Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tionghoa dalam Pusaran Politik

Rate this book
“Biasanya komunitas Tionghoa dibahas tersendiri. Kini, keunikan peran mereka digambarkan dalam sejarah panjang bangsa Indonesia. Buku yang merupakan perintis ini, ditulis dengan bersemangat. Tionghoa dilukis di atas kanvas raksasa.”
Dr. Asvi Warman Adam—Ahli Peneliti Utama LIPI

“Untuk mengerti tempat, sikap, dan kedudukan suatu minoritas, tidak ada jalan lain kecuali mendalami pengertian tentang evolusi minoritas itu. Hal ini untuk membuat agar semakin jelas kompleksitas struktur, konflik dalam dan luar, hubungannya (dengan segala variasinya) dengan mayoritas (yang juga kompleks dan berbeda-beda), permulaan dan konsekuensi dan perubahan definisinya sebagai minoritas. Tanpa pekerjaan yang berat tersebut, minorias (dan mayoritas juga) terus saja digambarkan secara simplistis, menurut dongeng-dongeng biasa dan kasar, yang sering penuh dengan kebencian, maki-makian, dan sebagainya yang dimaksudkan untuk mengisolasi minoritas itu dan menghilangkan kemanusiaannya. Suatu hal yang pada intinya adalah untuk membekukan terus status kelompok tersebut sebagai minoritas.”
Prof. Dr. Daniel S. Lev—guru besar Universitas Washington.

“Buku istimewa ini ditulis oleh orang biasa (nonsejarahwan). Dan, mungkin justru di situlah keistimewaan buku ini. Namun, meski bukan berlatar belakang sejarah, sang penulis dengan berbekal tumpukan dokumen berhasil merekonstruksi berbagai peristiwa sejarah. Khususnya nasib orang Tionghoa dalam berbagai perubahan besar politik di negeri ini. Tak banyak orang yang memotret setiap kejadian penting yang sebelumnya selalu meletakkan kembali orang Tionghoa Indonesia dalam kegamanan. Dalam setiap pergolakan politik, isyu anti-Tionghoa selalu jadi bahan politisasi dan ujungnya adalah terjadinya proses “pen-Cina-an” kembali orang Tionghoa. Buku ini kaya akan informasi. Termasuk informasi yang selama ini disembunyikan oleh rezim Orde Baru. Politik kesengajaan yang di kemudian hari menggiring orang Tionghoa untuk dinamai sebagai ‘binatang ekonomi’”
Stanley—editor.

1166 pages, Hardcover

First published January 1, 2003

9 people are currently reading
251 people want to read

About the author

Benny G. Setiono

1 book4 followers
Benny G Setiono dilahirkan di desa Ciracas, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada 31 Oktober 1943. Ayahnya, Endang Sunarko (Khouw Sin Eng), adalah seorang penulis. Buku yang ditulisnya a.l. adalah `Tiongkok Baru, Kawan atau Lawan. Endang Sunarko sering menulis di majalah 'Pantjawarna' dan harian ` Sin Po'.

Benny menempuh studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Respublica, Jakarta. Baru mencapai tingkat tiga, Benny terpaksa `drop out' , karena kampusnya dibakar rombongan KAMI/KAPPI yang didukung milisia.

Pada tahun 1999 Benny G. Setiono ikut mendirikan Perhimpunan Indonesia Tionghoa, INTI, dan pada 2002 turut mendirikan Lembaga Kajian Masalah
Kebangsaan (ELKASA).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
25 (51%)
4 stars
14 (28%)
3 stars
7 (14%)
2 stars
3 (6%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Haska.
20 reviews1 follower
July 11, 2009
bisa di donlot di situsnya inti...silahkeun
Profile Image for Tiwik Dw.
150 reviews
Want to read
March 19, 2009
Versi ebooknya dilengkapi dengan e-music juga. Asyik oey...

Ternyata, Yogyakarta itu pernah punya bupati berdarah Tionghoa toh?
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.