Semua diawali dari tindakan sok pahlawan Reinald untuk menolong Thalita, teman sekolahnya. Pagi itu, Thalita dan Reinald menyadari bahwa mereka semalam telah menjalin diri dalam ikatan berbahaya.
Thalita ingin segera melepaskan diri dari ikatan itu dan merahasiakannya rapat-rapat, sedangkan Reinald malah siap menanggung semua risikonya.
Saat keduanya berusaha membenarkan pilihan mereka masing-masing, mereka justru semakin terbelenggu.
sebenernya aku tuh miris ketika baca buku ini. label remaja itu sama sekali nggak bisa disematkan untuk novel yang ada adegan panasnya kayak gini. menyayangkan juga kenapa bisa penerbit mayor sekelas inari bisa nerima gitu aja. apa karena dari platform oren dan sudah diview ("view" ya bukan baca) jutaan? padahal kemaren karyaku didepak penerbit mayor gegara menyelipkan adegan ciuman bibir biasa di novel teenlitku. 😂 yaudahlah. mari baca komentar sadis saya. 😂 kenapa bintang satu? ya karena menurutku ini lebih banyakkk banget negatifnya daripada positifnya. dari awal banyak banget keanehan yg aku temui. contoh pertama: temennya Thalita pas di lab bawa sapu pas lihat Reinal. dimana ini nunjukin kalo dia posesif sama sahabatnya. seolah nggak mau Thalita ini diapa-apain sama cowok, tapi kenapa pas dihotel temen2nya ngenalin dia sama om-om yang akhirnya berniat buruk itu? kontradiktif. kedua: katanya Reinald dan Thalita ini ngak pernah saling bicara sebelumnya. hanya sebatas teman seangkatan. lalu tiba2 setelah ena2, yang katanya nggak sengaja itu, tiba2 keduanya jadi saling naksir? what? tanpa dijelasin juga apa yg menjadi penyebab mereka saling suka. terlalu cepat. terlalu maksa. ketiga: untuk ukuran dua orang yang sama-sama nggak pernah pacaran even keduanya udah pernah ML sekalipun toh itu juga dalam keadaan tidak sepenuhnya waras, mereka tuh terlalu ahli. aku nggak dapet sisi logisnya di sini. penulis kelihatan maksa banget. kayak nggak ada rasa malu, atau canggung. kedua orang itu pas di lab udah langsung main nempel2 aja. kayak yang keduanya itu sama2 "pemain". sama sekali nggak mencerminkan kepolosan, dua orang yang sebelumnya nggak pernah berhubungan dengan lawan jenis. udah gitu mungkin penulis pengen menekankan tanggung jawab cowok ke seorang cewek, tapi dia mengesampingkan memberi tahu kalian di luar sana, kalo boy, girl, adek2 yang masih sekolah dan belum menikah, tolong jangan lakukan hubungan badan sebelum kalian sah menjadi suami istri. kedua tokoh ini malah menyesali hilangnya janin yg ada di rahim Thalita, alih2 merasa berdosa sama Tuhan atau bersalah sama orangtua atas perbuatan kotornya. udah gitu orangtuanya, ya ok lah mereka tahu kalo perbuatan anaknya salah. tapi udah gitu kayak biasa aja gitu. penulis seolah kurang mendalami dan merasakan gimana sih rasanya anak kita yang kita didik untuk jadi orang baik malah ngelakuin perbuatan nista. terus, banyak tokoh yg gak terlalu penting. banyak adegan yg gk terlalu penting. then, novel ini nggak ada konflik utamanya. idk. aku nggak bisa nyimpulin gagasan pokoknya. nggak tahu apa yg ingin diperjuangkan si Thalita dn halangannya apa. udah gitu dia kaburnya dari rumah juga kenapa? dia nggak diusir, kan? hal yang seharusnya nggak masalah kenapa jadi masalah? bapaknya juga nggak yang pemarah atau suka mukul gitu ke dia. nyokap tirinya juga baek? jadi, masalahnya apa?! banyak yg bilang kalo Reinald ini akhirnya ngedeketin Thalita karena merasa bersalah. tapi bukan itu yang aku tangkep. dia ya emang udah suka dari awal. lha anehnya kenapa? hanya karena habis ML itupun karena pengaruh obat perangsang? padahal di awal disebutin keduanya nggak deket, nggak apa-apa hanya sebatas saling tahu sbg teman seangkatan? masih banyak keanehan lain sebenernya. cerita ini bikin aku bingung.
