Jump to ratings and reviews
Rate this book

When Love is Not Enough

Rate this book
Awalnya, Lilja Henrietta Møller berpikir, menikah dengan sahabatnya, Linus Zainulin, dan tinggal bersamanya di Munchen, akan menjadi sebuah pernikahan yang sempurna. Tidak ada yang salah dengan pernikahan mereka. Karena Linus dan Lily bisa sama-sama melakukan apa yang mereka suka. Tapi semua tidak sesempurna angan-angan Lily. Karier Linus yang semakin menanjak ternyata malah menghancurkan gerbong kehidupan pernikahan mereka. Lily kehilangan laki-laki yang dia cintai. Ayah dari anaknya. Suaminya. Yang lebih buruk lagi, dia kehilangan sahabatnya. Sosok yang sudah bersamanya sejak dia dilahirkan. Lily kembali ke Indonesia, mencoba membangun kembali hidupnya, tanpa Linus bersamanya.

282 pages, Paperback

Published January 10, 2017

12 people are currently reading
124 people want to read

About the author

Ika Vihara

19 books274 followers
Ika Vihara merupakan lulusan Fakultas Teknologi Elektro dan Komputer Cerdas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, yang terus berusaha menaikkan romance genre satu level lebih tinggi. Dalam buku-bukunya, Ika Vihara menggabungkan romansa yang manis, romantis, dan realistis; dengan STEM—Science, Technology, Engineering, and Mathematics yang logis dan kesehatan mental.

Pada tahun 2021, novel karya Ika Vihara yang berjudul Sepasang Sepatu Untuk Ava memenangkan kompetisi The Watty’s Award kategori Romance. Dua cerita pendek terbaiknya, Sebaik-baik Pelajaran dan Sebaik-baik Manusia, masing-masing menjadi juara pertama pada Lomba Teman Tulis 2021 dan 2022. Karya-karya Ika Vihara yang telah terbit di antaranya My Bittersweet Marriage, When Love Is Not Enough, The Game of Love, A Wedding Come True, The Perfect Match, The Promise of Forever dan Right Time To Fall In Love.

Selamanya Ika Vihara akan selalu percaya bahawa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dan akhir yang bahagia. Ingin kenal lebih jauh mengenai Ika Vihara? Atau mendiskusikan apa saja dengannya? Kunjungi, ikuti, baca, dan tinggalkan komentar atau pesan di blog www.ikavihara.com dan Instagram/Facebook/Twitter/Tiktok ikavihara. Koleksi bab ekstra novel-novel Ika Vihara bisa dibaca di karyakarsa.com/ikavihara.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
223 (63%)
4 stars
95 (26%)
3 stars
31 (8%)
2 stars
3 (<1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 92 reviews
Profile Image for Ika Vihara.
Author 19 books274 followers
October 23, 2017
Gambar kutipan oleh Intan Kamalasari, www.ketimpukbuku.com

[1]
description

[2]
description

[3]
description

[4]
description

[5]
description

[6]
description

[7]
description

[8]
description

[9]
description


Diperhatikannya Lily yang sedang memasukkan pakaiannya ke koper besar di lantai. Hingga saat ini, air mata masih mengalir di pipi wanita yang dicintainya itu.

“Kita pulang ke Indonesia sama-sama, ya?” Linus berlutut di samping Lily.

Lily mengangkat kepalanya, menatap sekilas wajah Linus lalu kembali sibuk dengan baju-bajunya. Orang ini membuatnya muak sekali. Pulang bersama-sama ke Indonesia? Lebih baik Lily mengirim dirinya sendiri ke kutub utara daripada melihat wajah suaminya. Wajah yang tidak pernah lagi ingin dilihatnya.

Lily menggeleng satu kali sebagai jawaban atas pertanyaan Linus. Tidak ingin Linus menawar lagi. Keputusannya sudah bulat. Ingin hidup tanpa Linus.

Tetap belum ada jawaban dari Linus untuk permintaan Lily tadi malam.

“Kita...,” Linus memikirkan kata yang tepat. “Aku nggak bisa begini, Ly. Aku cinta kamu.” Meyakinkan Lily dengan kata cinta sangatlah sia-sia, Linus tahu betul itu. Di saat seperti ini, kata cinta terdengar tak lebih dari sekadar bualan. Berharap Lily menelan kata cintanya? Ketika hanya ada kebencian yang tersisa di mata wanita itu untuknya?

“Kamu bilang kamu cinta aku, kan?” Lily meletakkan pakaian terakhirnya di koper besar itu dan menutupnya rapat-rapat lalu berdiri.

“Ya, aku mencintaimu.”

“Kalau kamu mencintaiku, tolong, penuhi permintaanku. Biarkan aku sendiri, Linus. Aku nggak mau kita ketemu lagi setelah ini. Tolong! Demi semua rasa cinta yang kamu bilang itu, demi persahabatan kita, demi orangtua kita, demi apa saja yang pernah kita jalani bersama.”

Dengan cepat Lily berjalan meninggalkan kamarnya, meninggalkan laki-laki yang dicintainya berdiri di sana. Sampai sekarang pun dia masih mencintai Linus. Setelah rasa sakit yang didapatnya selama lebih dari satu tahun ini, Lily masih yakin dia mencintai Linus.

Namun cinta tidak cukup untuk membuatnya tinggal dan memaafkan Linus.

Tanpa menoleh lagi ke belakang Lily menyeret kopernya.

“Lily....” Tangan Lily yang akan bergerak menutup pintu, terhenti.

“Boleh aku....” Linus menyusulnya ke depan pintu flat yang selama ini mereka tinggali bertiga. “Memelukmu? Yang terakhir.” Ragu-ragu Linus meminta izin.

Bersentuhan dengan Linus adalah hal terakhir yang ingin dilakukannya. Tapi apa boleh buat, Linus tetap maju dan memaksa memeluknya. Lily membiarkan. Ini akan menjadi yang terakhir kali dia ada di pelukan laki-laki yang dicintainya.

“Maafkan aku, Ly. Aku tahu aku nggak pantas untuk bilang ini. Maafkan aku yang brengsek ini, maafkan aku yang sudah menghancurkan hidupmu, hidup kita ... maafkan aku yang nggak bisa memenuhi janjiku, maafkan aku yang....”

... mencintaimu, Linus menambahkan dalam hati.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
February 9, 2017
21 - 2017

Ada 1 eks gratis When Love Is Not Enough di instagramku DL 14 Februari 2017 cek https://www.instagram.com/p/BQPVY8ZFJQ0/

"Persahabatan dan cinta adalah dua hal yang paling indah di dunia ini. Beruntung orang-orang yang berkesempatan menggabungkan dua hal itu menjadi satu."

