What do you think?
Rate this book


288 pages, Paperback
First published December 27, 2016

"Seharusnya aku mengatakannya sejak awal, tapi aku nggak tega. Aku cuma bisa kasih sinyal ke kamu. Tapi kamunya juga gak ngerti, malah memutuskan pindah ke sini. Maaf, Dys"
"Bagi saya, foto adalah keajaiban"
"Yang paling sering adalah kesan saya terhadap suatu tempat kadang berubah setelah melihat hasil fotonya. Tempat yang awalnya biasa, tidak begitu menarik, tiba-tiba saja, setelah difoto seperti punya dimensi lain yang menyedot saya ke sebuah dunia yang bisa mengaduk-aduk imajinasi. ...."
"Saya merasa foto itu sebagai mata kedua, yang memberi saya pemahaman lain ketika mata sendiri tidak cukup mampu mengenali keindahan dunia secara langsung."
Pada akhirnya, aku percaya bahwa hidup bukan hanya mengenai memiliki sesuatu, tetapi lebih pada menghargai sesuatu
Kebenaran itu kadang adalah proses. Banyak orang yang menemukannya setelah seratus kali kesalahan sebelum akhirnya bisa memutuskan hal yang terbaik. (h. 124)
Tyas tergelak, menggodaku. Aku membiarkannya merancang angan untuk diriku, hanya agar dia tetap bercahaya seperti sekarang. Agar dia tetap bisa tertawa dan bahagia, karena dengan begitu, aku juga masih bisa tersenyum. (h. 43)