Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir

Rate this book
“Saya datang ke hadapan Anda semua pada hari ini dengan niat teguh untuk menciptakan sebuah kehidupan baru dan perdamaian. Kita semua mencintai tanah ini, tanah Tuhan, kita semua, umat Muslim, Kristen, dan Yahudi semua menyembah Tuhan ...”
(Pidato Anwar Sadat di Parlemen Israel,19 November 1977)

Selama ribuan tahun, Jerusalem merupakan kota ziarah agama samawi: Yudaisme, Kristen, dan Islam. Mereka berziarah ke Tembok Ratapan, Gereja Makam Kristus, Masjid Al Aqsha. Tetapi pada saat bersamaan, kesucian kota Jerusalem dirobek berbagai konflik yang tak kunjung selesai antara Israel dan Palestina. Bagaimana upaya penyelesaian damai antara Israel dan Palestina?

Kemudian benarkah Jerusalem akan menjadi kota pengadilan akhir umat manusia? Benarkah Mesias akan datang kembali melalui Pintu Gerbang Kerahiman yang kini masih tertutup? Buku ini mengajak Anda kembali ke sejarah masa lampau sekaligus melihat Jerusalem di akhir zaman.

315 pages, Paperback

First published January 1, 2008

40 people are currently reading
240 people want to read

About the author

Trias Kuncahyono

10 books6 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
56 (24%)
4 stars
83 (35%)
3 stars
72 (30%)
2 stars
17 (7%)
1 star
5 (2%)
Displaying 1 - 30 of 30 reviews
Profile Image for Radia Fineska.
26 reviews1 follower
February 9, 2020
If you don't have enough time reading thick time consuming book, maybe you could read this for a brief introduction to Jarusalem. From its history, building, people and conflict, Trias Kuncahyono has made me understand the basic knowledge of Jarusalem. He brought his personal experience and research, then cramped it into this book briefly, but also beautifully.
Profile Image for Vaneissya Purwanto.
24 reviews
November 10, 2023
Dahulu pernah membaca buku ini saat saya SMP tetapi tidak sampai selesai karena bagi saya saat itu, konflik Israel dan Palestina merupakan konflik yang tidak berkesudahan. Sekarang, 10 tahun berlalu, saya membaca buku ini lagi. Buku yang ditulis Trias ini merupakah buku awal yang netral membahas mengenai sejarah Jerusalem dari 3000 SM hingga tahun 2000 an Masehi. Buku ini adalah buku perjalanan Penulis yang berkunjung ke Tanah Palestina. Dengan berbekal catatan sejarah serta ayat-ayat Al-Kitab (sebagian besar), Penulis menyajikan kisah yang runtut yang bisa dipahami oleh orang awam sebenarnya apa yang terjadi dengan Israel-Palestina. Sayangnya, menurut saya, buku ini kurang memberikan gambaran dari sisi sejarah Islam selain perang dan penaklukan oleh dinasti dan kekhalifahan.
Profile Image for Anugerahaning .
10 reviews1 follower
September 1, 2017
Cukup netral dan membuka wawasan tentang kesamaan dan perbedaan pandangan 3 agama samawi terhadap kota Jerusalem.
Profile Image for Ari Teguh Nugraha.
211 reviews52 followers
January 6, 2024
Baru kali ini baca buku yang berbobot tetapi betah dan tanpa jeda bacanya. Apresiasi yang sangat tinggi kepada penulis karena sudah menjelaskan Jerusalem dengan terperinci dan ringkas, walaupun ada beberapa cerita yang diulang. Penulis sangat netral dalam melihat konflik yang terjadi seputar Jerusalem. Penulis sangat layak mendapatkan penghargaan atas karya ini.
Profile Image for Reski Sululing.
35 reviews1 follower
February 24, 2021
Menyelesaikan buku ini dalam waktu sehari. Penulis menyajikan “cerita” tentang Jerusalem dengan sangat mengalir dan netral. Saya mendapati diri sedang benar-benar berada di tepi Sungai Yordan atau sedang menyusuri Via Dolorosa saat membaca buku ini. Recommended!
Profile Image for P.M.M. Ikhbal Rafshanjani.
5 reviews
May 5, 2020
Penjelasan kota Jerusalem dari kacamata seorang jurnalis dan pengalamannya berkunjung kesana. Penulis cukup netral dalam bercerita.
Profile Image for Ajeng Permata.
44 reviews2 followers
August 23, 2021
Merangkum secara singkat berbagai sumber literatur tentang Jerusalem, dari soal sejarah, politik, dan cerita penulis sendiri saat berkunjung kesana
1 review
April 6, 2023
Beautifull writing.. really feel like i m walking down the street in jerusalem with author..
Profile Image for Helvry Sinaga.
103 reviews31 followers
July 12, 2009
Apa yang terbayangkan bila mendengar Yerusalem? Itu adalah sebuah kota nun jauh disana, yang sudah didengar ceritanya dari sejak anak-anak lewat kisah para nabi hingga sekarang ini menjadi pusat tujuan wisata ziarah dan sorotan internasional karena konflik terus menerus antarbangsa yang mengklaim bahwa Jerusalem adalah milik mereka.

