Jump to ratings and reviews
Rate this book

Aku, Meps, dan Beps

Aku, Meps, dan Beps

Rate this book
"Aku panggil emakku Meps dan bapakku Beps. Kenapa? Hihihi, aku nggak tahu. Tahu-tahu aku sudah panggil mereka begitu.

Meps rambutnya pendek banget.
Kata Beps, setiap minggu Meps mesti cukur.
Kalau tidak, kesaktiannya hilang.
Apa kesaktian Meps? Nanti aku ceritakan!"

89 pages, Paperback

First published December 1, 2016

23 people are currently reading
443 people want to read

About the author

Reda Gaudiamo

53 books64 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
189 (35%)
4 stars
251 (47%)
3 stars
91 (17%)
2 stars
1 (<1%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 154 reviews
Profile Image for Puri Kencana Putri.
351 reviews43 followers
January 4, 2017
Saya sering sinis jika ada buku Indonesia keluaran baru di toko buku mainstream. Kenapa? Kebanyakan isinya menggurui, curhatan blog yang dipindahkan menjadi lembaran-lembaran kertas -yang kemudian terpaksa diakui sebagai novel, alur cerita amburadul, atau novel-novel terjemahan yang ditranslasi asal.

Tapi malam ini saya memegang satu publikasi terbaru, dari penerbit yang layak untuk diapresiasi karena kurasi buku bukunya yang lumayan dan kegigihannya untuk membuat badan penerbitan bernama POST Press.

Aku, Meps, dan Beps adalah bacaan yang menggemaskan. Jika kalian senang dengan jenis buku cerita anak, maka buku ini bisa memberikan tawaran lokal dengan alur cerita khas perkotaan Indonesia, tapi juga tidak kehilangan daya tariknya untuk tahu lebih banyak tentang hidup 'aku' yang berangkat dari figur asli putri dari Reda Gaudiamo.

Anak-anak Indonesia yang tinggal di kota, seperti Jakarta memiliki banyak cerita tentang proses belajar dan hidup bahagia. Ada cerita yang disadari atau tidak mengangkat tentang bagaimana orang tua bisa mengasuh anak secara hidup, termasuk merubuhkan stereotip gender antara si ibu yang harus merawat anak atau si bapak yang harus banting tulang mencari rezeki. Termasuk konsep kecantikan yang bisa ditertawakan di sini.

Buku ini memang bukan acuan bagaimana orang tua harus merawat anak. Buku ini adalah memori bagaimana seorang anak bisa tumbuh bahagia seluas keingintahuannya.

Oh, satu lagi yang saya suka dari penerbitan ini adalah kedetailannya dalam mengurus kata-kalimat, dan membawa struktur bahasa efektif. Hal yang masih sulit ditemukan dalam penerbitan buku di Indonesia. Kecuali kalau anda adalah SGA.
Profile Image for Steven S.
697 reviews67 followers
January 8, 2017
“Sketsa-sketsa masa kecil yang memikat”

Sejak pertama kali duo POST Santa (toko buku independen di Pasar Santa, Jakarta), Teddy dan Maesy memberi teaser proyek buku pertama mereka. Saya langsung penasaran. Kira-kira karya seperti apa yang mereka terbitkan. Membayangkannya saja sudah sangat seru. Ini akan dilihat sebagai sebuah sejarah. Katakanlah begitu. Keluaran perdana penerbit akan menjadi sebuah memori bagi para pembaca. Sudah tentu. Sebuah pencapaian yang boleh dibilang fenomenal, kan. Di derasnya arus penerbitan mainstream, Teddy cs berupaya mendirikan penerbitan independen yang dinamai POST Press.

