What do you think?
Rate this book


150 pages, Paperback
First published January 1, 2017
"Seorang teman lewat kontak pesan di media sosial bertanya kepada saya tentang film India jenis (genre) apa yang paling saya sukai. Saya hanya bisa nyengir membaca pertanyaan itu. Itu tidak saja pertanyaan yang sulit dijawab secara langsung (apalagi dengan yakin lagi mantap), tapi juga terdengar aneh."
"Sulit karena menonton film India bagi saya tak semata aktivitas menonton, tetapi lebih kompleks dari itu. Bahkan kadang lebih kompleks dari yang bisa saya sadari. Ia campur aduk antara aktivitas mencari hiburan, mengenang masa kecil, mengaji (karena, seperti seorang santri, saya biasanya bertekat mencermati, meyakini, dan kemudian berkehendak untuk menyebarkannya), dan kadang-kadang untuk melawan dunia." Hal.121 & 122.
"Di tengah massa yang memuja secara membabi buta segala yang dibuat Hollywood dan histeris berat terhadap semua hal yang berkait dengan rambut kejur dan kulit langsat, film India tiba-tiba jadi semacam gambar durjana. Sama seperti porno, film India disukai sekaligus tidak diakui, dikonsumsi tapi dianggap terlalu kotor untuk dibincangkan, ditonton sendiri kemudian dihinakan di depan banyak orang." Hal.3 & 4.