Dengan menghilangkan fakta bahwa novel ini banyak adegan skinship-nya, sebenarnya banyak pesan atau amanat yang ingin disampaikan penulis, dan menurutku juga amanat itu bisa ‘terbaca’ olehku. Penulis juga mungkin ingin menyampaikan kekhawatirannya sebagai manusia yang peduli pada remaja zaman sekarang yang sudah tidak terkontrol lagi pergaulannya. Apalagi mengingat sebagian remaja zaman sekarang berlomba-lomba mempunyai banyak pacar ataupun memamerkan kemesraan mereka dengan pacarnya yang belum tentu pacar tersebut akan menemani mereka hingga mati(?).
Ide cerita novel ini sebenarnya klise. Dan mungkin masih dianggap tabu untuk dibicarakan, padahal sudah banyak beredar masalah serupa di lingkungan masyarakat kita namun masyarakat enggan untuk membicarakannya di ruang publik. Konflik yang dihadapi Thalita, tokoh utamanya, selain dia yang tidak sengaja melakukan sesuatu yang ‘berbahaya’ dengan Reinald adalah masalah dengan ayahnya yang membuat ia muak tinggal dengan ayahnya. Sudah bisa ditebak sebenarnya konfliknya seperti apa.
Konflik utamanya tentu adalah Thalita tidak sengaja melakukan sesuatu yang ‘berbahaya’ dengan Reinald. Untungnya saja Reinald adalah tipe cowok yang bertanggung jawab sehingga ia selalu khawatir mengenai keadaan Thalita. Karena ingin melindungi Thalita itulah, Reinald pun memutuskan untuk berpacaran dengan Thalita. Nah, salah satu hal yang tak boleh dibaca oleh anak sekolahan atau anak di bawah umur adalah gaya pacaran mereka juga ketika mereka melakukan ‘sesuatu’ ini. Aku sangat tidak merekomendasikan buku ini untuk anak-anak sekolahan. Tapi bila kalian memang memaksakan diri untuk membaca buku ini, tolong diambil sisi positifnya saja. Jadikan saja buku ini sebagai edukasi agar bisa lebih melindungi diri sendiri. Kalian anak terpelajar pastinya sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Jadilah pembaca yang pintar, fokuskan saja kepada pesan atau amanat yang ingin disampaikan sang penulis. Dan untuk penulis juga, bila menerbitkan cerita yang serupa, dimohon untuk disamarkan saja ketika mereka ‘berhubungan’. Ada banyak novel yang ketika menceritakan adegan dewasa disamarkan atau diberi bahasa isyarat. Karena masyarakat kita masih tabu akan topik ini.
Review ini dibuat atas dasar pendapat pribadi. Kalau anda tidak setuju, ini hanya masalah selera
Reinald rescued Thalita from group of men who tried to molest her. Unknowingly, Thalita and Reinald drank stimulant that made both of them aroused. They can’t resist the temptation and end up spending night together. In the morning, they both regret their action. Thalita asked Reinald to forget what happened between them but Reinald did not want to because he felt guilty and want to take responsibility. So, what will happened to them?
Ease by @yantyahya is guilty pleasure book. The sexual tension between Thalita and Reinald is nicely described. The authors did a fantastic job writing these characters and the conversations. I am hooked .
I also love how when everything became so dramatic, the character questions why the problems that happened to them are so dramatic and similar to soap opera. I laugh hard at that part.
Reading Ease remind me of Colleen Hoover and Erin Watt's writing. The similarity: *new adult genre *teenager characters with mature personality *page turner naration *heart breaking family conflict *character development. The characters learn from their mistake *some make out scene
If you like New adult genre, especially Colleen Hoover and Erin Watt's writing, I think you will also like Ease. 3.5 stars for Ease!