Hingga akhirnya buku bersampul orange-sekilas nampak beda dari kebanyakan buku di toko- diunggah ke instagram milik Post dan di awal tahun baru tiba di Ambon. Entah mengapa saat membuka lembar-lembar awal, melihat data buku yang tertera, melihat foto Soca kecil, dan beberapa kalimat pengantar, mata saya menghangat, berusaha menahan haru. Oh. Buku ini akhirnya terbit. Sekarang telah berada di tangan saya dan para pembaca yang lain. Campur aduk antara senang, haru, dan bangga. Ok. Saya pikir saya sedikit berlebihan. Namun mungkin saja teman-teman lain merasa hal yang sama saat membaca “Catatan Penerbit” yang meringkas perjalanan POST Press menerbitkan “Aku, Meps, dan Beps”.

Buku ini lucu. Mengasyikan buat dibaca. Ilustrasi milik Cecillia keren (bukan sekadar bumbu pelengkap). Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo berhasil membuat saya untuk sejenak melihat dan merenung masa kecil saya. Rehat sebentar untuk kembali menekuni ingatan-ingatan manis, seperti apa ya saya waktu jaman SD. Kegembiraan seperti apa yang dialami waktu itu. Apakah seperti memiliki Kuku dan Ruyu? Riang gembira mandi hujan? Perasaan suka dan benci dengan sekolah? Kalau diingat-ingat dulu: saya sering cemas memikirkan besok harus ke sekolah, padahal tugas belum dikerjakan atau harus pakai dress code tertentu, prakarya ini dan itu. Ada burung nuri merah yang suka sekali memanggil nama saya (dan diganjar suapan pisang dari tangan saya), atau dulu saya pernah melihara monyet ya (yang bersarang di pohon mangga lantai atas dan bikin badan saya gatal-gatal alergi semua).

Saya sependapat dengan penerbit kalau buku ini bukan berniat menjadi sebuah acuan bagaimana menghadirkan narasi keluarga yang ideal. Soca dan Reda menghadirkan “curhatan sehari-hari” sederhana dalam keluarga yang (dijamin) mengundang senyum Anda. Oya. Buku ini bisa dikategorikan dalam “sastra anak”. Coba deh. Mungkin genre ini dapat menjadi favorit baru teman-teman.

Saya suka ceritanya yang jujur. Apa adanya. Kalau ditanya bagian apa yang paling disukai dari buku ini. Saya suka ceritanya tentang binatang-binatang peliharaan di rumah :). Akhirnya, saya jadi tidak sabar membaca “Na Willa” setelah menghabiskan “Aku, Meps, dan Beps” malam ini. Selamat untuk Soca dan mbak Reda atas terbitnya buku ini. Haremi Book Corner dan Ksatria Buku turut senang dengan rilisan perdana POST Press. Semoga 2017 buku-buku yang terbit akan menyenangkan seperti ini.
Profile Image for Sintia Astarina.
Author 5 books359 followers
September 12, 2020
Menutup tahun 2016 dengan bacaan manis yang bikin senyam-senyum sendiri, "Aku, Meps, dan Beps."

Kalau sudah membaca "NaWilla", teman-teman harus membaca buku satu ini. Menurut saya, buku ini berbeda dengan buku anak-anak lainnya karena dituturkan dari sudut pandang seorang anak kecil. Selesai membacanya, saya benar-benar jatuh cinta dengan apa saja di buku itu.

Begitu tahu ada "Aku, Meps, dan Beps" dengan genre yang sama, saya nggak punya alasan buat nggak beli. Menariknya, buku ini semacam #relationshipgoals, but not as a couple, it's between a mother and a daughter. Iri sekali dengan dua penulisnya, Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo.

To be frank, it's literally a page-turner. Saya nggak bisa berhenti membaca buku ini dari awal sampai akhir saking penasarannya. Pengin tahu banget isi kepala si "aku". Surprisingly, banyak banget hal yang "Soca banget" di diri saya yang tertuang di buku ini. Mulai dari malas makan sayur sampai paling susah disuruh mandi (bahkan sampai sekarang!). Hahaha. Dan ternyata saya seumuran sama Soca. Makin menjadi-jadi deh perasaan saya buat buku ini.

