Buku enksiklopedi akhir zaman ini menguraikan tentang kehidupan akhir zaman dan tanda-tanda besar hari kiamat.
Buku tebal karya dari seorang Dr. Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh yang di kaji secara rinci dan mendalam dengan manhaj yang sangat lurus dan Insya Allah bisa memberikan pemahaman yang shahih.
Buku Ensiklopedia Akhir Zaman
Daftar isi :
Bab Pertama : Pengantar Pasal 1 : Pentingnya Mengetahui Tanda-Tanda Dekatnya Hari Kiamat Pasal 2 : Studi Metodologis Terhadap Kajian Tanda-Tanda hari Kiamat Pasal 3 : Pertanda Sughra Hari Kiamat Yang Tidak Dinyatakan Secara Jelas Pasal 4 : Pertanda Sughra Yang Belum Terjadi Pasal 5 : Al-Fitan (Fitnah-fitnah) Pasal 6 : Berita Gembira Bab Kedua : Tanda-Tanda Besar Hari Kiamat Pasal 1 : Tanda-Tanda Yang Besar Pasal 2 : Kejadian Alam Dan Hubungan Nya Dengan Tanda Asap Pasal 3 : Al-Mahdi Al-Muntazhar Pasal 4 : Dajjal Pasal 5 : Periode Isa Alaisalam Pasal 6 : Ya’juj Dan Ma’juj Pasal 7 : Tanda-Tanda Berakhirnya Masyarakat Manusia
Kelebihan buku ini: - Metodologi ilmiahnya yang dijelaskan secara jelas di bab pendahuluan, dimana penulis memberikan persyaratan ketat dalam pengambilan riwayat-riwayat berkaitan dengan akhir zaman, yaitu mengutamakan Alquran dan Hadits Shahih serta membatasi penggunaan sumber-sumber diluar itu seperti Hadits tidak shahih, atsar, fakta ilmiah modern serta kitab suci agama non-Islam - Pengurutan tanda-tanda akhir zaman secara sistematis mulai dari zaman Nabi sallallahu alaihi wassalam sampai tanda-tanda kiamat yang masih akan terjadi di masa depan, dimana penulis juga melakukan analisis mendalam atas perkembangan situasi sejarah Islam dan dunia dari zaman ke zaman - Penjelasan atas riwayat-riwayat yang bertentangan satu sama lain, pendapat para ulama serta upaya penulis dalam mengetengahkan pertentangan tersebut - Dan lain-lain
Kekurangan buku ini: - Cap negatif yang diberikan penulis terhadap ilmu sufi dan tasawuf secara mutlak dan berlebihan - Penempatan sejarah kekhilafahan Turki-Utsmani yang berkuasa selama 6 abad tidak pada posisinya, dimana penulis hampir tidak menyinggung perannya dalam sejarah Islam dan mengklaim bahwa masa kejayaan Islam hanya terjadi sampai masa Abbasiyah dan Umawiyah - Dua hal ini membuat saya sulit untuk tidak menempatkan penulis dalam kotak salafi-wahabi, dimana memang grup inilah yang sering berpandangan demikian. Ini merupakan hal yang sangat disayangkan, padahal banyak dari kelompok salafi-wahabi yang mempunyai pandangan yang lebih adil dan moderat mengenai tasawuf dan sufi, misal Ustad Firanda yang berkata bahwa tidak semua sufi dapat dikatakan sesat, namun harus dilihat dari kasus per kasus. Oleh karena itu, saran saya kepada para pembaca untuk berhati-hati dan tidak taqlid (mengikuti secara buta) kepada pendapat penulis mengenai sufi dan tasawuf, namun tetap mengambil hal-hal lainnya yang bermanfaat dari buku ini.