Selama ini aku berpikir, Tauhid itu hanya menyembah Allah Azza wa Jalla, jangan berani kepikiran nyembah patung/berhala, seperti kaum-kaum sebelum kita. Sehingga aku ngerasa aman-aman aja beramalan, toh nggak nyembah patung, kan. Karena sebagai orang awam, yang fakir ilmu, asal nggak nyembah patung/berhala berarti aman. Masih berstatus Islam
Ternyata bener, bodoh itu jangan dipelihara!
Banyak hal yang terjadi di sekitar kita yang ternyata bisa bikin kita syirik. Mulai dari ucapan, perbuatan, apa yang kita yakini, apa yang kita percayai, itu sangat mempengaruhi status kita sebagai hamba Allah.
Ada suatu kisah, gara-gara LALAT doang, seseorang bisa masuk neraka. Padahal tidak diniatkan sebagai persembahan. Cuma sekedar "ah biar cepat beres, ikutin apa kata tradisi sekitar." Suatu kondisi yang tidak asing, kan? naudzubillahimindzalik
Kitab Tauhid ini akan memberi penjelasan, berupa tafsir -tafsir Al-Qur'an dan Hadist yang berkaitan dengan syirik. Di buat per poin sehingga gampang kita cernanya. Dan disebut juga jenis-jenis syirik, mulai dari syirik kecil dan syirik besar.
Beberapa hal,syiriknya tidak terdengar asing ya. Seperti menyembah kubur. Tapi ternyata menjadikan Baginda Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam sebagai perantara doa pun termasuk syirik. Kok bisa? Ada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dan hadist yang menjelaskannya.
Mungkin isinya akan kontra dengan beberapa pihak. Karena sebagian besar masyarakat kita melakukan SYIRIK AKBAR secara terang-terangan. Apalagi adanya sosmed, kegiatan itu dengan bangga dilakukan. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka. Karena dosanya gak main-main, membuat pelakunya keluar dari Islam, alias KEKAL DI NERAKA!
Nabi kita paling khawatir dengan dosa syirik, lalu kenapa kita bermudah-mudahan dgn ilmu tauhid?
Tauhid bukan sekedar teori yang cukup dimengerti dan dipahami, tetapi lebih dari itu, yaitu: suatu sikap dan pandangan hidup tauhid yang tercermin dalam keyakinan, tutur kata, dan amalan.
Awal2 baca rasa bosan dan tak best. Mungkin sebab saya rasa buku ni cerita perkara asas dan saya dah tahu. Tak lama lepas baca setiap hari, satu bab rasa seronok. Walaupun ada perkara asas tentang agama yang kita sedia tahu maxam syirik tapi bila diberikan ayat Al-quran dan hadis, rasa sesuatu sangat. Menakutkan dan risau andai kita terjatuh pada lembah kesyirikan dan pada masa sama, syukur diberikan nikmat iman dan hidayah.
Dan ada isi di dalam buku ni masih relevan pada masa kini. Rasanya, memang sentiasa akan relevan bilamana hidup kita ni adalah ujian. Bilamana syaitan sentiasa ada untuk menyesatkan manusia, orang beriman.
Dapat banyak ilmu dari buku ini. Ilmu baru. Dan saya sangat mencadangkan setiap orang patut membacanya dan buku ni patut juga ada dalam setiap rumah.
Buku ni ringkas jer, isi pun sikit mungkin patut ada ustaz untuk hurai dengan lebih lagi. Baru kita boleh faham dengan lebih mendalam lagi.
Alhamdulilah, masih diberikan kesempatan untuk membaca mahakarya ini.
Setiap muslim wajib untuk membaca dan memahami konten kitab ini. Ditulis oleh seorang yang Ahl al-Sunnah wa'l-Jamaah dan mengikuti manhaj salaf.
Buku ini menjadi sangat penting karena kunci untuk memasuki surga-Nya Allah Ta'ala adalah dengan mengenal dan menjalankan tauhid dengan sebenar-benarnya.
Kitab ini membahas secara terperinci makna tauhid sebenarnya dalam ke banyak sub-bab.
Penjelasan yang jelas dan mudah dimengerti pada tiap-tiap bab (total ada 67 bab). Pada tiap bab terdapat ayat Qur'an dan hadits yang juga disertai kandungan bab untuk membuat jelas dan memudahkan pembaca dalam memahami setiap bab agar terhindar dari salah tafsir.
Bukunya bagus, namun ada beberapa hadist/atsar/narasi yang tdk disebutkan penilaiannya. Dan juga ada hadist yg menurut (ilmu) penulis pada saat itu, adalah shahih padahal tidak shahih. Seperti kisah Adam dan Hawa yg melakukan "kesyirikan", itu disebut narasi palsu oleh syaikh al utsaimin.
Namun utk bukunya sendiri (seperi translasinya dsb) sangat baik.
Terlalu singkat, kalau mau yang lebih lengkap ada lagi buku yang lebih tebal , yang lebih jelas penjelasannya , buku ini bagus untuk ringkasan nya , sebaiknya kalau baca buku ini dikupas bersama ustad yang mengerti
Imam Muslim dalam Shahihnya, meriwayatkan dari salah seorang istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda, "Barangsiapa mendatangi tukang ramal lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari." -Hlm. 98-