Intinya, buku ini bikin saya (mungkin juga teman-teman) enggak pengin melupakan masa kecil. Karya ini terasa seperti buku harian pribadi yang bikin saya mengenang kembali apa yang dilakukan atau dipikirkan ketika masih TK atau SD.

Oh ya, ilustrasi di buku ini gemes dan lucu banget! Sukaaaa! Gambar di halaman 13 favorit saya.

***

Baca ulasan lengkapnya di sini, ya https://www.sintiaastarina.com/aku-me...
Profile Image for Utami Pratiwi.
79 reviews7 followers
March 6, 2017
di tengah-tengah semangat baca yang miris hingga pingin nangis, memilih buku ini sebagai pemulih sangatlah tepat.
lucu dan sangat menggemaskan.
buat anak-anak bisa jadi bacaan bagus, buat calon mamah muda bisa sebagai "semacam arahan" bisa juga lho mendidik anak macem gini.

mau bikin ulasan yang panjang, insyaallah.
Profile Image for Mia Prasetya.
403 reviews268 followers
October 23, 2017
Teman baca minum kopi pagi ini. Hangat walau lebih hangat kopi saya. Ilustrasi dan narasinya pas untuk membangkitkan kenangan masa lalu saat persoalan hidup hanyalah seputaran masalah sekolah dan remeh temeh lainnya. Kesan yang sama saya dapatkan saat membaca Nawilla,celetukan Soca terlalu kaku kurang playful.
Profile Image for Heryani.
120 reviews22 followers
February 7, 2017
Ah, sukaaaa sekali :D

Karena aku suka banget buku Mbak Reda yang sebelumnya aku baca, Nawilla, jadi begitu ada kabar Mbak Reda ngeluarin buku baru, aku langsung pesan ke Post. Dan buku barunya ini ditulis Mbak Reda bareng anaknya, Soca. Manis dan gemas sekali cerita-cerita di dalamnya. Yang paling aku suka, karena pakai sudut pandang Soca yang waktu itu masih kecil. Seperti Nawilla juga, buku Aku, Meps dan Beps ini banyak ngingetin sama masa kecilku. Meps-nya Soca gampang marah-marah, begitu juga ibuku hahaha, terus bapakku sendiri lebih santai mirip Beps.

Waktu kecil, aku juga suka ngasih nama untuk binatang-binatang yang ada di sekitar, seperti si 'aku' ngasih nama Nyamuka dan Nyamuki, Semuta dan Semuti. Iya, isi buku ini memang hal-hal sederhana seperti itu, tapi sekali mulai baca, susah mau disimpan lagi :D
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books98 followers
March 18, 2017
Buku yang ditulis dengan polos, lugu, natural, dan bersahaja. Selain menggelitik orang dewasa, membaca buku ini membuat anak kecil dalam diri kita seolah bertemu teman baru. Bebas bermain semaunya.

Ilustrasi lucu karya tangan Cecillia Hidayat juga melengkapi kegemasan pembaca akan polah tingkah Soca kecil. Serasa kayak sedang nonton Chibi Maruko-chan.

Jadi kepikiran mau kadoin Aku, Meps, dan Beps buat keponakan kalau nanti dia sudah lancar baca. Ha!
Profile Image for Op.
373 reviews125 followers
February 24, 2019
Walaupun tahu sejak awal terbit, baru sekarang membacanya. Hangat dan menarik. Senang sekali bertemu dengan orangtua seperti Meps dan Beps, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Bagaimana sih ini istrimu, Beps?
Profile Image for Zulfy Rahendra.
284 reviews76 followers
March 7, 2017
Sebulan ini, mood membaca saya amblas ke liang bumi. Entah lelah, entah bosen. Yang pasti Februari emang bulan malesin kayaknya buat saya. Nyoba baca beberapa buku, semuanya berakhir dengan mentok di tengah jalan. Dan ini, adalah buku pertama yang saya kelarin setelah hiatus panjang. Bacanya ga nyampe sejam pula. Emang termasuk bacaan ringan sih, tapi....


Sukaaaaaa!!! BANGET!!!


