Nathaniel Adriano Wirasetya adalah seorang cowok yang hobi banget bikin rusuh seantero sekolah. Mulai dari hal sepele kayak telat, bikin kerusuhan, sampai tawuran. Parah? Banget. Tapi statusnya sebagai cucu pemilik yayasan seolah bikin semua peraturan menguap gitu aja kalau udah menyangkut nama Nathan. Katya jengah dengan kelakuan sok berkuasa dan sok gantengnya Nathan. Sampai akhirnya Katya berani melawan, tapi justru malah membuat Nathan semakin menjadi-jadi. Sampai pada satu hari, hari dimana mereka memutuskan untuk membuat sebuah perjanjian paling laknat sepanjang masa. Dan semuanya berawal dari sana.
This is gonna be a very subjective opinion. Pertama, dari awal baca blurbnya oke ini novel pasti klise, pada jamannya th 2016 atau mungkin di wattpad th 2014 konflik kayak gini lagi booming banget dan baca ini sekarang..yaa saya sudah bosan. Cowok badboy ganteng ketemu satu-satunya cewek yang nggak tertarik sama kegantengan dia dan malah ngelawan terus, taruhan buat jadi pacar, jatuh cinta beneran, trus si badboy ini punya masa lalu kelam, si cewek jadi satu-satunya orang yang memperlakukan dia dengan beda. Bla bla bla bla.
Klise? Banget. Dari awal alesan Katya buat setuju jadi pacar Nathan pun nggak jelas, ngga ada alasan yang kuat. Cuma biar kisahnya berlanjut aja, kalau katya nolak, tamat langsung lah ya.
Terus..ke sananya..drama percintaan ga jelas juga. Kayak, diary katya yang nyeritain gimana nyebelinnya nathan tp toh tetep aja dia suka dan kepo sama nathan. Hadeh. Paling gak suka sama katya yang muna abisss kayak gini wkwk. Hampir dua ratus halaman tuh isinya manis manisan doang, alurnya lambat, sampe tengah2 baru seru, soalnya katya makin nyebelin dan alhamdulillah nathan sadar dan bersikap tegas. Cuma itu bagian yang aku sukai dari novel ini. Selebihnya, bahkan saat agatha bla bla. Aku nggak terlalu baper knp soalnya agatha itu too good to be true. Dan kl dipikir2 jg dia terlalu over protective sama katya sampe2 meyra marah. Ya jelas lah meyra kesel wkwk abisan yha gitulah males jelasin.
Trus soal gaya bahasanya gue-guean mungkin sangat-tidak-bandung-sekali tapi, memang beberapa ada, dan setelah aku tau di mana penulisnya sekolah (hehe maap saya kepo) jadi ngga heran lagi mungkin memang di sana kek gitu pergaulannya. (bukan dlm artian buruk)
Overall, aku memang nggak terlalu menikmati ceritanya. Saran saya buat penulis, kurang-kurangin adegan nggak penting dan narasi ngga penting, buat konflik lebih kuat lagi dan bukan cuma sebagai rahasia yang pas udah terbongkar lalu selesai, semangat!!💪
P.s saya baca buku ini cetakan ke5 loh, tapi masih ada salah nama Nathan yg mana tdk sesuai dg blurb yaitu halaman 49 dan 74. Sy gatau mungkin cetakan ke6 sampai 9 masih sama atau tdk. Hehe tp kalau masih sama, yha tolong mba/mas editor yg ada dua, lebih diperhatikan lg..
Bad Romance merupakan karya pertama penulis yang kubaca. Sebelumnya novel ini pernah diunggah di salah satu situs kepenulisan secara online, sayangnya aku belum pernah membaca yang versi online jadi tidak bisa membandingkan dengan versi cetak yang kubaca ini.
