Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah

Rate this book
Pandangan ulama masa lalu dan cendekiawan kontemporer mengenai pakaian wanita muslimah.

295 pages, Paperback

First published January 1, 2004

140 people are currently reading
1620 people want to read

About the author

M. Quraish Shihab

85 books438 followers
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII(1998).

Ia dilahirkan di Rappang, pada tanggal 16 Februari 1944. Orangtua Quraish Shihab adalah Bapak Abdurrahman Shihab dan Ibu Asma Aburisyi. Quraish adalah putra ke-empat dari 12 bersaudara. Tiga kakaknya, Nur, Ali dan Umar serta dua adiknya, Wardah dan Alwi Shihab, juga lahir di Rappang. Tujuh adik lainnya yaitu Nina, Sida Nizar, Abdul Mutalib, Salwa dan adik kembar Ulfa dan Latifah, lahir di Kampung Buton.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Malang, yang ia lakukan sambil menyantri di Pondok Pesantren Darul-Hadits Al-Faqihiyyah.

Pada tahun 1958 Ia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyah Al-Azhar. Tahun 1967, dia meraih gelar Lc (S-1) pada fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir dan Hadits Universitas Al Azhar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di fakultas yang sama dan pada tahun 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al Qur’an dengan tesis berjudul Al-I’jaz Al-Tasyri’i li Al-Qur’an Al-Karim.

Sekembalinya ke Ujung Pandang, Quraish Shihab dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ujung Pandang. Selain itu, Ia juga diserahi jabatan-jabatan lain, baik di dalam lingkungan kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII Indonesia Bagian Timur, maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujung Pandang, Ia juga sempat melakukan beberapa penelitian; antara lain, penelitian dengan tema “Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur” (1975) dan “Masalah Wakaf Sulawesi Selatan” (1978).

Quraish Shihab menikah dengan Fatmawaty Assegaf pada 2 Februari 1975 di Solo. Mereka dikaruniai lima orang anak, Najelaa, Najwa, Nasywa, Ahmad dan Nahla. Najelaa menikah dengan Ahmad Fikri Assegaf dan memiliki tiga anak, Fathi, Nishrin dan Nihlah. Putri kedua, Najwa Shihab menikah dengan Ibrahim Syarief Assegaf dan memiliki dua orang anak, Izzat dan almarhumah Namiya. Putri ke tiga Nasywa, menikah dengan Muhammad Riza Alaydrus, dan memiliki dua orang putri, Naziha dan Nuha. Ahmad Shihab, satu-satunya anak laki-laki dari Quraish Shihab, menikah dengan Sidah Al Hadad.

Tahun 1980 , Quraish Shihab kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikan di almamater lamanya. Tahun 1982 Ia meraih doktornya dalam bidang ilmu-ilmu Al Qur’an dengan disertasi yang berjudul Nazhm Al-Durar li Al-Biqa’iy, Tahqiq wa Dirasah, Ia lulus dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (mumtaz ma`a martabat al-syaraf al-’ula).

Sekembalinya ke Indonesia, sejak 1984 Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu, di luar kampus, Ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Antara lain: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984); Anggota Lajnah Pentashbih Al Qur’an Departemen Agama (sejak 1989); Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (sejak 1989).

Quraish Shihab juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional; antara lain: Pengurus Perhimpunan Ilmu-Ilmu Syari`ah; Pengurus Konsorsium Ilmu-Ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Saat ini, Quraish Shihab aktif menulis artikel, buku dan karya-karyanya diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati. Salah satu karanya yang terkenal adalah Tafsir al-Mishbah, yaitu tafsir lengkap yang terdiri dari 15 volume dan telah diterbitkan sejak 2003.

Selain sebagai penulis, sehari-hari Quraish Shihab memimpin Pusat Studi al-Qur’an, lembaga non profit yang bertujuan untuk membumikan al-Qur’an kepada masyarakat yang pluralistik dan menciptakan kader mufasir (ahli tafsir) al-Qur’an yang profesional.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
189 (45%)
4 stars
113 (27%)
3 stars
62 (15%)
2 stars
21 (5%)
1 star
28 (6%)
Displaying 1 - 30 of 44 reviews
Profile Image for Lindri.
57 reviews17 followers
April 12, 2014
awal mula saya tertarik pada buku ini karena sebuah pertanyaan yg terbesit, "mengapa Najwa Shihab, putri ulama besar Quraish Shihab, tidak berhijab?". kemudian saya mencari tau apakah Prof. Quraish Shihab pernah menulis buku ttg hijab, dan ketemulah buku ini.
bagus banget, diperkuat dg dalil-dalil Qur'an - Hadits utk setiap argumen baik yg mendukung atau menolak, serta pembandingnya/analogi dg ketentuan yg lain yg lebih mudah dipahami. diberikan pula pandangan para ulama dan pandangan penulis sendiri (shg kurang lebih saya bisa mengerti pilihan mba Najwa).
merekomendasikan buku ini utk dibaca muslimah, baik yg berhijab maupun tidak, yg syar'i maupun funky. supaya tau di mana batas-batasnya, saling mnghormati di antara kita, dan (meminjam kalimat penulis) tidak saling tuduh-menuduh apalagi kafir-mengkafirkan.
Profile Image for Alhuda Rohmatulloh.
4 reviews6 followers
May 28, 2013
jadi serba salah pada saat saya membaca konklusi buku ini. antara puas dengan pemahaman baru yang saya dapatkan dan kegundahan akan fakta yang sama sekali berbeda dengan apa yang saya yakini sebelumnya. bahwa hukum berjilbab tidaklah wajib bagi perempuan muslim. hukum tersebut dilandasi dengan hadits-hadits yang memang kuat secara riwayat dan dari sisi logika. hal itu sangat berbeda dengan ajaran yang diberikan oleh guru agama dan orang tua sejak kecil dulu bahwa jilbab wajib bagi seluruh muslimah.
hingga saya menulis komen ini, penjelasan dari buku ini menjadi dasar keyakinan saya tentang hukum berjilbab.
saya jadi berpikir... bagaimana seharusnya kita menjawab apabila ada orang yang bertanya hukum berjilbab bagi perempuan muslim, terutama jika yang bertanya adalah non muslim...
akan sedikit awkward bila kita menjawab "hukumnya tidak wajib tapi akan lebih baik bila muslimah mengenakan jilbab." statemen yang menurut saya sedikit paradoks.
bagaimana menurut kawan-kawan?
Profile Image for Retno Vinarti.
4 reviews
December 9, 2019
Pertama tahu buku ini dari beberapa video youtube yang menyatakan bahwa Quraish Shihab sengaja menulis buku ini demi menjawab pertanyaan -maha benar- netijen kepada putrinya yang belum berhijab, Najwa Shihab. Saya adalah salah satu dari sekian orang yang juga mempertanyakan mengapa mbak Nana belum berhijab padahal bapaknya tidak hanya seorang ustaz melainkan cendekiawan muslim yang berpengaruh di negeri ini dan Mesir.

