Jump to ratings and reviews
Rate this book

Negara Kelima

Rate this book
Inspektur Timur Mangkuto tidak punya pilihan kecuali melarikan diri atas tuduhan pembunuhan yang menimpa karibnya. Ia tak berkutik. Berdasarkan sidik jari dan saksi, dialah pembunuhnya. Karibnya, Inspektur Rudi, kala itu tengah menyidik pembunuhan berantai tiga orang gadis yang diduga korban kelompok radikal bernama KePaRad. Pada bagian tubuh mayat Inspektur Rudi dan salah satu gadis terdapat goresan gambar piramid. Tak pelak, selain dituduh sebagai pelaku pembunuhan berantai, Inspektur Timur Mangkuto juga dianggap bagian kelompok KePaRad.

Dalam pelariannya bersama Genta, ia bertekad membongkar konspirasi dalam lembaga kepolisian tempatnya bekerja. Ia kemudian bertemu dengan bekas pacar Inspektur Rudi, seorang sejarawan, Eva Rahmasari Duani, dan ayahnya, Profesor Duani Abdullah. Bersama keduanya, Inspektur Timur Mangkuto berupaya memecahkan teka-teki yang didapat dari tahanan anggota KePaRad. Teka-teki berdirinya Nusantara yang berkait dengan masa Atlantis, Sriwijaya, Majapahit, dan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia 1948. Teka-teki yang berkait dengan motif pembunuhan berantai, konspirasi di lembaga kepolisian yang melibatkan Detasemen Khusus Antiteror, ambisi kelompok KePaRad dengan pembentukan Negara Kelima.

520 pages, Paperback

First published January 1, 2005

28 people are currently reading
509 people want to read

About the author

E.S. Ito

3 books86 followers
E.S. ITO lahir pada seribu sembilan ratus delapan puluh satu. Ibunya adalah seorang petani, bapaknya adalah seorang pedagang

E.S. Ito merupakan gabungan dari singkatan nama asli pengarang dan nama panggilannya. E.S. atau Eddri Sumitra, atau nama lain yang bisa kita temui di milis adalah Edori. Sedang Ito, itu panggilan kecilnya di rumah. Eddri Sumitra putra Minang tulen, kelahiran Magek, Kabupaten Agam yang tak begitu jauh dari Kota Bukittinggi.

Eddri mengenyam pendidikan di SMA Taruna Nusantara di Magelang, sekolah plus yang dikenal dengan karakter pendidikan ketentaraan. Dia angkatan TN ke-7. Menurut teman-temannya, "anaknya biasa aja. Gak terlalu menarik perhatian. Anaknya sedang-sedang saja." Minatnya pada sejarah sudah tampak semasa SMA. Lulus dari SMA Taruna Nusantara, Eddri tidak berminat untuk meneruskan studinya di AKABRI sebagaimana layaknya siswa-siswa taruna lainnya. Alasannya, “Saya tipikal pembangkang. Tak mau nanti asal nembak orang!” Itu sebabnya, Eddri kuliah di FE UI angkatan '99 sebelum akhirnya fokus menjadi penulis. Eddri pernah tercatat sebagai Eddri Sumitra Koordinator Bidang I BEM UI/ Wakil Mahasiswa untuk Tim Evaluasi Pendanaan dan Alternatif
Pendanaan UI (2003).

Novel pertamanya Negara Kelima terbit tahun 2005. Dua tahun kemudian dia menulis novel keduanya yang cukup direspon baik oleh pasar yakni Rahasia Meede.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
199 (27%)
4 stars
251 (34%)
3 stars
199 (27%)
2 stars
54 (7%)
1 star
23 (3%)
Displaying 1 - 30 of 134 reviews
Profile Image for Adhitya.
Author 20 books702 followers
December 12, 2008
Bagus banget. Ito memang penulis yang jenius. saya merekomendasikan semua orang untuk membaca apa saja yang Ito tulis.

sedikit sekali kelemahan Ito dari segi skill. Satu hal dalam buku ini adalah seperti layaknya kebanyakan penulis pertama, sifat primordial selalu tampak di karya pertama. Bukan sebuah kebetulan negara Kelima sangat minang merujuk ke penulisnya yang minang. Ini bukan kelemahan per say karena banyak sekali penulsi yang karya pertamanya seperti ini (termasuk gue hehehehe). bagusnya ito seperti yang belajar dari issue ini dan buku keduanya, rahasia Meede, menjadi buku yang flawless perfect by any standard.

Keep up the good work dan gua selalu antusias tunggu karya-karya berikutnya!
4 reviews
December 29, 2008
seru!
hal yang pertama kali kepikiran orang2 abis baca novel ini: "apa tuh sok2 dan brown cerita action dengan bumbu2 konspirasi sama sejarah"
klo liat di bioskop, apa sih cerita yang laku buat dijadiin film (secara tidak langsung menggambarkan selera mayoritas), pastinya cinta, horror, komedi bokep dst dst (walaupun laskar pelangi memberi secercah harapan). sebagai awal perkembangan bwt buku2 action dan sejarah dari negeri sendiri, buku ini menurut gw sudah sangat baik. gak banyak orang yang berani menjadikan sejarah indonesia (pula) bwt jadi topik utama novel karangannya.
inti bukunya menurut gw: mengajak pemuda2 utk sadar bahwa.....(panjang ini mah)
sejarah yg bisa lo dapat dari buku ini: sejarah hidup plato, sejarah atlantis, sejarah tambo minang, sejarah majapahit dan sriwijaya, dan sejarah PDRI di sumatera barat.
Dari luasnya cakupan penelitian penulis (sumpe da, saking byknya bagian sejarah sampe sering gw lewatin :P) menurut gw novel ini sangat layak mendapat acungan jempol dan semoga bisa menjadi angin segar bagi buku2 sejenis
Profile Image for Wayan.
29 reviews2 followers
June 13, 2008
Ugh!! sial banget gw ketipu! gw pikir bagus taunya cuma sejenis karya-sok-thriller-roman-sejarah yang sangat2 payah. latar belakangnya aja nggak oke, data sejarahnya banyak yang salah. mengharap sekelas Angel and Demon Dan Brown tahunya Mira W. aja masih kalah.
Profile Image for Aswil.
36 reviews
October 31, 2008
A very good book to read by young people especially those coming from West Sumatera. Combination of facts and fictions were presented in smooth and good way of story telling. The author had done quite extensive research to make this book.
Profile Image for syamatahari.
17 reviews4 followers
September 16, 2010
Negara kelima, buku ini sebenarnya telah lama terbit tepatnya pada Oktober, 2005. Tapi, saya pribadi mendapatkan buku ini kira2 3/4bulan yang lalu (2009) dalam bentuk file exe (ebook), dari seorang teman yang memang sangat sering membaca buku2 “keras”. Sayangnya buku ini sudah tak beredar di pasaran, mau tidak mau saya harus membacanya dengan duduk berjam-jam di depan leptop. Ahh, selalu saja saya tertinggal hunting buku kereeeen!