Dari segi ide novel ini sederhana sekali, mengisahkan tentang kehidupan remaja masa kini. Bad Romance mencoba mengangkat kisah Nathan seorang remaja yang hobi sekali membuat kekacauan di sekolahnya. Ada saja yang diperbuatnya, mulai dari suka telat, membolos, hingga tawuran.
Namun, tidak ada yang berani mengusik Nathan, karena status Nathan sebagai cucu pemilik yayasan. Walaupun sikap Nathan ini suka menjengkelkan dan seenaknya sendiri, tetapi banyak teman sekolahnya yang naksir padanya. Apalagi kalau bukan karena fisik dan wajah tampan Nathan yang membuat dia termasuk jajaran siswa populer.
Hanya ada 1 (satu) orang saja yang tidak terpikat dengan pesona Nathan. Bahkan dia begitu membenci Nathan karena sikap sok berkuasa dan sok gantengnya. Dan dia adalah Katya, seorang siswi yang berani melawan Nathan.
Nathan tentunya penasaran kenapa Katya tidak suka padanya? Apalagi mereka jelas-jelas tidak pernah bersinggungan.
"Bagi Katya, Nathan itu satu dari sekian orang yang enggak punya otak. Enggak mikir, bahwa apa yang dia lakukan selama ini buang-buang uang orang tua. Enggak mikir, bahwa perbuatannya bodoh, dan apa yang dia perbuat itu mungkin saja nyakitin orang-orang." (Halaman 26)
Hingga satu hari Nathan pun menantang Katya untuk berpacaran dengannya. Jika Katya tidak mau atau bahkan meminta putus duluan, maka Katya harus menjadi pembantu Nathan selama 1 (satu) bulan. Katya awalnya menolak ide Nathan itu, tapi karena dia benar-benar gak mau menjadi pembantu Nathan dan gengsinya cukup besar, dia akhirnya menerima tantangan Nathan.
Nathan dan Katya pun resmi berpacaran. Tapi jangan bayangkan hubungan keduanya bakal berubah jadi saling cinta atau baik-baik saja, nyatanya Katya masih saja ketus dan belum bisa bersikap baik kepada Nathan. Sedangkan Nathan malah makin penasaran kepada Katya karena belum bisa meluluhkan hati Katya.
Hingga suatu hari Katya mengetahui rahasia masa lalu Nathan dan hal ini membuat Katya jadi lebih mengerti Nathan. Katya jadi bisa memandang Nathan dengan cara yang berbeda. Apa yang terjadi selanjutnya dengan hubungan Katya dan Nathan? Akankah Nathan berubah dengan kehadiran Katya?
"Sekarang, Katya yakin dia akan memandang Nathan dengan cara yang berbeda. Dia akan mulai mencoba memandang Nathan bukan sebagai pembuat onar, tapi cowok yang butuh kasih sayang, butuh kepedulian. Nathan punya luka dalam, jauh di dalam sana, yang disimpan dan ditutupnya rapat-rapat." (Halaman 70)
Akhirnya, selesai juga menyelesaikan novel ini. Sebuah bacaan ringan dan cukup menghibur. Sejak awal aku tidak punya ekspektasi apa-apa terhadap novel ini, tetapi semakin lama aku membaca aku semakin menyukainya.
Dari segi ide, novel ini tidak menawarkan sesuatu yang baru dan mungkin kamu pernah membaca kisah seperti ini di novel lain. Tapi penulis memberikan sentuhan yang berbeda dari segi konflik cerita maupun gaya menulisnya.
Novel ini memang menitikberatkan pada kehidupan remaja, jadi aku mengerti kenapa gaya bahasanya banyak yang tidak baku dan cenderung bahasa sehari-hari, apalagi ini dulunya pernah diunggah secara online.
Kisah ini bergulir dengan lancar, aku bisa merasakan chemistry di antara para tokoh yaitu Nathan dan Katya yang awalnya kayak musuh bebuyutan, kemudian malah berubah jadi pacar bohongan. Tetapi manusia hanya bisa berencana saja, Nathan dan Katya tidak menyangka bahwa perasaan pun bisa berubah. Terutama Katya yang akhirnya mengetahui sisi lain dari seorang Nathan yang selama ini dikenal.