Ceritanya, ilustrasinya, Mepsnya, Bepsnya, Soca kecil yang pinter polos cuteness overloadnya, semuanyaaaaaaaa. Entah emang dasarnya seneng aja cerita anak-anak apa gimana, saya bahagia banget baca ini. Sepanjang baca ini senyum-senyum sendiri. Ngebayangin Soca bilang "Bagaimana ya, Meps... Ini memang problemku, sih!" karena dia ga mau makan sayur, atau "Permisi ya, Meps, katanya kalau buat janji harus ditepati." pas mamaknya ga jadi nganter ke kolam renang. Unyu banget. Polos banget. Pinter banget. Gemesin banget.


Baca ini bikin kangen masa kecil, ketika ga susah dibikin bahagia dan apapun terlihat menarik. Bikin kangen cerpen-cerpen majalah Bobo juga. Sungguh cerita yang indah. Hhhhhhhhhhhhhh... Sukaaaa!!! Sayang aja kurang tebel. Masih mau sama Soca!!


Abis ini langsung lanjut NaWilla ah~~
Profile Image for nisaa.
85 reviews8 followers
April 8, 2025
buku yang sebenarnya bisa dibaca sekali duduk tapi aku memilih menyelesaikan ini dalam 3 hari, karena gak pengen cepat cepat abis. ARGH SUKAAKK!! 🥹🥹

aku suka sekali bagaimana cerita Soca sewaktu TK-SD menceritakan tentang Beps (Bapak) dan Meps (Ibu)nya. dan yap lagi lagi karya Mbak Reda yang satu ini buat kita nostalgia masa kecil
Profile Image for Sin Sin.
54 reviews7 followers
January 12, 2017
Sebagai seseorang yang sangat suka mendengarkan anak kecil bercerita, membaca buku ini rasanya seperti menemukan lagi kesenangan tersebut. Penuturan yang polos dan jujur dari seorang anak mengenai hal-hal yang kelihatannya sederhana tapi menggelitik nalar untuk turut berpikir.

Buku ini pula seperti melemparkan saya ke masa lalu. Masa kanak-kanak di mana dunia dan orang-orang di sekitar adalah objek menarik yang selalu berhasil memantik tanda tanya.

Sedih rasanya ketika tak sampai sejam membaca, buku ini telah habis dilahap. Karena buku yang baik selalu berhasil menarik pembaca ke dalam dunia yang diciptakan penulis; membuat pembaca seakan tak ingin lagi kembali ke dunia nyata.

Ilustrasi dalam buku ini pun semakin memperdalam esensi cerita.

Dari senyum-senyum sendiri, tertawa, terharu, bahkan manggut-manggut, tiap lembar dalam buku ini seolah membawa saya ke dunia yang penuh warna dari kacamata Soca, si penutur yang menjadi salah satu tokoh utama dalam buku ini. Selain itu, karakter Meps dan Beps yang digambarkan Soca, menurut saya--terlepas dari ketidaksempurnaannya--merupakan sosok orangtua yang sempurna. (Membaca bagian ketika Soca menceritakan tentang Beps membuat saya seketika mengenang Papa saya karena beberapa sifat dan kebiasaan Beps mirip betul Papa saya).

Hmm, dari semua bagian buku yang menyenangkan, bagian yang paling saya suka adalah ketika Soca bercerita tentang "ibu-ibu" (dari teman sekolahnya). Membuat saya berpikir bahwa sejak kecil Soca sudah merupakan anak yang kritis.

Sungguh suatu kebahagiaan besar sudah menjadi salah satu dari 500 pembaca pertama buku debut Post Press ini. Semoga makin banyak buku berbobot yang diterbitkan Post.

PS: yang pengin baca buku ini, alangkah makjlebnya jika turut pula membaca NaWilla karya Reda Gaudiamo.