Adalah ES Ito, pengarang dari buku semi nasionalis ini *subjektif* seseorang yang saya tak tahu apa2 tentangnya selain tahun kelahirannya pada 1981. Pun itu saya temukan di halaman biografi dibuku Negara Kelima tersebut, ditambah dengan keterangan bahwa dia adalah keturunan dari seorang ibu Petani dan Ayah Pedagang di daerah Bukit Barisan. Hmhm... mirip2 dengan tokoh central dalam novelnya sendiri, Timur Mangkuto - seorang polisi idealis. Yang pasti Es Ito adalah nama samaran seorang aktivis kampus UI yang sedari dulu memang sering mencurahkan pemikiran dan kegelisahan2nya lewat mading BOE (Badan Otonomi Economica) FE-UI. Mantappp deeh untuk karya2nya, semoga dalam beberapa waktu kedepan saya bisa menyelami pemikiran2nya lagi lewat buku Rahasia Medee.

Kembali ke Negara Kelimaa...

“Ibu, aku ingin merubah bintang...”

Sedaaap deh quote pembukanya, mampu mengurangi underestimate orang2 yang mungkin tidak begitu tertarik dengan sampulnya yang tak eyecatching, cenderung gelap dengan dominasi warna coklat tua. Ditambah lagi nama pengarangnya yang belum begitu komersil. Hihi..! Buku ini menjanjikan bakti dan mimpi, itu kesan awal yang saya tangkap.

Apa yang kalian tahu tentang “masa lampau” dari negri kita ini, Indonesia? Tentang perjuangan dan semangatnya, atau mungkin tentang pionir2nya, ataauu tentang sejarah ribuan tahun silam?! Yang sengaja di timbun untuk meneggakan hegemoni asing bahwa kita kaum selatan adalah kaum yang kesekian dalam peradaban. Bisa jadi pemahaman saya dan kalian sama saja, terbatas pada lembaran2 buku sejarah saat sekolah dulu, isi atlas dan sedikit tentang isi museum2 yang mulai terlupakan.

Buku ini akan banyak membahas tentang sejarah, mulai dari tenggelamnya peradaban awal (atlantis) ribuan tahun lalu, kemudian perjalanan sisa2 peradaban ke arah utara, berdirinya peradaban di utara, sampai pada keturunan2 yang melakukan perjalanan ke posisi atlantis semula, di Nusantara. Ito pun banyak bercerita tentang sejarah Kerajaan2 tertua di Indonesia, dan pastinya sedikit Narsis tentang masyarakat minang. Hihi, tapi terpuaskan! Setidaknya saya sedikit tahu bagaimana tata adat masyarakat, hukum dan asal muasal sistem matrialkal di daerah minang, tentang integrasi ide/gagasan dan integrasi wilayah... oh iyya tentang PDRI juga banyak dibahas, pemerintahan darurat di hutan belantara Sumatera untuk mempertahankan kesatuan RI dibawah pimpinan Sjafruddin Prawiranegara setelah tertangkapnya Soekarno-Hatta di Jogjakarta pada tahun 1948. Yang kemudian terlupakan begitu saja. Aaahhh, pokoknya ada banyak yang terkuak, sejarah telah dipermainkan untuk kepentingan sekelompok orang.

Tidak hanya sejarah, buku ini juga banyak menyinggung tentang idealisme, egoisme, keserakahan, intrik, pergaulan bebas, kepercayaan, semangat nasionalisme, pengabdian, cinta dan cita2.

Tentang alur ceritanya, yang dimulai dengan pembunuhan berantai terus dikaitkan dengan pencarian serat ilmu yang konon katanya adalah peninggalan peradaban atlantis yang memanfaatkan rasa nasionalis buta dari generasi muda yang gelisah. Hihi... banyak yang tak terduga, tapi tentang ending dimana Timur Mangkuto akhirnya akan bersanding dengan partner kerjanya Eva Duana sudah ketebak.

Buku ini memang buku lama, tapi pembahasannya tak lekang oleh zaman. Buku ini adalah mulut kegelisahan dari penulisnya yang mencoba berteriak “Biar semua dunia tahu dan mengerti bahwa Nusantara ini bukan sekedar serpihan bekas kolonial belanda! Nusantara kita mungkin lebih tua dari negeri utara. Hegemoni utara yang membuat negeri2 selatan menjadi kerdil dan lupa akan sejarah panjangnya sendiri” (Paragraf terakhir dalam buku Negara Kelima). Buku ini juga mencoba menarik sisi2 idealisme kita dengan mencoba membangun kembali harapan2 tentang indonesia yang lebih baik. Sangat sangat sangat Layak untuk dibaca dan di koleksi. Klik tulisan ini jika ingin mendapatkan versi e-book dari buku Negara kelima.

Happy readiiing!
Profile Image for Ika Diyah.
31 reviews4 followers
March 26, 2009
Well, another “madness” in E.S ito’s book..salut banget melihat penulis yang segitu antusiasnya bongkar lagi buku2 kusam sejarah demi merangkaikan sebuah karya. Yang meskipun butuh waktu lama untuk memilahkan urusan fiksi dan fakta di dalamnya, tapi menarik..sungguh..aku berani bilang kalo kita punya Dan Brown versi Indonesia. Bahkan mungkin yang ditampilkan lebih menarik, kita akan menemukan banyak hipotesis dan sintesis dimana-mana. Mungkin kesan awalnya akan membosankan dan melebar kemana-mana. Tapi dia hanya ingin mendudukkan kita sebentar untuk menjelaskan lebih dalem, bahwa sesuatu yang kita sebut awal..ternyata juga punya awalannya yang lain. Dan itulah sejarah bangsa ini..bagai rangkaian benang kusut yg sulit terurai dan bingung mulai dari mana mau menguraikannya. Dan aku seperti kebanyakan anak muda jaman sekarang, seringkali nggak sabar mendengarkan “dongeng” sejarah..nggak sadar kalau itu semua sangat penting. Sepenting proses kita menemukan jati diri sebagai bangsa selatan yang beradab.
Ceritanya bergulir dari kisah seorang polisi jujur yang dituduh sebagai salah satu agen teroris, Kelompok Patriotik, yang ditengarai jadi pelaku pembunuhan berantai..Suasana teror ini ternyata di-create oleh tangan2 intelektual yang menginginkan “benda warisan sejarah yang lebih tua dari Indonesia” yg akan mendatangkan keuntungan materi kepadanya, seorang profesor sejarah, Budi Sasmito dan Prof.Amir. Budi Sasmito menggunakan tangan kepolisian untuk menemukan benda itu, sementara Prof.Amir menggunakan tangan Kelompok Patriotik, yg pada akhirnya berhasil menemukan Serat Ilmu, warisan sejarah peradaban itu. Kerakusan orang ini menyeret banyak orang terlibat dalam perburuan harta karun yang menelan banyak korban2 yg tidak ada relevansinya,..karena itu tadi, terlalu banyak orang yg terlibat, terlalu banyak kepentingan yg harus diredam. Kelompok Patriotik muncul dari kegelisahan generasi muda yg sudah muak dengan kebobrokan bangsa ini dan memunculkan ide untuk menciptakan Negara Kelima..yang diilhami oleh sejarah kebangkitan Atlantis (negara pertama), Sriwijaya (negara kedua), Majapahit (negara ketiga), PDRI 1948 (negara keempat). Untuk masa depan bangsa yg lebih baik.
Serat Ilmu yg jadi pangkal konflik ini sudah ditemukan dari awal cerita ..scene perebutan benda ini nggak terlalu seru,,cuma mendominasi beberapa lembar novel ini, tapi..proses menemukan tempat dan waktu yang digunakan Kelompok Patriotik untuk mendeklarasikan Negara Kelima, sambil membawa Serat Ilmu dan Lempengan Tatagratha sebagai simbol kebangkitan peradaban baru itu yg panjang dan seru. Sang polisi jujur, Inspektur Satu Timur Mangkuto, cuma tumbal yg tanpa diduga berhasil membongkar konspirasi ini. Dengan bantuan dua kepala sejarawan, Eva Duani dan ayahnya. Dengan data dan riset yang berlimpah, bisa dimaklumi kalo kadang penulis pernah kedodoran dalam menyambung benang merah. Tapi nggak gagal kok usahanya.Mentransfer banyak ilmu, wawasan baru, juga perasaan “merasa dikuliahi”..but it’s really interesting, lama nggak ngerasa kaya gini. Nggak se-skeptis Rahasia Meede (itu point yg lebih baik). Tapi penulis tetap meniupkan angin penasaran di kepalaku. Aku paling suka pemaparan Duani Abdullah, ayah Eva Duani tentang hipotesis bahwa Atlantis yang tenggelam adalah Indonesia, juga lewat penjelasan dua orang Minang informan Timur Mangkuto tentang Tambo yang luar biasa. You know guys,,Indonesia is damn rich!
Profile Image for Pirhot.
26 reviews4 followers
September 25, 2008
baru kali ini ada penulis Indonesia yang berani untuk menulis novel sejarah yang dibumbui dengan intrik dan konspirasi disana-sini. belum lagi disertai hipotesis mengenai keberadaan sebuah peradaban yang bahkan belum ada kesepakatannya di luar sana.

