organizer ke Rachel tanpa nya nye nyo, mungkin nggak akan sampai 43 bab dengan 252 halaman. Ya, 10 halaman pun kayaknya langsung selesai, haha.

Premisnya sebenarnya bagus. Tetapi, aku gemes sama Rachel dan Andy, mereka berdua itu, duh... makanya komunikasi!

Lost and Found di sini nggak hanya soal Rachel yang kehilangan organizer dan Andy yang menemukannya, tetapi juga tentang kehilangan-kehilangan yang lain dan cara menemukannya dengan menerima dan memaafkan kehilangan tersebut.

Ceritanya nggak neko-neko, plotnya sederhana, nggak cuma cinta-cintaan, tapi juga ada kisah keluarga dan memaafkan masa lalu.
Profile Image for Valentines Risma.
70 reviews8 followers
April 11, 2020
11/20 for 2020 Reading Challenge.

Jumat malam, setelah bosan rebahan dan scrolling IG/Twitter, aku memutuskan untuk membaca novel di iPusnas. Seperti biasa, aku ketik "Metropop" dan memilih random novel yang belum pernah aku baca.

Pilihan hari itu jatuh ke Lost and Found karena judulnya yang catchy dan aku suka ilustrasi covernya.

Bab-bab awal itu bikin geregetan banget, sampai-sampai ikut kesal karena batal berangkat ke luar negeri, barang kesayangan hilang, surat-surat penting juga hilang (ribet banget kalo bikin baru!). Apalagi sampai seperempat buku, barangnya Rachel bisa enggak balik-balik ke tangannya Rachel padahal udah sedekat itu. Seru, konflik di tempat kerja pun berasa tegangnya.

Penceritaan di novel ini mengalir banget, tidak banyak kosakata yang diulang-ulang sehingga dari awal sampai akhir pembaca tidak dibuat bosan karena banyaknya pengulangan kata. Pemenggalan-pemenggalan cerita pun enak banget. Satu hal yang paling aku suka, penulis sukses membuat pembaca ikut deg-degan dan simpati kepada tokoh-tokohnya. Dialog-dialog antar tokoh juga sama sekali tidak terasa dipaksakan, ceritanya makin terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Satu hal yang aku suka banget: semua puzzle di novel ini terpasang. Setelah selesai baca, pembaca tidak dibiarkan untuk bertanya-tanya kenapa begini kenapa begitu. Semua pertanyaan dan sebab akibat, dijawab dengan baik dan masuk akal.

Tapi, ada beberapa hal yang mengganjal. Pertama, di awal buku ada diceritakan kalau Andy berlari sejauh 10 kilometer dalam waktu 48 menit dan disebutkan kalau itu adalah "lari santai". Kalau di novel ini Andy berprofesi sebagai atlet marathon, average pace 4.8 cocok banget untuk dikategorikan lari santai. Andy di sini hanya sebatas running enthusiast dan pekerjaan utamanya adalah arsitek, enggak kebayang seberapa rajin Andy berlatih.

Kedua, ketika Rachel putus dengan Andy, teman-temannya menilai kalau Rachel segitu galaunya, mengalahkan galau ketika putus dengan Rico. Menurutku ini juga kurang pas, kalau melihat proses pendekatan dan pacaran mereka yang sebentar. Tapi kalau dari sisi Andy, aku bisa menerima kalau Emma bilang setelah putus, Andy jadi berantakan. Karena sebelumnya ada penjelasan tentang background keluarga Andy dan bagaimana cara Andy berhubungan dengan wanita.

Novel ini bagus, cocok untuk dibaca saat santai di akhir pekan. Tiga bintang untuk segi cerita dan satu bintang tambahan untuk gaya penulisan yang enak banget buat dibaca. Terima kasih, Mbak Fanny :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
April 7, 2020
Sebelumnya, ini review pertamaku. Jadi, maklumi bila ada kesalahan dalam penggunaan kata.