Suka banget sama karya kak Yanti yang pertama ini. Untuk ukuran buku oleh penulis yang baru menerbitkan buku, plotnya sangat rapi. Alur ceritanya enak untuk diikuti, nggak monoton. Diceritakan melalui PoV ketiga, kita diajak untuk mendalami karakter para tokohnya dengan jelas. Porsi tiap tokoh pas baik tokoh utama maupun tokoh pendamping. Meskipun berlatar kisah remaja SMA, buku ini kental dengan unsur keluarga. Bagaimana masa lalu keluarga Thalita menjadi akar dari masalah yang ada dan membentuk pribadi Thalita yang bergaya hidup bebas. Banyak pesan yang bisa kita ambil dari buku ini. Tapi kita harus pandai memilahnya. Pastinya gaya berpacaran Thalita dab Reinald tidak boleh ditiru yups😉. Ambil nilai positifnya. Nilai persahabatan, unsur keluarga yang kental, bagaimana kita harus menghormati orang tua, bagaimana kita harus berani mempertanggungjawabkan sikap dan kelakuan yang kita perbuat, belajar arti mengikhlaskan dan memaafkan. Satu lagi poin plus buku ini, saya tidak menemui typo untuk kata atau tanda bacanya. Good job buat tim editor Penerbit Inari👍. Warning: buku ini berlabel dewasa, karena meskipun berlatar cerita remaja SMA tapi mengandung unsur ++. Jadi buat dedek gemez yang masih kinyis-kinyis sebaiknya bijak dalam memilih bacaan.
Jadi, novel Ease menceritakan tentang 2 remaja, Thalita dan Reinald, yang terjebak dalam kesalahan fatal mereka. Novel Ease termasuk salah satu novel Wattpad yang menjadi favorite saya. Bahasanya ringan, cocok buat saya yang suka novel dengan kalimat yang nggak berbelit-belit. Dan, saya salut sama Author-nya yang berani mengangkat tema yang sudah sering terjadi di antara para remaja masa kini. Saya suka bagaimana Kak Yanti Yahya menulisnya tanpa drama yang berlebihan, semua mengalir, dan nggak terkesan memaksa banget. BTW, saya jatuh cinta sama karakter Thalita yang masa-bodo-banget, tapi sebenarnya dia menyimpan masalah yang begitu besar di hidupnya. Dan, REINALD!!! Dia memang nggak sepopuler karakter cowok di novel kebanyakan, tapi saya suka sama sifat bertanggungjawab dia! Sekali lagi, saya jatuh cinta dengan cara Kak Yanti Yahya mendekskripsikan karakter tokohnya tanpa embel-embel 'super perfect'; mereka semua memiliki kekurangan masing-masing. Nah, setelah membahas kelebihannya, saya akan membahas kekurangan novel ini. Masih terdapat beberapa typo yang mengganggu saya selama membacanya. Dan, meskipun ada istilah Don't Judge Book By It's Cover, saya merasa cover novel ini kurang menarik :")) But, it's okay. 4 stars buat novel ini!<3 Oh, ya, novelnya untuk dewasa yaa hihi.
Jujur aja, ga pernah kepikiran buat beli Ease soalnya dari wattpad emang ga ngikutin. Tapi, menjelang 4 hari sebelum terbit ga tau kenapa bisa langsung tertarik banget dan nyari-nyari informasi tentang novel ini. Sampai akhirnya beli dan nunggu novelnya datang nah pas udah dirumah sempat dianggurin sih selama beberapa hari tapi akhirnya dibaca juga dan *booom gilaa keren banget ceritanya sampai-sampai ga pernah keluar kamar cuman buat namatin, ga ngerja tugas padahal tugas numpuk waktu itu, pokoknya kak yanty ini bisa bikin klian duduk tenang ditempat dan buat kalian penasaran buat baca dari lembar ke lembar. Sampai mama masuk ke kamar dan ngatain kalau gue udah gila nangis-nangis terus senyum-senyum lagi. Huhh, pokoknya suka bangett sama jalan ceritanya, sama tokohnya aduuh Rei-Thalita
Kisah anak SMA antara Reinald dan Thalita yang diawali sikap sok pahlawan Reinald untuk menolong Thalita yang berujung pada penyesalan mereka berdua. Bahkan mereka berdua sadar kesepakatan yang dibuat sedari awal, tak mempengaruhi apapun untuk keduanya. . . Novel yang mengajarkan berbagai polemik kehidupan,tentang tanggung jawab dan tentang bahwa manusia tak ada yang sempurna, pasti ada cela. . Aku suka penggambaran dan karakter tokoh yang kuat dan dominan yang bisa bikin jatuh cinta. Bahkan setelah membaca bab Epilog aku sangat berharap ada novel Ease yang kedua. Semoga aja ada.