E.S.Ito memang termasuk berani untuk menulis dengan gaya seperti ini. istilah bekennya sekarang, a la Dan Brown. Gaya penulisan Dan Brown sendiri sudah banyak didahului oleh penulis-penulis novel thriller best seller di Amerika Serikat (AS) sana, tetapi berhubung terkenal pas novel kontroversial Dan Brown diterbitkan, akhirnya orang lebih mengenal sebagai gaya Dan Brown. Usahanya ini kurang lebih sama seperti Eliza V. Handayani (satu almamater dengan E.S.Ito dari SMA Tarnus) yang menulis novel Area X, yang menurut gua juga merupakan novel breakthrough untuk ukuran Indonesia. Kedua-duanya sama-sama memberikan wacana yang jarang (kalau tidak mau dibilang tidak pernah) disentuh oleh penulis fiksi di Indonesia, dan menurut gua kedua-duanya berhasil untuk mewujudkan idealisme-nya. entah bagaimana dengan penjualannya.

Indonesia memang sebuah bangsa yang minder. menurut gua hal inilah yang ingin diangkat oleh E.S.Ito dalam novel ini. Indonesia sudah terlalu "enak" dijajah oleh kelompok yang dinamakan "Barat" sehingga apa-apa yang tidak berbau "Barat" tidak akan disukai oleh orang Indonesia. bahkan kalau perlu, kita sendiri "murtad" menjadi Barat dengan berbagai aksesori dan topeng. Nah, dalam novel ini, dikisahkan bahwa benua Atlantis yang melegenda karena peradabannya yang begitu tinggi, dipercayai berada di wilayah Nusantara, dan Sriwijaya serta Majapahit merupakan sisa-sisa dari peradaban Atlantis. Hipotesis mengenai keberadaan Atlantis di Indonesia memang kontroversial, karena selama ini eksistensinya sendiri masih diperdebatkan. Selain itu, isu mengenai Atlantis telah didominasi oleh "Barat" sehingga hipotesa bahwa Atlantis sesungguhnya berada di wilayah Dunia Ketiga, akan dikesampingkan begitu saja. Mungkin arogansi inilah yang seharusnya dilawan oleh orang Indonesia, bahwa sejarah dunia bukanlah hanya dimonopoli oleh sejarah Barat saja.

Ide yang dibawakan oleh penulis inilah yang membuat gua terkesan. Memang, gaya penceritaannya bagus, tetapi tidaklah istimewa. Ide yang dituangkan melalui teka-teki angka, bahasa-bahasa daerah yang esoterik, menjadi sebuah nilai plus, tetapi bukan critical point yang menjadi keunggulan buku ini.

perbaikan terhadap kondisi mental bangsa Indonesia menurut gua melatarbelakangi sekaligus menjadi grand design bagi penulisan novel ini.
Profile Image for Andris Sambung.
39 reviews3 followers
January 18, 2020
Buku yang terlambat saya baca pastinya. Awalnya kenal Es Ito lewat Filmnya Republik Twitter. Setelah membaca bukunya herry Sutresna dia menyebutkan buku Negara Kelima sebagai salah satu narasinya, saya penasaran dengan Negara Kelima ini. Judul yang subversif ku pikir. Sebagai sebuah cerita, buku ini sangat membantu saya untuk berpikir kembali. sejarah mana saja yang disembunyikan, Es Ito menyadarkan pembaca bahwa Indonesia bukan negara yang mempunyai sejarah pendek. Indonesia adalah negara berkemajuan dari masa lalu, yang dikerdilkan oleh narasi-narasi penguasa yang bodoh akan nalar. Menerima begitu saja tanpa mau mencari tahu lebih dalam. Narasi Es Ito dengan pendekatan sejarah ribuan tahun membuat kita tergerak untuk mencari lebih lanjut apa yang sebenarnya kita (Indonesia) punya. Terlepas dari perdebatan Atlantis itu di Nusantara atau tidak. Namun sepirit untuk menggali lebih jauh tentang keberadaan bangsa Indonesia, buku Negara Kelima menjadi harus untuk menghuni rak buku anda sekalian
Profile Image for erry.
120 reviews76 followers
July 23, 2008
atlantis. misteri terbesar umat manusia. sebuah kisah kuno tentang peradaban maju pertama di dunia yang tenggelam sekitar 11000 thn lalu. satu satunya dokumen tertulis yang menceritakan tentang negeri itu adalah kisah plato dalam 'timeaus and criteas'. benarkah atlantis itu adalah nusantara kuno??? lantas apa hubungannya atlantis dengan kelompok yg menamakan diri mereka kelompok patriotik radikal??
ide ceritanya lumayan orisinil, baru buat dunia penulisan indonesia. dengan cara penulisan yg ala dan brown. mencoba menarik sejarah hingga ke masa ribuan tahun. campuran antara fiksi, sejarah, mitos dan khayalan. yang pasti bikin saya bertanya-tanya. benarkah nusantara itu adalah atlantis kuno?? ada sedikit rasa aneh timbul ketika mendengarnya. kalo bener hebat juga yach??
Profile Image for Fiary.
244 reviews16 followers
October 13, 2008
Banyak yang bilang ceritanya menarik, maka aku pinjam buku ini di perpus. Penasaran, kayak apa sih ceritanya. Tapi di awal-awal baca, serasa udah bisa ketebak jalan ceritanya….alur cerita ala Dan Brown.

Kisah fiksi yang penuh intrik, ketamakan yang sejak awal cerita telah membangun ketegangan dan ditambah dengan latar belakang paparan sejarah. Sayang, ending cerita agak terburu-buru,sehingga kelompok KePaRad yang akan mendirikan negara kelima hanya jadi penonton….

Karena senang sejarah & mitologi, jadi asyik menyimak kisah atlantis dan sejarah kerajaan-kerajaan di nusantara ini.