Seperti buku-buku Trias lainnya, buku ini adalah buku catatan perjalanan jurnalistik yang dilakukannya di Yerusalem. Bedanya, kunjungannya ke Yerusalem adalah impian dari semasa kecil.

ketika masih kecil, Trias sering diceritakan tentang kisah nabi oleh ibunya. Adam, Nuh, Abraham, Musa, Daud dan banyak nabi lain. Setting cerita nabi itu yaitu antara lain Yerusalem, Yudea, Samaria, Mesir, Bethelehem, dan sebagainya. cerita dari ibu di masa kecil itu diperkuat
dengan lukisan-lukisan dari sang ayah.Ayah Trias yang berprofesi sebagai seniman turut menyumbang di imajinasi Trias bagaimana dan seperti apa tempat-tempat itu. Selain itu ayah Trias juga sering membelikan buku yang menceritakan kisah nabi dalam gambar. Sungguh suatu paduan yang sangat klop. Ibu yang pintar bercerita, dan ayah yang pintar melukis dan suka membelikan komik/buku bergambar.

Perjalanan ke yerusalem tidaklah gampang. Ada puluhan prosedur yang harus dilewati sebelum mendapat izin berkunjung. Apa pekerjaan anda? Apakah anda punya kenalan disana? Sudah berapa lama koper ini di anda? Siapakah yang menyusun koper anda? Apakah anda wartawan? apakah isi laptop anda? kalau anda wartawan, tunjukkan satu tulisan anda pada saya! Inilah "sedikit" dari pertanyaan yang harus dijawab Trias di meja petugas imigrasi. Ternyata, akibat dari serangan-serangan militer dan bom bunuh diri yang terus menghangat di yerusalem, membuat prosedur pemeriksaan orang yang mau datang ke sana semakin diperketat.


Suci. karena itu adalah sifat Tuhan. Konflik. karena sifat manusia yang rakus, dan tamak, dan selalu ingin menguasai. Yerusalem yang unik, milik tiga agama samawi, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Kota yang penuh kenangan, dimana ketiga agama tersebut mengakui bahwa Abraham (ibrahim) adalah nabi mereka, dimana sangat teruji kesetiaannya ketika Tuhan memerintahkan ia untuk mengorbankan anaknya.

Namun, dimanakah letak konfliknya? Sejarah menuliskan bahwa dari sejak dulu kala, Yerusalem sudah sarat dengan perebutan kekuasaan. Dari sejak zaman raja Daud hingga sekarang ini. Karen Armstrong menulis,bahwa perang salib memberi andil yang tidak sedikit bagi konflik yang terjadi hingga saat ini. Pihak yang berseteru sekarang, Israel dan Palestina, terus berupaya mencapai kata sepakat, yang seolah-olah memang sepakat untuk tidak sepakat mengenai

batas-batas wilayah yang menjadi kekuasaan dua negara tersebut. Berbagai usaha telah dilakukan, hingga sampai menelan nyawa pemimpin dunia, namun tetap perdamaian di kota damai itu tidak kunjung tercipta. Ironis, Seharusnya kota suci itu milik bersama seluruh umat di seluruh dunia, sehingga gaung perdamaian selalu diperdengarkan.

