11/20 for 2020 Reading Challenge.
Jumat malam, setelah bosan rebahan dan scrolling IG/Twitter, aku memutuskan untuk membaca novel di iPusnas. Seperti biasa, aku ketik "Metropop" dan memilih random novel yang belum pernah aku baca.
Pilihan hari itu jatuh ke Lost and Found karena judulnya yang catchy dan aku suka ilustrasi covernya.
Bab-bab awal itu bikin geregetan banget, sampai-sampai ikut kesal karena batal berangkat ke luar negeri, barang kesayangan hilang, surat-surat penting juga hilang (ribet banget kalo bikin baru!). Apalagi sampai seperempat buku, barangnya Rachel bisa enggak balik-balik ke tangannya Rachel padahal udah sedekat itu. Seru, konflik di tempat kerja pun berasa tegangnya.
Penceritaan di novel ini mengalir banget, tidak banyak kosakata yang diulang-ulang sehingga dari awal sampai akhir pembaca tidak dibuat bosan karena banyaknya pengulangan kata. Pemenggalan-pemenggalan cerita pun enak banget. Satu hal yang paling aku suka, penulis sukses membuat pembaca ikut deg-degan dan simpati kepada tokoh-tokohnya. Dialog-dialog antar tokoh juga sama sekali tidak terasa dipaksakan, ceritanya makin terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Satu hal yang aku suka banget: semua puzzle di novel ini terpasang. Setelah selesai baca, pembaca tidak dibiarkan untuk bertanya-tanya kenapa begini kenapa begitu. Semua pertanyaan dan sebab akibat, dijawab dengan baik dan masuk akal.
Tapi, ada beberapa hal yang mengganjal. Pertama, di awal buku ada diceritakan kalau Andy berlari sejauh 10 kilometer dalam waktu 48 menit dan disebutkan kalau itu adalah "lari santai". Kalau di novel ini Andy berprofesi sebagai atlet marathon, average pace 4.8 cocok banget untuk dikategorikan lari santai. Andy di sini hanya sebatas running enthusiast dan pekerjaan utamanya adalah arsitek, enggak kebayang seberapa rajin Andy berlatih.
Kedua, ketika Rachel putus dengan Andy, teman-temannya menilai kalau Rachel segitu galaunya, mengalahkan galau ketika putus dengan Rico. Menurutku ini juga kurang pas, kalau melihat proses pendekatan dan pacaran mereka yang sebentar. Tapi kalau dari sisi Andy, aku bisa menerima kalau Emma bilang setelah putus, Andy jadi berantakan. Karena sebelumnya ada penjelasan tentang background keluarga Andy dan bagaimana cara Andy berhubungan dengan wanita.
Novel ini bagus, cocok untuk dibaca saat santai di akhir pekan. Tiga bintang untuk segi cerita dan satu bintang tambahan untuk gaya penulisan yang enak banget buat dibaca. Terima kasih, Mbak Fanny :)