When Love Is Not Enough adalah novel ke-2 Mba Ika Vihara yang kubaca. Setelah sebelumnya aku jatuh cinta dengan debutnya, My Bittersweet Marriage yang mengisahkan kehidupan pernikahan Afnan dan Hessa. Dalam novel ini, aku akan bertemu dengan adik dari Afnan, Lilja yang cantik yang diceritakan menikah dengan sahabatnya sejak bayi, Linus.

"Semua orang pasti ingin punya laki-laki yang bisa menjadi suami sekaligus sahabat. Apalagi yang lebih baik daripada menikahi teman sejak kecil? Sudah kenal luar dalam. Juga berbagi rahasia hidup paling kelam." (Halaman 205)

Seperti sudah ditakdirkan, sejak masih bayi hingga dewasa Lilja dan Linus telah bersama. Hari-hari mereka lewati bersama hingga kemudian mereka pun tak kuasa menolak ketika benih-benih cinta hadir di antara keduanya. Mereka sulit terpisahkan. Dimana ada Lily, disitu pasti ada Linus.

Keluarga mereka pun mendukung hubungan keduanya, apalagi keluarga Lily dan Linus bersahabat sejak lama dan sudah layaknya keluarga sendiri.

"Selalu ada pertama kali untuk semua hal. Dalam kasus Lily, semua dilakukannya bersama Linus. Dan akan selalu begitu. Dari Lily lahir sampai Lily mati. (Halaman 168)

Lily dan Linus pun akhirnya menikah dan memutuskan untuk menetap di Muenchen, Jerman. Hari-hari pernikahan keduanya sungguh membahagiakan, mereka selalu menghabiskan waktu bersama, bepergian bersama dan hal-hal menyenangkan lainnya. Hingga di tahun kelima pernikahan, ujian datang menerpa pernikahan keduanya.

Kata orang, kalau sahabat menjadi pasangan kita, maka kita mendapatkan persahabatan sekaligus cinta yang abadi." (Halaman 168)

Lily dinyatakan hamil. Seharusnya selayaknya pasangan suami-istri, kehamilan Lily merupakan hal paling membahagiakan, sayangnya ini tidak berlaku bagi mereka. Linus benar-benar kaget bahkan mengatakan kata-kata kasar bagi Lily. Linus menganggap bahwa Lily sengaja menjebak dia sampai hamil, padahal Lily tahu bahwa Linus belum siap untuk punya anak.

"Beda. Nanti hidup kita sudah lebih stabil. Aku sudah punya uang, tidak repot kuliah sambil kerja. Anak akan menyita semua perhatian kita, kebebasan kita, dan juga pekerjaanku, pendidikanku, akan ada tambahan tanggung jawab untuk kita. Memangnya apa modal kamu buat punya anak? Air susu? Kamu pikir itu cukup? Otak kamu itu harusnya buat mikirin ini juga, bukan cuma buat bikin program-program nggak jelas itu." (Halaman 155)

Hal ini tentunya menyakiti perasaan Lily. Apalagi sebagai seorang wanita, Lily sangat merindukan kehadiran seorang anak dan Lily merasa sudah siap untuk itu. Dan dimulailah, perpecahan pernikahan Lily dan Linus. Lily dan Linus masih tetap tinggal 1 (satu) rumah, tetapi sejak kehamilan Lily hubungan mereka merenggang. Bahkan Lily mengurus kehamilannya seorang diri hingga melahirkan.

Kehadiran Leyna Jasmine, buah hati mereka pun ternyata tidak bisa mencairkan hati Linus. Linus masih tetap bersikeras tidak menerima kehadiran Leyna. Hanya Lily yang merawat Leyna, sedangkan Linus hanya melakukan kewajibannya dengan menyediakan kebutuhan mereka saja, tanpa mau ikut campur tangan. Puncaknya adalah suatu pagi, Leyna ditemukan sudah dalam keadaan membiru dan tidak bernyawa.

"Banyak orang tidak tahu kalau menikah itu tidak melulu tentang kebahagiaan. Bukan berarti karena suami dan istri saling mencintai, merasa sudah sangat kenal satu sama lain, lalu pernikahan kalian akan lancar tanpa hambatan. Tanpa kesulitan." (Halaman 20)

Kepergian Leyna menjadi puncak dari semua permasalahan yang menimpa pernikahan Lily dan Linus. Lily memutuskan untuk bercerai dan pulang ke Indonesia. Kepergian Leyna membuat Lily terluka begitu dalam dan menganggap Linus menjadi salah satu penyebabnya. Kepergian Leyna ternyata akhirnya membuat Linus sadar akan kesalahannya, tapi Lily tetap pada pendiriannya. Apa yang terjadi dengan pernikahan Lily dan Linus? Akankah ada kesempatan kedua untuk mereka kembali bersama?

"Untuk membuat pernikahan berjalan baik diperlukan kerja sama dari dua orang di dalamnya. Tapi hanya perlu satu orang untuk menghancurkannya." (Halaman 206)

Membaca novel ini benar-benar sungguh menguras emosiku, aku seakan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Lily terhadap pernikahannya dengan Linus. Sungguh menyesakkan sekali melihat bahwa orang yang paling kita cintai adalah orang yang paling menyakiti kita.

"Kita selalu menginginkan hidup yang sempurna atau kebahagiaan abadi selamanya. Tapi melupakan sebuah kenyataan bahwa tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang abadi." (Halaman 195)

Ternyata lamanya suatu hubungan tidak menjamin bahwa pernikahan akan berjalan lancar-lancar saja. Ini yang terjadi terhadap Lily dan Linus. Hubungan mereka dan kedekatan keduanya sejak bayi hingga dewasa tidak membuat mereka sepaham dengan prinsip-prinsip mereka sendiri. Masalah yang hadir dalam pernikahan mereka juga bukan karena orang lain atau pihak ketiga, tapi datang dari diri mereka sendiri.

"Pernikahan itu, tidak peduli menikahi orang yang sudah dikenal seumur hidup atau menikahi orang yang baru ditemui tiga kali, akan selalu dihadapkan pada masalah dan ujian." (Halaman 58)

Bagaimana Lily dan Linus tetap pada pendiriannya soal anak. Lily yang sangat menginginkan seorang anak, sedangkan Linus yang masih belum siap dengan sejuta alasannya. Hal ini benar-benar membuatku benar-benar membenci Linus. Mba Ika sukses membuatku simpati dengan semua yang menimpa Lily, sekaligus membenci Linus. Di luar sana banyak orang yang menantikan kehadiran seorang anak, ini malah sama sekali tidak peduli.

"Tidak mudah memercayai orang lain di muka bumi ini. Patungan mobil bisnis atau bank memberi pinjaman uang, semua menggunakan dokumen perjanjian yang sah di depan hukum untuk menghindari salah satu pihak wanprestasi. Sedangkan menikah lebih penting dari urusan itu. Tidak hanya uang, orang memercayakan seluruh hidupnya pada pasangannya. Dokumen perjanjiannya tidak ada." (Halaman 265)

Tetapi, kemudian seiring berjalannya waktu kesanku terhadap Linus mulai berubah. Apalagi sejak Linus melakukan langkah besar dalam hidupnya, ikut menyusul Lily ke Indonesia dan berusaha memperbaiki kesalahannya. Disinilah aku malah sebal dengan Lily yang tetap teguh dengan pendiriannya untuk berpisah, tapi aku bisa memahami bagaimana pun Lily telah terluka begitu dalam dan sulit rasanya untuk memaafkan kesalahan Linus.