Awalnya jujur aku sungguh tidak simpati terhadap Nathan, apalagi dia termasuk siswa yang selalu membuat onar di sekolahan. Cowok seperti ini bukanlah tipe cowok favoritku, sekalipun dia punya wajah tampan atau penampilan rupawan. Tetapi perlahan-lahan setelah mengetahui rahasia masa lalunya, aku jadi bisa lebih memahami kenapa Nathan bisa bersikap menyebalkan dan seperti itu. Nathan hanya butuh pelarian dari semua yang terjadi dalam hidupnya, sayangnya pilihannya salah, karena itu dia butuh pertolongan.
Salut banget buat Katya yang berani menantang dan melawan Nathan. Katya digambarkan sebagai pribadi yang menyenangkan dan tahu apa yang dia mau. Katya juga punya abang yang sayang banget sama dia, yaitu Agatha. Jujur, awalnya aku pikir Agatha ini cewek loh, ternyata aku salah ya :D
Membaca novel ini akan mengingatkanmu untuk lebih perhatian ke orang-orang yang di sekelilingmu, siapa tahu ada yang butuh bantuan. Seperti Nathan yang dibalik semua sikap otoriter, menyebalkan dan hal-hal buruk lainnya, dia hanyalah seseorang yang butuh perhatian dan kepedulian.
Membaca novel ini seperti bernostalgia dengan masa SMA dimana biasanya remaja masih mencari jati dirinya masing-masing. Mencari sebuah novel remaja yang ringan dan bisa menghiburmu, silahkan baca Bad Romance.
Covernya Ajibb banget, aku suka covernyacause sometimes i judge a book by it’s cover and yeaaahBad Romance covernya ciamik banget, menggambarkan Nathan-Katya banget lah.
Bahasa yang digunakan juga manis banget, anak SMA banget lah pokoknya, dan aku yang anak SMA ini masih nyambung sama bahasa gaul anak SMA Kak Milli, jadi kangen sekolah deh, Benci jadi Cinta, seru-seruan bareng temen.
Latar disini itu Bandung! Walaupun gak pake bahasa sunda ieu teh, pake bahasa anak Jakarta banget lah, soalnya aku kira ini anak SMA Jakarta, yang gaul gitu ehh ternyata urang Bandung. Coba aja kak Milli lebih digali lagi buat tata bahasanya, yaa walaupun ada kata Aa, Teteh tapi aku rasa itu belum cukup untuk melatarkan Bandung sesungguhnya.
Konflik di Bad Romance juga asik banget, aku dibuat greget, sedih, ketawa,baper di dalam novel ini. Ceritanya juga gak cepet dan gak lama banget, intinya pas dan nggak rela buat lepas dari sosok Nathan ini. Novel ini bukan hanya bercerita tentang cinta anak SMA yang masih mencari jati dirinya, ini juga tentang keluarga, dan persahabatan. Nggak heran deh cerita ini dibaca 6 juta viewers di wattpad.
Sudut Pandang cerita ini bisa di bilang campur. Kadang POV 3 (yaitu POV Author) dan kadang POV 1 milik Katya. Dan kenapa gak ada POV Nathaaaan? Kadang aku bertanya seperti itu, cuman setelah membaca dan terus membaca, kemudian aku mengerti bahwa cerita ini milik Nathan, banyak rahasia yang ada pada diri Nathan, jadi kalau Nathan dibuat sudut pandangnya gak ada lagi magic-magic dalam cerita ini yang buat terkejut para pembaca.