Buku ini memperkaya khasanah cerita bergenre ala Dan Brown dengan gaya Indonesia.
Profile Image for e.c.h.a.
509 reviews257 followers
February 1, 2009
Buku pertamanya ito, jujur gw lebih suka rahasia meede. Tetep pake cerita sejarah hanya utk buku ini ito, membawa legenda atlantis ke dunianya. Sangat chauvinisme krn bener2 mengangkat sumatera barat. Gw akui khayalan ito top bgt, ciriny tetep sama membawa sedikit unsur politik dalam lingkupan arkeologi. Atlantis adalah nusantara..pemikiran hebat.
Profile Image for Monaria Yulius.
230 reviews16 followers
December 22, 2012
I like this book very much. I like more than rahasia meede. Piawai menyatukan kisah mitologi yunani kuno, majapahit, sriwijaya, indonesia and nusantara, and specially about tambo minang. Karena saya orang minang kali ya?... But this is really good novel. Mistery, history, love...
Buku yang saya rekomendasikan buat di baca
Profile Image for Ordinary Dahlia.
284 reviews
July 8, 2008
Arti negara kelima...
Haaaaaaaaaah???
Atlantis?
Kamsudnya apa sey?
Akh' Masa???
mmmm....mmmm....
*Mengerutkan kening*

Mnurut pengarang begito yah?
Oooooo...
*nutup buku, ngusap keringat*
Profile Image for Wina S. Albert.
164 reviews2 followers
October 12, 2024
Setelah membaca Negara Kelima, saya merasa seolah baru saja menyaksikan sebuah drama tragis yang dibalut dalam komedi hitam. Novel ini menggambarkan dunia yang absurd, di mana karakter-karakternya berjuang dalam labirin korupsi dan hipokrisi, sembari berusaha mempertahankan citra baik di depan publik. Seolah-olah, ES Ito ingin berkata, "Selamat datang di Indonesia yang sangat nyata, di mana kebenaran dan keadilan hanya ada di dalam judul berita."

Novel ini mengeksplorasi hubungan antara kekuasaan dan korupsi dengan cara yang sangat ironis. Seorang komisaris besar berjuang untuk menjaga integritas di tengah sistem yang sudah busuk. Ini seperti melihat seorang pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api sambil berdiri di atas tumpukan bahan bakar. Pesan satir di sini adalah, ketika kekuasaan dan kepentingan pribadi bertabrakan, kejujuran sering kali menjadi korban. Novel ini menegaskan bahwa dalam dunia yang korup, bahkan niat baik pun bisa berujung pada keburukan.

Satu lagi makna yang jelas adalah kritik terhadap masyarakat konsumeris. Hotel Xabhira, dengan semua layanan "ekstra"-nya, menggambarkan bagaimana manusia diperlakukan sebagai barang dagangan. Ini adalah refleksi satir tentang bagaimana nilai-nilai kemanusiaan sering kali diabaikan demi kepentingan materi. Dalam konteks ini, ES Ito seolah berteriak, "Selamat datang di pasar manusia! Siapa pun yang membayar lebih, berhak mendapatkan lebih!" Hal ini mengajak saya untuk merenungkan seberapa jauh kita telah terjebak dalam budaya konsumsi yang merusak.

Meskipun Negara Kelima memiliki banyak aspek menarik dan pesan yang kuat, ada beberapa kekurangan yang mungkin perlu diperhatikan, terutama dari segi penulisan dan riset:

1. Salah satu kekurangan yang terasa adalah pengembangan karakter yang tidak mendalam. Meskipun Riantono sebagai tokoh utama memiliki konflik internal yang menarik, beberapa karakter pendukung terasa datar dan kurang berkontribusi pada alur cerita.

2. Novel ini kadang-kadang mengalami pacing yang tidak konsisten. Beberapa bagian terasa lambat dan bertele-tele, sementara bagian lain melaju terlalu cepat tanpa memberikan cukup penjelasan.

3. Dari segi riset, terdapat beberapa elemen yang tampak kurang mendalam. Misalnya, penggambaran tentang praktik kepolisian dan prosedur hukum terkadang terasa terlalu klise atau tidak realistis. Penulis bisa melakukan riset lebih lanjut untuk memberikan gambaran yang lebih akurat dan kredibel tentang bagaimana sistem hukum dan kepolisian bekerja di Indonesia, sehingga cerita terasa lebih autentik.

4. Dialog antar karakter terkadang terasa kaku dan kurang alami. Beberapa percakapan tidak mencerminkan cara berbicara yang umum di masyarakat, sehingga dapat mengurangi keaslian karakter. Menghadirkan dialog yang lebih realistis dan sesuai dengan karakter masing-masing akan meningkatkan daya tarik cerita.
Profile Image for Nadia A.
12 reviews
May 17, 2022
Ini novel es ito kedua yang aku baca setelah Rahasia Meede. Premisnya menarik, cara penulis bercerita dan menciptakan masalah serta twistnya mirip Rahasia Meede. Tegangnya dapet ketika di bab-bab akhir. Tapi karena aku kurang tertarik dengan konspirasi Atlantis, ada bab bagian penjelasan dialog Timaeus dan Critias yang butuh waktu lama untuk aku baca. Jujur, aku gak percaya teori kalo Atlantis itu di Indonesia hahaha. Tapi perpaduan antara fakta sejarah dan fiksi di sini sangat menyenangkan untuk disimak.

Dari segi alur dan plot sangat oke. Plotnya matang, alurnya mengalir. Membaca buku ES Ito vibenya seperti nonton film thriller. Tetapi ekspektasiku terhadap buku ini ternyata ketinggian karena aku lebih suka buku Rahasia Meede.
Profile Image for Ririenz.
62 reviews26 followers
April 20, 2009
NEGARA KELIMA
E.S ITO

Sebenarnya novel ini sudah cukup lama mendiami di “ Kotak Harta Karun_Q ”n namun baru sempat Q_jamah sekarang. Seperti “ Rahasia Meede “ karya lain E.S Ito yang pernah Aq baca sebelumnya, “ Negara Kelima “ jg menyajikan drama thrillers penuh intrik2 pelik yg sering menukik hingga mengembang dalam ketegangan yg sangat mencengangkan bahkan terkadang menggelikan.

Mungkin bagi yang sudah membaca novel ini setidaknya bisa meng-amini pendapat_Q soal novel ini. Menurutku Negara Kelima kok taste-nya hampir mirip dengan Davinci Codenya Dan Brown yah… Gaya berceritanya serta pengungkapan dan penelusuran fakta2 sejarahnya yg dihadirkan oleh keduanya jg hampir mirip. Selain itu keduanya Aq rasa keduanya menyukai sesuatu yg berbau provokasi dengan melakukan pembelokan thd fakta2 sejarah tsb. Tidak heran sih coz mungkin memang sekarang genrenya novel2 yang berbasis study dan riset yang kuat. Di Indonesia sendiri study dan riset untuk menghasilkan novel sudah dimulai sejak lama, dan salah seorang masternya adalah Pramoedya Ananta Toer. Sangat menakjubkan jika bisa menikmati kuartet Pulau Buru.

