Usemono Yado menceritakan suatu pondok penginapan di mana seseorang pasti bisa mendapatkan kembali sesuatu yang telah hilang dari dirinya. Tentu saja orang-orang yang berkunjung tidak lantas memercayai kabar yang seperti omong kosong itu, apalagi setelah melihat sang nona pemilik masih sangat muda--bahkan ada beberapa tamu yang menganggap nama "Pondok Barang Hilang" sebagai bentuk promosi ahahaha.
Anehnya, tidak sembarang orang bisa berkunjung ke pondok tersebut. Dan para tamunya pun hanya bisa menuju tempat itu dengan diantar oleh seorang om-om ganteng berkacamata pria misterius bernama Matsuura.
Lagi-lagi Hozumi kembali mengangkat drama bernuansa sendu. Tema "kematian" dan "pencarian" diramu menjadi cerita-cerita pendek yang terikat menjadi satu kisah utuh. Meski ada unsur fantasinya, konflik yang down-to-earth mampu dengan mudah merasuk ke diri pembaca dan mengaduk-aduk emosi (atau seenggaknya bagi saya, hiks).
Sebagaimana buku dengan plot yang bagus, Hozumi juga membuka misteri-misteri yang menyelimuti "Pondok Barang Hilang" ini dengan tempo yang pas. Apalagi didukung artwork-nya yang cantik (huhu... mata saya bahagia banget liat sampulnya yang pinkish penuh kelopak bunga sakura itu~ <3).
Udah ah, saya kayak promosi aja :")
Btw, sebenernya yang saya sukain di jilid ini bukan si om-om berkacamata aja, tapi si bapak pendaki gunung dan siswa SMA itu juga ganteng~ *bukan* *itu mah berarti hampir semua tokoh cowok di jilid ini dong, Gie* *palehbuwat, gambar Hozumi bagus sih*
*salahkan Hozumi* *si Gie ngabisin tisu pas nerjemahin ini* *sebel*
#MenungguDenganTidakSabarDuaJilidLanjutannya