Saya berharap bahwa buku ini adalah jawabannya. Tapi ternyata buku ini lebih dari sekedar jawaban. Buku ini memaparkan sejarah dan budaya mengenai aurat, hijab, jilbab, khimar dan keterkaitannya dengan Islam. Tidak hanya itu, buku ini juga menjelaskan beberapa hadits dan ayat Al-Qur'an beserta konteksnya untuk menjelaskan pakaian untuk muslimah. Dari bab ini, saya belajar banyak hal, bahwa pakaian muslimah yang sekarang kita kenal ini merupakan asimilasi dari beberapa budaya Romawi kuno, Iran, dan sedikit dari Arab Saudi. Kebiasaan pesantren untuk membedakan santri laki-laki dan perempuan pun diadaptasi dari Romawi kuno. Oleh karenanya, sekolah-sekolah katolik yang saya temui di Irlandia juga melakukan hal yang serupa, memisahkan siswa laki-laki dan perempuan. Bukan mutlak milik Islam dan bukan Islam yang menciptakan.

Buku ini adalah karya khas ilmuwan. Tidak membenarkan atau menyalahkan sesuatu sampai ditemukannya bukti pendukung dan alasan dibalik terbitnya sesuatu tersebut. Kalaupun tidak ditemukan bukti pendukung atau alasan, tetap juga tidak akan berpihak pada membenarkan atau menyalahkan. Dengan membaca buku ini, pembaca diajak untuk berfikir kritis dengan menimbang banyak aspek dalam menyikapi satu hal: pakaian wanita muslimah.

Namun satu hal yang sangat dijunjung dalam buku ini bahwa tata aturan pakaian untuk muslimah bukanlah ditujukan untuk mengekang para wanita, melainkan memuliakannya. Dan, ajakan untuk menutup aurat muslimah selalu dibarengi dengan menjaga pandangan, dan disertai permintaan ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun. Sehingga, kemuliaan wanita pun tidak serta merta adalah kewajiban wanita itu sendiri, melainkan membutuhkan support system yang solid dari laki-laki, dan kerendahan hati dari siapapun yang senantiasa memohon ampunan kepadaNya.
Profile Image for Tyas.
Author 38 books87 followers
July 5, 2009
Don't blame people if they don't read religion books enough. The problem is that many of the books are badly written; others are not that bad, but a bit confusing. This one, written by an Indonesian well-known cleric, Quraish Shihab, can't escape the same defect: I have to raise questioning eyebrows to the editors.

But the core message is actually simple enough: Shihab tries to confirm his stance in the issue of whether Muslim women should cover their whole body, including the face, or not. By tracing the different interpretations and thoughts of the matter from the ancient to the contemporary, Shihab returns the choice to the women (a thing I highly appreciate), while stressing that being careful and modest is however the safer way to be.
Profile Image for Yusuf Ks.
425 reviews53 followers
April 30, 2019
Bagaimana pendapat mengenai jilbab menurut Quraish Shihab? Pada buku ini Quraish Shihab menjelaskan bahwa pria dan wanita wajib menutup aurat, namun terdapat beberapa pendapat mengenai batasan auratnya. Dalil-dalil dari Al-Qur'an (hal 47-118) dan As-Sunnah (hal 119-164) yang menjadi argumen batasan aurat oleh dua kelompok pendapat besar (kelompok semua anggota tubuh wanita adalah aurat dan kelompok semua anggota tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangan) dianggap Quraish Shihab sebagai perbedaan pendapat yang wajar (khilafiyah), lalu ditambah keterangan masih ada pendapat beberapa ulama kontemporer (hal 165-246) yang batasan auratnya lebih lebar lagi.

Pembahasan dua kelompok pendapat besar mengenai batasan aurat wanita adalah pembahasan yang wajar karena memang pendapat ulama salaf memang terbagi menjadi dua itu saja, dan membahas ini saja sebenarnya sudah cukup dan biarkan pembaca/Muslimah memilih satu dari dua pendapat tersebut. Ulama kontemporer pun banyak yang mengikuti satu dari pendapat tersebut. Dan entah kenapa Quraish Shihab malah mengutip pendapat sedikit cendekiawan kontemporer yang memiliki pendapat "ganjil" yang berbeda dengan pendapat ulama salaf terdahulu.