Seringkali Aq sedikit “ gagap “ jika membaca novel2 yg beraroma sejarah coz mau tidak mau Aq harus membongkar peti memori_Q untuk mendapatkan file2 sejarah nusantara yg telah mengendap cukup lama di otak_Q. Di Negara Kelima ini jg mengisahkan tentang dunia yang hilang yaitu peradaban Atlantis yang terungkap lewat Kitab Dialog antara Timaeus dan Critias karangan Plato. Hohohoho… Aq benar blank soal itu…
Aq jadi flash-back ke masa sekolah dulu. Seingat_Q waktu itu salah satu stasiun TV ( entah yg mana Aq lupa ) menayangkan serial Deny si manusia ikan yang dapat hidup di dua alam: air dan darat coz secara fisik tubuhnya memang mempunyai kelebihan yg tidak dimiliki manusia normal yg hidup di darat. Seperti ada selaput disela2 jari2 tangan dan kakinya, lalu adanya katup di belakang daun telinganya dan lainnya Aq sdh lupa. Di serial itu jg diceritakan knp Deny berbeda dengan manusia yg lainnya? Jawabannya adalah karena dia satu2nya penduduk benua atlantis yang selamat ketika peradaban mereka hancur.

Tapi yang bikin Aq syock sekaligus tertawa geli adalah ketika E.S Ito menceritakan gmn jalannya superioritas ras Atlantis bisa sampai di Indonesia dan hal itu erat kaitannya dengan asal muasal suku Minang Kabau di Sumatera Barat. Gak kebayang deh jika seorang chauvinist membaca novel ini. Suku Minang adalah ras arya negeri ini???? Aq rasa hal itu terlalu berlebihan meski Aq sendiri gak memungkiri jika banyak cendekiawan bangsa ini yang berasal dari suku Minang. Sebut saja Tan Malaka, Bung Hatta, Sutan Syahrir atau Chairil Anwar. Jika mereka merasa superior untuk apa mereka berjuang mati2an untuk negeri ini???? Untungnya sebagai jawa tulen Aq gak seperti itu, Aq hanya tertawa geli menilai sense of homor -nyaE.S Ito. Narsis Abezzzz…. Tapi Aq maklum namanya juga cerita fiksi jadi butuh sesuatu yang berbau kontroversi untuk supaya bisa beda dlm segala hal.

Kisah ini dibuka dengan ditemukannya mayat seorang wanita muda di hotel Xhabira oleh KomPol Melvin. Ternyata kejadian ini bukan kasus pembunuhan biasa karena: pertama yg terbunuh adalah puteri KomBes Riantono yang mjd Komandan DetSus anti teror Polda Metro Jaya dan yg kedua pembunuh itu meninggalkan jejak berupa tato pyramid yg merupakan lambang KePaRad. Pembunuhan itu menjadi titik awal kehancuran KePaRad karena selain Lidya , kedua sahabatnya yaitu Maureen dan Ovi jg ikut terbunuh sedangkan Elish selamat.

Pada waktu yang hampir bersamaan KePaRad jg melancarkan serangkaian aksi teror yg meresahkan masyarakat dengan mengacaukan sejumlah system pada sarana jg prasarana pemerintah dan masyarakat. Dalam setiap aksinya mereka selalu meninggalkan pesan yg berusaha mengancam otoritas pemerintah Indonesia
Bubarkan Indonesia
Bebaskan Nusantara
Bentuk Negara Kelima

Penyelidikan terhadap serangkai pembunuhan itu membuat konspirasi ditubuh kepolisian jg ikut terancam karena Inspektur Timur Mangkuto yang merupakan tumbal dari gerakan bawah tanah itu tidak tinggal diam. Timur Mangkuto dengan dibantu oleh sejarawan Duani Abdullah dan anaknya Eva Duani berusaha memecahkan teta-teki tentang Negara Kelima yang bersumber pada peradaban Atlantis yg diusung Plato dalam Kitab Dialog Timaeus dan Critias. Aq bingung banget dengan bagian ini coz korelasinya terlalu jauh. Menurut_Q ide untuk memasukkan Negara idealnya Plato dalam konsep Nusantara kok sepertinya dipaksakan sekali dan terlalu banyak kebetulannya. Jadi kesan thrillersnya hilang deh….

Seperti film2 action Amrik sang jagoan pasti menangnya belakangan. Hal ini sepertinya jg berlaku dalam Negara Kelima coz diakhir cerita Timur Mangkuto setelah melalui beberapa kemelut yang nyaris berujung maut, berhasil mengungkapkan konspirasi itu sekaligus mendapatkan “ pialanya ( Eva Duani ) “ .

Menurut_Q novel ini sebenarnya berusaha tampil idealis dengan menangkap kegelisahan kaum muda terhadap semua kebobrokan yg terjadi di Negara ini. Dan Aq yakin E.S Ito pasti melakukan riset yg sangat mendalam supaya novel ini gak cuma jadi bacaan biasa saja. Tapi nyatanya pada tengah sampai akhir cerita novel ini seperti kehilangan rohnya padahal diawal cerita sudah mengusung keabadian Negara Idealnya Plato lalu, kemegahan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Penulis sepertinya kedodoran dalam menghubungkan antara mitos yg sudah tak berbilang abad dengan sejarah dan cita2 bangsa ini di masa depan. Dan akhirnya yg tersisa hanya “ Bad Guys and Good Guys “. Sayang sih…tp tak apalah bila dibandingkan Aq yg sejauh ini cuma bisa comment doank…


~* Rienz *~

Profile Image for Agnes Setiawati.
26 reviews2 followers
July 10, 2019
Karya ES Ito emang ga pernah mengecewakan. Tapi untuk buku ini, alurnya bisa ditebak. Ga seperti rahasia meede yg lebih kompleks.

Seperti biasa, riset sejarahnya sangat mantap dan dikemas dengan cara yg apik. Baca buku ini juga lumayan lama. Alasannya penasaran dengan kebenaran fakta sejarah yg ada di buku. Jadi sering searching terkait sejarahnya juga.

Walaupun beberapa orang bilang fakta Atlantis itu Indonesia (seperti yang ada di buku ini) pemaksaan, namun karya ini tetap patut dinikmati.

Dan Brown Indonesia? Terserahlah, saya suka karyanya
Profile Image for Dwi Ananta Putra.
28 reviews2 followers
November 19, 2017
Ini adalah buku kedua karya E.S Ito yang saya baca setelah rahasia meede. E.S Ito adalah penulis yang layak digaungkan namanya. Saya rasa perlu “meditasi” panjang untuk menulis buku secerdas ini, untuk mengaitkan sejarah2 nusantara dengan keberadaan atlantis, dan akhirnya terhubung dengan konspirasi kriminal di masa kini. Saya berharap E.S Ito tidak berhenti sampai disini untuk menelurkan masterpiece2 lain buah pemikirannya.
Profile Image for Anisa Subekti.
2 reviews
October 5, 2020
Jujur aku suka genre ini. Setelah baca Rahasia Mede - entah mungkin 10 tahun lalu - aku selalu ingin baca Negara Kelima ini. Sampai akhirnya aku baca tapi ekspetasiku terlalu tinggi. Awal cerita begitu membosankan... Walaupun begitu, aku paksakan baca sampai habis. Aku berharap E.S. Ito akan mengeluarkan lagi karya-karya yang menarik lainnya.
Profile Image for Novy Rachma.
2 reviews
March 16, 2021
ini bukunya sangat keren, sayangnya versi cetaknya susah didapatkan....dari berbagai buku yang saya baca, buku ini paling luar biasa, setelah baca 2 bukunya, saya sudah tidak lagi mendapatkan karya dari E.S Ito Lagi
Profile Image for Ananda Fitria.
12 reviews1 follower
May 5, 2018
Mind blowing. A must read. The activity from characters it self is sooo details and well described. The story itself could made me imagining myself in the situation. Great job!
Profile Image for Ummi Maya.
68 reviews
June 7, 2013
Raganya Indonesia tetapi jiwanya tidak lagi Nusantara
Satu kelompok berkuasa, sisanya pengaya saja
Sebagian kecil kelompok kaya, sisanya menanggung derita
Bubarkan Indonesia. Bebaskan Nusantara. Bentuk Negara Kelima
-Kelompok Patriotik-