"Sekarang dia bisa membuat benda, yang besarnya berkali-kali lipat dari sebuah rumah, mengapung di atas air. Tapi sayang sekali, prinsip Archimedes yang bisa dimanfaatkan untuk membuat kapal mengapung, tidak berlaku untuk biduk rumah tangganya yang hampir karam. Atau sebetulnya sudah karam?" (Halaman 122)

Diceritakan dengan alur maju dan flashback, menjadikan novel ini begitu berwarna. Aku bisa merasakan fase bahagia sekaligus masa-masa terberat dalam pernikahan Lily dan Linus. Aku bisa merasakan emosi dan konflik batin baik yang dirasakan oleh Lily maupun Linus terkait pernikahan mereka.

"Mempertahankan rumah tangga itu lebih sulit, kan, daripada memulainya?" (Halaman 242)

Perkembangan karakter dan hubungan keduanya juga diceritakan secara perlahan dan aku sangat menikmatinya. Benar-benar menggambarkan bahwa pernikahan itu memang tidak mungkin selamanya baik-baik saja, ada kalanya ujian datang menghampiri. Tidak ada jaminan bahwa pernikahan akan selalu membahagiakan, tetapi disinilah diperlukan komunikasi dan kerja sama dua belah pihak untuk menghadapi masalah, bukannya malah berjuang sendiri-sendiri.

"Memperbaiki mobil ada kursusnya. Kursus atau pelatihan untuk jadi mekanik. Memperbaiki hubungan? Lembaga Pelatihan dan Keterampilan Kerja mana yang menyediakan kelas ini?" (Halaman 110

Membaca kisah Lily dan Linus membuatku belajar banyak hal terkait membina suatu pernikahan. Apalagi aku pun sudah menikah, sehingga pesan moral yang ingin disampaikan Mba Ika begitu kerasa sekali.

"Ada banyak orang-orang bodoh di dunia ini. Orang-orang yang tidak mau mengakui kesalahan. Padahal, berbuat kesalahan adalah satu tanda bahwa manusia hidup. Betul, kan? Orang yang sudah meninggal tidak akan bisa lagi berbuat kesalahan. Kesalahan adalah sebuah hal yang tidak bisa dihindari. Hanya saja manusia harus bisa memetik pelajaran dari kesalahan. Kalau manusia mau berpikir, sebetulnya kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan dalam hidup ini membawa manusia menjadi lebih baik lagi." (Halaman 267)

Walaupun novel ini berkisah tentang masalah rumah tangga pasangan yang sudah menikah, tapi novel ini masih aman dibaca buat kamu yang belum menikah. Karena sama sekali tidak ada konten dewasa, malah bisa jadi pelajaran buat kamu yang suatu hari akan menikah.

Selain mengisahkan tentang kisah Lily dan Linus, kamu yang kangen dengan Afnan dan Hessa, bakal sedikit terobati karena mereka akan hadir sebagai kakak ipar Lily. Aku juga makin penasaran dengan kisah Mikkel dan Lillian, semoga Mba Ika akan menuliskan kisahnya sendiri dan membuat kisah 3 bersaudara Moller ini menjadi lengkap.

Kamu mencari sebuah kisah tentang pernikahan, memaafkan, kesempatan kedua dan berdamai dengan masa lalu, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca. Aku berani jamin kamu bakal menikmati kisah Lily dan Linus, seperti aku saat membacanya.

Terima kasih Mba Ika sudah berbagi kisah Lily dan Linus.

"Manusia tidak bisa memutar waktu. Yang perlu dilakukan adalah terus melangkah maju dan berkaca pada masa lalu." (Halaman 248)
Profile Image for Nathania.
118 reviews20 followers
April 11, 2021
Kehidupan pernikahan Linus dan Lily yang diambang perpisahan. Kejadian yang membuat Linus kembali ke Indonesia utk mempertahankan pernikahannya dengan Lily.
Sedih
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
June 3, 2021
Lumayan bikin mewek baca novel ini 😭😭
Sebenernya di luar ekspektasi jalur ceritanya, tp ending-nya bikin tambah mewek. Bagaimana pembuktian Linus pada Lily. Bagaimana pergolakan sakit hatinya Lily. Proses memang nggak akan mengkhianati hasil. Makasih Kak Ika atas cerita ini 🙂🙂
Profile Image for Yonea Bakla.
322 reviews36 followers
December 5, 2021
Suddent Infant Death Syndrome yang dialami Leyna, menjadi puncak perang dingin pernikahan Lily dan Linus. Disajikan dengan alur maju flashback pembaca diajak menebak-nebak apa saja dosa Linus sehingga Lily menggugat cerai dan kembali ke Indonesia, meninggalkan suami dan sahabat seumur hidupnya, serta kehidupan nyaman di Jerman.

Walaupun ditulis hampir 5 tahun lalu, novel ini masih relevan dibaca. Masalah klasik tentang komunikasi dalam rumah tangga. Termasuk pilihan kapan punya anak, pilihan pekerjaan dan lanjut studi di luar negeri.

Nice story walau pengen cuci mulut Linus pake Sunlight banyak-banyak. 😩
Profile Image for Anggarani Nia.
56 reviews
February 9, 2020
Hari minggu yang full buat baca novel ini, dan nangis sewaktu baca. Setuju sama Lily, kalau menikah kita harus sepakat sama segala hal. Kompromi. Getting married is awesome, but being married is different.
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
July 18, 2019
🌟3.8

Baca cerita Lily dan Linus ini bikin pusing mau berpihak kemana. Di sisi perempuan aku pasti dukung Lily, she deserve better. Tapi disisi logikaku, aku juga dukung Linus, karena tiba-tiba aja tujuan hidup yang udah diatur sedemikian rupa harus berubah arah karena kehamilan Lily.

Nggak diragukan lagi deh tulisan Kak Ika ini. Berhasil ngubek-ngubek perasaanku. Setting Jerman menambah plus buku ini. Walau plotnya ketebak tapi tetap bikin aku jatuh cinta❤
Profile Image for anareadlover.
129 reviews17 followers
February 7, 2017
"Bagaimana rasanya menikah dengan orang yan g sejak kecil bareng sama kamu? Kamu dulu tidur siang sama dia, makan juga disuapin Mama atau Tante Jasmine dari piring yang sama, sekolah sama-sama, mandi bareng juga. Kamu pernah lihat Linus telanjang. Terus kamu biasa ajah sekarang melakukan itu sama dia?" Mikkel duduk bertopang dagu di depan Lily.