Tokoh Nathan dan Katya pun kuat dan nggak berubah-ubah, maksud dari berubah-ubah ialah karakter Nathan yang biang onar gak tiba-tiba langsung baik secara cepat, ada fase yang membuat Nathan kembali pada jati diri sesungguhnya, atau Katya yang judes dan bawel gak jadi diam dan nurut apa yang di perintahkan Nathan, eksekusinya tepat sasaran banget.
Karakter dari tokoh² utamanya udah mantep, emosinya dapet. Paling kurang di ending aja sih, karena ada beberapa bagian yang di-cut dibandingin sama versi Wattpad-nya dulu. Overall, aku lebih suka versi Wattpad tapi tetep beli bukunya buat baca versi rapihnya seperti apa.
Kalau ada orang yang bisa Katya bunuh di dunia ini, nama pertama yang akan dia buru pasti adalah Nathan. Katya paling nggak tahan dengan kelakuan Nathan yang seenak jidatnya tanpa meduliin orang lain bakal tersakiti atau nggak. Nathan hanya peduli dengan kepuasannya sendiri mentang-mentang dia itu cucu dari yang punya yayasan di sekolahnya.
Bagi Katya, Nathan itu satu dari sekian orang yang nggak punya otak. Enggak mikir, bahwa apa yang dia lakukan selama ini buang-buang uang orangtua. Enggak mikir, bahwa perbuatannya bodoh, dan apa yang dia perbuat itu mungkin aja nyakitin orang-orang. — (hlm. 26)
Sampai suatu hari Nathan lagi malakin anak SMP yang digagalkan oleh Katya. Hal itu benar-benar bikin Nathan kesal karena cewek itu suka sekali ikut campur urusannya. Lalu muncul ide dari salah satu teman Nathan yang menyarankan untuk membuat tantangan pada Katya: nantangin pacaran, tapi bagi yang mutusin duluan nanti bakal kalah dan kena hukuman sesuai keinginan si pemenang. Tanpa ba-bi-bu lagi, Nathan langsung nemuin Katya dan nawarin tantangan itu. Katya nggak mau dong, tapi kalau langsung nolak maka dia langsung dinyatakan kalah dan harus jadi babunya Nathan. Ya, akhirnya terpaksa lah Katya terima jadi pacar Nathan meski jijiknya minta ampun.
“Astaga, gue nggak tahu lagi yang mana yang lebih laknat. Jadi pacarnya, atau jadi pembantunya?” — Katya (hlm. 14)
Bisa kalian tebak kan selanjutnya kayak gimana? Ya, mereka jadinya ke mana-mana serba bareng, serba diantar dan dijemput sama Nathan. Tentunya ini bikin gempar di sekolah karena selama ini udah sangat dikenal kalau Katya itu musuh besarnya Nathan. Katya tuh benci banget sama Nathan. Nah, kok bisa tiba-tiba pacaran? Kan aneh banget di mata kebanyakan orang. Hal ini juga nggak luput dari pantauan Kiara yang merasa kalau hanya dirinya yang berhak memiliki Nathan, bukan cewek biasa macem Katya. Kalau Katya sih menjalaninya secara terpaksa ya, tapi nggak tahu deh Nathan-nya gimana. Kayaknya sih dia sangat menikmati kesempatan itu. :p
“Cinta bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Mau lo ngelakuin apa juga, kalau hatinya udah kecantol di tempat lain mah ya, mana bisa.” — Kiara (hlm. 167)
Namun, semua kebencian itu seolah mulai luput dari diri Katya ketika suatu hari Nathan dengan rela mengorbankan dirinya tersakiti secara fisik demi keselamatan Katya saat tawuran. Apakah Katya mulai luluh dengan segala kebaikan Nathan dan mulai bisa menerima kehadirannya sebagai pacar? Rahasia apa saja yang berhasil Katya dapatkan dari kehidupan Nathan yang selama ini disembunyikan dengan sangat rapat? Mampukah Katya membantu Nathan keluar dari semua kegelapan itu?