Alhamdulillah, selesai juga "melahap" Negara kelima, buku kedua karya ES ito ini masih luar biasa. Membuat saya takjub dengan kejutan-kejutan di tiap halamannya dan membuat saya tidak bisa berhenti membacanya (Jika tidak karena kewajiban terhadap Syifa, sudah lama novel ini selesai.)
Novel ini masih mengangkat cerita dengan genre misteri yang berlatarkan Sejarah Indonesia. Jika pada Rahasia Meede ES ITO hanya fokus pada satu daerah yaitu Jakarta, kali ini lebih luas, mencakup jawa keseluruhan hingga pedalaman sumatera, lebih tepatnya Minangkabau.
Cerita di buka dengan peristiwa pembunuhan yang menjadi sebab bermulanya pembunuhan-pembunuhan selanjutnya. Kasus pembunuhan yang ada tidak di tangani bagian Kriminal dan Reserse, melainkan di tangani oleh DETSUS antiteror yang menganggap pembunuhan tersebut berkaitan dengan Kelompok Patriotik (KePaRad)yang ingin membelot dari Indonesia,membuat Rudi dari bagian Kriminal dan Reserse kecewa dan memutuskan untuk menyelidiki sendiri, persis sebelum kematiannya Rudi menitipkan semua hasil penyelidikannya, berikut Nama Eva Duani Abdullah, anak seorang Sejarahwan sekaligus mantan pacanya kepada Inspektur Satu TImur Mangkuto, sahabatnya di Detsus Antiteror.
Kematian Rudi membuat Timur Mangkuto menjadi buron, bersama Eva Duani mereka menyelesaikan teka-teki Negara Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat dan Kelima, yang membawa mereka pada untaian panjang sejarah tentang negeri yang hilang, Atlantis hingga pada masa penjajahan Indonesia. untuk menemukan Misteri Negara Kelima dan siapa sesungguhnya dalang dari semua pembunuhan tersebut.
Selama membaca buku ini, saya hanya bisa membayangkan dengan takjub apakah benar bahwa Indonesia adalah Atlantis yang hilang? WOW... ES ITO mampu menyambungkan setiap sejarah yang ada, dari Atlantis menyambung ke Sriwijaya, Majapahit, kemudian ke PDRI dan terakhir adalah Krakatau ,walaupun pada cerita Atlantis, Sriwijaya, majapahit ada beberapa perbedaan, dengan buku-buku yang pernah saya baca, tapi tidak lantas menghilangkan kejutan-kejutan yang saya dapat.
Bahkan saat sejarah PDRI (saya segera mencari tentang PDRI) di ceritakan, saya kembali takjub dengan detail yang di berikan oleh ES ITO. Pemeritahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang tidak pernah heboh di bicarakan oleh buku-buku sejarah di Sekolah selama ini, ternyata merupakan tali penyambung yang sangat penting dalam sejarah Indonesia.
Hanya saja saya agak kecewa dengan pengakhiran cerita yang terasa kurang greget. akan tetapi secara kesuluruhan novel ini patut di rekomendasikan sebagai bacaan berkualitas terutama untuk para generasi muda yang sering malas membaca sejarah, bikin ngantuk katanya. tapi percaya deh, buku ini akan bikin anda melek dan tak berhenti membacanya. AYO BUDAYAKAN MEMBACA!!


Profile Image for Hasanuddin.
254 reviews16 followers
August 4, 2009
Saling silang sejarah menyesaki buku ini. Bagi yang tak menyukai urut kacang sejarah, membaca buku ini bisa membuat dahi kian berkerut. Latar belakang cerita dimulai dari runtuhnya peradaban Atlantis. Konon, peradaban termaju dipenghujung zaman es yang berusia 11.000 tahun SM. Menurutku absurd. Meski hanya cerita fiksi, dan tak perlu menyangkut pautkan dengan realita dan fakta yang ada. Pemikiran perdaban Atlantis adalah yang termaju sulit untuk dipercaya. Sehingga membaca buku ini seolah-olah hanya sekedar membaca bukan sebagai penikmat karena pemaparan yang bertolak belakang dengan realitas.

Bukti arkeolog tidak pernah menunjukkan ada perdaban yang lebih tua dari Mesir, Mesopotamia, Cina bahkan Yunani dan Romawi. Akhirnya dalam membaca buku, tidak bisa menikmati lantaran pertentangan dengan fakta sejarah. Bahkan jika merunut karya ES Ito baik dari buku satu hingga yang kedua. Penulis novel tidak dapat lepas dari perangkap banyaknya nama tokoh yang bersliweran. Sehingga dalam memahami cerita semakin rumit.

Hal yang tidak dapat diterima lainnya. Di buku diungkap Atlantis tenggelam membuat banjir seluruh bumi. Tenggelamnya Atlantis diperkirakan letusan gunung yang maha dahsyat. Pertanyaannya... Jika dalam peridoe Juras terjadi dentuman meteor ke bumi sehingga mengakibatkan berkahirnya zaman Dinosaurus. Bumi membutuhkan puluhan ribu tahun untuk pulih. Termasuk diantaranya membentuk ekosistem baru.

Kembali ke tenggelamnya Atlantis dikarenakan letusan gunung maha dahsyat telah mengakibatkan cuaca berubah menjadi lebih hangat dan mencairkan salju. Imbasnya air laut menjadi naik (pasang) dan pada akhirnya Atlantis tenggelam. Perubahan kondisi ekstrim, sudah pasti akan ada revolusi dalam perubahan ekosistem. Perubahan ekosisitem yang cepat dan mendadak dibutuhkan waktu yang sangat lama pula untuk stabil. Jika suatu letusan mampu menenggelamkan benua... Butuh berapa puluh ribu tahun ekosistem untuk pulih dan stabil???

Dan anehnya jika perdaban-peradaban setelah Atlantis adalah bentukan orang-orang kuno Atlantis... Bukannya saat itu seharusnya masih terjadi "pemulihan" iklim dan eksosistem akibat efek letusan dahsyat??? Artinya, peradaban yang muncul kemudian seharusnya menjadi kian muda ribuan tahun. Bisa saja perdaban Mesir dimulai 2000 tahun SM tidak 4000 tahun SM. Salah satu syarat terbentuknya perdaban adalah akses migrasi manusia. Jika akses susah dikarenakan iklim yang ekstrim, makhluk hidup (manusia) lebih cenderung mengamankan klan atau kelompoknya sendiri.

Penulis kurang memadukan sains biologi dalam penulisan novel ini. Namun, untuk pesan yang terkandung dalam novel. Saya sangat salut pada penulis. Kita harus bangga menjadi orang Indonesia! Salut ES Ito!
Profile Image for Palsay  .
259 reviews38 followers
March 16, 2009
(3,5 star lah sebenernya..)

Meskipun banyak komentar negatif tentang buku yang sempat membuatku enggan membacanya, tetapi ternyata Tuhan berkehendak lain...seorang teman tiba2 mengirimkan buku ini kepadaku sehingga akupun membacanya.