Lily tidak mau membahas urusan tempat tidur dengan kakaknya ini.

"Apa kamu gak merasa aneh? Tidur dengan Linus seperti inses? Kalian ini seperti anak kembar."

"Kamu yang aneh. Linus bukan kakakku. Dia suamiku. Lagipula, aku nggak tahu bagaimana rasanya mencium kalian."

"Gimana bisa kamu sejak bayi sampai mati hidup bersama Linus?'

"Cinta kami itu abadi,"

-------

Pernikahan adalah salah satu tema yang saya suka, karena membaca novel tersebut saya belajar banyak sekali tentang lika-liku kehidupan rumah tangga. Apalagi kalau tokoh utamanya best friend-to-lovers. Dan kedua unsur tersebut ada dalam WLINE, membuat saya sangat menyukai dan menikmati novel ini.

"Persahabatan dan cinta adalah dua hal yang paling indah di dunia ini. Beruntung orang-orang yang berkesempatan menggabungkan dua hal itu menjadi satu."

Tapi apakah menikah dengan sahabat sendiri akan selalu menjadi pernikahan yang sempurna ? Well, tak bisa ditolak bahwa setiap rumah tangga pasti akan selalu ada ujian. Ujian dalam rumah tangga itu beragam bentuknya, orang ketiga atau masalah ekonomi atau KDRT tidak selalu menjadi konflik utama dalam rumah tangga. Dan permasalahan yang diangkat dalam novel ini menurut saya unik.
Selain itu, saya suka sekali dengan gaya penulisan Ika Vihara dalam novel ini. Kisah Lily dan Linus diceritakan dengan alur maju mundur dengan sangat bagus yang membuat pembaca bisa semakin memahami kemelut yang dirasakan oleh Lily maupun Linus pada saat bersamaan.
Jujur, saya sempat menahan nafas merasakan emosi Lily yang mengalami perlakuan buruk Linus dan sempat beberapa kali tak bisa menahan air mata. Apa yang dihadapi Lily sangatlah berat bagi wanita mana pun.

Pesan moral yang disampaikan dalam novel ini cukup mengena di hati saya, bahwa tak ada rumah tangga yang terbebas dari ujian dan membuat saya semakin banyak belajar pentingnya berkomunikasi dengan baik dan indahnya memaafkan.

Seperti kata-kata orang bijak bahwa "Orang baik belajar dari pengalamannya dan orang bijak belajar dari pengalaman orang lain (termasuk novel)" Setuju ??? hehe....

Salam sukses buat Ika Vihara, ditunggu novel-novel berikutnya.
Profile Image for Indri Octa Safitry.
Author 1 book18 followers
July 31, 2019
"I hate that I made you cry." (Hal.234)

Ada hal yang membuat Lily sadar akan keberadaan Linus itu sangat penting bagi hatinya. Tapi, akankan hatinya tetap membeku? Atau justru akan memberi kesempatan untuk Linus?

Cerita ini dark abis. Tentang kepedihan dan penyesalan yang mendalam. Bahkan, kebahagiaan seakan sudah habis untuk Lily.

Ini kali pertama aku baca karya ka Ika Vihara dan cukup buat aku merinding dengan kisah sedih ini. Hampiiiir nangis tapi belum luber. Mungkin karena ceritanya cukup cepat alurnya.

Tokohnya sih bagus dan feelnya dapet. Membuat Lily terlihat benar-benar membenci Linus.

Penyampaiannya cukup menarik dengan diselingi kisah masa lalunya jadi tau detail ceritanya.

Overall, aku sukaaa sama kisah Lily dan Linus. Recomended deh buat yang suka romance. Banyak hikmah dari cerita ini.
Profile Image for nasya.
829 reviews
September 20, 2025
sesuai namanya ya, buku ini menjelaskan bahwa cinta aja ga cukup untuk menopang pernikahan. dah nggak keitung berapa kali aku nangis gara2 bbrp scene di buku ini, mungkin adegannya sendiri ga seberapa sedih, tapi pilihan kata2nya bikin makin nyesek. aku juga suka sama nama2 babnya. trus walaupun ak dah baca buku penulis sebelumnya, agak susah ngafalin nama2 kakaknya dan pasangan mereka
Profile Image for Ananda ChrisDae.
Author 1 book9 followers
February 6, 2017
WHEN LOVE IS NOT ENOUGH ... harapan, kepercayaan, komitmen, kesempatan, sangat mungkin dibutuhkan bagi kita yang tidak bisa bertahan hanya karena cinta.

Lily dan Linus. Mereka mengenal sejak masih kecil, bahkan Mikkel mengatakan mereka seperti anak kembar dan mempertanyakan pernikahan adiknya yang unik ini. Lily mungkin sudah mengenali bau Linus sejak ia masih bayi. Semua-semuanya Linus. Apa-apa tentang Linus. Sampai papanya Lily harus elus dada, anak perempuan satu-satunya lebih memilih Linus.

"Persahabatan dan cinta adalah dua hal yang paling indah di dunia ini. Beruntung orang-orang yang berkesempatan menggabungkan dua hal itu menjadi satu."



Dan Lily mendapatkannya. Teman, sahabat, pacar dan sekarang menjadi suaminya. Tapi ternyata itu tidak cukup. Masalah tetap ada, dan kini ada jurang dalam membatasi mereka.

Saya sedih atas penderitaan Lily dan membenci Linus, juga menyalahkannya karena ia menyakiti istrinya sendiri. Wanita yang telah mengandung anaknya. Ke mana hati Linus bisa setega itu terhadap Lily? Ke mana rasa cinta yang diagung-agungkannya dulu?

Tapi saya berpikir kembali setelah membaca lembar demi lembar kisah mereka. Saya tidak bisa menyalahkan Linus seutuhnya atau mendukung Lily penuh semangat. Lily tidak selalu benar dan Linus juga tidak selalu salah. Ada Leyna, bayi hasil cinta mereka yang memberi pembelajaran untuk kedua orang tuanya.

Marriage life, Kak Ika merangkum kisah sahabat jadi cinta ini penuh emosi menguras air mata. Syukurnya, saya tidak sampai terisak. Tapi, tidak bisa menahan juga bulir demi bulir keluar dari mata. Sori, Kak Ika... saya nggak sanggup untuk nggak nangis seperti pesan Kakak. Bohong rasanya kalau saya tahan sedih ini.

Tulisan Kak Ika tidak serta merta menjual hiburan. Ada pembelajaran di sana. Bukan hanya tentang kisah seorang programmer yang ketemu cintanya, tentang kehidupan setelah menikah juga masalah di dalamnya.

Pembelajaran yang saya kutip dari sini, salah satunya: Cinta itu komplit, dari senangnya, suka, duka, sedih, pahit, asam, mungkin asin dan lain-lain. Semua rasa ada. Sekarang kembali lagi pada kita, bagaimana cara kita menghadapi segala rasa yang timbul tenggelam. Mau bertahan, mencecap semua rasa atau malah pergi berharap melupakan rasa getir.