Walaupun begitu pada bagian penutup, Quraish Shihab menyatakan bahwa beliau menganjurkan kaum Muslimah untuk mengikuti pendapat mayoritas ulama yang menyatakan batasan aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Ini juga merupakan bentuk kehati-hatian dalam menjalankan agama.

Namun pada paragraf berikutnya beliau menyatakan, ..."tidak wajar mengatakan orang yang tidak memakai kerudung atau yang menampakkan setengah tangannya bahwa mereka secara pasti telah melanggar petunjuk agama. Bukankah Al-Qur'an tidak menyebut batas aurat?"

Nah bagian tersebut yang membuat Quraish Shihab seakan kurang tegas dan agak kontradiktif. Di satu sisi menganjurkan kaum Muslimah untuk mengikuti pendapat mayoritas ulama, di sisi lain seakan membiarkan dan melegatimasikan mereka yang tidak menutup auratnya dengan alasan "Al-Qur'an saja tidak menyebut batasan aurat wanita"?

Bagi sebagian kalangan pendapat "menganjurkan" pun akan dianggap masih terlalu lembut, karena yang lebih tegas adalah pendapat yang menyatakan "mewajibkan", dan memang jumhur ulama mewajibkan seperti itu juga.

Bagi ulama lain yang tegas menyatakan "mewajibkan" pun bukan berarti boleh langsung memvonis kaum Muslimah yang tidak menutup aurat dengan sebutan yang tidak baik, hukum fiqh harus dijelaskan apa adanya, sedangkan dakwah untuk mengajak kaum Muslimah untuk menyempurnakan menutup auratnya adalah hal berbeda yang dapat dilakukan dengan cara yang baik tanpa perlu memvonis keburukan.
Profile Image for KucingGendut.
74 reviews1 follower
April 24, 2020
Betapa menyenangkannya membaca buku Pak Quraish yang sangat hati-hati dalam menyampaikan tulisan, serta memperkaya buku ini dengan pendapat-pendapat ulama baik yang 'ketat' maupun 'longgar'.

Banyak yang bilang Pak Quraisy tidak tegas (terutama komentar para pria) dalam menentukan sikap, tetapi menurut saya sebagai perempuan, justru penulisan beliau di buku ini sangat menyamankan hati yang membacanya, karena disuguhkan berbagai pilihan dan pendapat untuk diyakini tanpa harus mengatakan salah dan benar 100%.

Selain pandangan tentang jilbab, buku ini juga memberi saya pengetahuan baru dan tentunya lebih sadar kalau dalam beragama, yang terpenting adalah kehati-hatian, kenyamanan, tidak mempermasalahkan pilihan orang lain, dan juga pentingnya peran logika supaya tidak terjebak iman buta.
Profile Image for Luksie.
38 reviews7 followers
January 12, 2015
Tadinya kurang yakin mau baca ini setelah melihat review nya. Tapi setelah baca ini saya jadi tahu banyak pendapat dari ulama tentang hijab. Selain itu, sebenarnya penulis tidak memberikan kesimpulan apapun. Beliau hanya memberi tahu beberapa pendapat yang berbeda, dan beliau menganjurkan pembaca untuk tidak terpengaruh dengan pendapat yang sekiranya kurang berkenan dengan pendapat pembaca jika memang dia sudah yakin dengan apa yang diyakininya tentang aturan berhijab beserta batasan aurat wanita.
Profile Image for Heni.
Author 3 books45 followers
October 17, 2018
We can make a difference from a person who just blabbers and already feels good about it and about a person who really knows what he's doing. When Quraish Shihab writes things, he means business. He knows what he's talking about and that what makes his works better than most preaching.
1 review
Read
June 29, 2016
Assalamualaikum Wr. Wb.

Menurut saya ,, tetap jilbab itu wajib hukumnya bagi wanita islam atau muslimah ..
coba kita sedikit jabarkan tentang jibab ..
APA JILBAB ITU?
Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga ke dadanya.

Dalilnya adalah:

“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]. Artinya ialah bahwa Allah menghendaki agar para wanita menutup kain dari kepalanya hingga ke dadanya.

Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.

Dalilnya ialah:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Di antara para wanita di zaman Rasulullah tersebut tentu ada yang baru masuk Islam atau ahli maksiat. Namun, setelah turunnya ayat kewajiban hijab, maka mereka langsung melakukannya. Tak ada wanita yang beralasan seperti wanita di zaman sekarang yang menolak hijab dengan alasan: “Aku belum siap”, atau “Jilbab hanya untuk wanita sholehah”. 

AKU BELUM (HARUS) SIAP

Di antara alasan-alasan umum yang dikemukakan wanita Muslimah yang belum berjilbab ialah: “Aku belum siap”. Jika kita cermati, alasan ini kurang bisa diterima dari segi akal maupun dalil dengan sebab sebagai berikut:

Ini bisa kita analogikan sebagai berikut: Ketika kita mengajak seseorang untuk sholat wajib lima waktu, kemudian orang itu menolak dengan alasan: “Aku belum mau sholat lima waktu karena belum siap.” Padahal kewajiban memakai hijab lebih mudah daripada sholat, yang kamu butuhkan hanya hijab yang cukup hingga menutup dada, rok panjang dan lebar, dan baju yang agak panjang dan tidak ketat. Kalau mau yang lebih efektif bisa memakai pakaian sejenis daster dimana baju dan roknya menyatu. Memakai hijab tidak seperti orang naik haji, atau membayar zakat, atau menyembelih kambing yang dibutuhkan kemampuan, sehingga alasan: “Aku belum siap” bukanlah udzur dan tidak ada keringanan. Kita tanyakan kepada wanita yang beralasan “Aku belum siap”: “Kapankah kamu siap? Bisa jadi kamu mati dalam keadaan belum siap berhijab.” Terkadang di antara mereka ada yang meyakini kalau mereka siap berhijab kalau sudah menikah. Apakah mereka yakin mereka akan hidup di saat itu? Dari segi dalil maupun ijma’, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama dimana wanita yang berhijab harus menyiapkan sesuatu khusus terlebih dahulu. Bahkan dari hadits yang telah kita bahas di atas, para wanita Arab di zaman Rasulullah yang tentunya di antara mereka ada yang baru saja masuk Islam langsung membuat hijab ketika turunnya ayat yang mewajibkan hijab. Tidak ada di antara mereka yang beralasan: “Ya Rasulullah, bolehkah aku tidak memakai hijab karena aku belum siap?” Dalil ini juga langsung membantah pernyataan bahwa wanita yang pantas berhijab hanyalah wanita sholehah atau yang ilmu agamanya luas. Semua wanita Muslimah yang sudah akil baligh WAJIB berhijab 
KEBATILAN ANGGAPAN JILBAB HATI

Sebagian orang yang mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana jilbab hati yang benar itu?” Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan bid’ah-bid’ah yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah SUNAT HATI!’”

Maka bertakwalah sekelompok orang yang menyelisihi sunah Rasulullah dan syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam agama yang mulia ini.

Kemudian ada pula yang mengatakan: “Untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat? Lebih baik tidak berjilbab tapi kelakuannya baik.”

Maka, kita katakan kepada orang seperti ini: “Berjilbab saja kelakuannya bejat, apalagi tidak berjilbab? Seandainya ada wanita tidak berjilbab berpengarai baik, tentu lebih baik lagi apabila ia berjilbab.”

Belum satu pun saya temui ayat Al-Qur’an, hadits, atau pendapat ulama yang berkata tentang adanya “Jilbab hati”. Bisa jadi ini adalah perkara baru yang diada-adakan.

Dan Allah SWT berfirman di dalam surat Al-A’raf ayat 26 yang artinya :

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.


Allah Juga berfirman di dalam surat al-Ahzab ayat 36 yang artinya :

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”


Dan Allah juga berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 103 – 107 yang artinya :

“Katakanlah: Apakah (mau) Kami beritahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia saja perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat usaha yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang mengingkari (kufur) terhadap ayat-ayat Allah dan menemui-Nya, maka hapuslah amal pekerjaan mereka, dan Kami mengadakan suatu pertimbangan terhadap (amalan) mereka di hari kiamat.Demikianlah, balasan mereka ialah jahanam, disebabkan mereka kufur/ingkar dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul- Ku sebagai olok-olok. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.”


BOLEHKAH AKU MEMAKAI JILBAB DAN MELEPASNYA SEKALI-KALI?

Terkadang ada saja pertanyaan terlontar dari para Jilbabers, para wanita yang masih belajar memakai jilbab, atau yang berencana memakai jilbab:

“Bolehkah aku memakai jilbab dan melepasnya sekali-kali?”

Jawaban: BOLEH

Hal ini disebabkan tidak mungkinnya para wanita Muslimah memakai jilbab terus menerus. Ada saat dimana ia melepas jilbabnya. Yaitu di saat mandi, tidur di dalam kamarnya, di saat berdua dengan suami, atau saat berkumpul hanya dengan keluarganya di dalam rumah selama ia yakin tak ada orang non-mahrom yang melihatnya tanpa jilbab. Sebab Allah Azza wa Jalla berfirman:

“…dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS. An-Nuur 24:31]

Maksud dari ayat ini ialah seorang wanita boleh membuka jilbabnya di hadapan suami, ayah, mertua, anak, saudara, keponakan, teman-temannya sesama Muslimah, pembantu / budak yang tidak punya syahwat karena lanjut usia atau karena dikebiri, atau bocah di bawah umur yang belum mengerti apapun tentang aurat (untuk bocah di zaman sekarang dan akibat dari negeri berpaham sekuler kira-kira di bawah tujuh tahun).

SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI TERBUKA AURATNYA?

Nenek moyang kita ;
Adam ‘alayhis salam dan isterinya adalah manusia pertama yang terbuka auratnya setelah keduanya diperdaya oleh syaitan:

“Hai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari syorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” (Q. S. Al-A’raf: 27)


Allah memperingatkan kita agar jangan melakukan kesalahan yang sama, salah satunya yaitu memamerkan aurat di depan orang-orang yang seharusnya tidak pantas melihat aurat kita. Sebab yang demikian merupakan salah satu tipu daya setan.

Setan telah berhasil membujuk kaum hawa untuk tidak menutup auratnya sesuai syari’at dengan membisikkan kata-kata yang manis: “Jangan berjilbab, karena engkau belum siap. Kamu masih suka bermaksiat, janganlah berjilbab. Pengetahuan Islammu masih awam, tak perlu berjilbab. Berjilbabnya nanti saja ketika sudah menikah, kalau sekarang kamu berjilbab tak ada laki-laki yang mau dekat sama kamu. Yang penting jilbab hati dulu.” Begitulah pekerjaan setan, sama seperti ketika mereka membujuk nenek moyang kita untuk memakan buah terlarang.

Siksa Azab Buat Perempuan Yang Tidak Mau Berhijab/berjilbab
1. Azab buat perempuan yang membuka rambut kepalanya selain suaminya adalah : Rambutnya akan digantung dengan api neraka sehingga mendidih otaknya dan ini terjadi sampai berapa lama ia di dunia semasa hidupnya belum menutup rambut kepalanya.

2. Perempuan yang suka berpakaian seksi dan menonjolkan dadanya adalah : "Digantung dengan rantai api neraka di mana dada dan pusatnya diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberikan panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia dan api neraka ini sangat memedihkan perempuan ini."