NB: SAMPULNYA BAGUSSSS SEKALIIIIIII
Profile Image for Wahyu Novian.
333 reviews45 followers
March 11, 2018
Gembira sekali membacanya. Kisah-kisah sederhana kehidupan seorang anak dan keluarganya, diceritakan dengan sederhana pula. Membuat tersenyum saja membacanya. Bahkan sampai tertawa. Lucu sekali. Walau pun ada yang sedih juga. Tapi tetap manis. Mungkin itu yang selalu dirasakan orang dewasa saat membaca cerita anak-anak. Semacam rindu akan kesederhanaan itu.

Menjadi dewasa mungkin memang perlu rehat dan membaca yang asyik-asyik begini.
Profile Image for Agata.
242 reviews16 followers
February 6, 2017
Buku ini sungguh bikin saya cengar cengir sendiri karena jadi ingat dengan masa kecil saya. Suka sekali dengan gaya penulisan buku ini yang diambil dari pandangan dan pengamatan sederhana seorang anak terhadap kehidupannya sehari-hari dan tentang kedua orang tuanya. Pokoknya selesai baca saya bahagia sekali!

Review lebih lanjut: http://books.behindmymessydesk.com/su...
Profile Image for Devi N..
49 reviews2 followers
November 19, 2021
Menemukan buku ini ketika main-main di salah satu toko buku di Jogjakarta. Terima kasih untuk cerita manis masa kecil yang ringan dan menyegarkan. Seakan kembali mengingat masa kecil dan berhasil membuatku tersenyum sambil mengenangnya :))
Profile Image for Irene J. Meiske.
Author 1 book5 followers
January 2, 2017
Buku pertama yang selesai dibaca di 2017. Highly recommended buat semua, bahkan anak-anak! Love it!
Profile Image for endang cippy.
275 reviews26 followers
May 29, 2017
https://www.instagram.com/p/BRuoFYglt...

Waktu mendengar Klub Siaran GRI mengudara di Radio Pelita Kasih 96.3 Fm untuk bedah buku Aku, Meps dan Beps bersama penulisnya,Soca dan Reda. Aku sudah dibuat terpingkal-pingkal karena kutipan buku didalamnya.

Benar deh asli.. aku terhibur dengan siaran pada hari sabtu, 18 Maret 2017 tersebut.
Penasaran dengan tingkah pola anak kecil di dalam bukunya.
Rencananya mau beli bukunya. Tak tahunya.. aku dapat kiriman bukunya karena telah memenang kuis :D *Alhamdulillah.. rezki anak sholeh*

Baiklahhh gak perlu waktu lama untuk menghabiskan buku ini. Karena jumlah halamannya yang sedikit :) Tapi tetep ya.. aku menghabiskannya dalam hitungan hari hahaha

Kamu bakalan terhibur sama tingkah pola anak yang diceritakan di dalam bukunya. (kalau kamu sudah pernah membaca komik Yotsuba. kamu pasti mengerti dehhh bakalan mau dibawa kemana isi buku ini ) Yup.. anaknya Meps dan Beps itu seperti Yotsuba!
Rasa pengen tahunya tinggi, polos, apa saja ditanyain, aktif dan bedanya.. anaknya Meps dan Beps ini tidak senakal Yotsuba. Tingkah polanya seperti anak-anak pada umumnya :D

Dan ini termasuk kisah nyata. :)

Jangan harap mendapatkan buku ini di toko buku besar. karena buku ini harus dibeli di toko buku indepen secara online maupun offline :)

Gak rugi untuk memiliki dan mengkoleksi buku ini.
Kertas yang tebal dan ilustrasi yang menarik di dalam bukunya bakalan membuat hati yang sedang mendung akan cerah kembali.

Psssttt.. jangan membaca buku ini di transportasi publik kalau tidak ingin dipandangi sama penumpang satu angkot/busway/gerbong kereta api/pesawat hahahah

kenapa?!

karena aku tertawa terbahak-bahak ketika tiba di halaman 21 (lihat ilustrasinya)
ini kutipannya :
(hal 21)
Aku paling suka kalau Meps ajak aku renang.
Tapi aku paling sedih kalau sudah siap-siap
mau renang, tiba-tiba Meps ada acara kantor
di hari minggu.
Nah, acara berenang tak jadi.