Dari sinopsisnya dijelaskan para tokoh akan berkonflik dalam cerita ini, dan bagusnya, konflik yang sebenarnya dihadapi oleh para tokoh tidak dimasukkan ke dalam sinopsis, yang membuat kita, para pembaca, tertarik membaca kelanjutannya.

Interaksi antar tokohnya terasa natural, tidak ada interaksi yang dibuat oleh penulis memaksa. Relasi antar tokoh pun hidup.

Pada bagian pembawaan ceritanya, ada nilai positif dan negatifnya. Positifnya, semua kejadian dan keadaan yang dialami para tokoh sepenuhnya adalah konsekuensi dari tindakan yang diambil oleh para tokoh. Negatifnya ada 2. Pertama, ada beberapa scene yang diceritakan garis besarnya saja,. Padahal, scene ini bisa diceritakan dengan menunjukkan interaksi antar tokoh. Dan yang kedua, yang menurutku sangat disayangkan adalah bagaimana penulis membuat konflik terakhir dalam cerita ini. Aku tidak jelaskan bagaimana konflik terakhir tersebut terjadi, namun menurutku, eksekusi konflik terakhirnya masih kurang baik, yang mana kalau penulis mencoba untuk revisi konfliknya dengan melihat lagi perjalanan yang sudah dilalui oleh para tokoh, mungkin hasil revisinya lebih masuk akal.

Kesimpulanku, novel ini cukup menghibur dan seru serta mudah untuk diikuti. Dan harapanku adalah penulis dapat mempertimbangkan lebih dalam lagi dalam membuat penutup cerita sehingga tidak meninggalkan kesan yang kurang memuaskan setelah dibaca.
Profile Image for Princess Kyuhyun.
41 reviews
May 12, 2021
Shit, can not finish this book.

Gue udah keburu 'benci' sama karakternya, dan alih2 enjoy, gue justru kesel baca ceritanya. Wanna know why? Lemme tell ya :

Rachel ini teledor. Gue masih terima kalo dia teledor, tapi kalo teledornya ditambah pake impulsif dan bodo amatan? Big no! Waktu si Rachel kehilangan pasport sampe gak bisa berangkat ke Singapure, tapi abis itu malah tidur bukannya hubungin Bosnya, gue jengkel banget. Dan waktu Bos-nya Rachel ngamuk2 gue puaassss syekali. Ya emang Rachel yg dongo sih, kalo tau paspor ilang dan gak bisa berangkat kerja ke Singapure ya laporan ke kantor. Biar bisa di back-up cepet2, eh ini malah ditinggal tidur. Kalo gue jadi Bos-nya gue maki abis2an, terus pecat. Udah teledor, gak profesional, buat apa mertahanin karyawan kek gitu?

Andy-nya juga ... Hzzzzz ngeselin! Jadi cowok kok ngehe banget. Niat balikin barang orang, tapi karena jengkel eh barangnya malah gak jadi dibalikin, terus karena ngerasa gak enak, akhirnya dia mau balikin, tapi karena keburu kesel gak jadi lagi dibalikin. Terus akhirnya karena gak enak, dia jadi boong sama Rachel. Fck. Umur 27 tapi kok beginiiiii, hey?!

Sumpah karena gue keburu kesel, jadi gak 'kuat' nerusin baca. Gue skip2 aja sampe baca endingnya seupil.

However gue tau sih ini cuma fiksi, dan mungkin penulisnya emang mau nulis model karakter yang begini, but still I hate it. Ew