Hahaha 😂 jadi ingat masa pacaran dulu. Memang kaya gini sih kurang lebih. Ease menurutku malah jauh bgt dari sisi-sisi itu. Bagus. Tapi ga cukup bagus. Kurang smooth :( karena aku bukan komentator handal jadi ga bisa ngejelasin gimanya😅
1 yg ganggu itu, dari rei dan tali yg pacarannya berlebihan, radit sempat nyinggung ya? Nah itu tuh gimana ya😅 ga ngena banget. Jadi karena Radit nyinggung itu,aku juga mikirnya gitu. Padahal dari interaksi di novel, mereka ga sedalam itu kok. Begitulah... lebih banyak disetir sama narasi dan pemikiran tokoh lain, bukan dari plot utamanya. Semoga mba yanti ngerti. Aku tuh sebenernya greget, karakter mereka ga kuat. Abu2. Mereka horny an tapi dibilang gitu terlalu vulgar, karena mereka ditampilkan baik bgt 😂 dibilang liar engga juga. Jadi ga ajeg gitu loh karakternya, bias. Jangan sayang2 bgt mba sama karakter. Mba yanti keliatan bgt ngelindungin mereka loh 😅 jangan nanggung juga kalau bikin masalah. Semangat terus, penulis.
Walaupun novel ini seharusnya bertema remaja (tokohnya aja masih SMA dua2nya) tapi kadar ceritanya sudah seperti novel dewasa. Tingkah dua tokoh utama disini, Reinald dan Thalita, udah kayak tokoh2 utama di novel harlequin. Oh iya, mirip2 sama film2 SMA jaman dulu, yg anak2 SMA kayaknya dewasa banget. But anyway....ngerti sih apa yg berusaha disampaikan pengarang disini, hindari pergaulan bebas, hindari pacaran kelewat berlebihan karena akibatnya bisa merugikan kita sendiri dan orang2 di sekitar kita, terutama keluarga. Harus diakui gaya bahasanya lumayan bagus dan ceritanya juga mengalir dan yg pasti ngga ada tokoh2 jahat yg biasanya jahatnya kebangetan kayak di novel2 lain dgn genre seperti ini. Yg ada hanya tokoh2 yg abu2, manusiawi, dan itu bagus.
oh well, honestly awal-awal aku rada jengah banget sama ceritanya. oh bukannya aku nggak suka, tapi ituloh gaya pacaran tokohnya itu. kok ya begini banget? sempet mikir skeptis juga sama penulisnya, aku pikir cuma mau bikin cerita anak SMA yang "why harus banyak scene make out nya sih?" hhhhhh tapi, karena aku sabar, aku terus baca dan aku paham, penulis punya banyak pesan yang dia ingin sampaikan dari buku ini. saat itu juga aku pingin minta maaf sama mbak yanti :') dan aku nggak jadi buat nggak suka sama buku ini. hahahah
Jika membandingkan kedua buku dari pengarangnya, yah jujur saya lebih suka "Not Like the Movice" jika dibandingkan dengan ease, entah lah mungkin karena mengambil latar belakang masa remaja yang mungkin sudah bukan selera saya lagi. Tapi banyak pesan moral yang bisa kita ambil dari cerita ini, yang pertama harus tau batasan - batasan dalam menjalin hubungan apalagi masih belum halal, hormat terhadap orang tua, meskipun itu bukan orang tua kandung kita sendiri.
Kelar juga sama novel ini, sebenernya udah lumayan lama selesai cuma baru ada waktu buat review sekarang. Aku suka world bulding novel ini, walau novel percintaan anak SMA gila dewasa banget. Narasinya juga apik banget enjoy banget nggak kerasa kalau novelnya lumayan tebel. Karena novel ini dewasa walau masih setting SMA aku jadi kurang suka (walau aku kurang suka novel menye2 ala SMA juga) menurutku pribdi feel ceritanya itu kurang dapat di aku.
cerita yang cukup mengalir dan bagus, bisa jadi pembelajaran buat yang baca. Apalagi anak2 SMA, biarlah kita ambil hikmah dari cerita ini :)
Untung aja novel ini bertagline 'novel dewasa' jadi kebijakan buat yang baca juga.
konflik keluarga yang cukup rumit bikin jadi bikin penasaran. overall, novel perdana mbak Yanti Yahya menurutku bagus. ditunggu lg karya2 selanjut nya mbak :)
ceritanya menurut aku bagus bagus ajasih, cuman diawal konfliknya aga kecepetan. amanat yang disampaikan nya nyampe banget. cuman rasanya masih kurang. Tapi pas thalia keguguranya itu dapet banget. SUKA✨
This entire review has been hidden because of spoilers.
pesan yang saya dapatkan setelah membaca ini, kalau punya pacar jangan berlebihan apalagi sampai begitu. karena kurang lebih hidupnya bakal seruwet dua tokoh ini. kalau ada unsur dewasanya, ya wajar kan memang temanya kehidupan nakal remaja yg di bahas.