Negara Kelima menceritakan tentang gagasan besar Nusantara, sejarah yang terukir dan hubungannya dengan benua Lemuria yang hilang dimana konon, negara Atlantis pernah berdiri.
Semua yang mengetahui sejarah, mengenal Plato, Aristoteles dan Alexander the Great. Dan semua yang mengetahui sejarah Nusantara tau, bahwa kita pernah punya Dapunta Hyang, Syailendra, Kertarejasa, Jayanegara, Adityawarman dan kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya, Singasari dan Majapahit.
Nah, buku ini adalah pertautan ide dari tokoh-tokoh diatas, pembentukan kerajaan-kerajaannya sebagai latar belakang pencarian artefak kuno dari peradaban Atlantis yang hilang.
Oya yang menarik adalah asal-usul perubahan konsep patrilineal menjadi matrilinealnya bangsa Minang. Ternyata orang Minang itu agak2 Chauvinis juga yah..hahaha...

ES Ito, seperti dalam buku keduanya yang saya baca lebih duluan, masih mengemukakan kekhawatirannya akan kemerosotan nilai generasi muda dan ketidakpedulian akan sejarah bangsa ini. Kelompok Patriotik Radikal (Keparad) yang dikisahkan terdiri dari anak-anak muda dengan struktur hirarki yang tertutup dijadikan tak lebih sebagai alat oleh tokoh-tokoh yang beragam profesinya, mulai dari ilmuwan sejarah, sampai oknum perwira polisi. Motifnya tak lain tak bukan adalah uang. Sekali lagi, Money is the root of all evil.

Tapi agak aneh juga jika kelompok tersebut yang diceritakan sudah lumayan besar, dan terdiri dari anak-anak muda yang lumayan berpendidikan dapat menerima konsep kebangkitan Nusantara dengan cara-cara ritual mistis a la paganisme. Apalagi tokoh-tokoh Keparad ini juga kurang diekspos secara lebih terhormat.

Eniweiii...saya suka dengan ide dua tindak kriminal yang tidak berhubungan tetapi dipertautkan sehingga mengacaukan tebakan pembaca. Tetapi mungkin penulis akan lebih jago lagi meramunya dalam buku-buku selanjutnya sehingga ide besar semacam Lemuria-Atlantis-Nusantara ini lebih bisa menarik perhatian kalangan pembaca dan syukur2 bisa meningkatkan kunjungan wisatawan yang ingin membuktikan lengkung terluar Lemuria yang ada di bagian Barat Nusantara...hehehe...

Yang jelas, kalau saya orang Minang, buku ini pastinya akan saya rekomendasikan kepada semua orang...:))


*alah kacau meren euy ripiunya..hehehe*
Profile Image for Pras.
36 reviews76 followers
October 6, 2007
Dari satu sisi buku ini terobosan buat genre baru, jujur aja novel-novel indonesia jarang yang pake latar belakang riset atau studi yang kuat.Memang Negara kelima juga tidak sempurna dalam menyajikan fakta2 sejarah, lagipula ini kan buku fiksi..ya maklum-maklum saja. Ada beberapa buku yang menurut gw lebih tidak menapak pada realita, contohnya adalah area-x yang menurut gw lemah bgt penggambaran dunia saintifiknya (karena penulisnya bukan saintis?)
Terus terang sehabis baca buku ini pikiran gw melayang kemana-mana, dari apa benar atlantis itu di nusantara sampe pikiran ekstrem mau buat kelompok pemberontak yang isinya anak2 muda (karena negeri ini udah dibusukin sama orang2 tua),tuh kan jadi ekstrem. Dan kalau suatu buku bisa membuat kita berpikir dan menautkan pengetahuan kita terdahulu dan menimbulkan tautan2 baru berarti buku itu adalah buku yang bagus.
Ditambah lagi latar belakang yang dipakai buku ini berupa lingkungan yang kita kenal yaitu Jakarta dan Depok. Dengan latar belakang penulis yang mungkin pernah merasakan kuliah di depok, ia bisa mengambarkan situasinya dengan detil dan tidak dibuat-buat.
Kelemahan utama buku ini sebenarnya ada pada cara bercerita yang aga bertele-tele, terutama ketika tambo dibacakan atau profesor (yg saya lupa namanya) menjelaskan legenda atlantis di rumahnya. Dan Brown juga menggunakan tehnik yang sama ketika Langdon bercerita pada sophie tentang sejarah awal kristen dan tautannya dengan leonardo da vinci. Tapi penceritaan Dan brown jauh dari membosankan, bisa dibilang seperti mengikuti kuliah sejarah dengan dosen DR.Indiana Jones..
Terakhir yang amat disayangkan adalah, plot yang sudah dibangun dengan bagus (walau aga lambat) diakhiri dengan ending yang "engga banget". Gw ga bakal ngeluarin spoiler disini kaya reviewer Kompas klo ngereview buku, bacalah sendiri dan anda akan mengerti.
Lepas dari kritik yang ada, buku ini awal yang bagus untuk genre baru di Indonesia.

nb:
Patung Adityawarman yang disebut di buku dan Tatagatha benar ada di musium gajah
Teori Nusantara adalah Atlantis bisa dilihat lebih lanjut di Situs www.atlan.org, walau otoritas ilmiah penelitinya perlu dipertanyakan lagi
Profile Image for Shinta.
1 review6 followers
October 24, 2008
Es Ito is like Dan Brown in Indonesian version...

buku ini sebenernya dah lama ada di rak buku kakakku, dan kakakku sendiri sudah mempromosikan dengan antusias betapa hebatnya buku ini, cuma baru-baru ini akhirnya sempat baca dan selesai...

saya bilang novel ini seperti karya Dan Brown karena dalam novel ini, ada peng-interpretasian sebuah sejarah yang memberikan pemcaba pengetahuan baru akan sesuatu yang sudah dianggap benar untuk bertahun-tahuan lamanya...
Adanya pembunuhan, misteri akan sesuatu yang harus dipecahkan dengan pemecahan kode-kode dan analisis dari berbagai sudut pandang ilmu (terutama sejarah dan geografi) yang memang butuh pembacaan dengan konsentrasi entah mengapa membuat saya merasa ada kemiripan akan cara penyampaian cerita ataupun pesan novel ini dengan karya-karya Dan Brown.
Alurnya pun cukup menarik, awalnya sedikit merasa terganggu dengan pengungkapan beberapa misteri yang sudah diungkapkan dari awal-awal cerita, terutama tentang kelompok KePaRaD, di mana serat ilmu berada, namun hal itu cukup terobati dengan banyak hal yang ternyata tidak mudah untuk ditebak. Hanya saja, saya sedikit kecewa dengan akhirnya yang kurang klimaks.