Permisi ya, Meps,
katanya kalau buat janji harus ditepati

^
asliii.. ini ilustrasinya dapat banget. JUARA!!

Sooo.. aku kasih nilai :

taraaaaaaaaaaaaaaaa

8/5 (pendapat egois yg posting)
Profile Image for Khalisha.
47 reviews
October 28, 2025
Berhasil selesai dalam sekali duduk!!

Seperti yang ditulis di "Catatan Meps" bagian Ibu Reda akhirnya dijadikan Na Willa. Setelah baca Na Willa, jadi sadar kalau kehidupan Willa pasti terinspirasi dari Soca!

Beda dengan Na Willa, buku ini isinya catatan Soca kecil. Seperti catatan anak kecil pada umumnya, buku ini gak cuma berisi curhatan, atau cerita keseharian saja, tapi bisa berisi resep, bahkan beberapa fakta tentang Meps dan Beps yang digambarkan oleh Soca. Tentang cicak, nyamuk, anjing, ayam yang punya cerita dan namanya masing-masing.

Khayalan dan imajinasi Soca berhasil ngingetin gimana serunya masa kecil. Boneka yang selalu dibawa kemana-mana dan perasaan sedih ketika bonekanya robek. Menurutku Meps dan Beps keren, karena Soca bisa tetap sayang mereka tetapi tetap bisa mengakui dan menerima kekurangan orangtuanyaa. Buku ini juga ngasih pandangan ke anak kecil kalau seorang ibu tidak apa-apa bekerja di kantor dan bapak yang ada di rumah.

Seperti Na Willa, ilustrasi di buku ini juga keren bgt!!! Shout out to Cecillia Hidayat!
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
February 4, 2024
Dulu sudah pernah baca buku #2 dari series Aku, Meps dan Beps ini. Dan akhirnya kesampaian juga baca buku #1 hasil pinjam dari adek sepupu.

Isinya beberapa cerita pendek dari POV seorang anak bernama Soca. Dia memanggil ibunya Meps dan ayahnya Beps. Sebagian besar adalah keseharian Soca, Meps dan Beps. Ada juga tentang hewan-hewan peliharaan mereka.

Bacaan yang santai, dan habis dalam sekali duduk.
Profile Image for Lani M.
347 reviews42 followers
April 7, 2018
Sepanjang baca buku ini rasanya gemas dan ingin mencubit pipi Soca kecil yang berbagi keriaan dan memori manisnya. Cerita paling kocak adalah ketika dia baru sadar hanya membawa 2 sepatu sebelah kiri ke sekolah dan jadi tidak bisa main saat jam istirahat. Gemas! Dan semakin tidak sabar menghadiahkan buku ini ke keponakan.
Profile Image for Bila.
315 reviews21 followers
December 20, 2023
GEMES BANGET MASA KECIL YANG DICERITAKAN DI BUKU INI! Banyak binatang baik peliharaan maupun bukan (kek nyamuk 😭)(BTW Doyan nakal!), riangnya anak kecil liat banjir, main sama boneka, liat sifat orangtuanya dari sudut pandang anak-anak, awww rindu jadi anak-anak.
Profile Image for Lea Citra.
Author 13 books58 followers
June 12, 2017
Anyway yang baca ini anak saya yg usianya 7 tahun, lalu dia cerita. "Mami, ceritanya lucu banget. Masa si Soca masak kue untuk cicak."

😅
Profile Image for Denna.
70 reviews28 followers
September 29, 2018
Buku yang kalau saja saya baca ketika saya seumuran Soca, pasti akan menjadi sahabat saya. Tidak bisa tidak.
Profile Image for Andreas Porwanto.
371 reviews65 followers
January 12, 2020
Simple yet fun. The illustrations are cute! It's nice to read something like this once in a while. Oh, how I wish I could go back to being a kid again!
Displaying 1 - 30 of 154 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.