Dalam buku ini, Trias menceritakan bagaimana detil-detil kota Yerusalem. Yerusalem yang terletak di atas Gunung wilayah Yudea, terbagi atas Yerusalem Utara dan Yerusalem Selatan. Yerusalem terdiri dari kota lama yaitu kota yang dibatasi oleh tembok. Tembok itu sendiri terdiri dari delapan pintu gerbang, tujuh diantaranya terbuka, namun satu pintu gerbang, yatu pintu gerbang Kerahiman yang masih terkunci. Dipercaya bahwa pintu gerbang itu dibuka oleh Mesias yang akan datang ke dunia untuk menghakimi dunia.

Mengapa dimiliki oleh agama Islam, karena adanya bangunan Dome of the Rock dan Masjid Al Aqsa (tempat Nabi Muhamad miraj dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsa). Mengapa dimiliki oleh agama Kristen? karena adanya bangunan Gereja makam Kristus, yang dibangun oleh Raja Konstantinopel atas permintaan ibunya raja, Ratu Helena. Mengapa dimiliki agama Yahudi (Yudaisme) karena ada Bait Allah atau Kenisah.

Sayangnya, buku ini sangat minim dengan gambar-gambar, akhirnya pembaca harus berimajinasi sendiri lagi. Selain itu, sangat sedikit sumber-sumber yang menceritakan tentang bagaimana Yerusalem dipandang dari sudut pengadilan akhir (seperti judul buku ini). walaupun begitu, semoga tidak mengurangi gairah kita untuk menghentikan membaca buku ini sampai selesai, dan berharap kita bisa suatu saat kesana.

jkt120709
Profile Image for Susetyo Priyojati.
78 reviews13 followers
June 2, 2012
Buku ini merangkum berbagai sumber literatur (terutama yang ditulis dalam bahasa asing) tentang Yerusalem dan dibingkai dengan pengalaman sang penulis saat berziarah ke sana. Dengan demikian, buku ini bisa menjadi titik awal bagi pembaca untuk belajar tentang sejarah Yerusalem dalam bahasa Indonesia. Catatan perjalanan itu sendiri tidak terlalu dalam, hanya banyak mengutip keterangan pemandu serta komentar-komentar tentang suasana di sana. Jangan mengharapkan anekdot-anekdot unik atau perenungan akibat guncangan budaya, yang biasa menjadi daya tarik utama kisah-kisah perjalanan ke wilayah yang eksotik.
Yang terasa mengganggu bagi saya adalah kebiasan sang penulis untuk mencantumkan sederetan nama untuk tempat-tempat tertentu dalam berbagai versi bahasa, yang tidak banyak memberi informasi tambahan pada pembaca (terutama karena kadang-kadang bahasa asal nama-nama tersebut tidak disertakan). Kronologi perjalanan juga melompat-lompat: di bagian depan sudah diceritakan pengalaman di tiga kota utama latar Injil, lalu di belakang dikisahkan saat penulis baru mendarat di Ben Gurion dan melanjutkan perjalanan ke Yerusalem. Beberapa kutipan dari Alkitab diulang-ulang, begitu pula sejarah Bait Allah. Banyak istilah (Kenizah Allah, dll.) mungkin membingungkan karena tidak semua pembaca berasal dari latar belakang agama yang sama dengan sang penulis, sehingga tidak akrab dengan istilah-istilah yang dipakai di buku tersebut.
Saya sangat berharap lebih dari seorang jurnalis yang punya kesempatan menyaksikan berbagai peristiwa bersejarah penting di dunia, di luar kesan-pesan singkat semasa tur di Israel dan mengutip sumber-sumber lain. Hanya ada satu sumber langsung (seorang perempuan Israel korban bom mobil), dan itupun tidak membahas tentang makna dan posisi Yerusalem di mata penduduk lokal. Buku ini memang bukan reportase, tetapi seharusnya bisa menawarkan satu sudut pandang yang unik dan tajam tentang kota suci Yerusalem yang (seperti disebutkan dalam buku tersebut) telah banyak dibahas dan dituliskan sedari dulu.
Profile Image for Hasanuddin.
254 reviews16 followers
October 28, 2008
Banyak buku tentang Jerusalem, berbagai versi telah diungkap. Salah satunya karya Trias Kuncahyono. Buku yang mencoba menggambarkan konflik Palestina dengan Israel dengan Jerusalem sebagai titik sentral.