Katya lagi-lagi terdiam. Kini, dia mengerti mengapa Nathan menjadi pribadi yang begitu menyebalkan, egois, dan tidak memikirkan perasaan orang lain. Semuanya karena keluarganya. Dia membuat onar bukan karena nakal, tapi semata-mata ingin mendapatkan perhatian orang. Dia bersikap sok berkuasa, bukan karena sombong. Tapi, hanya ingin didengarkan. Dia bersikap egois bukan karena kekanakan, tapi sekedar ingin mendapatkan apa yang dia mau. Mungkin selama ini, dia tidak pernah mendapatkan semua itu. — (hlm. 70)
***
Tadinya saya hanya merasa ya palingan ini kayak novel remaja lainnya yang berkutat masalah itu-itu aja dan ga jauh soal cinta. Tapi, ternyata semuanya di luar ekspektasi. I mean, in a good way. Novel ini keren abis! Ya emang sih di tengah konfliknya agak mbulet tapi konfliknya bukan hal sepele untuk dihadapi oleh orang di usia remaja.
Sudah lama ga nemu bacaan lini remaja yg bisa sampe sebegininya ngaduk-aduk perasaan dan emosi saya. Bad Romance bisa bikin ketawa-ketiwi ga jelas di dalam kamar, bisa bikin air mata keluar dengan sendirinya, bisa bikin ngakak sampai loncat dari kasur, bikin kebayang terus sama cerita tokohnya meski udah selesai baca dan bukunya udah ditutup rapi kembali ke rak. Bisa ngefek banget, after taste-nya bertahan lama. The show is over but the feeling lingers.
Selama ini ya ada juga sih novel remaja yg saya nikmati dgn nyaman, tapi ibarat mixer tuh ya kekuatan ngaduknya ga full speed kayak novel ini.
Novel ini recommended buat kalangan mana pun. Remaja hayuk, yg ga remaja lagi juga hayuk deh. Saya jamin kamu masih bisa merasakan ‘percikan cinta’ ala abege itu karena si penulis meramunya dgn lugas & memuaskan.
PS: Review selengkapnya bisa dibaca di link di atas. :)
Jadi awalnya gue iseng ngambil buku ini di Gramedia karena covernya menarik perhatian. Jujur aja, gue main Wattpad tapi nggak terlalu sering baca cerita di Wattpad. Sampe waktu gue mau beli buku ini, gue nanya sama temen gue dulu gimana ceritanya blablabla. Dan dari sekian novel yang gue baca blurb-nya, gue lebih tertarik sama blurb-nya Bad Romance ini.
Di awal-awal bab pertama, gue belum nge-feel sama sekali. Begitu sampe bab pertengahan, mulai ada konflik sana sini, gue semangat banget ngebaca novel ini. Gue pikir ceritanya bakalan mainstream banget, tapi ternyata Penulis menyajikan cerita dengan bagus dan ah, ya, nggak ketebak. Bikin penasaran.
Selama baca novel ini, gue jatuh cinta sama karakter Agatha. Dia tipe kakak yang baik banget, walaupun protektif dan gue kecewa kenapa Agatha harus—baca aja sendiri ya, gue nggak mau spoiler hehe. Gue sedikit kesel sama karakter Katya yang di sini menurut gue terlalu kepo banget sama masalah masa lalu Nathan. Ya, nggak salah, sih, namanya juga pacar. Tapi di dunia ini ada sesuatu yang emang nggak seharusnya diceritain, Kat.
Dari segi pengetikkan naskah, ada beberapa kesalahan yang masih harus diperbaiki. Kayak semacam kalimat semacam ini:
- Ah, lebay. lo lebay, Kat, alay, batinnya. - Parfum lo yang baru ini, enggak cocok. lo jadi kecium kayak Aura. - Ya, karena keduanya sudah jauh lebih dewasa dan lebih kuat. teruji oleh waktu dan persoalan hidup.
