"Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Jauh sebelum lahirnya NKRI, dakwah Islam telah masuk Indonesia sejak abad pertama dengan adanya kerajaan-kerajaan Islam yang berdiri kokoh di Nusantara. Saat itu Islam telah dijadikan sebagai tatanan masyarakat. Ketika datang penjajah Eropa, ruh jihad Islam telah memotivasi bangsa Indonesia untuk bersatu melawan dan meraih kemerdekaannya. Buku Trilogi Revolusi Islam Jawa seri 1 berjudul Wali Songo: Gelora Dakwah dan Jihad di TanahJawa ini, merupakan buku yang mengungkapkan sejarah Islam tersebut."
� Dr. Mu'inudinillah Bashri, M.A., Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta
"Selama ini, sejarah Wali Songo selain didongengkan dengan penuh mitos juga dikesankan di masyarakat seolah-olah sebagai pembawa ajaran Islam yang sinkretis di Jawa. Padahal, sebenarnya Wali Songo awalnya diutus Sultan Muhammad I dari Turki Utsmani dengan membawa ajaran Islam yang murni. Buku Trilogi Revolusi Islam Jawa seri 1 ini merupakan sebuah upaya untuk meluruskan distorsi sejarah Islam tersebut"
� Abu Rusydan, Aktivis Islam asal Kudus
"Bagaimana para Wali mendirikan pesantren, bagaimana metode belajarnya, apa saja yang diajarkan hingga mampu membentuk kepribadian banyak santri menjadi tentara yang tangguh, telah dituliskan dalam buku ini. Suatu karya buku sejarah Trilogi Revolusi Islam Jawa yang sangat bermakna."
� Prof. Dr. BambangSetiaji, M.S., Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta
"Buku ini menyajikan cara dakwah para Wali dari generasi ke generasi. Perlu dikaji secara seksama untuk dijadikan rujukan dalam berdakwah. Sunan Kalijaga, Sultan Fattah, Sunan Kudus dan Wali lainnya sukses dalam berdakwah tanpa ekses dan dapat diterima dengan senang hati. Sebab akhir-akhir ini ada da 'iatau muballigh yang mensyirikkan dan mengkafirkan orang lain. "
� Drs. H. Muhammad Asyiq, Ketua Umum Takmir Masjid Agung Demak
Buku dari Indonesia. Wali Songo. Selalu orang akan ingat hanya da 9 wali je di Indonesia. Wali Songo adalah sekumpulan ulama seramai 9 orang yang mempunyai 6 angkatan. Angkatan 1 (1404-1421) Angakatan ke-2 (1421-1438) Angkatan ke-3 (1436-1463) Angkatan ke-4 (1463-1466) Angkatan ke-5 (1466-1478) Angkatan ke-6 (1478)
Kenapa dibuat angkatan kerana selepas salah seorang wali meninggal dunia, akan diganti dengan wali yang lain yang berkelayakan.
Bahsa yang digunakan bahasa Indonesia. Lebih kurang sama dengan Malaysia. mudah faham dengan huraian-huraian yang diperjelaskan. Penulis menceritakan susur galur kehidupan & cara wali berdakwah di bawah Kerajaan Majapahit.
Ada diselitkan gambar, peta & nota kaki. Setiap penerangan seakan seperti cerita, seperti kita berada di Tanah Jawa. Mudah untuk diimaginasi.
Cuma...cuma...cuma...ada ayat yang digunakan dalam Bahasa Belanda & Bahasa Jawa yang buat saya skip sebab tak faham. Hahaha. Siapa-siapa nak tahu pasal Kerajaan Islam Demak bolehlah dapatkan di Indonesia. kat Malaysia takda jual.
Baca ini jd makin nambah pengetahuan ttg Dakwah di Tanah Jawa. Pak penulis nya hebat nih bisa bikin ngga bosen baca nya dgn banyak di kasih uraian ttg para wali yang kadang hanya kita tau sepotong-sepotong informasi nya.