3. Azab buat perempuan yang suka menjadi penggoda dan berusaha menggairahkan pria lain dengan tubuhnya yang aduhai adalah "PEREMPUAN INI MUKANYA AKAN MENGHITAM DAN 

MEMAKAN ISI PERUTNYA SENDIRI." (Hadits diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim)

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ
ﻧَﺎﺭًﺍ }

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahriim: 8)


Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab,adalah mendustakan ayat Allah surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59 dan menyombongkan diri terhadap perintah Allah tersebut, maka sesuai dengan bunyi ayat tersebut diatas mereka kekal didalam neraka.

Ummat Islam selama ini menyangka tidak kekal didalam neraka, karena ada syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW yang memohon kepada Allah agar ummat yang berdosa dikeluarkan dari neraka.

Mereka yang dikeluarkan Allah dari neraka, mereka yang dalam hidupnya ada perasaan takut kepada Allah. Tetapi kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, tidak ada perasaan takutnya akan siksa Allah,sebab itulah mereka kekal didalam neraka. Sekarang kaum wanita yang tak mau berjilbab, dapat menanyakan kepada hati nurani mereka masing-masing.

Apakah terasa berdosa bagaikan gunung yang sewaktu-waktu jatuh menghimpitnya atau bagaikan lalat yang hinggap dihidung mereka?. Kalau kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, menganggap enteng dosa mereka bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya, maka tak akan bertobat didalam hidupnya. Atau dalam perkataan lain tidak ada Perasaan takutnya kepada Allah, sebab itu mereka kekal didalam neraka sebagaimana bunyi surat Al-A’raaf ayat 36 di atas.Jadi mereka tak mendapat syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW nanti di akhirat.

“Semoga menjadi renungan kita bersama bahwa yang wajib itu tetap wajib hukumnya,,” kalau tidak mulai dari sekarang apakah kita akan menunggu hari lusa atau disaat kita sudah tua,,,?” Ingat satu hal Malaikat maut itu tidak menunggumu hari lusa besok atau taun depan mungkin satu menit,jam atau hari esok kita telah dicabut nyawanya oleh malaikat maut,,”dan kita benar-benar menjadi orang yang merugi setelah hari itu datang kepada kita,,.


UNTUK KAUM WANITA SEGERALAH BERJILBAB SEBELUM AJAL MENJEMPUTMU DAN MEMBAWAMU KE NERAKA JAHANNAM.

Demikianlah artikel tentang jilbab ini dibuat. Adapun jika kurang jelas, kurang lengkap, atau terdapat kesalahan padanya semata-mata karena keterbatasan ilmu dan kelupaan penulis. Namun, semoga artikel ini dapat membantu memberikan pencerahan dan motivasi kepada saudari-saudari saya.

Yang belum berjilbab, hendaklah berjilbab. Yang sudah berjilbab, hendaklah memperbaiki jilbabnya. Yang telah berjilbab dengan baik, bantulah yang belum berjilbab.

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)


Dalam riwayat lain:

“Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)


Teruslah berbuat baik, walau orang-orang di sekelilingmu berbuat maksiat. Jadilah dirimu sendiri. Sebab orang jahat menilaimu dari pikiran jahatnya dan mereka pasti suka engkau berbuat jahat, sedangkan orang baik menilaimu dari pikiran baiknya dan mereka pasti suka engkau berbuat baik.

Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada kita, dan memudahkan kita untuk selalu berbuat baik kapanpun dan dimanapun kita berada.

“Dialah (Allah) yang telah menamakan kamu sekalian Muslimin dari dulu dan didalam (Al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dialah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (Q. S. Al Hajj:78)


Wassalamu'alaikum Wr. Wb
1 review
February 9, 2016
lebih 'tegas' Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA [Pendiri/Ketua MUI ke-1] :) berikut adalah kutipan Tafsir Al-Azhar, Jilid 6 Hal. 295, Jilid 7 Hal. 262, Penerbit Gema Insani, Cet.1, 2015 (selengkapnya dapat dibaca pada Al-Ahzab: 59 dan An-Nuur: 31):

'Nabi kita Muhammad saw. Telah mengatakan kepada Asma binti Abu Bakar ash-Shiddiq demikian,

"Hai Asma! Sesungguhnya Perempuan kalau sudah sampai masanya berhaidh, tidaklah dipandang dari dirinya kecuali ini. (Lalu beliau isyaratkan mukanya dan kedua telapak tangannya)!"

Bagaimana yang lain? Tutuplah baik-baik dan hiduplah terhormat.

Kesopanan Iman

Sekarang timbullah pertanyaan, Tidakkah Al-Qur'an memberi petunjuk bagaimana hendaknya gunting pakaian?

Apakah pakaian yang dipakai di waktu sekarang oleh perempuan Mekah itu telah menuruti petunjuk Al-Qur'an, yaitu yang hanya matanya saja kelihatan?

Al-Qur'an bukan buku mode!

Islam adalah anutan manusia di Barat dan di Timur. Di Pakistan atau di Skandinavia. Bentuk dan gunting pakaian terserahlah kepada umat manusia menurut ruang dan waktunya.

Bentuk pakaian sudah termasuk dalam ruang kebudayaan, dan kebudayaan ditentukan oleh ruang dan waktu ditambahi dengan kecerdasan.

Sehingga kalau misalnya perempuan Indonesia, karena harus gelombang zaman, berangsur atau bercepat menukar kebaya dengan kain batiknya dengan yurk dan gaun secara Barat, sebagaimana yang telah merata sekarang ini, Islam tidaklah hendak mencampurinya.

Tidaklah seluruh pakaian Barat itu ditolak oleh Islam, dan tidak pula seluruh pakaian negeri kita dapat menerimanya.