Trias mencoba "bermain" aman dengan ketidakberpihakkan. Melalui gaya jurnalis yang dipadu kutipan sejarah dan referensi dari berbagai pengarang sebelumnya Trias menyodorkon sisi jalur tengah meski di beberapa bab mengkritik sikap Israel yang semakin jauh meretas jalan perdamaian dengan Palestina. Namun saya anggap buku ini masih save. Jauh dari kutipan berapi-api ala Yusuf Qodhlorwi maupun gaya logika rumit Karen Armstrong. Trias mencoba lebih menyederhanakan. Namun, penyederhanaan perebutan Jerusalem membuat buku ini semakin sulit untuk diurai. Mungkin karena Trias bukan ahli sejarah, melainkan hanya mereportase apa yang ia lihat, rasakan, kumpulkan informasi dan dijabarkan dalam buku yang saya rasa terlalu singkat untuk sebuah buku karangannya.

Sejarah Palestina yang merupakan sejarah semua bangsa seharusnya menjadi syarat semua kepentingan untuk dibahas. Bagaimana peran Liga Arab yang kian mandul, yang pada akhirnya cuma menyempitkan konflik Palestina hanya sebatas dua negara saja. Bukan lagi ideologi atau agama sebagaimana awal berdirinya negara Israel.

Trias sepertinya lupa mengambil banyak sisi, yang seharusnya tidak banyak menyadur dari Injil. Padahal, ia kerap menyebut Palestina merupakan kota suci bagi tiga agama samawi dunia, Yahudi, Kristen dan Islam. Referensi harus lebih dari itu. Saya lebih terkesan dengan gaya Dirk melalui bukunya Ibrahim Sang Sahabat Tuhan, meski sedikit memusingkan, yang mencoba menelusuri sejarah Ibrahim melaui pendekatan informasi tiga kitab suci.

Namun, secara global buku ini cukup ok dan menjadi tambahan referensi bagi yang mulai tertarik mempelajari konflik Israel-Palestina.
Profile Image for Ratih Primadian.
14 reviews6 followers
August 28, 2008
Banyaaaaak bgt informasi yg aq dapatkn dr Jerusalem ini. Dr yg gak tau apa2 smp jd tahu.. Penulis menggunakan bahasa jurnalistik yg mudah dipahami oleh masyarakat. Layaknya seorang informan, maka penulis berhasil melakukan'a..

Melalui buku ini, pembaca diajak untuk mundur sejenak melihat Jerusalem dulu kala. Penulis memaparkan Jerusalem dari segi tiga agama, politik, dan sejarah dengan cukup netral.
Profile Image for Didiet.
21 reviews
November 10, 2017
konflik tiada akhir, kata itu yg plg mewakili Kota Suci 3agama samawi yg bernama Jerusalem ini.
buku ini menggunakan gaya penulisan story telling dimana si penulis menceritakan pengalamannya jln2 ke kota yg saat ini diklaim oleh Israel tsb.
Dengan disertai beberapa cuplikan sejarah berdasarkan data data sejarah, arkeologi, alkitab, al qur'an, dan taurat. Konflik seakan tdk pernah lepas dari kota ini, sejak jaman Raja Daud (Nabi Daud-muslim) merebut kota ini dari orang2 kanaan.
Profile Image for Liliyah.
102 reviews19 followers
May 28, 2009
Mungkin lebih tepat jika ada label "Liputan Personal" pada buku ini. Trias Kuncoro dengan gaya bahasa jurnalistiknya mampu membangun Jerusalem yang hampir utuh dan hampir obyektif... Meski demikian harus diakui adalah kesulitan besar bagi seorang wartawan atau siapapun untuk menjaga obyektifitas ketika harus menulis sesuatu yang berkaitan langsung dg ideologinya.
Profile Image for Rahmat Sunyoto.
Author 1 book1 follower
August 15, 2011
Keinginan saya untuk berziarah ke kota penuh keberkahan; Al-Quds Asy-Syarif ( Jerusalem ) sedikit terbayar dengan membaca buku ini. Sebuah karya jurnalistik yang amta sangat patut diacungi jempol karena obyektifitas penulisnya yang benar-benar netral dalam memandang kota tiga iman tersebut...