Terima kasih, Kak Ika. Sudah menulis kisah yang begitu apik. Buku Kakak nggak tebal karena isinya padat dan tepat. Porsinya pas. Saya masih diberi waktu untuk bernapas dan berpikir, memetik pengalaman hidup yang nggak harus saya turun ke lapangan dulu demi mengetahui kondisinya.

Tetaplah menulis, Kak. Tetap menjadi Kak Ika Vihara yang humble, friendly dan ngangenin tulisannya. Juga komentar-komentar Kakak di Ig yang berbau diskusi.

Btw, Kak. Ada pertanyaan yang membuat saya bingung, Kakak typo atau apa?

Halaman 253, “Dingpppinnnn,”

Lily lagi sok-sokan imut, kah?

HAHAHAHA

with love, your biggest fan,
Ananda ChrisDae
Profile Image for Nadhira.
196 reviews8 followers
March 13, 2025
📚 Le Mariage: When Love Is Not Enough
✒️ Ika Vihara
🎡 iPusnas
🥨 Elex Media Komputindo
🎖️ 3,75/5

Review:
Buku ini merupakan buku ketiga Kak Ika Vihara yang aku baca. Dari segi alur, bisa dibilang buku ini lebih kerasa tema 'Le Mariage' nya dibandingkan dengan "The Game of Love". Karena permasalahan dalam buku ini sudah lebih berat yaitu masalah anak. Sang istri mau punya anak, tapi sang suami masih mau menunda karena masih kerja sambil kuliah. Dari sisi suami yaitu Linus, aku merasa alasan Linus untuk menunda punya anak itu wajar. Walau Linus sudah kerja, tapi dia kerja sambil kuliah. Mungkin Linus terkesan egois dan Linus juga brengsek karena gak mengakui anaknya. Tetapi, ini gak bakal terjadi kalau Lily gak 'menjebak' Linus dan berakhir Lily hamil.

Punya anak itu harus keputusan dua orang. Karena membesarkan anak pertimbangannya banyak. Aku gak paham kenapa Lily sengotot itu pengen punya anak. Ternyata, gara-gara melihat teman-teman nya sudah punya anak??? Weird. Hidup kok disetir teman-teman wkwkwk. Linus juga brengsek. Mungkin lo marah karena istri lo terkesan ngejebak lo sampe akhirnya hamil. BUT IN THE END, itu anak lo ya. Hhhhhhh. Aku juga ngerasa sisi emosi dari buku ini juga kurang diperdalam. Like, harusnya Linus dibikin koma dulu anjay wkwkwk. Biar dibikin nangis-nangis dulu. Penyelesaian konfliknya kayak gampang banget😂 cuma gara-gara kecelakaan, Lily mau memaafkan Linus. Padahal Lily juga salah. Better dua-duanya ngerasa penyesalan dalam dulu. Ini kayak Linus doank yang punya penyesalan mendalam🥲

Judul bukunya sesuai. Pernikahan gak hanya tentang cinta. Menikah gak hanya tentang umur begitupun punya anak. On a serious note, gaya penulisannya aku ngerasa beda banget sama buku Kak Ika Vihara yang lain. Ngerasa ini lebih kaku☹️☹️☹️
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lila Firitza.
2 reviews
October 14, 2017
people don’t get a second chance, how will they prove that they learned their lesson?
Itu suara hati Linus yang mati-matian minta kesempatan kedua dari Lilja.

Susunan kalimat Kak Ika itu sangat bisa mengaduk emosi. Dan kontrasnya itu, antara yang manis dan yang menyakitkan terasa di berbagai bagian. Ada bab-bab yang diawali dengan kilas balik ke masa-masa Lily dan Linus dimabuk cinta, sampai bikin aku pengen niru kalau ketemu jodoh nanti. Lalu di bawah bagian kilas balik, Kak Ika memasukkan lagi kita ke dalam situasi sekarang, di mana rasa sakit yang dialami oleh Lily dan Linus menyayat hatiku. Dua hal bertolak belakang itu bikin hati jadi jungkir balik.

Duh, Lily dan Linus itu, aku nggak tahu harus bilang apa. Mereka sudah kenal sejak lahir dan terus bersama sampai dewasa. Bahkan menikah. Aku suka banget cerita soal sahabat jadi cinta kayak gini. Dan When Love Is Not Enough ini memotret sisi yang aku nggak nyadar.
Kupikir enak nikah sama orang yang sudah lama kita kenal. Nggak perlu menyesuaikan diri karena pasti udah klop. Eh tapi ternyata, tetep saja ya, seperti yang dibilang Kak Ika dalam novel ini, karena suami dan istri adalah pribadi yang berbeda, dengan cara berpikir yang berbeda, tetap ada celah untuk konflik. Konflik besar.
Penggalian emosi Kak Ika untuk tokoh Lily dan Linus ini bisa dalam banget. Baru kali ini aku nangis karena laki-laki berengsek. Nangis mewek. Linus memang brengsek dan menyakiti Lily, tapi tetep aja aku nggak bisa membencinya. Dia cuma terlambat dewasa.

