Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book

Paperback

Published January 1, 2016

5 people want to read

About the author

Nanae Chrono

42 books61 followers
CHRONO Nanae: 黒乃奈々絵

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (50%)
4 stars
1 (25%)
3 stars
1 (25%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for duniamimpigie Anggi.
Author 2 books54 followers
January 29, 2017
Jilid ini diawali dengan perpisahan antara tim Pak Kondo Isami dengan tim Shinpachi & Sano. Tim Shinpachi & Sano gak setuju dengan prinsip "samurai mesti siap mati di medan perang" dan lebih memilih mengutamakan keselamatan prajurit saat berperang.
Sementara Pak Kondo tipe yang berprinsip ala samurai saklek dan sikap pemimpinnya udah berasa mutlak dan gak mau ngalah terhadap permintaan Shinpachi & Sano.
Akhirnya mereka berpisah jalan.
Shinsengumi makin sepi deh.

Mulai pertengahan, Shinsengumi-yang-udah-gak-bernama-Shinsengumi menyingkir dari Edo untuk merekrut prajurit baru, berhubung pasukan mereka udah habis-habisan di pertempuran Kouyou.
Tapi, di tempat tujuan, mereka malah langsung disamperin musuh, komandan Pasukan Pemerintahan Baru itu sendiri. SYOK.

Ternyata penyamaran mereka sudah ketahuan. Si komandan musuh memberikan opsi apa Pak Kondo dan Pak Hijikata mengaku sebagai ketua dan wakil ketua Shinsengumi dan dieksekusi oleh mereka, atau menyerahkan diri jika memang mereka bukan anggota Shinsengumi dan ikut ke markas mereka untuk diselidiki lebih lanjut.
Sementara Pak Hijikata lagi berpikir keras untuk mencari jalan keluar, ternyata Pak Kondo diem-diem udah bersiap harakiri di kamar pribadinya. Untung si Tetsu nyadar ada yang gak beres di kamar Pak Kondo dan didobraklah pintunya.

Dan dimulailah drama menghancurkan hati 3

Pak Hijikata sampai bersujud-sujud memohon supaya Pak Kondo gak harakiri. Asalkan Pak Kondo bertahan hidup, meski harus menanggung malu, Pak Hijikata pasti akan menemukan jalan keluar dan menghidupkan kembali Shinsengumi. Begitu permohonannya.

Huhuhu... Nanae Chrono di belakang buku sampe bilang, "Aku membuat cowok ganteng mesti sujud-sujud memohon, jadi kusarankan kalian membacanya dengan perasaan sadis."
Terus si Gie langsung: "MANA BISAAAAA!!! Saya mana tega ke Pak Hijikataaaaa huhuhuhuuuu... Satu-satunya alasan saya masih berjuang membaca ini demi mengetahui nasib Pak Hijikata hingga akhir, mana mungkin saya bersikap jahat sama beliaaaauuu huhuhuhuuuu." /merengek ala fangirl Hijikata/

Akhirnya, Pak Kondo menyetujui permohonan Pak Hijikata.
Btw, saya seneng ngeliat dua sisi bertolak belakang di diri Pak Hijikata. Sementara di jilid lalu Pak Hijikata bersikap sangat dewasa dan bak seorang kakak yang bijak nan berwibawa di hadapan Okita Souji, bahkan mampu memerintahnya dengan keras untuk mengundurkan diri dari pasukan; di jilid ini saya bisa ngeliat sisi Pak Hijikata yang kayak bocah di hadapan Pak Kondo, yang rasa-rasanya lemah dan gak berdaya kalau ditinggalkan Pak Kondo.
Gak apa, Pak Hijikata. Saya tetep demen Anda kok :*

Pak Kondo akhirnya diboyong ke markas musuh sebagai tawanan sekaligus untuk diselidiki lebih lanjut apakah benar dia mantan ketua Shinsengumi yang dalam penyamaran atau bukan.

Pak Hijikata, di sisi lain, langsung bertolak ke Istana Edo untuk meminta bantuan pada petinggi Bakufu di sana untuk mengirimkan surat ke pihak musuh dan membenarkan bahwa Pak Kondo BUKAN mantan ketua Shinsengumi yang dalam penyamaran dan agar mereka membebaskannya.
Namun, bukan berarti petinggi itu setuju begitu saja. Dia mengajukan syarat tertentu kepada Pak Hijikata.

Huhuhuhu... pas Pak Hijikata bilang, "Akan kuterima syaratmu, apa pun itu, bahkan jika kau memintaku mati saat ini juga," si Anggi langsung "Noooooo!!! Saya gak akan tahan baca seri ini jika tanpa engkau, Pak Hijikata!!".
Ternyata syaratnya adalah Pak Hijikata mesti bergabung ke Pasukan Darat Bakufu yang dipimpin oleh sang petinggi itu. Notabene, pasukan tersebut ternyata berisi prajurit yang lebih dari setengahnya belum pernah terjun langsung ke medan perang. Duh.

Jadi, posisi para petinggi Shinsengumi saat ini kira-kira begini:
- Kondo Isami dibawa ke markas musuh, Pasukan Choushuu (saya malas cek di mana lokasinya)
- Hijikata Toshizou berpindah pasukan ke Pasukan Darat Bakufu yang dipimpin langsung oleh petinggi Bakufu dan bersiaga di perbatasan Edo, berhubung kabarnya Pasukan Pemerintah Baru hendak menerobos Edo
- Tetsu, Tatsu-Nii, Shimada sedang menyusul Pak Hijikata untuk bergabung dengan beliau dan membantunya di Pasukan Darat Bakufu
- Saitou Hajime di Benteng Aizu, memimpin pasukan eks-Shinsengumi sisanya dan bergabung dengan pasukan di benteng tersebut
- Shinpachi dan Sanosuke membentuk pasukan baru yang tidak bersangkut-paut dengan Shinsengumi dan berpisah jalan

Saya ogah baca ini lebih lanjut rasanyaaaa ||orzzz
Pak Hijikata makin hancur. Udah kehilangan Okita Souji di jilid kemarin, sekarang kehilangan Pak Kondo juga. Beliau udah gak punya penopang lagi dan sangat mungkin jadi berserk di pertempuran tanpa ada yang bisa menahannya.

Enw, kata Nanae Chrono, yang ditatap Tetsu di cover jilid ini adalah sosok Pak Hijikata yang dihormatinya tengah bersujud di hadapan Pak Kondo. Saya gak akan sadar kalau Sensei gak ngomong soal ini.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.