Berdoalah untuk kemakmuran Jeruslem!
Profile Image for Eka.
13 reviews
September 7, 2012
Buku mas Trias ini yang membawa saya lolos dari sidang skripsi. Skripsi tentang peranan bangsa Yahudi.
Selain menjadi referensi,buku ini juga membawa saya lebih banyak memahami, bagaimana sebenarnya latar belakang "kampung halaman" yang terus menarik konflik ini.

Buku ini juga membuat saya sedikit iri dengan orang-orang yang sudah secara langsung menjejakan kakinya di tanah Yerusalem.
Profile Image for Agung.
Author 1 book2 followers
December 25, 2008
Harapan saya terlalu besar saat membeli buku ini. Inginnya sedikit menyerap makna kota suci itu bagi tiga agama, tapi isinya lebih banyak berkisah dari kacamata pribadi. Mungkin lebih tepat lagi kalau buku ini diberi embel-embel memoar.

Not recommended.
6 reviews
Currently reading
December 8, 2010
Puji Tuhan, setelah sekian lama menabung untuk membeli buku ini akhirnya bisa juga membelinya :) Isinya benar-benar menarik, memberikan perspektif yang jelas dan dinarasikan secara mengalir sesuai latar belakang jurnalistik penulis.
Profile Image for Cesting.
3 reviews4 followers
October 14, 2008
Ironi sekali kota yg dianggap suci tetapi selalu dirundung konflik.
Jd ingat film 'kingdom of heaven' terutama adegan terakhir yg diucapkan Salahudin
Profile Image for Ktut Sukarno.
5 reviews
October 17, 2008
Seperti membaca buku sejarah, teologi, dan politik dan mengingatkan perjalanan ziarah saya ke tanah Israel.
Profile Image for Oritje Sepmarama.
32 reviews2 followers
October 27, 2008
To a gullible reader as I am, this is just what I needed; a clear, nonjudgmental and subjective view to the ever conflicting holy city; Jerusalem
Profile Image for Tri_es es.
4 reviews
August 1, 2012
dengan membaca buku ini kita kan belajar sejarah dimana masjid al aqsa berada.
Profile Image for Irwan Munawar.
57 reviews1 follower
December 7, 2012
"Referensi yang berharga untuk menyelami kota paling banyak diperbincangkan di dunia!"
Profile Image for Deni Aria.
159 reviews4 followers
January 12, 2013
A good reference for Understanding Jerusalem in every historical and conflict aspect.!
Profile Image for Dimas Hendriyanto.
3 reviews13 followers
January 1, 2014
Sebuah karya jurnalistik untuk memahami permasalahan Jerusalem. Et in terra pax hominibus bonae voluntatis!- dan damai dibumi bagi orang yg berkehendak baik!
Profile Image for Septian Purba.
1 review1 follower
June 2, 2016
i love this book, more knowlegde less racism. over all this book so interesting. Even i has just finished to read this book for the secong times. hahaha yield i loved this :)
Profile Image for Bayu Probo.
Author 4 books4 followers
February 14, 2013
Reportase Trias Kuncahyono membuat saya seakan-akan hadir di Yerusalem dan Betlehem.
Displaying 1 - 30 of 30 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.