Kebaya model Jawa yang sebagian dadanya terbuka, tidak dilindungi oleh selendang, dalam pandangan Islam adalah termasuk pakaian "You can see" juga. Baju kurung cara-cara Minang yang guntingnya sengaja disempitkan sehingga jelas segala bentuk badan laksana ular melilit, pun ditolak oleh Islam.

Dalam ayat yang kita tafsirkan ini jelaslah bahwa bentuk pakaian atau modelnya tidaklah ditentukan oleh Al-Qur'an. Yang jadi pokok yang dikehendaki Al-Qur'an ialah pakaian yang menunjukkan iman kepada Allah SWT, pakaian yang menunjukkan kesopanan, bukan yang memperagakan badan untuk jadi tontonan laki-laki.'

MENGENAL (KEMBALI) BUYA HAMKA

Ketua Majelis Ulama Indonesia: Buya HAMKA

"paling konsisten memperjuangkan Syariat Islam menjadi dasar negara Indonesia. Dalam pidatonya, HAMKA mengusulkan agar dalam Sila Pertama Pancasila dimasukkan kembali kalimat tentang 'kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluknya', sebagaimana yang termaktub dalam Piagam Jakarta."
mui.or.id/tentang-mui/ketua-mui/buya-...

Mantan Menteri Agama H. A. Mukti Ali mengatakan, "Berdirinya MUI adalah jasa HAMKA terhadap bangsa dan negara. Tanpa Buya, lembaga itu tak akan mampu berdiri."
kemenag.go.id/file/dokumen/HAMKA.pdf

"Buya HAMKA adalah tokoh dan sosok yang sangat populer di Malaysia. Buku-buku beliau dicetak ulang di Malaysia. Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA merupakan bacaan wajib."
disdik.agamkab.go.id/berita/34-berita...

HAMKA: Hilang Belum Berganti, "HAMKA lebih dikenal di Malaysia, Brunei, Singapura, dan dunia Islam lainnya, dibanding di Indonesia sendiri. Karya-karya beliau masih menjadi rujukan utama hingga saat ini."
hidayatullah.com/artikel/opini/read/2...

Hujjatul Islam: Buya HAMKA
republika.co.id/berita/dunia-islam/kh...

Biografi Ulama Besar: HAMKA
muhammadiyah.or.id/id/artikel-biograf...
Profile Image for Dwii Febriani.
2 reviews1 follower
May 7, 2013
Nama : DWI RYZKA YANTI
Kelas : X-10
Nomor Absen : 12



Judul Buku : Jilbab
Pengarang : M.Quraish Shihab
Penerbit : Lentera Hati
Tahun Terbit : cetakan I ,Jumadil Akhir 1425/Juli 2004
Cetakan II,sya’ban 1426/September 2005
Jumlah Halaman: 175 halaman

Jilbab, merupakan sebuah kebutuhan yang harus terpenuhi supaya aurat kita terpenuhi. Dengan menutup aurat, kita bisa terhindarkan dari segala kejelekan yang ada. Ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian wanita mengandung aneka interprestasi,sedangkan hadist-hadits yang merupakan rujukan utama dan yang dikemukakan oleh berbagai pihak.Baik karena dinilai lemah oleh kelompok yang menolaknya atau diberi interprestasi yang berbeda.
Seandainya ada hukum yang pasti yang bersumber dari al-qur’an atau sunnah rasul,tentu antar ulama terdahulu dan cendekiawan kontenporer tidak akan berbeda.Memang,harus diakui bahwa kebanyakan ulama masa lampau bahkan hingga kini,cenderung berpendapat bahwa aurat wanita mencakup seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangannya.
Buku ini berisi pendapat baik pandangan ulama terdahulu yang terkesan ketat,maupun cendekiawan yang kontemporer yang dinilai longgar mengenai jilbab.Di dalam buku ini kita bisa mengetauhi batas-batas aurat wanita dengan hadist-hadist dan dalil-dalil al-qur’an sebagai pendukung suatu pernyataan.
Kelebihan buku ini adalah pernyataanya yang mudah dipahami serta dalil-dalilnya yang mendukung pernyataan itu.Jadi kita akan merasakan sebuah kebenaran tanpa ada keraguan.Dan di buku ini disertai dengan pedoman membaca al-qur’an yang terdapat pada halaman depan.
Kelemahanya, menurut saya covernya kurang menarik dan judulnya pun kurang wowww.
Profile Image for Wahyu Awaludin.
358 reviews10 followers
September 9, 2022
Bagaimana saya harus mengatakannya ya. Buku ini sangat mendalam Dan memaparkan banyak argumen yang sebelumnya saya ga tahu. Bagian paling menariknya mungkin ada Dua:

1. Sikap tawaquf (berdiam diri) dari memberi hukum kepada jilbab. Atau paling banter merekomendasikan (bukan mewajibkan) muslimah untuk memakai jilbab dalam arti menutupi tubuh kecuali wajah Dan telapak tangan.

2. Kemampuan Quraish Shihab dalam menampilkan argumen ulama salaf maupun khalaf (modern) luar biasa. Namun, beliau masih mengutip keseluruhan argumen dari ulama Al Azhar. Ini bisa dimengerti, sebab beliau sendiri adalah alumni Al Azhar. Namun, sayang sekali kita tidak bisa melihat pandangan jilbab dari pusat keilmuan Islam yang lain, misal Dunia Arab, indonesia, Malaysia, Libya, ataupun ulama barat dll. Pasti menarik.