1/5 bintang ⭐
Profile Image for Neti Triwinanti.
321 reviews82 followers
December 21, 2019
Seminggu terakhir semangat membaca sedang turun-turunnya sehingga saya mencari-cari bacaan ringan di Gramedia Digital, lalu ketemulah buku ini. Premisnya menarik tapi konfliknya menurut saya terlalu biasa. Banyak kalimat-kalimat klise yang sudah sering saya temukan di buku-buku lain baik buku fiksi maupun yang bukan. Pick up line yang kurang greget, karakter tokoh yang masih bisa dikembangkan dan ditajamkan, persaingan dengan rekan sejawat yang selesai terlalu cepat, tapi ya cukup menarik sih.
Kadang-kadang dalam hidup ini ada saja hal yang membuat kita terpaksa membuat kebohongan kecil tapi tiba-tiba jadi repot karenanya, seperti Andy yang akhirnya kesulitan jujur pada Rachel bahwa dialah yang menemukan book organizernya yang ketinggalan di taksi. Kebohongan tersebut terungkap justru saat keduanya sudah saling jatuh hati.
Oh dalam buku ini Fanny Hartanti juga menyelipkan pesan bahwa kita semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tak perlu repot-repot berbuat licik untuk menjatuhkan rekan kerja. Fokus pada diri sendiri, dan berusaha untuk bisa bekerja dalam tim agar bisa menghasilkan hal -hal yang lebih besar~
Profile Image for Magdalena Rina.
115 reviews8 followers
July 8, 2017
3,5 bintang buat Lost and Found.

...Marah dan cinta itu dua hal berbeda,kamu bisa marah pada orang yang kamu cintai, tapi ketika marah mu pergi, kamu sadar masih ada cinta tertinggal di hatimu.
page : 238

Lost and Found
adalah novel Metropop ke-8 yang aku baca di tahun 2017 ini.
awal belinya bukan krn review maupun stalking instagramer tapi pas lagi di toko buku pas liat kover nya yang fresh,hijau,putih...langsung suka.
(Kelemahan saya kalau beli buku,terletak pada seberapa cantik atau menariknya itu kover) ha ha ha

Awalnya aku ga suka sama Rachel, tapi semakin ke depan dengan berkembangnya karakter Rachel, aku jadi suka dan tertarik.
untuk Andi jangan ditanya (oh suka sama dia,walau blm bs dibilang cinta) ceileee...ha ha ha

sayang,menurut saya endingnya terlalu cepat. sebenarnya masih bs dikembangin sedikitttt saja.
itu aja.

well, keseluruhan novel ini benar2 fresh seperti kovernya dan saya lagi2 menyesal kenapa baru baca sekarang,padahal belinya awal tahun 2017.
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
March 31, 2019
Tentang Rachel yang kehilangan organizer notes Kate Spade miliknya dan ternyata...found by Andy. Premisnya ya itu.
Saya baca novel ini satu atau dua bulan lalu dan impresi yang saya inget tentang buku ini adalah secara keseluruhan pace ceritanya cepat banget! Mungkin memang gaya bercerita penulisnya begitu ya, saya ngga tahu, karena ini karya pertama Fanny Hartanti yang saya baca.
Dan karena pace yang terasa kayak di fast forward itulah, saya ngerasa penulisnya kurang dig deeper the chemistry and the whole story.

Tapi secara keseluruhan cukup menghibur kok untuk bacaan metropop ringan.
14 reviews
October 12, 2020
Peristiwa hilangnya organizer Rachel yang didalamnya terdapat paspor, SIM, KTP dan catatan penting karena jiwa wartawannya lebih suka catatan yang bersifat manual.

Andi tanpa sengaja menemukan organizer, ia ingin mengembalikan tetapi kesalahpahaman membuat Andi melakukan hal yang paling dibencinya yaitu berbohong. Situasi ini dimanfaatkan Any demi menjatuhkan karier Amy di majalah POSH.
Tanpa diduga Rachel dan Andy tumbuh jatuh cinta namun Andy selalu dihantui perasaan bersalah dan bayangan luka masa lalu keluarganya menghalangin
kebersamaan.