Satu hal yang kutandai dari novel ini: orang yang menyakiti kita, mereka mengalami rasa sakit yang lebih dalam daripada kita.
Profile Image for Ambar.
2 reviews
October 13, 2017
Nangis ngis ngis ngis! Sejak halaman pertama bahkan. Cerita ini real dan indah banget. Kalimat-kalimatnya menyentuh dan bikin teraduk-aduk. Ke mana aja aku selama ini baru baca buku ini. Aku suka semuanya. Jalan cerita, cara penulisan, alurnya, quote-nya. SEMUA!!!!!
Ada bagian-bagian yang bikin tersipu waktu Lilja dan Linus lagi sayang-sayangan, ada yang bikin kesel saat Lilja keras kepala dan Linus gak peduli sama perasaan Lilja, ada sediiiiiiihnya saat Lilja mengungkapkan sakit hatinya.
Cara bercerita Ika ini yang membuat hal sederhana sekali pun bisa menyentuh hati yang paling dalam. Aku paling benci sama cowok yang kebanyakan nyakitin cewek. Tapi Linus, ah, bukan benci yang ada tapi jadi pengen nasihatin, karena aku sayang dia dan dia pasti bisa berubah.
Quote Fav:
"Kalau saja bisa kembali ke masa lalu, Lily merenung, ke masa kanak-kanak. Masa-masa kita tidak peduli dengan apa yang terjadi pada dunia ini. Masa-masa kita belum mengerti apa itu pengkhianatan, apa itu kepercayaan, dan hal-hal rumit lain yang diciptakan orang-orang dewasa. Masa kanak-kanak adalah masa-masa ketika lutut kita yang terluka, bukan hati kita. Masa kita tidak sengaja mematahkan roda mobil-mobilan atau tangan boneka. Bukan mematahkan hati orang yang mencintai kita." Hlmn 43
Karena aku suka cerita bertema pernikahan, supaya bisa dipakai buat bekal nanti, novel ini masuk dalam salah satu favoritku. Dan aku nggak nyesel!!!!
Profile Image for Afifah.
50 reviews29 followers
January 12, 2018
Review singkat aja.
Setiap baca cerita flashbacknya (tulisan italic) dibuat benci sama Linus, karna memang yg dilakukan Linus itu jahat banget, dan terkesan tidak bertanggungjawab. Istri mana yg gak akan sakit hati kalo suaminya sendiri menolak kehamilan dan kehadiran anaknya. Tapi bukan berarti membenarkan sikapnya Lily juga. Keduanya tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar juga.
Setelah pertengkaran hebat karna kehamilan Lily, mereka sama-sama saling menjauh, bertahan dengan keras kepalanya masing-masing, saling menghindari untuk berkomunikasi secara baik-baik. Walaupun setelah Leyna (anak mereka) lahir, Linus sebenarnya bisa dibilang mulai menerima kehadiran anaknya, tapi salahnya dia itu dia gak berusaha buat mendekat. Sedangkan Lily terlanjur percaya kalau Linus menolak kehadiran anak mereka.
Sampai akhirnya... Leyna meninggal secara tiba-tiba saat sedang tidur. Kejadian ini seakan menjadi titik balik dari pertengkaran mereka berdua. Lily akhirnya memutuskan ingin berpisah. Lalu, apakah Linus akan semudah itu mengiyakan keinginan Lily? Ini masih titik balik pertama kalo menurut saya.
Dari judul buku sudah menggambarkan isi ceritanya. Memang sepertinya saya setuju, cinta aja enggak cukup buat menjalani pernikahan. Yaudahlah sekian dulu review singkat yg kepanjangan ini, kalo sempat mungkin akan buat review lebih panjang di blog.
Profile Image for Cut Maqfirah.
45 reviews2 followers
October 27, 2020
Iseng baca di Gramedia Digital katanya novel ini banyak sedih dan nyeseknya. Dan aku membuktikan itu.

Benar, cerita di novel ini memang benar semenyakitkan itu. Di awal bab saja sudah di suguhkan dengan beberapa keadaan yang miris banget.

Kisah ini bercerita tentang Lily dan Linus. Mereka sudah saling mengenal sejak bayi. Yang Lily tahu Linus adalah lelaki yang tepat untuknya mengarungi bahtera rumah tangga tapi harapan yang sudah di bangun harus runtuh ketika Lily dan Linus tidak mempunyai pandangan hidup yang sama.

Rasanya aku ingin sekali membenci Linus, apa iya harus sekejam dan semenyakitkan itu balasan yang harus di dapatkan oleh Lily? Emang salah kalau Lily mengharapkan hal yang di idam-idamkan oleh seorang ibu? Ya tuhan.. aku hampir saja lupa bernapas setiap kali Lily dan Linus bertengkar. :')

Well, semua konflik di tutup dengan baik sih menurutku. Linus memang pantas mendapatkan karma itu. Dan Lily juga berhak untuk bahagia. Dari beberapa cerita penulis yang sudah aku baca, cerita ini memberikan aku banyak pesan moral.

Dan aku juga interaksi tiap tokoh apalagi kepedulian keluarga mereka berdua yang sudah saling kenal. Orang tua yang tidak menuntut harus ini dan itu tapi membuat anak-anak mereka memilih jalannya sendiri dengan cara menasehatinya baik-baik. Luvv bangett deh pokoknya.

4/5⭐🌟
Profile Image for Rini Surastika.
52 reviews6 followers
May 23, 2020
Cerita yang harus dihindari kalau gak mau nangis. Dari awal, penulis sudah memberikan pembuka yang menyebalkan, langsung memperlihatkan sisi konflik yang akan dihadapi Lily dan Linus.

Cara bercerita kak Ika Vihara di sini ngalir begitu saja. Alurnya maju mundur yang menceritakan tentang masa-masa bahagia Lily dan Linus, dan juga awal mula kehancuran rumah tangga mereka.

Menurutku dua-duanya bersalah, Linus emang brengsek tapi aku juga gak bisa sepenuhnya salahin Linus. Jadi bingung, karena seperti yang Linus katakan dia belum siap punya anak.

Dari novel ini aku nemuin kalau emang kita akan mengetahui betapa berartinya seseorang di saat kita kehilangan orang tersebut. Yup, penyesalan emang selalu ada di akhir.

Aku juga suka gimana Linus meninggalkan hal-hal yang ia sukai di Jerman untuk memperbaiki pernikahannya. Ada pesan tertentu yang dengan jelas penulis paparkan melalui sudut pandang Linus dan Lily, salah satunya tentang masa lalu yang tidak seharusnya membuat terpuruk, kita cuman bisa belajar dari masa lalu. Dan juga pentingnya mengakui kesalahan daripada menyalahkan orang lain.

Overal, aku merasa nyaman membaca cerita ini, meskipun aku belum betul-betul merasakan emosinya saat peyelesaian masalahnya, aku merasa ada yang kurang.
Profile Image for Eza.
48 reviews1 follower
June 13, 2020
When Love Is Not Enough : Ika Vihara - Elex Media Komputindo , 271

Lilja Henrietta Miller, Lily memulai cerita pernikahan yang sangat bahagia dengan sahabatnya dari kecil Linus Zainulis, Linus di Jerman sampai dengan Lily memberitahu Linus bahwa dia sedang mengandung.
Tidak sesuai ekspektasi, Linus merasa di bohongi oleh Lily karena menurut dia mereka berdua telah sepakat bahwa mereka tidak akan memiliki anal sampai dengan beberapa tahun kedepan.
Perang dingin dimulai sejak Lily memberitahu kehamilan sampai dengan musibah meninggalnya anak pertama mereka, Lily bertekad untuk bercerai dengan Linus dan memutuskan untuk pulang ke Indonesia menjauh dari orang yang sangat dibenci saat ini.

Jujur, saat membaca novel ini di awal sungguh membosankan karena saya termasuk penikmat happy story. Tapi memang suatu novel itu harus dinikmati dari awal sampai dengan akhir.
Novel ini mungkin bisa jadi panduan buat yang akan menikah atau sedang menjalani pernikahan bahwa ada saatnya memang cinta saja tidak cukup.

Buat yang mau baca, please jangan berhenti sampai di halaman terakhir ya karena ada saatnya kita akan orang itu berharga pada saat kita hampir kehilangan.