Walaupun saya tidak setuju dengan kesimpulan beliau dalam masalah jilbab, tapi menurutku buku Ini adalah khazanah intelektual luar biasa.
Profile Image for Della.
Author 2 books13 followers
October 24, 2010
Sebetulnya yang saya punya yang covernya warna ungu, lebih cantik :)
Buku yang bagus bagi orang-orang yang ingin tau lebih banyak tentang jilbab, mengapa ada ulama yang menganggapnya wajib dan ada yang menganggapnya sunah, sekaligus memberi tau pendapat pribadi penulisnya tentang jilbab tanpa harus mengatakannya secara tersurat.
Isinya tentang pendapat-pendapat para ulama serta sanggahan-sanggahan maupun pendapat penulis tentang pendapat tersebut.
Saya katakan buku ini bagus sebab tak ada keberpihakan selain hanya menyampaikan pendapat-pendapat ulama tadi, sehingga tak ada saling mengkafirkan sesama muslim, juga agar kita lebih tau bahwa ada hal-hal yang selama ini merupakan kemudahan dalam Islam, tapi tak disebarluaskan dengan alasan menjaga kehati-hatian bagi umat muslim.
Lebih lanjut, mending baca langsung deh. Nggak rugi kok :)
Profile Image for Citra.
73 reviews1 follower
May 3, 2025
Pada kata pengantar Penulis menekankan bahwa tulisannya ini dalam rangka menanggapi salah paham yang bergulir bagai bola liar mengenai pendapat ulama yg longgar terhadap jilbab.

Diskusi ini memang sempat hangat di dunia internet, yg membuat orang-orang putar haluan karena Quraish Shihab dianggap Islam Liberal. Padahal beliau cuma menyampaikan beberapa pendapat ulama saja. Tetapi memang yang perlu disadari, muslim Indonesia itu masihlah banyak yang ilmu agamanya disuapin tanpa pernah paham bahwa ada tafsir yang terus berkembang & sudah melalui diskusi yang panjang oleh para ulama, dan tidak menutup kemungkinan perbedaan pendapat yang sebetulnya sah sah saja.

Walaupun beliau memaparkan berbagai pendapat ulama, penulis tetap memperingati untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan berjilbab ataupun tidak. Menurut saya penulis menganjurkan kehati-hatian tapi mengutamakan pendapat ulama yang menganjurkan pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah & telapak tangan.

Pentingnya menyadari diskusi jilbab ini pun, ada kecenderungan setiap orang akan mencari alasan yang sesuai dengan keinginannya saja. Yang berjilbab akan mencari sebanyak mungkin ayat & hadis untuk tetap berjilbab, yang enggan berjilbab akan mencari pendapat ulama yang membenarkan tindakannya. Padahal inti dari tulisan ini adalah yg ketat mengenal kelonggaran, yg longgar paham kenapa ada aturan ketat berjilbab, sehingga sesama muslim tidak saling curiga & menuduh kafir.
1 review
Read
August 30, 2022
PAHAM YG DI MAKSUD ULAMA INI ,,,,, JILBAB CADAR MMG TIDAK WAJIB DLM AGAMA ISLAM,,,,
YG WAJIB DLM AGAMA ISLAM ADALAH "MENUTUP" AURAT,,,, SEPANTASNYA,,,,
AHZAB 59 , ANNUR 31,,,, JELAS,,,, KATA JALABA,,,JALABI,,, DLM BAHASA ARAB ITU ARTINYA MENUTUPI , MENJULURKAN, MENGHIMPUN, MEMBAWA,,,, JD GAK ADA KATA "JILBAB" SBG KATA BENDA,,JIKA ADA AKAN JD ALJALB,,,, GAK HERAN DI ARAB GAK ADA JILBAB,,,?!? KALO JILBAB DIWAJIBKAN LOGIKANYA ORG ARAB SDH KENAL JILBAB,,,,TAHU JILBAB,,,, NAH JIKA ANDA KE ARAB MRK AKAN BINGUNG,,,, TANYA JILBAB ITU APA,,,,?!? JALABI BISA DI ARTIKAN BAJU PANJANG,,,,DI ARAB,,,, TANPA PENUTUP KEPALA,,,, OUTER FIT,,, JD KITA ORG INDONESIA HRSNYA PAHAM JILBAB YG DI KENAL DI INDONESIA ,,, ITU ADALAH MODE FASHION,,,, SBLM ADANYA ISLAM SUKU ASYRIA DLL SDH PAKAI,,,,, JD BENAR MMG HRS MENUTUP AURAT TP TIDAK HRS JILBAB,,,,BISA PAKAI BAJU PANJANG ,,,JACKET,,,, OUTER LAIN,,,,YG PENTING TERTUTUP PLUS BOLEH PAKAI KERUDUNG,,,KHIMAR,,,,SYAL DLL,,,,,, JD BENAR JILBAB TIDAK WAJIB,,,,, !!! TP MENUTUP AURAT SIAPAPUN BAIK WANITA LAKI² ITU WAJIB,,,, TP TIDAK HRS DGN JILBAB,,,,,, BEBAS,,

KRN ALQURAN SENDIRI MENYEBUTKAN,,,, PAKAIAN WANITA ADALAH JG HIASAN,,,,,, 👌🏻

OPEN YOUR MIND,,,,GUYS,,,,,
Profile Image for Winona Lutfiah.
5 reviews
August 27, 2024
Buku ini sangat bagus menurut saya, memaparkan semua pendapat ulama mengenail jilbab serta bagaimana perdebatan ulama mengenai jilbab, aurat dan batas-batas aurat. Dalam kata pengantar Prof. Quraish menyatakan bahwa dari banyaknya lendapat yang beliau paparkan dalam buku ini, beliau sama sekali tidak memilih bahwa inilah pendapat yang paling shahih, beliau memaparkan secara keseluruhan pemdapat ulama tentang jilbab untuk memperlihatkan aneka ragam pendapat yang ada. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi tindakan saling menyalahkan antara pengguna jilbab yang satu dengan lainnya dan menghilangkan rasa 'diri yang paling benar' dalam memakai jilbab dan menyalahkan pengguna jilbab yang lainnya yang bentuk dan cara memakainnya berbeda.