Bukannya setelah tanda titik kalimat berikutnya harus kapital? Gue pikir ini cuma kesalahan di awal doang, tapi ternyata gue masih nemuin kesalahan ini bab berikutnya sampe ending. Emang kesalahan kecil sih, tapi menurut gue sedikit mengganggu.
Segitu aja yang bisa gue review, teruslah berkarya, Mbak Equita!
Sumpah aku seneng banget sama novel Bad Romance. Penulisnya gesrek abis, keren parah. Bacanya juga asyik banget; serius, ngakak, lucu, bikin nangis, bikin baper. Itu aja alurnya berjalan lancar dan seru, bikin aku nangis wktu Katya ditinggal Agatha :( Suka ngakak sama tingkah laku Nathan sama Katya.
Ada yg bikin ngakak yg waktu Nathan sama Katya ngechat, yang ini: *sticker LINE moon yang bibirnya dower itu tau nggak, sih? Ya pokoknya itu lah, ya.* Sumpah itu ngakak banget😂 wkwkwk, tapi abis bagian itu, kak Equita bikin pembaca baper-baperan lagi, sedih-sedihan lagi. Penulisnya pandai banget mainin emosi pembaca, Good job!
"Gue enggak bisa cuma jadi temen lo, dan gue rasa lo juga kayak gitu. Jadi, kenapa harus temenan kalau kita sanggup lebih?" -Nathan. (Bad Romance hlm. 352). Fix, favorit deh sama ini novel. Good job, I like it.
Dio bisa banget menjadi sosok kakak pengganti Aga untuk Katya, jadi baper aku tuh. Wkwkwk Satu lagi, covernya lucuu banget suka deh wkwk
membaca beberapa bab awal membuat gue berpikir kalo novel ini bakal sama kaya novel2 kebanyakan. kaya cewe cowo benci trus pacaran entah grgr apa, abis itu lama2 timbul rasa suka. pasaran gitu deh.
tapi novel ini enggak, dari bab tengah sampai akhir ada aja sesuatu yang membuat novel ini jadi terasa engga sama kaya novel2 kebanyakan.
hehe plus gue suka plot twistnya si Agatha. ga nyangka sih.
Untuk ukuran novel yang cuma ngebahas kegalauan hati para remaja SMA yang mungkin masih labil, ini ketebelan sih ya sampek hampir 400-an halaman. Inti cerita mungkin cuma setengahnya, yang lain lebih berasa curhatan. Dan aku paling nggak suka narasi yang gini "Ya Katya emang bisa bilang enggak?" Ini tokoh kok kesannya nanya sama pembaca sih perasaan dia gimana?
Aku nemuin beberapa kesalahan penulisan di novel ini, terutama nama-padahal ini fatal banget menurutku dibanding saltik biasa atau salah tanda baca. Ini beberapa yang aku tandain: 1. Di halaman 72 dikatakan nama tokohnya Nathaniel Andrian Wirasetya. Kemudian di halaman-halaman berikutnya udah Nathaniel Adriano Wirasetya. 2. "Adrian nggak bodoh, kok, sayang. Adrian cuma kurang belajar. Nanti, Nathan belajar sama Mama ya, biar Papa nggak marah-marah sama Adrian terus, ya sayang." Dalam sekali ngomong mamanya udah ganti nama panggilan. Padahal aku yakin nama panggilan dia di keluarganya emang Adrian, sementara Nathan itu panggilannya di sekolah. 3. Di halaman 252, Katya manggil Dio itu 'Di'. "Dia benar, Di". Terus masih di scene yang sama dia udah bilang: "Ya tapi kapan, Yo?!" 4. Ada juga satu plot hole di cerita ini, bagian di mana Nathan bilang "Tak dimungkiri, Nathan merasa cemas. Kalau asma Katya sampai kumat, dia yang bakal digantung sama Agatha" (Hal 122). Padahal pas Nathan jemput Katya, Agatha nggak nyebut sama sekali masalah asma, apalagi sampek ngasih pesan buat jagain.