Enjoy it 😊

#ezasok2anreview
Profile Image for Aryanti Dwiastuti.
26 reviews1 follower
May 17, 2019
#myfirstepubnovel

Karakter utamanya ada Lily dan Linus. Novel ini menceritakan kisah perjuangan mereka dalam mempertahankan rumah tangga mereka yang terancam bubar. Kesabaran Lily menunggu Linus untuk bisa peduli padanya dan bisa menerima kelahiran anak perempuan mereka, Leyna, sudah tamat. Mereka masih saling mencintai tetapi Lily tidak lagi bisa menerima kenyataan anaknya sudah mati, pergi meninggalkan mereka. Kenyataan bahwa ternyata menikah dengan seseorang sudah kenal, bahkan sejak dari Lily masih memakai popok, tidak menjamin pernikahan mereka akan indah dan bebas dari pertengkaran. Gaya penulisan masih sama seperti karya Mba Ika yang ku baca sebelumnya, My Bittersweet Marriage, mudah untuk diterima saya. Saya harap versi cetaknya akan lebih sedikit typonya. Hal yang membuat saya tertarik untuk membaca adalah buku ini seperti kelanjutan atau lebih tepatnya sandingan dari karya sebelumnya, buku My Bittersweet Marriage .
Profile Image for Kiki Watson.
42 reviews1 follower
May 28, 2022
kalo kalian pikir ini adalah cerita kehidupan rumah tangga yang uwu atau romantis, itu salah besar! SUMPAH HATI GUE SAKIT BGT BACANYA 😭 sepanjang baca gue gak berhenti mendengus, buang napas, ngacak2 rambut saking frustasinya.

gue tau jadi lily pasti berat banget. jadi gue gak akan menyalahkan sikap lily ke linus karena linus pantes ngedapetin itu. tapi gue jg kesian sama linus. bahkan linus bener2 ngebuktiin ke lily. untung ajaaa linus gak pernah nyerah ngebuktiin ke lily, dan lily cepet sadar kalo dia gak bisa tanpa linus. bagian paling bikin gue nyesek pas bagian linus nangis di dalem atm, hati gue nyess bgttt. aslii itu sakit banget pasti.

endingnya paling bagus! novel Ika Vihara emang gak pernah gagal. dari awal sampe akhir selalu memuaskan. good job kak! bahkaan konflik2nya juga jelas banget, naik turunnya ada banget, dan chemistry antara tokohnya tuh pas banget. figuran2 juga dibikin peran mereka bermakna bgt, gak seakan2 mereka cuma selingan gak penting.

soooo, i rated 4⭐️ fot Love is Not Enough 😭👍👍
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
July 30, 2019
Lagi-lagi dibikin nangis sama Mba Ika ini 😭
Udah baca 2 novel tulisannya dan sangat puas dgn tulisannya
Sebuah tamparan utk para org2 yg ngebet nikah sih menurut gue
Ide ceritanya berasa nyata dan mungkin banget terjadi
Selama baca bener2 dibikin kesel sama Lily dan Linus
Tapi kayanya gue lbh kesel sama Linus sih haha
Moral value-nya juga kerasa banget, kalo mau nikah emg harus nyamain visi misi dulu sama pasangan sih dan semua keputusan yg diambil bener2 harus diomongin berdua, kalo terserah sendiri ya ngapain nikah coyyy
Untuk penulisannya cukup bikin betah, tapi ya gue agak lama baca ini krn hati gue ga kuat cuy buat terus konsisten baca ini aja dlm satu waktu 😂
Kecuali ada satu dialog yg bikin gue kaya ga ngerti gtu deh, saltik nama sepertinya
Selain itu, utk penggunaan kalimatnya bener2 menyayat hati
Selamat untuk Linus, Anda saya nobatkan menjadi karakter the second most stupid man dlm novel yg gue baca (yang pertama masih karakter lain di novel lain)
5 reviews
November 14, 2021
Cerita ini membuatku terkejut. Dibuka dengan sangat sedih yaitu Lily dan Linus memakamkan anak mereka. Aku pikir aku nggak akan kuat membaca cerita tentang orangtua yang kehilangan anaknya yang baru berusia beberapa bulan. tapi ternyata walaupun sambil nangis, aku nggak bisa berhenti membaca. Bingung mau mendukung siapa. mau mendukung Lily yang sangat ingin punya anak atau Linus yang ingin settle dulu pernikahan mereka dan punya anak nanti. Kesal dengan Lily yang memaksa punya anak tanpa diskusi dengan Linus dan kesal dengan Linus yang nggak menyambut gembira kehilangan ibunya. Mungkin ini yang dibilang sebagai suratan takdir. Kalau sudah terjadi, apa yang bisa dilakukan kalau bukan mencari hikmahnya? Pemahaman hikmah inilah yang kurasa mengantar cerita ini menjadi cerita sangat menyentuh. Aku nggak tahu kalau romansa bisa diceritakan dari angle ini. Sungguh ini beda dengan cerita-cerita lain yang ada.
Profile Image for wulanss28.
33 reviews
March 29, 2025
Page turning banget!!!!! Baca 4 jam langsung aja beres. Nggak ada sedikit pun ada keinginan buat stop baca dulu karena alur ceritanya menarik, selalu ada flashback di setiap awal bab yang bikin nunggu bab selanjutnya akan ceritakan part mana lagi.

Bagian klimaks dari novel ini bikin aku nangis, saat kecelakaan Linus, –bikin Lilja kaget sedih harus menghadapi ketakutan ditinggalkan Linus meninggal disaat Lily belum bilang kalau dia memaafkan dan mencintai Linus. Ketika Linus sadar, dia malah mengiyakan keinginan Lily untuk cerai. Sedih... Banget...

Pengembangan karakter di novel ini bagus banget menurutku, Lily yang keras kepala akhirnya sadar kalau dirinya tidak bisa terus keras kepala karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, dan karena Linus adalah manusia, tidak sempurna dan berhak mendapatkan kesempatan dan maaf.

Ada bagian part yang ku suka banget yaitu ceramah Papa nya Lily untuk Lily. Nyes banget...

🥹🩷🩵
Profile Image for Arii_.
6 reviews
February 9, 2017
Setelah dibuat jatuh cinta dengan sosok Afnan Møller,,kali ini giliran si genius Linus Zainulin yang bikin hatiku potek.Masih bertema tentang pernikahan,When Love Is Not Enough ini menceritakan Lily,sibungsu Møller,yang menikah dengan sahabatnya,Linus.

Menikah dengan orang yang sudah kita kenal dari kecil bukan berarti dapat terhindar dari perselisihan.Seperti Lily yang tidak sepaham dengan Linus soal hadirnya anak dikeluarga kecil mereka.Perbedaan pendapat ini menciptakan jarak antara mereka.Sampai Lily tidak tahan dengan sikap Linus yang terlalu mengabaikannya.Lily memilih berpisah dari Linus dan kembali ke Indonesia.Bagaimana dengan Linus??apa dia sanggup hidup tanpa wanita yang dicintainya itu??