Dulu, pertama kali baca di Wattpad dan akhirnya bisa kesampaian untuk menyelesaikan. Ceritanya bagus, mengangkat konflik yang tidak seharusnya dilakukan oleh anak remaja. Banyak pesan moral yang bisa diambil.
baca ini udah lama banget, kayanya waktu masih SMA. aku suka banget sama karakter-karakter yang ada di buku ini. jalan ceritanya juga. pas sampe konflik besar hatiku ikut sedih tapi itu semua konsekuensi mereka berdua sih.
Aku pernah baca cerita ni di Wattpad tapi gak sampe ending. Jadi, begitu tau kalo ada cerita ini di sini aku langsung bikin akun baru dan cari cerita ini.
"Kamu harus percaya. Karena aku akan selalu mencoba mengusahakannya, kenyamanan yang selalu kamu inginkan." -hal.209
Ease mengisahkan Reinald dan Thalita, serta gaya pergaulan anak SMA jaman sekarang, khususnya di kota2 besar seperti Jakarta ini. Banyak pesan moral yang dapat diambil dari kisah Thalita, Rei, dan juga keluarganya.
Aku pribadi suka dengan penggambaran karakter dari Thalita yang memiliki kesan cukup mandiri dan walaupun dia populer tapi sifatnya gak nyebelin. Reinald sendiri juga bikin aku gregetan + klepek2😆😆😆. Aku suka dengan sikapnya yg overprotektif gitu ke Tata *ke aku juga boleh kok Rei😳😳😂😂*
Konflik yang ada pun cukup realistis dan aku puas dengan endingnya. Aku juga suka dengan gaya penulisan Kak Yanti. Walaupun buku ini berlabel dewasa, tapi kata2nya gak vulgar dan diceritakan dengan porsi yang pas. Buku ini bukan sekadar cerita lewat aja atau romance biasa, tapi kamu bakal temuin hal2 bermanfaat lainnya setelah membacanya. Intinya buku ini menurutku bisa jadi pelajaran hidup lah☘☘.
Makasih buat Mbak Yanti Yahya yang udah bikin aku baper sama Reinald. Ah, kenapa dia cuma tokoh fiksi sih? :")
Novel ini sekilas mengingatkan aku sama novel Dark Love punya Ken Terate, karena bahasannya yang sama-sama berani, bukan cuma cerita cinta khas teenfic yang marak di Wattpad. (Eh, tapi ini kayak lebih ke YA dibanding teenfic....)
Penceritaannya lancar, nggak terpotong-potong, dan untuk Reinald sendiri agak antimainstream juga karena dia bukan tipe tokoh yang ditonjolkan dalam segi wajah. Cuma sayangnya, konfliknya terasa agak terlalu datar.
Tapi baguslah, ini novel Wattpad pertama yang saya nggak merasa agak kecewa belinya. Keep up the good work, Mbak Yanti Yahya!
Novel Ease ini mencerminkan kehidupan anak muda zaman sekarang, yang pada kenyataannya memang ada terjadi di dunia nyata melakukan hal yang belum seharuanya dilakukan dengan mengatas namakan cinta, memenangkan hasrat dibandingkan logika. Pesan moral sudah pasti ada dengan tema yang diangkat seperti ini. Salut buat kak yantyahya berani mengangkat tema seperti ini, yang jarang dipikirkan. "sebelum bertindak ingatlah kalian juga harus bertanggung jawab dengan apa yang kalian lakukan." Berani bertindak berani bertanggung jawab
kecewa banget dengan perubahan versi watpad dengan novel.... perubahan karakter tokoh, cerita yg bnyak dicut, rasanya bener2 patah hati.... 😩 pdahal ease crta watpad yg paling aku favoritin dan pertm kali aku baca..... kangen Rey dan Thalita versi watpad 😭.... makanya aku lebih suka novel selfpublishing g bikin patah hati