https://www.instagram.com/p/B7sDGGEnf...
10 reviews
April 29, 2024
Banyak kata kata baik dan motivasi wkwkwwk. Apalagi pas konflik Rachel batal terbang ke Singapura itu. Ceritanya lumayan heartwarming! Awalnya aku sebel sama karakter Andy disini, soal dia yg ngga cepet cepet balikin organizernya Rachel dengan alesan kesel? Hah yg bener ajaa yaaa (aku ikut emosi grgr Rachelnya emosi juga wakk) trus cara pertemuan mereka tu juga ga yg asal tbtb ketemu sih jdi aku sukaaaa, ngga sinetron bgt tapi yaaa ttp aja fiksi, jdi ada beebrapa hal yg dipaksa cuman yaudah gapapa. Ini bukunya baguss buat dibaca. Page turner juga karna ringan dan walaupun mudah ditebak endingnya tapi ttp seruuu untuk diikuti
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Linda Musabbihin.
7 reviews1 follower
April 19, 2019
ga sadar selama baca bukunya, eh tau-tau sudah habis. untuk metropop, dimana saya ga punya banyak referensi, saya bisa kasih 4 atau 4,5 bintang lah ya. tapi kalo dibandingkan sama buku-buku lain ya, mungkin bintang 3. buku ini cocok dibaca saat perjalanan di bis/kereta/pesawat, sambil nunggu giliran potong rambut atau dipanggil cs bank, ya apapun kegiatan menunggu lainnya (kecuali nunggu kepastian dari gebetan ya).
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
November 3, 2019
Ceritanya ringan dan manis tapi cukup dalam maknanya
Gak ada twist atau kejutan2 yg bikin kaget tapi cukup bikin betah buat dibaca
Tapiii agak aneh nih, nemu plot hole gtu deh
Di awal2 Andy ga bisa balikin organizer Rachel ke kantornya karena katanya di organizernya itu gaada alamat kantornya, tapi di bbrp bab selanjutnya adiknya Andy bisa ngasih organizer itu ke kantor Rachel karena ada alamat kantornya ketulis di organizer itu
Profile Image for Fitri.
207 reviews
July 15, 2023
Walaupun aku suka sama karakter ceritanya, tapi aku sama sekali nggak relate atau simpati sama konflik utama cerita ini (balikin barang hilang). Ini yang bikin aku luaaamaaaaa bgt bacanya 🥲 terus ternyata aku (sbg pembaca) merasa ngga dikasih closure (lol, ternyata butuh) berupa penjelasan andy ke rachel di akhir cerita.

Tapi bener dehhh rachel 👍👍👍 keren, kerjanya oke, ga menye2, dan ada character development nya juga.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hilda Ikka.
13 reviews
July 27, 2019
Sudah lama gak baca novel roman dari genre Metropop-nya Gramed. Alhamdulillah buku Mbak Fanny masih cocok dengan selera bacaanku 😍 Suka banget dengan penyampaian cerita dan penggunaan diksi. Tiap cerita selalu berhasil menampakkan emosi sehingga bikin aku hanyut dan ingin lekas menyelesaikan bacaan buku.
142 reviews4 followers
November 2, 2019
Temanya cukup unik karena pertemuan kedua tokoh utama karena barang yang ketinggalan ditaksi. Ceritanya fresh dan seru walau sepertinya hubungan kedua tokoh utama kurang digali mungkin karena novelnya tak terlalu tebal.
Profile Image for nasya.
828 reviews
February 22, 2022
its good, cuma nemu beberapa kata ganti yang tidak konsisten, awalnya mungkin aku mikirnya, ya typo kecil, tapi ternyata ada beberapa. bahkan dalam satu dialog, di awal kalimat pakai "lo" lalu kalimat selanjutnya pake "kamu"
Profile Image for Nadia O.
14 reviews
October 12, 2023
Tipe cerita klasik yangs ebenernya masalahnya itu bisa langsung selesai dari awal. Namanya juga novel, kalo masalahnya langsung selesai diawal ngga bakal jadi cerita. Tapi aku enjoy sih bacanya. Bacaan ringan yang page turner banget buat santai.
Displaying 1 - 30 of 48 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.