Namun di luar dari itu, menurut saya novel ini hebat, kalau bagi orang awam kayak saya, "wah... ternyata.."
nggak nyangka aja ternyata di Indonesia ada misteri-misteri dan konspirasi seperti itu, belum lagi kepikiran, "wah hebat ya pengarangnya, berarti pengetahuannya ok banget neh.." walaupun saya sendiri seringkali menemukan kesulitan untuk benar-benar mengerti kronologis sejarah yang dicoba dipaparkan dalam novel, tetap saja banyak hal yang membuatku ketika membacanya berpikir, apa iya ya..., benar nggak ya... atau bener banget tuh... dan saya sangat menyetujui pesan dari cerita ini yang sebetulnya mungkin berawal dari kegelisahan si pengarang melihat kondisi bangsa ini atau mungkin ide dan gagasan KePaRad adalah cita-cita terpendam dari si pengarang... (hehehe... main menyimpulkan sendiri...)

tapi, pokokna mah hebatlah... tapi kurang buming nya' bukunya?
Profile Image for Lestari.
12 reviews
March 11, 2016
Nusantara ini bukan sekedar serpihan bekas kolonial Belanda! Nusantara kita mungkin lebih tua dari negeri-negeri di utara. Hagemoni utara yang membuat negara-negara selatan menjadi kerdil dan lupa akan sejarahnya sendiri

Membaca buku Negara Kelima ini sensasinya sama seperti membaca buku The da Vinci Code, menerka-nerka dan menabrak-nabrak. Jika Dan Brown mengajak pembacanya untuk menelusuri jejak makam Bunda Maria (Maryam) hingga ke pelosok Prancis, ES Ito akan mengajak pembacanya untuk menelusuri jejak kebudayaan nusantara (nama lain dari Indonesia) hingga ke pelosok Sumatra, bertemu dengan rahasia-rahasia peradaban lampau yang sengaja ditutup rapat.

Tak banyak informasi yang bisa didapatkan mengenai siapakah ES Ito ini sebenarnya, ia hanya sempat menuliskan “ES Ito, lahir pada tahun seribu sembilan ratus delapan puluh satu. Ibunya seorang petani dan bapaknya seorang pedagang” dalam biografi singkatnya. Meski namanya sesingkat biografinya, karya yang dihasilkannya lebih panjang jalinan ceritanya, membentang dari masa lalu hingga saat ini, berpuluh-puluh tahun semenjak kemerdekaan.

Negara Kelima berkisah tentang suatu kelompok semi teroris yang menamakan dirinya KEPARAD (Kelompok Patriot Radikal) yang sedang gencar meneror Jakarta. Timur Mangkuto, seorang polisi yang ditugaskan untuk menyelidiki KEPARAD, menemukan bahwa KEPARAD bukan hanya kelompok semi teroris biasa yang menebarkan ketakutan demi kepentingan pribadi, melainkan sebuah kelompok yang menuntut diakuinya Negara Kelima yang sudah ada semenjak awal kemunculan Nusantara. Bersama Eva Duani, seorang peneliti sejarah, Timur berusaha untuk menyingkap tabir Negara Kelima yang digadang-gadang akan bangkit kembali.

Harus diakui ES Ito memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai sejarah Nusantara yang tidak banyak dikatahui, riset yang detail dan pemaparan yang cerdas membuat pembaca mudah untuk mengerti dan memahami, hingga akhirnya mempertanyakan kebenaran dari Negara Kelima. Apakah nyata? Atau hanya sekedar buah dari imajinasi belaka?
Profile Image for Rayya Tasanee.
Author 3 books23 followers
March 4, 2016
Aku suka awal ceritanya yang dibuka dengan kasus pembunuhan. Aku penasaran dengan otak di balik pembunuhan itu.

Novel ini menggabungkan sejarah Indonesia dengan kisah fiksi. Secara umum ceritanya bagus. Cuma aku kurang suka bagian tengah yang menceritakan raja-raja pada masa Kerajaan Majapahit, Sriwijaya, lalu rajanya, Adityawarman, nama-nama permaisuri, dll. Aku ga terlalu peduli sama itu. Yang kuingin tahu dalang pembunuhan yang disampaikan di awal cerita. Ternyata orang yang tak terduga.

Cerita dalam Negara Kelima hampir setipe dengan Da Vinci Code. Bedanya ini ga menyinggung masalah agama atau kehidupan religius. Temanya dunia kepolisian dan semangat pemuda. Kesamaannya dengan Da Vinci Code: di dalam Negara Kelima ini ada kode-kode yang harus dipecahkan. Berupa rangkaian kalimat teka-teki dan angka-angka yang ditulis oleh Prof. Duani Abdulllah untuk menemukan di mana itu negara kelima. Otak semua kekacauan yang terjadi adalah orang yang tak terduga.

Kupikir ide penulisan cerita ini kreatif, dinamis, dan cerdas. Padahal waktu bikin cerita itu kira- umur penulisnya baru 24 tahun. Tapi dia bisa mendiskripsikan kehidupan kepolisian seperti nyata. Mungkin penulis juga anggota kepolisian.

Ada banyak pesan moral dalam novel tsb. Di antaranya pemuda seharusnya berjuang untuk nusantara, bukan menjadi sampah yang hanya bisa hura-hura; warga indonesia seharusnya menghargai sejarah negaranya sendiri, bukannya mengambil sikap gak ambil pusing, dan harusnya polisi benar-benar mendedikasikan dirinya demi bangsa dan harga diri, bukannya demi uang apalagi sogokan. Jadi garis besar pesan moralnya adalah LOYALITAS.

Penulis begitu berani membaurkan sejarah Indonesia dan hasil imajinasinya sendiri. Yang menjadi pertanyaanku adalah apa penulis ga takut salah menceritakan sejarah? Maksudku dari segi akurasinya.

Well, di luar itu, novel ini secara umum seru meskipun agak kecewa dengan ending-nya.
Profile Image for Robert.
71 reviews16 followers
July 14, 2010
Tidak bisa disangkal, membaca novel ini, Anda akan selalu membanding-bandingkannya dengan novel "The Da Vinci Code". Banyak sekali kemiripan ide-ide ceritanya, bahkan kalau dilihat dari karyanya yang lain, boleh dibilang E.S. Ito berusaha menjadi "Dan Brown-nya Indonesia".

Sebuah konspirasi tingkat tinggi dengan latar belakang sejarah, melibatkan sekelompok organisasi rahasia bernama KePaRad (Kelompok Patriotik Radikal) yang bercita-cita mendirikan negara baru, Nusantara. Mereka mempercayai bahwa Atlantis yang melegenda itu justru terletak di Indonesia. Tokoh utamanya merupakan seorang inspektur polisi yang muda, tampan, dan cerdas, dibarengi seorang gadis cantik lajang sekaligus dosen ahli sejarah. Mereka berdua harus melarikan diri dari kejaran organisasi misterius tersebut dan juga kepolisian karena mereka telah terjebak dalam kasus konspirasi rumit. Mereka harus menemukan sebuah kebenaran secepatnya. Itulah yang menuntun mereka menelusuri dari museum Fatahilah hingga berkunjung ke seorang profesor ahli sejarah (mengingatkan saya pada sosok Richard Teabing dalam "Da Vinci Code").

Cara novel ini bercerita juga sangat "Da Vinci Code", dengan sesekali bercerita panjang lebar mengenai teori-teori sejarah Yunani Kuno dan kerajaan di nusantara kuno. Ada pula tradisi pemujaan paganisme yang ikut dibahas dalam novel ini. Namun yang paling menganggu saya, adalah E.S. Ito terlalu banyak memasukkan unsur primordialisme (Minangkabau) ke dalam novel ini.

Yah, bagaimanapun patut diapresiasilah ada novel Indonesia yang mencoba menggabungkan konspirasi dengan latar belakang sejarah nusantara kuno, tidak melulu bercerita soal pacaran dan cinta melulu.

Sekilas seperti: Novel "Da Vinci Code" rasa Indonesia tanpa embel-embel agama.
Displaying 1 - 30 of 134 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.