Untuk karakterisasi tokoh, aku sama sekali nggak bisa bersimpati dan respek ke Katya. Dia rela ngerendahin diri dan mohon-mohon sambil berlutut di depan seorang cowok. "Nath, maafin gue, gue childish, gue bego, tapi please, jangan kayak gini." Awalnya dia bilang mau penuhin janjinya sama Agatha-Abangnya, tapi ujung-ujungnya: "Katya enggak peduli bahwa dia sudah melanggar janjinya sama Agatha. Mereka saling cinta, itu cukup buat mereka menentang dunia". See?
Selain tokoh utama, tokoh-tokoh lain terkesan keluar masuk secara paksa di dalam cerita, kesannya kayak cameo. Mereka dimunculkan secara tiba-tiba terus menghilang tanpa kejelasan sampai di akhir cerita. Tokohnya seperti cuma numpang lewat, dikasih tau nama aja, terus menghilang. Padahal hubungannya dengan si tokoh utama cukup penting sih, kayak mantan pacar atau pacar baru.
Bad Romance ini menceritakan kisah Katya dan Nathan. Nathan yang merupakan cucu pemilik yayasan tempat Katya bersekolah, suka bersikap tak sewajarnya. Nathan yang ganteng dan dengan embel-embel cucu dari pemilik yayasan, membuat Nathan sok berkuasa di sekolah. Mulai dari hal-hal yang sepele sebenarnya, seperti terlambat masuk, membuat kerusuhan sampai tawuran. Dan jangan lupa dengan memalak pun dilakukannya. Katya jengah dengan sikap sok berkuasanya Nathan. Tak peduli harus berurusan dengan Nathan, Katya melawan. Namun, justru perlawanan Katya ini membuat sikap Nathan semakin menjadi.
Saat Nathan lagi asyik-asyiknya malakin anak SMP, Katya tahu dan melihat. Gregetan dengan ulah Nathan, Katya berusaha menggagalkan dan berhasil. Nathan kesal bukan main dengan Katya yang suka ikut campur urusannya. Salah satu teman Nathan kemudian memberikan usul kepada Nathan untuk membuat tantangan kepada Katya, yaitu nantangin pacaran, tapi dengan syarat jika mutusin duluan bakalan kalah dan kena hukuman sesuai dengan requestnya pemenang. Nathan langsung oke dengan ide tersebut dan menawarkan kepada Katya. Jelas banget kalau Katya nggak mau. Tapi, dia dilemma, jika bilang nggak, otomatis dia akan langsung kalah. Akhirnya Katya menerima dengan setengah hati untuk menjadi pacar Nathan.
Membaca cerita ini benar-benar berhasil membuatku menangis, tertawa sendiri. Nggak tanggung-tanggung, aku menangis di kantor, sampai ditanyain kenapa menangis. Ada part yang bikin aku sedih bukan main. Kemudian ada part yang bikin aku sebel, gemes. Terlebih sama tokoh antagonisnya. Pinter banget dah ini tokoh antagonisnya. Dia menghancurkan hubungan orang tanpa menyentuh targetnya sama sekali. Warbiyasak banget.
Ide ceritanya sebenarnya sudah ada di kalangan novel yang aku baca. Tentang kisah cinta semasa SMA. Bad boy and good girl. Tapi, yang bikin takjub adalah ide dari inti cerita ini. Mengenai perjanjian menjadi pacar. Dan konsekuensi yang diambil. Konfliknya pun seru banget. Kayak tracking ke satu bukit tapi jalan yang ditempuh ndak biasa, penuh kesulitan. Di dalam cerita ini, selain kisah cinta, ada juga kisah tentang persahabatan, keluarga dengan masalah masing-masing. Novel ini pun benar-benar remaja banget. Salut dan bangga. Cerita ini layak menjadi buku. Sukaaaaa.