Aku suka cara Ika Vihara mengembangkan cerita.Real dan tidak memaksa.Juga ciri khas penulis yang jadi favoritku,selalu menyelipkan pengetahuan baru dan quote-qoute keren.Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari membaca WLINE ini.Bagaimana pentingnya komunikasi ke pasangan,memberikan kesempatan kedua,juga pelajaran dapat diambil dari sikap Linus yang berani mengakui kesalahannya.Yang kalo kata Linus;hanya orang-orang bodoh yang tidak mau mengakui kesalahannya.

When Love Is Not Enough
aku kasih 5 BINTANG!!!
Profile Image for Aisyah Farhani.
3 reviews
October 26, 2017
Cerita tentang kesempatan kedua. Dan bagaimana seseorang bekerja keras untuk mendapatkannya. Setelah disakit, kita nggak akan sembarangan memberi kesempatan pada seseorang untuk masuk dalam hidup kita lagi kan?
Sejak kalimat pertama sudah bikin campur aduk ini perasaaan. Mata ini ngembeng terus. Ini bagian yang bikin aku sampai berenti baca karena mata gak bisa lihat lagi.


"Waktu itu aku hanya menginginkan izinmu, Linus. Untuk memiliki anak kita. Yang seperti kamu bilang, dia ada di sini...." Lily menunjuk perutnya. "Karena kesalahanku."


Meski tear-jerker, tapi banyak hal-hal manis yang dilakukan Linus untuk Lily dan sebaliknya. Mereka memang saling mencintai. Tapi seperti judulnya, ketika cinta nggak cukup lagi untuk menjembatani perdedaan di antara mereka, apa yang harus mereka lakukan? Di sini Kak Ika menceritakan dengan sangat-sangat baik.
2 reviews
November 4, 2017
Hampir nggak sanggup aku baca ini. Buku ini dalem banget melukai 'emosiku'. Berapa kali aku berhenti buat ngusap air mata. Ini beda dengan buku Bellamia yang kubaca sebelumnya. Di sini lebih dikulik lagi tentang kesedihan dan kehilangan. Sampai aku berjanji dalam hati bahwa aku bakal memperlakukan orng2 yg kusayang di sekitarku dgn sebaik-baiknya. Karena belajar dari buku ini.
Tear jerker kata bule mah. Gimana mungkin orang yang sudah bersama kita sejak kecil, tega menyakiti hati kita seperti itu? Seperti yang dilakukan Linus kepada Lily. Aku bisa banget relate sama apa yang dirasakan Lily dan aku setuju kalau dia meninggalkan Linus. Itu hukuman yang tepat buat Linus.
Aku suka cerita pernikahan dan ini adalah salah satu favoritku. Begitu nyata diceritakan, sampai aku bertanya-tanya apa ini pengalaman pribadi penulisnya ;)
3 reviews
November 12, 2017
Ini beda warna sama buku Kak Ika yang lain. Yang ini warnanya lebih 'gelap'. Karena sejak halaman pertama kita sudah dihadapkan pada kekecewaan dan rasa sakit. Bagus. Sangat bagus. Sejak halaman ertama juga hati ini sudah ikut hancur ketika membacanya. Semua emosinya digali dalam dan disampaikan dengan kalimat yang bisa menguras air mata. I was sobbing. Waktu baca ini. Asli. Meski banyak senyum di sana-sini. Aku sampai bingung gimana bisa sebentar senyum sebentar nangis. Tapi Kak Ika menempatkan senyum dan tangis itu bergantiang, sehingga nangisnya bisa maksimal. Kisah cinta yang bagus ya seperti ini, gak sellau lopey dopey, tapi banyak realita yang harus dihadapi juga. Tinggal kuat nggak cinta itu membuat kita berdiri tegak. Kalau nggak kuat apa yang harus dilakukan, ini Linus dan Lily punya jawabannya di sini.
Profile Image for Putri Ananta.
Author 1 book12 followers
June 23, 2018
3.5 stars
Bagus sih, tapi aku kadang ngerasa jengkel sama Lily. Hmm, gimana ya, aku juga gak pernah ngerasain jadi Lily. Sebagian besar novel ini lebih ke membahas Lily dan apa yg ada di pikirannya serta usaha Linus kembali dengan Lily *yaiyalah, fokusnya emang itu*, harapanku bagian passion Linus lebih dieksplor, gimana dia nyangkal kejadian itu dllnya dari sudut pandang Linus. Udah dijelasin sebenernya sih, tapi pengen tahu lebih lagi ttg Linus.
Aku juga tergugah saat membaca tapi saat aku di halaman awal seratusan, aku pengen cepet beres sangking sebelnya dengan sikap Lily yang gak dengerin ortunya (maaf Lily). Selain itu, baca ini bikin inget ke novel Critical Eleven, penyelesaiannya pun nggak beda jauh dengan momentum yang serupa. Andai penyelesaiannya nggak sejenis, mungkin bakal jadi 4 stars.
But overall, good job untuk penulisnya!
Profile Image for Triyul.
46 reviews2 followers
September 16, 2020
"cinta tidak selalu bisa menyelesaikan masalah, iya kan?" (hal 58).

demi apa, aku nangis baca ini T_T

kedekatan Linus dan Lily dari lahir hingga saling cinta saat dewasa dan memutuskan untuk menikah diusia yg terbilang muda, tidak menjamin bahwa hubungan pernikahan mereka akan berjalan mulus dan baik-baik saja. konflik mulai terjadi saat perbedaan mendasar antar keduanya muncul.

"kini setelah bertahun-tahun berlalu, cinta hanyalah benda yang tidak berguna. dulu keras kepalanya Linus membuat Lily jatuh cinta. sekarang itu membuatnya sakit kepala..." -- (hal 19)

"... mereka punya hidup dan keinginan yang berbeda... perbedaan pandangan yang besar dan mendasar. ketidakcocokan yg mungkin sulit diselesaikan dengan cinta." (hal 19)

cara mereka mengatasi masalah dan jujur dengan perasaannya sendiri bikin mewek huhu..
"rome wasn't built in a day" (hal 105).
Profile Image for Ratna Lestari.
8 reviews
May 23, 2017
Aku kasih ☆☆☆☆ disetiap cerita kak Ika Vihara. Karena setiap cerita nya memiliki khas nya tersendiri, dimulai dari negara, profesi si tokoh, dan makna dari isi cerita tersebut. Kali ini di Kota München, Germany. Linus Zainulin si pembuat kereta lokomotif. Haha. Inti masalah nya agak mirip sama Critical Eleven nya Ika Natassa yaitu kehilangan seorang anak. Sang istri Lilja Henrietta Møller.

Entah kenapa, aku selalu suka sama ide cerita dari Kak Ika. Semuanya. Di wattpad. Apalagi sama percakapan antara tokoh utama, kadang ada jawaban yang tak terduga. Apalagi disetiap percakapan bukan delusional semata tapi Logika.

Tokoh utama selalu menyuguhkan karakter cerdas dalam hal ilmu. Memberi wawasan kepada si pembaca.
Displaying 1 - 30 of 92 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.