Benar-benar bikin aku flashback ke masa beberapa tahun yang lalu. Kangen dengan masa-masa SMA. Boleh balik ke masa itu nggak sih?
Kisah Alvan dan Tara ini sebenarnya pernah aku lihat sendiri kejadiannya saat aku masih SMA. Hampir mirip dengan apa yang terjadi dengan Alvan dan Tara. Bedanya itu terjadi saat masa MOS, bukan kesalahpahaman saat di UKS. Interaksi yang terjadi antara Tara dan Alvan saat pertama kali bertemu benar-benar lucu. Chemistrynya juga seru. Dari nggak kenal, merasa asing kemudian malah bisa dekat dan bisa berbicara apapun satu sama lain, merasakan kenyamanan.
Alvan sebenarnya bingung antara mau mengungkapkan perasaannya kepada Tara tapi takut jika Tara menolaknya. Sedangkan Tara malah takut salah mengartikan segala bentuk perhatian Alvan kepadanya. Serba membingungkan sebenarnya. Padahal sahabat-sahabat Alvan lebih memahami apa arti pandangan keduanya.
Aku suka banget sama ceritanya, dimana Alvan yang kebingungan dalam perasaannya kepada Tara. Kalau di dalam bayanganku sih, ini Alvan mukanya udah keruh aja. Antara maju atau mundur. Susah membaca perasaan Tara juga. Apalagi saat baca konflik dan endingnya, benar-benar kejutan banget. Sampai-sampai baca dua kali biar nggak salah kalau ekspektasiku sedikit benar. Agak nyesek sebenarnya saat membaca konflik yang terjadi antara Alvan dan Tara, rasanya pingin nyubitin Alvan sama Tara buat nggak egois.
Aku suka dengan cara penulisnya menuliskan cerita ini. Let it flow banget. Bikin pembaca betah buat menikmati jalan ceritanya dan susah move on. Seperti biasa, setiap kali membaca novel romance, aku pasti langsung berimajinasi dengan tokoh-tokoh di dalam novelnya dengan visualisasi di dunia nyata. Dan sekalinya udah dapat visualisasinya, aku pasti udah dapat banget sama ceritanya, semuanya dapat deh. Gemesnya, gregetnya, feelnya. Aku juga suka cara penulis menuliskan kisah romansanya, ringan, menghibur, terlebih andil dari sahabat-sahabat Alvan benar-benar bikin cerita ini hidup. Aku suka dengan cara penulis mengenalkan Alvan dan Tara serta beberapa tokoh yang ada sesuai dengan porsinya. Keduanya adalah karakter favorit aku, eh nggak, favoritku cukup Alvan seorang. Gentlenya Alvan bikin mupeng.