Buku ini cocok untuk dibaca semua kalangan mulai dari awam dan alim. Semoga Prof. Quraish sehat selalu dan dipanjangkan umurnya dan suatu saat dapat berguru lansung dengan beliau. aamiin
Profile Image for Najia Al Umri (najiainwonderland).
106 reviews
April 1, 2022
Senang deh bacanya keliatan bgt Pak Quraish Shihab tuh dalam bgt meneliti hadist2 dan pendapat2 bahkan sangat jarang memberikan kepastian, jadi pembaca diberikan sederetan fakta, penjelasan aya Quran dan Hadist, pendapat para ulama dan alasan2 dr pendapat tersebut untuk silahkan pembaca fikir sendiri dan lebih lanjut mengenai hijab wanita ini.

Baca ini karena penasaran knp Pak Quraish Shihab punya pandangan yg beda dengan mayoritas ulama2 Indonesia lainnya.

Bahkan yg selevel Imam Malik aja enggan pendapatnya diwajibkan untuk diterima semua orang meskipun saat itu sang penguasa meminta agar pendapat beliau jadi paten.

So harus banyak2 berkaca aja klo udh mulai keras dan ga bisa tolerance terhadap perbedaan pendapat dikehidupan sehari dlm menjalankan ibadah, karena yg selevel Imam yg hafal ribuan hadist aja se rendah hati itu dan sgt menghormati perbedaan pendapat imam2 yg lain.
Profile Image for Laras Pramudita.
14 reviews
December 14, 2020
Kata "Jilbab" yang selalu diartikan secara harfiah, yaitu dengan menggunakan kain penutup kepala sampai seluruh tubuh, kecuali telapak tangan dan wajah. Padahal, kata bahkan huruf yang terkandung di dalam Al-Qur'an mengandung multitafsir yang sangat bergantung pada kondisi masyarakat setempat. Usztad Quraish Shihab lewat buku ini membantu kita memahami berbagai tafsiran dari berbagai ulama terpandang di luar Indonesia untuk lebih memahami fungsi Jilbab dan definisi aurat pada wanita.
Yang saya suka dari buku-buku yang ditulis beliau adalah pada akhirnya, kita sendirilah, sebagai pembaca, yang menentukan keyakinan dan kepercayaan kita sendiri terhadap kata "Jilbab"
Profile Image for Okky.
19 reviews1 follower
May 2, 2020
Buku ini memang bukan untuk menegaskan manakah pilihan yang lebih baik. Penulis ingin mengembalikan pilihan berjilbab kepada para wanita sendiri, dengan mengajak lingkaran lainnya untuk membangun toleransi mengenai ini. Dengan pembabaran dari sis lain, yaitu : sejarah, budaya, psikologi dan lainnya, justru semakin membuka ruang diskusi untuk wanita mengambil keputusan.

Bagi saya buku ini meningkatkan kehati-hatian, memantapkan hati, menumbuhkan pengertian dan toleransi baik dari pihak yang berjilbab ataupun yang "terlihat belum" berjilbab.
Profile Image for Nandya Putri Pratama.
6 reviews
January 4, 2021
Saya lupa, kenapa bisa tertarik dengan buku ini. Tetapi semua jawaban yang saya cari tentang wanita, salah satunya tertuang di buku. Sehabis membaca 2x per kalimat, sungguh membuka pandangan yang lebih luas tentang cara berpakaian menurut ulama dahulu dan ulama kontemporer. "think before we judge" hal yang akan diperoleh setelah melahap buku ini.
Profile Image for Prisca Aditya.
7 reviews
November 29, 2017
Very wise explanation. Quraish Shihab always bring everything wisely and without judgement eventhough he doesnt always agree with something. This is clearly open up mind and ask you those who are wearing hijab not to judge those who arent. Never feel you are better than them who arent wear it.
Profile Image for Beta Yuliandari.
9 reviews5 followers
August 16, 2023
Sangat menyenangkan membaca buku ini karena penulis menerangkan pandangan berbagai ulama tentang batasan aurat pria dan wanita yang akan membuat para pembaca bisa lebih memahami dan juga menghormati jalan pikiran setiap ulama sehingga kita sebagai muslim tidak saling mengkafirkan dengan mudahnya.
Profile Image for Nasha.
4 reviews
March 15, 2025
For those who seek or have doubts on jilbab as an obligation or not, I think this is the book that can answer it. The arguments written in this book whether it’s from the old or contemporary ones really gives you an objective view on jilbab.
1 review
October 20, 2020
Saya baru mau baca, karena ingin mendalami tentang hijab
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for laras.
17 reviews1 follower
January 30, 2021
"Batas aurat wanita merupakan salah satu masalah khilafiyah, yang tidak harus menimbulkan tuduh-menuduh apalagi kafir-mengkafirkan"
Profile Image for Wulan.
61 reviews37 followers
February 16, 2021
Salah satu buku yang harus dibaca setiap muslim Indonesia, apalagi ketika kafir mengkafirkan meraja lela di sosial media dan masyarakat sekitar.
Profile Image for anti patih.
28 reviews1 follower
May 17, 2021
Mudah dipahami karena pembahasannya berulang kali dijelaskan. Dan buku ini tidaklah buku sesat, kalian harus baca dulu baru kalian paham maksudnya.
Displaying 1 - 30 of 44 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.