Aaah volume yang ini rupanya. Tahun 2004 pertama kalinya aku baca komik ini. Ini komik pertama yang aku beli sekaligus aku baca pada waktu itu. Aku ingat banget belinya di Hero, waktu itu adikku sedang dirawat di Rumah Sakit Haji Sukolilo.
Baik sekarang maupun dulu, membaca komik ini tuh menyenangkan sekali. Dulu aku berpikir kalau Maruko itu lucu, sekarang pun juga, tapi ketika membaca sekarang, aku baru nyadar kenapa aku suka sekali sama Maruko: dia itu sangat jujur dalam mengungkapkan perasaannya. Selain itu, walau dia bukan tokoh utama yang bergelimang kelebihan (dia pemalas, ceroboh, prestasinya di kelas biasa aja), dan sangat polos (ya namanya juga baru 9 tahun), aku suka banget karena tokoh yang seperti itu yang paling dekat dengan kehidupan nyata (sangat bisa relateee). Keputusanku untuk membaca ulang komik ini + nonton anime-nya di usia segini tuh sangat tepat: aku jadi belajar banyak dari Maruko. Memandang kehidupan dari kacamata anak kecil yang masih polos itu kadang bisa dapat pencerahan, lho.
Bagian yang paling berkesan di volume 15 ini adalah waktu Maruko dan Kakek Tomozo berteriak 'Banzai!' setelah mengirimkan kartu pos yang isinya sama ke Kakek Sasaki. Hahhaah. Bagian yang menceritakan Maruko dan teman-temannya saat mengumpulkan bellmarks juga masih membekas banget. Fujiki yang pengecut, Nagasawa yang kepalanya kaya bawang, Noguchi yang misterius, Hanawa si anak orang kaya, mereka itu adalah teman-teman Maruko yang paling aku ingat sampai sekarang.
Terakhir, aku mau berterima kasih kepada Maruko, dan tentu saja kepada mendiang author komik ini. Terima kasih karena telah membuat manga ini, terima kasih karena telah menjadi bagian dari masa kecilku yang sangaaaaat menyenangkan!